Home / Fantasi / Ayah, Jangan Bunuh Aku! / Chapter 11 - Pangsit

Share

Chapter 11 - Pangsit

Author: Nyx
last update publish date: 2026-03-30 23:01:19

“Tuan Putri jangan sedih, Meiqian pasti akan memasak banyak makanan enak untuk Tuan Putri walaupun tidak sebanding dengan koki Istana. “ Hibur Meiqian mengira bahwa dirinya terlalu sedih.

Sementara Ning Xueqin justru berpikiran lain karena dirinya merasa bahwa masalah ini justru menguntungkannya.

‘Memasak makanan sendiri, berarti seluruh keamanan makanan berada di bawah pengawasanku…. Hm, bukan hal yang buruk. ‘ Pikir Ning Xueqin.

Setidaknya dia bisa meminimalisir kemungkinan bahwa dirinya a
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Ayah, Jangan Bunuh Aku!    Chapter 15 - Panggilan

    Ketika mendengar nama ini, Ning Xueqin sama sekali tidak bereaksi terhadap nama nama yang disebutkan oleh Mei Qian.“Apa itu Jenderal Qilin? “ Tanya Ning Xueqin dengan bingung. “Di Kekaisaran Ning ini ada dua orang Jenderal penjaga yang memiliki berbagai macam prestasi yang tak terhingga jumlahnya sehingga diangkat menjadi pilar negara. “ Jawab Mei Qian. “Sebagai pilar negara, Kaisar memberikan mereka julukan hewan keberuntungan dalam legenda seperti Qilin dengan Naga. “lanjut Mei Qian menjelaskan. Ning Xueqin pun memahami hal ini dengan cepat dan menganggukkan kepalanya, karakter ini sebelumnya belum pernah disebutkan atau bahkan mungkin pernah disebutkan namun belum pernah Ning Xueqin amati sebelumnya. “Kalau begitu maka Jenderal Xie adalah Jenderal Naga? “ Tanya Ning Xueqin dengan analoginya. “Benar sekali, memang benar bahwa dia adalah seorang Jenderal Naga.” Jawab Mei Qian. Ning Xueqin menganggukkan kepalanya, nama itu memang tidak berlebihan diberikan kepada seseorang yang

  • Ayah, Jangan Bunuh Aku!    Chapter 14 - Jenderal Qilin

    Para pelayan segera membantu Ning Xueqin untuk menyeret bocah laki laki itu ke daratan sementara Ning Xueqin sendirian tersisa di dalam danau buatan itu. Mei Qian yang terlambat keluar langsung menyelamatkan majikannya dengan panik dan memeluk tubuh Ning Xueqin terlebih dahulu. “Tuan Putri, apakah kamu baik baik saja? Kalian semua sangat lancang! Tuan Putri masih berada di dalam air namun kalian bahkan tidak memiliki niat untuk membantu! “ Bentak Mei Qian dengan marah. Ning Xueqin terbatuk batuk dan melihat beberapa kasim dan dayang Istana yang sibuk untuk mengeringkan bocah laki laki itu. Mereka semua menoleh ketika mendengarkan nama Tuan Putri namun bukannya penghormatan, justru sebuah penghinaan dan cibiran yang diberikan padanya. “Putri pembawa sial tidak akan bisa dibandingkan dengan seorang putra jenderal yang berharga. “ Ucap salah satu dayang Istana. “Kamu-” Mei Qian baru saja ingin membalas lagi sebelum akhirnya ditahan oleh Ning Xueqin. “Kalau begitu maka aku berharap

  • Ayah, Jangan Bunuh Aku!    Chapter 13 - Tenggelam

    Hari hari berlalu dengan cepat, Ning Xueqin kecil yang semula tiba di Kekaisaran Ning pada musim dingin pun kini telah berganti musim menjadi musim semi yang jauh lebih hangat dan nyaman.Selama hampir tiga bulan menyesuaikan diri, Ning Xueqin akhirnya bisa sepenuhnya menyatu dengan kebiasaan di Kekaisaran Ning ini. Walaupun dirinya masih di dalam masa kurungan namun, dirinya justru dapat menghabiskan waktu untuk memperbaiki pondasi tubuhnya yang buruk. Sekarang… dia tidak hanya bisa melempar pisau buah dari jarak dua meter dengan lemparan yang akurat, dia bahkan bisa melempar dengan jarak lima meter walaupun belum sepenuhnya akurat. Masih perlu disesuaikan lagi terlebih dahulu, jadi sebenarnya masa kurungan ini tidak terlalu buruk terutama bagi dirinya yang ingin membuat banyak perubahan untuk mengesankan orang lain. Tubuhnya yang sebelumnya kurus kering juga sudah berubah menjadi lebih berisi dan sehat, kedua pipinya lembut dan merona layaknya anak anak pada umumnya. Tingginya

  • Ayah, Jangan Bunuh Aku!    Chapter 12 - Meditasi

    Mei Qian dengan penuh semangat berlari ke halaman Ning Xueqin untuk menyampaikan pesan dari Kaisar. “Tuan Putri, Yang Mulia menyukai pangsit yang Tuan Putri buat bahkan berpesan bahwa Tuan Putri harus mengenakan pakaian yang lebih tebal dari biasanya karena pada malam hari lebih dingin. “ Ucap Mei Qian dengan penuh semangat. Ning Xueqin yang sedang duduk termenung di dekat pintu langsung tersadar ketika mendengarkan ucapan Mei Qian. “Ayahku sungguh berkata seperti itu? Apakah kamu berusaha untuk menipu ku? “ Tanya Ning Xueqin dengan heran. Kaisar Ning yang terkenal kejam dan bengis itu bahkan bisa mengingatkannya untuk menggunakan pakaian hangat? Awalnya Ning Xueqin tidak berharap banyak pada pangsit buatannya, namun siapa yang menyangka bahwa Ayahnya benar benar menyukainya? “Tentu saja, Mei Qian tidak berani untuk membohongi Tuan Putri. Kasim Yu juga bisa menjadi saksi atas perkataan Yang Mulia kepada Tuan Putri. “ Jawab Mei Qian dengan semangat yang membara. Ning Xueqin mema

  • Ayah, Jangan Bunuh Aku!    Chapter 11 - Pangsit

    “Tuan Putri jangan sedih, Meiqian pasti akan memasak banyak makanan enak untuk Tuan Putri walaupun tidak sebanding dengan koki Istana. “ Hibur Meiqian mengira bahwa dirinya terlalu sedih. Sementara Ning Xueqin justru berpikiran lain karena dirinya merasa bahwa masalah ini justru menguntungkannya. ‘Memasak makanan sendiri, berarti seluruh keamanan makanan berada di bawah pengawasanku…. Hm, bukan hal yang buruk. ‘ Pikir Ning Xueqin. Setidaknya dia bisa meminimalisir kemungkinan bahwa dirinya akan diracun dan sampai akhir hayatnya pun dia tidak tahu siapa yang meracuninya. Lagipula memasak bukanlah hal yang sulit, dirinya bisa memasak banyak makanan yang sehat dan praktis! “Meiqian, apakah kamu bisa membuat mie? “ Tanya Ning Xueqin secara tiba tiba. “Tentu saja, Tuan Putri. “ Jawab Meiqian. “Bagus! Aku akan membuat pangsit, kamu akan membuat mie. Tidak perlu banyak bertanya, ayo kita segera kerjakan! “ Seru Ning Xueqin dengan semangat. Ning Xueqin menggulung lengan gaunnya yang p

  • Ayah, Jangan Bunuh Aku!    Chapter 10 - Stress Berlebihan?

    “Apa maksudmu? Jangan katakan setengah setengah. “Desak Ning Xueqin dengan tidak sabar. “Setelah peperangan pertamanya itu… seluruh rambutnya memutih, sikapnya berubah menjadi dingin dan kejam. Padahal… Sebelumnya sangat ramah terhadap semua orang, dia berubah menjadi pendiam dan misterius, mengurung diri di dalam rumahnya. “Ucap Meiqian. Ning Xueqin tidak bisa tidak memunculkan bayangan pemuda itu di dalam benaknya lagi. Memang seperti yang dikatakan oleh pemuda itu. Pemuda itu tampak murung, sedih dan tertekan seolah olah ada beban seberat gunung yang dipikul olehnya. Niny Xueqin tidak tahu apa yang ditanggung oleh seorang bocah berusia lima belas tahun sampai sampai bisa menderita seperti itu. Rambut yang memutih secara tiba tiba? Entah kenapa terasa aneh. Bahkan… di dunia modern pun kasus seperti ini tidak banyak. Mungkinkah pemuda ini mengalami stress yang sangat ekstrem sehingga seluruh rambutnya memutih?Ning Xue Qin tidak tahu jawabannya terutama untuk saat ini, hal in

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status