LOGIN"Paman, aku mohon. Bantu aku melepaskan belenggu ini ...." Gadis yang merupakan teman putriku itu mengangkat roknya, aku pun melihat sesuatu yang biasanya hanya dipakai wanita zaman kuno. Sebuah celana dalam khusus dengan gembok kecil yang hanya bisa dibuka oleh pria. Tepat saat gadis itu menerjang ke pelukanku dengan sudut mata memerah... Teman satu kosnya, seorang wanita berusia tiga puluh tahun, pulang ke rumah. Melihat pemandangan itu, wanita itu terbakar cemburu. Di bawah pengaruh alkohol, wanita itu justru melepas pakaian luarnya dan ikut menerjang ke arahku. "Nak, kamu minggir dulu. Biarkan Bibi yang berkomunikasi lebih lama dengan Paman ...." Antara gadis muda yang manis dan polos, atau wanita matang yang penuh pesona, aku tidak sanggup lagi menahannya.
View MoreSetelah selesai, Rose meringkuk di pelukanku, jarinya mengait jariku. "Darius, kamu sudah janji akan menikahiku. Jangan kamu ingkari, ya!"Meski aku menjawabnya saat sedang mabuk kepayang, sebagai pria sejati, kata-kataku harus bisa dipegang. "Setelah Lisa keluar dari rumah sakit, kita bicarakan dulu dengan Virly. Baru kita urus akta nikah kita."Rose kegirangan dan mencium pipiku. Dia berkata, "Aku ikut apa katamu saja."Kami berdua pergi ke rumah sakit. Setelah kuras lambung, Lisa sedang menjalani infus.Dokter bilang dia harus diobservasi satu hari sebelum boleh pulang. Aku meninggalkan Rose untuk menjaganya, lalu mengajak putriku keluar untuk memberitahu rencana pernikahanku. Putriku sangat setuju. Lagi pula, semenjak istriku meninggal, aku sudah lama tidak menjalin hubungan dengan wanita. Sekarang, aku menemukan pasangan hidup lagi, dia sangat senang.Sekarang tinggal masalah sahabat putriku, Lisa. Namun yang mengejutkan, saat Lisa pulang dan mendengar kabar ini, dia tidak me
Sepanjang jalan, tangan kecil Lisa terus meraba-raba tubuhku, membuat hatiku merasa gelisah bukan main. Sesampainya di rumah sakit, aku hanya mengatakan bahwa Lisa tidak sengaja meminum obat hewan tanpa menceritakan detail lainnya. Dokter segera melakukan prosedur kuras lambung padanya.Saat Lisa dibawa masuk ke ruang tindakan, putriku berkata padaku, "Ayah, sebenarnya aku nggak keberatan Ayah punya hubungan dengan Bibi Rose. Bertahun-tahun Ayah sendirian pasti berat, aku senang ada yang merawat Ayah. Tapi kalau Ayah benar-benar menyukainya, jangan lakukan hal yang bisa mengkhianatinya."Aku tahu, putriku masih menyimpan sedikit keraguan. Aku pun meyakinkannya berkali-kali bahwa aku tidak akan mengganggu wanita lain, apalagi sahabatnya sendiri. Putriku akhirnya merasa tenang. Dia bilang akan menunggu di rumah sakit dan menyuruhku pulang untuk menjelaskan semuanya pada Rose.Aku menelepon Rose. Setelah tahu dia sudah di rumah, aku segera pulang. Saat aku tiba, mata Rose masih sembab
Melihatnya sudah duduk di atasku, aku tersadar dan segera berusaha mendorongnya menjauh.Lisa sepertinya tidak menyangka bahwa meski dia sudah melakukan sejauh ini, aku tetap ingin menolaknya. Sambil menggertakkan gigi, dia turun dari tempat tidur.Aku mengira dia sudah menyerah. Namun tak kusangka, dia mengambil sebuah botol dari atas meja nakas, membukanya, dan meminum isinya dengan rakus. Itu pasti benda yang dia bawa sendiri.Belum sempat aku bertanya apa yang dia minum, Lisa menggoyangkan botol kosong itu di depanku."Paman, aku baru saja meminum obat perangsang hewan dan dosisnya sangat kuat. Kalau Paman nggak membantuku, aku mungkin akan mati di sini. Kita lihat saja, bagaimana Paman akan menjelaskan ini pada orang-orang nanti!"Gadis ini benar-benar gila, dia sampai berani mengancamku dengan nyawanya sendiri. Aku melihat botol di tangannya, itu memang benar obat hewan. Mengingat jumlah yang dia minum, jika tidak kubantu, dia benar-benar dalam bahaya."Kenapa kamu begitu ker
Seluruh tubuh Rose memerah, tubuhnya yang panas terus bergetar hebat. Namun, dia tidak mendorongku. Ini adalah tanda setuju yang sangat jelas. Meskipun tidak mabuk, Rose memang kesepian dan ingin melakukan hal itu denganku.Mendapat izin tersirat, aku tidak lagi bersikap sungkan. Tanganku yang besar menyingkap roknya. Saat merasakan jejak kebasahan di sana, aku semakin memahami keinginannya. Aku menarik turun celana dalamnya, lalu menempelkan tubuhku erat-erat....Setelah bergelut dengan peluh cukup lama, aku berniat mandi. Tak disangka, saat aku sedang mandi, Rose kembali mendekat. Wanita matang memang berbeda, dia benar-benar lapar seperti singa kelaparan.Kami pun menghabiskan waktu berjam-jam di kamar mandi. Saat kami akhirnya keluar, langit di luar sudah benar-benar gelap."Kak Darius, aku akan memasakkan sesuatu yang bergizi untuk memulihkan tenagamu."Dengan wajah yang tampak segar dan bersemu merah, Rose pergi ke dapur. Melihat meja makan yang penuh dengan hidangan berg
Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.