Compartilhar

Antara Gadis atau Janda
Antara Gadis atau Janda
Autor: Simu

Bab 1

Autor: Simu
"Paman, aku mohon. Bantu aku ...."

Di hadapanku, gadis itu mengenakan gaun pendek bertali hitam dengan riasan tebal, bergaya layaknya wanita dewasa.

Kulitnya yang putih mulus memenuhi pandanganku.

Saat memohon padaku, dia terus menempel dan menggesek-gesekkan tubuhnya ke tubuhku.

Sungguh sulit dipercaya, gadis-gadis zaman sekarang tumbuh begitu cepat. Padahal dia baru masuk kuliah, tapi aura kewanitaannya sudah sangat terasa.

Aroma manis khas gadis muda menguar dari tubuhnya.

Saat dia mendekat, dadanya yang agak menonjol terus menyentuh lenganku. Aku, seorang pria berusia tiga puluh tahun yang sudah punya anak, tiba-tiba merasakan gejolak aneh di dalam hatiku. Ada gairah yang mulai membara di dalam tubuhku.

Namun, mengingat gadis di hadapanku ini adalah teman kuliah sekaligus sahabat putriku sendiri, aku berusaha keras menahan gairah itu. Aku segera mengalihkan pembicaraan sambil menatap wajahnya yang memohon.

"Sebenarnya ada apa? Katakan pada Paman. Kalau bisa bantu, Paman pasti akan membantumu."

Lisa Hutama adalah teman putriku, mereka berdua sahabat dekat. Karena sedang bertengkar dengan keluarganya, setelah berdiskusi dengan putriku, dia memaksa untuk pindah ke sini. Sekarang dia ngekos di rumahku bersama Rose Jinara, seorang janda muda yang baru saja bercerai.

Tak kusangka, begitu aku sampai di rumah hari ini, Lisa langsung memohon bantuan padaku.

Yang membuatku heran adalah, setelah aku bicara, wajah Lisa tiba-tiba memerah padam. Dia tampak ragu-ragu sejenak, sebelum akhirnya menggertakkan gigi dan angkat bicara.

"Paman, aku dengar Paman ahli membuka kunci. Aku ... aku ingin Paman membantuku mem ... membuka kunci."

Setelah mengatakan itu, Lisa melepaskan pegangan tangannya padaku, lalu mengangkat roknya sendiri.

Mataku terbelalak, aku benar-benar terpaku.

Gaun hitam bertali yang dia pakai memang sudah pendek. Saat dia mengangkatnya, aku langsung bisa melihat sepasang kakinya yang putih dan jenjang.

Bagian paling pribadinya tertutup oleh selembar kain hitam yang sempit.

Namun yang paling aneh, di atas kain itu terdapat sebuah gembok logam kecil.

Aku menatap semua yang terpampang di depan mataku, Lisa yang layaknya seekor kelinci putih kecil yang tak berdaya. Tanpa sadar, aku menelan ludah.

"Nak, kamu ... bagaimana bisa ada gembok di situ?"

Sadar bahwa pandanganku tertuju ke sana, wajah gadis itu menjadi sangat merah. Namun dia tetap menatapku, bahkan dengan sengaja menarik roknya lebih tinggi lagi.

Glek.

Aku menelan ludah lebih dalam.

"Paman, sebenarnya ini perbuatan ibuku. Dia memaksaku memakai celana kesucian ini. Dia nggak mau ada pria yang macam-macam denganku. Tapi kadang-kadang aku nggak tahan. Aku ... kalau aku melakukannya sendiri ‘kan nggak apa-apa. Tapi celana ini nggak bisa dibuka. Lagi pula, memakai celana ini membuatku sangat sulit kalau mau buang air kecil ...."

Mendengar kata-kata yang begitu vulgar, aku mengangkat pandanganku dengan enggan dan berkata, "Melakukannya sendiri? Lisa, apa maksudmu?"

"Memangnya apa lagi maksudnya? Paman ‘kan pria dewasa, harusnya tahu kalau wanita juga punya kebutuhan fisik. Melakukannya sendiri ya maksudnya .... Ah, pokoknya aku nggak peduli! Karena Paman bisa membuka kunci, bantu aku, ya."

Aku refleks ingin menolak, tapi Lisa justru menempel semakin erat. Aroma khas gadis muda terus merasuk ke hidungku.

"Paman, aku mohon, bantu aku ya. Aku mau ... mau mencoba hal itu. Jangan anggap aku nggak tahu malu, akan kutunjukkan sesuatu padamu. Ini semua gara-gara Bibi Rose, teman sekamarku itu. Aku terangsang gara-gara dia. Paman harus tanggung jawab, ‘kan Paman yang membawanya tinggal di sini."

Suaranya yang lembut, ditambah aroma tubuh yang menggoda, membuat otakku mendadak kosong.

Terutama saat dia bilang Rose membuatnya terangsang? Bukankah itu berarti Rose juga ....

Melihatku tidak merespons, Lisa menurunkan tangannya yang memegang rok. Lalu mengambil ponsel dari atas rak sepatu dan menyalakan sebuah video.

Continue a ler este livro gratuitamente
Escaneie o código para baixar o App

Último capítulo

  • Antara Gadis atau Janda   Bab 9

    Setelah selesai, Rose meringkuk di pelukanku, jarinya mengait jariku. "Darius, kamu sudah janji akan menikahiku. Jangan kamu ingkari, ya!"Meski aku menjawabnya saat sedang mabuk kepayang, sebagai pria sejati, kata-kataku harus bisa dipegang. "Setelah Lisa keluar dari rumah sakit, kita bicarakan dulu dengan Virly. Baru kita urus akta nikah kita."Rose kegirangan dan mencium pipiku. Dia berkata, "Aku ikut apa katamu saja."Kami berdua pergi ke rumah sakit. Setelah kuras lambung, Lisa sedang menjalani infus.Dokter bilang dia harus diobservasi satu hari sebelum boleh pulang. Aku meninggalkan Rose untuk menjaganya, lalu mengajak putriku keluar untuk memberitahu rencana pernikahanku. Putriku sangat setuju. Lagi pula, semenjak istriku meninggal, aku sudah lama tidak menjalin hubungan dengan wanita. Sekarang, aku menemukan pasangan hidup lagi, dia sangat senang.Sekarang tinggal masalah sahabat putriku, Lisa. Namun yang mengejutkan, saat Lisa pulang dan mendengar kabar ini, dia tidak me

  • Antara Gadis atau Janda   Bab 8

    Sepanjang jalan, tangan kecil Lisa terus meraba-raba tubuhku, membuat hatiku merasa gelisah bukan main. Sesampainya di rumah sakit, aku hanya mengatakan bahwa Lisa tidak sengaja meminum obat hewan tanpa menceritakan detail lainnya. Dokter segera melakukan prosedur kuras lambung padanya.Saat Lisa dibawa masuk ke ruang tindakan, putriku berkata padaku, "Ayah, sebenarnya aku nggak keberatan Ayah punya hubungan dengan Bibi Rose. Bertahun-tahun Ayah sendirian pasti berat, aku senang ada yang merawat Ayah. Tapi kalau Ayah benar-benar menyukainya, jangan lakukan hal yang bisa mengkhianatinya."Aku tahu, putriku masih menyimpan sedikit keraguan. Aku pun meyakinkannya berkali-kali bahwa aku tidak akan mengganggu wanita lain, apalagi sahabatnya sendiri. Putriku akhirnya merasa tenang. Dia bilang akan menunggu di rumah sakit dan menyuruhku pulang untuk menjelaskan semuanya pada Rose.Aku menelepon Rose. Setelah tahu dia sudah di rumah, aku segera pulang. Saat aku tiba, mata Rose masih sembab

  • Antara Gadis atau Janda   Bab 7

    Melihatnya sudah duduk di atasku, aku tersadar dan segera berusaha mendorongnya menjauh.Lisa sepertinya tidak menyangka bahwa meski dia sudah melakukan sejauh ini, aku tetap ingin menolaknya. Sambil menggertakkan gigi, dia turun dari tempat tidur.Aku mengira dia sudah menyerah. Namun tak kusangka, dia mengambil sebuah botol dari atas meja nakas, membukanya, dan meminum isinya dengan rakus. Itu pasti benda yang dia bawa sendiri.Belum sempat aku bertanya apa yang dia minum, Lisa menggoyangkan botol kosong itu di depanku."Paman, aku baru saja meminum obat perangsang hewan dan dosisnya sangat kuat. Kalau Paman nggak membantuku, aku mungkin akan mati di sini. Kita lihat saja, bagaimana Paman akan menjelaskan ini pada orang-orang nanti!"Gadis ini benar-benar gila, dia sampai berani mengancamku dengan nyawanya sendiri. Aku melihat botol di tangannya, itu memang benar obat hewan. Mengingat jumlah yang dia minum, jika tidak kubantu, dia benar-benar dalam bahaya."Kenapa kamu begitu ker

  • Antara Gadis atau Janda   Bab 6

    Seluruh tubuh Rose memerah, tubuhnya yang panas terus bergetar hebat. Namun, dia tidak mendorongku. Ini adalah tanda setuju yang sangat jelas. Meskipun tidak mabuk, Rose memang kesepian dan ingin melakukan hal itu denganku.Mendapat izin tersirat, aku tidak lagi bersikap sungkan. Tanganku yang besar menyingkap roknya. Saat merasakan jejak kebasahan di sana, aku semakin memahami keinginannya. Aku menarik turun celana dalamnya, lalu menempelkan tubuhku erat-erat....Setelah bergelut dengan peluh cukup lama, aku berniat mandi. Tak disangka, saat aku sedang mandi, Rose kembali mendekat. Wanita matang memang berbeda, dia benar-benar lapar seperti singa kelaparan.Kami pun menghabiskan waktu berjam-jam di kamar mandi. Saat kami akhirnya keluar, langit di luar sudah benar-benar gelap."Kak Darius, aku akan memasakkan sesuatu yang bergizi untuk memulihkan tenagamu."Dengan wajah yang tampak segar dan bersemu merah, Rose pergi ke dapur. Melihat meja makan yang penuh dengan hidangan berg

  • Antara Gadis atau Janda   Bab 5

    Meskipun tubuh gadis muda tidak semontok wanita matang, keunggulan tubuh gadis muda terletak pada kesegaran dan kehalusan kulitnya. Tanganku yang besar mengusap setiap inci kulitnya yang lembut, memperhatikan bagaimana rona merah mulai menjalar di atas kulit putih itu. Rasanya seperti sedang membuat mahakarya dengan tangan sendiri, ada rasa pencapaian yang luar biasa."Paman, pelan-pelan ya ... aku takut Paman akan menyakitiku ...."Lisa gemetar di bawah belaianku. Tubuhnya sekarang benar-benar lembut, ranum, dan becek."Tenang saja, Lisa. Paman akan sangat lembut padamu."Mengingat sebentar lagi aku harus pergi untuk simulasi kebakaran, aku menjadi terburu-buru. Aku segera melepas ikat pinggang dan memosisikan tubuhku."Lisa, kamu di rumah? Lisa ...."Tiba-tiba suara putriku terdengar dari luar, langkah kakinya semakin mendekat."Kelas kita mau mengadakan pesta, Bu Dosen menyuruhku pulang menjemputmu, Lisa ...."Mendengar putriku berjalan menuju kamar tidur ini, aku terperanjat kage

  • Antara Gadis atau Janda   Bab 4

    Antara gadis muda yang manis atau janda yang sangat menggoda, aku sudah tidak tahan lagi.Pelukanku pada Lisa menjadi semakin erat.Mungkin karena pengaruh alkohol, Rose menjadi jauh lebih berani dari biasanya. Setelah menyingkirkan Lisa, dia menerjang ke arahku.Tubuhnya yang lembut dan berisi menekan tubuhku, aroma wanita matang itu sangat sulit untuk ditolak."Darius, kamu ... bagian bawahmu benar-benar perkasa. Pilihanku memang nggak salah, cepat kemarilah ...."Tubuhnya bergetar hebat seolah tersengat listrik. Suhu tubuhnya yang panas membuatku hampir hilang kendali. Tak kusangka, Lisa yang tadi didorong, tidak terima. Dia menarik kuat-kuat tubuh Rose, berusaha menjauhkannya dariku."Nggak bisa! Aku yang lebih dulu mencari Paman Darius. Bibi Rose harus antre. Tunggu aku selesai bersenang-senang dengan Paman Darius, baru giliranmu!"Tubuh Rose sudah lemas seperti air. Saat ditarik oleh Lisa, dia hampir terlepas dariku. Dia lalu menoleh dan melototi Lisa."Antre? Kamu itu masih ke

Mais capítulos
Explore e leia bons romances gratuitamente
Acesso gratuito a um vasto número de bons romances no app GoodNovel. Baixe os livros que você gosta e leia em qualquer lugar e a qualquer hora.
Leia livros gratuitamente no app
ESCANEIE O CÓDIGO PARA LER NO APP
DMCA.com Protection Status