Share

Kenyataan

Author: Mommykai22
last update publish date: 2026-07-24 13:28:23

"Apa? Percobaan apa? Percobaan pembunuhan? Siapa maksudmu yang mencoba membunuhnya? Jangan bilang Grandpa, Leo! Jangan bilang Grandpa!"

Mungkin di hati kecil Elisa mulai ada keraguan. Rasanya sesak dan membingungkan untuknya. Kakek yang ia sayangi sejak kecil mendadak dijelekkan oleh banyak orang sekarang.

Ya, sekalipun Darmawan kasar, Elisa menyayanginya. Dan walaupun Darmawan bukan pria baik, tapi Elisa menolak percaya kalau kakeknya itu seorang pembunuh.

"Ini pasti salah, Leo! Bagaimana
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (2)
goodnovel comment avatar
Mariana Hardi
lanjut dunk kaka
goodnovel comment avatar
Tresye Kesaulya
lnjut kakak
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Asisten Suamiku yang Perkasa   Aman

    "Ini CCTV di ballroom, Pak." Manager hotel dan petugas CCTV membantu Leo memeriksa CCTV. Mereka melihat semua alurnya sejak Leo masuk ke ballroom, tapi tidak ditemukan keanehan sama sekali. Posisi saat Velia memanggil Heri dan memberikan obat tidak terdeteksi di CCTV sehingga Leo tidak menemukan bukti apa pun. "Itu pelayan yang memberikan aku minum." "Dia memang pelayan di sini, sudah bekerja sekitar setengah tahun, tidak pernah ada masalah dengannya, Pak." "Dia juga pelayan yang membantuku naik ke kamar. Sekarang coba cek CCTV di depan kamarku." Petugas menunjukkan CCTV di depan kamar Leo, tapi CCTV-nya mati. Rosie sendiri tadi dibantu oleh orang dalam untuk mematikan CCTV dan itu dilakukan di luar pengawasan petugas CCTV."Maaf, Pak, aku belum tahu apa kesalahannya, tapi kebetulan CCTV sedang mati di lorong itu. Memang ada beberapa CCTV di lorong yang mati dan sedang dilakukan perbaikan." Rusman menggeram. "Hal seperti ini harus dilakukan segera, jangan ditunda! Kita tidak pe

  • Asisten Suamiku yang Perkasa   Tutup Mulut

    Untuk sesaat, suasana masih hening sejenak saat Leo dan Velia bertatapan. Keduanya sama-sama tidak gentar. Namun, Leo lebih yakin pada dirinya, bukan pada cerita Velia. Leo pun segera mencari ponselnya yang ternyata tergeletak di bawah lantai. Bahkan ia tidak perlu repot memakai bajunya dulu, tapi langsung meraih teleponnya dulu. Tatapan Leo sempat goyah melihat nama Elisa yang meneleponnya beberapa kali dan mengirim pesan. Leo membacanya dulu. Elisa mengirim foto anak mereka yang membuat tatapan Leo menghangat. "Anak kita sudah tidur sangat nyenyak, tapi aku masih belum tidur. Aku menunggu teleponmu, Leo." Leo mengepalkan tangannya geram, marah pada dirinya yang tidak jadi menelepon istrinya karena sedang dalam pengaruh obat tadi. "Sial!" geram Leo lagi, sebelum ia menelepon seseorang. Telepon itu tidak langsung diangkat karena sekarang sudah tengah malam, butuh waktu sebelum akhirnya teleponnya diangkat. "Halo, selamat malam, dengan Pak Rusman?" sapa Leo di teleponnya. "Maaf

  • Asisten Suamiku yang Perkasa   Ikatan Seumur Hidup

    Velia benar-benar mengira rencananya akan berjalan sempurna. Saat Leo tidur, Velia akan merangsangnya, membuatnya bangun, dan setelah itu, Velia akan dengan mudah menyatukan dirinya dengan Leo. Namun, di luar dugaan, Leo malah bangun dan membuat Velia merasa seperti maling yang ketahuan saat ini. Bahkan Velia masih dalam pose memanjat tubuh pria itu, belum sepenuhnya duduk di atasnya. Pose yang sangat aneh dan membuatnya malu. Apalagi saat Leo mendadak bangkit berdiri dan membuat Velia terjungkal kembali ke ranjang. Velia terjungkal dengan gaya yang tidak indah. Ia sudah telanjang bulat dan kakinya terbuka. Sudah pasti miliknya di bawah sana terlihat jelas, itu pun kalau Leo melihatnya. Namun, sialnya, Leo tidak melihat apa pun karena ia sudah terlalu sibuk meraih handuknya dan melilitnya lagi ke pinggangnya. Leo pun langsung menatap Velia dengan tatapan penuh amarah. "Aku tanya sekali lagi apa yang kau lakukan di ranjangku, Velia?" bentak Leo sambil melotot marah. Leo juga tida

  • Asisten Suamiku yang Perkasa   Wanita di Ranjangnya

    Leo masih melangkah gontai ke arah ranjangnya. Pandangannya masih blur, bahkan lampu terasa menyilaukan baginya sampai matanya sakit. Sambil tetap melangkah gontai, Leo mencari saklar lampu dan berhasil mematikan sebagian besar lampu di kamar itu, hanya tersisa cahaya remang-remang dari lampu meja dan lampu kamar mandi. Leo terus menggelengkan kepalanya, tubuhnya sudah setengah lemas tapi masih menggigil kedinginan. Ia pun melangkah lebih cepat, lalu membaringkan dirinya sendiri dengan kasar di sisi ranjang. "Sial! Sial!" Hanya itu yang bisa Leo ucapkan di saat rasa di tubuhnya masih tidak bisa dijelaskan dengan kata-kata. Matanya mulai terpejam dan tubuhnya mulai melemah, tapi satu orang yang masih ia ingat. "Elisa ...," lirih Leo, sebelum ia menutup matanya, terhanyut dalam tidur lelap mendadak. Leo pun sama sekali tidak sadar kalau saat ini pintu kamarnya sudah dibuka. Velia yang membuka kamar begitu kaget melihat kondisi kamar yang gelap, hanya ada cahaya remang-remang. Mat

  • Asisten Suamiku yang Perkasa   Masuk ke Kamarnya

    Leo terus menggeram begitu ia masuk ke kamarnya. Ia langsung membuka baju dan celananya, tidak peduli pada apa pun dan memilih masuk kamar mandi untuk meredakan rasa panas di tubuhnya. Leo menyalakan shower dan mengguyur tubuhnya dengan air dingin "Sial! Siapa yang berani melakukan ini padaku? Ah, Elisa ... andaikan kau ada di sini, Sayang ...." Bahkan dalam pengaruh obat dalam dirinya, Leo masih memikirkan istrinya, satu-satunya obat penawarnya.Leo terus membiarkan shower mengguyur dirinya, berusaha tetap sadar agar ia tidak keluar dan mencari pelampiasan di luar. Sungguh, Leo adalah pria normal yang saat berada di bawah pengaruh obat saat ini, Leo cukup menggila. Otaknya sudah dipenuhi hasrat yang harus dilampiaskan saat ini. Namun, pantang baginya untuk menyentuh wanita lain. "Sadar, Leo! Kau harus tetap sadar! Ah, sial!!!" Leo sampai duduk di ruangan shower dan terus menyalakan airnya. Sensasi di tubuhnya mulai menjadi-jadi sampai membuat bagian sensitifnya nyeri. Namun, ta

  • Asisten Suamiku yang Perkasa   Pintu yang Terkunci

    Bahkan dari kejauhan, Velia bisa melihat bagaimana jakun itu bergerak saat Leo menelan minumannya. Senyuman Velia terbit. "Dia meminumnya! Dia sudah meminumnya!" Velia pun buru-buru mencari pelayan pria yang tadi membantunya. Mendadak ia butuh bantuan untuk membawa Leo ke kamar. Untungnya, Velia menemukan pria itu dengan cepat. "Hei, kau!" "Ah, iya, ada yang aku bantu lagi, Bu?" "Kemari!" Lagi-lagi Velia membawa pria muda itu sedikit menjauh dan memberinya uang lagi. "Kali ini tugasmu adalah membawa Pak Leo pergi dari sana, kau tahu Pak Leo sudah mabuk kan? Bantu dia dan arahkan dia untuk istirahat di kamar saja!" "Di kamarnya sendiri maksudnya?" "Tentu saja di kamarnya sendiri. Kamar 808, itu kamarnya. Pastikan dia masuk, tapi jangan tutup rapat pintunya, tunggu aku datang. Kau mengerti?""Ah, baik, Bu!" Sang pelayan bernama Heri itu pun pergi dan stand by di dekat Leo kalau Leo butuh bantuan. Awalnya Leo masih merasa baik-baik saja dan masih mengobrol dengan makin banyak or

  • Asisten Suamiku yang Perkasa   Aku Akan Memulainya

    Eddy sontak berdiri dari kursinya begitu mendengar ucapan Elisa. "Sayang, apa yang kau katakan? Duduklah dulu, Sayang!" Eddy menghampiri Elisa dan memintanya duduk, tapi Elisa menolak. "Aku sudah memikirkannya dan aku ...." Elisa terdiam sejenak sambil melirik Leo lagi. "Aku mau ... melakukannya

  • Asisten Suamiku yang Perkasa   Harus Segera Hamil

    "Apa yang kau lakukan di sini, Leo?" Elisa menarik tangannya kembali dan ia langsung melotot marah. Jantungnya memacu kencang dan ia tidak menyangka ada orang yang memergokinya seperti ini. Leo sendiri terdiam sejenak tidak bisa berkata-kata. Ia bukan pria polos yang tidak tahu apa yang Elisa lak

  • Asisten Suamiku yang Perkasa   Memuaskan Diri Sendiri

    Elisa membeku saat merasakan pelukan yang menahannya. Buru-buru ia mendongak dan jantungnya makin bergemuruh melihat siapa pria itu. Itu Leo. Pria itu berdiri sangat dekat dengannya, satu tangan masih melingkar di pinggangnya agar ia tidak terjatuh.Kemarin mungkin Elisa tidak merasakan apa-apa s

  • Asisten Suamiku yang Perkasa   Anak Tukang Selingkuh

    "Aku tidak bisa! Nyalakan lampunya!" Elisa memekik keras sambil bangkit duduk di ranjangnya. Ia merinding. Ia tidak bisa melakukan ini. "Kubilang nyalakan lampunya, Leo!" bentak Elisa lagi. Sedetik kemudian, lampu pun dinyalakan dan Elisa kembali menoleh. Leo belum memakai kemejanya dan tubuh pr

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status