Beranda / Fantasi / Ayah, Jangan Bunuh Aku! / Chapter 11 - Pangsit

Share

Chapter 11 - Pangsit

Penulis: Nyx
last update Tanggal publikasi: 2026-03-30 23:01:19

“Tuan Putri jangan sedih, Meiqian pasti akan memasak banyak makanan enak untuk Tuan Putri walaupun tidak sebanding dengan koki Istana. “ Hibur Meiqian mengira bahwa dirinya terlalu sedih.

Sementara Ning Xueqin justru berpikiran lain karena dirinya merasa bahwa masalah ini justru menguntungkannya.

‘Memasak makanan sendiri, berarti seluruh keamanan makanan berada di bawah pengawasanku…. Hm, bukan hal yang buruk. ‘ Pikir Ning Xueqin.

Setidaknya dia bisa meminimalisir kemungkinan bahwa dirinya a
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Ayah, Jangan Bunuh Aku!    Chapter 245 - Kedai Wangxiao

    Mei Qian menyusul dengan napas terengah-engah dan menatap ke arah depan yang kosong tanpa ada tanda-tanda dari orang yang mereka ikuti sebelumnya.“Tuan Putri, orangnya sudah menghilang,” ucap Mei Qian dengan heran karena Ning Xueqin berhenti mengejar.Ning Xueqin menyerahkan kertas itu dan Mei Qian membacanya tapi membaca tulisan ini membuat Mei Qian semakin bingung.“Apa hubungan tulisan ini dengan menghentikan pengejaran?” tanya Mei Qian dengan kebingungan.“Tidak perlu terburu-buru, aku sudah tahu harus mengejar kemana. Mari kita kembali dan berganti pakaian terlebih dahulu, “ jawab Ning Xueqin.Ning Xueqin segera kembali ke halamannya tanpa menoleh ke belakang lagi sementara Mei Qian masih sangat kebingungan.Sesampainya di halaman, Zilan terkejut bahwa mereka telah kembali secepat ini ke sini.“Apakah tidak tertangkap?” tanya Zilan dengan kebingungan.“Tertangkap,” jawab Ning Xueqin sembari tersenyum semu.Dia melangkah masuk ke dalam rumahnya dan menanggalkan gaunnya yang inda

  • Ayah, Jangan Bunuh Aku!    Chapter 243 - Bantuan lagi?

    Ning Xueqin merasa terharu dengan kata-kata yang disampaikan oleh kedua pelayannya, meskipun mungkin tidak akan semudah yang mereka katakan.Namun mereka ada benarnya, selama masih mampu membalikkan keadaan maka mereka dilarang untuk menyerah.Lebih baik mencoba bangkit, Ning Xueqin menekan perasaan kecewa dan pasrahnya kemudian menggantikannya dengan semangat.Dia ingin melawan, dia tidak menerima takdirnya yang seperti ini. Dia juga tidak akan membiarkan orang-orang mengambil keuntungan darinya!Benar, sejak kapan dirinya menjadi begitu pasrah? Sejak kapan dia membiarkan dirinya di bawah kaki orang lain?Dia tidak akan membiarkan hal ini terjadi. Bahkan jika pada akhirnya dia kalah pun, dia tidak akan kalah dengan memalukan.Dia pada dasarnya sudah meninggal di kecelakaan itu, tapi bukannya pergi ke Surga atau Neraka, dia justru masuk ke dalam Neraka manusia ini.Dia mendapatkan tambahan usia tujuh tahun sampai saat ini, bisa dikatakan dia cukup puas dengan kondisinya saat ini.Tib

  • Ayah, Jangan Bunuh Aku!    Chapter 243 - Kurungan

    Ning Xueqin yang sedang sibuk dengan burung barunya tiba-tiba mendengarkan kata-kata yang membuat seluruh bulu kuduknya ini merinding.Dia tahu itu adalah suara Kasim Yu, sehingga dirinya dengan cepat bangkit dan menoleh ke belakang.Dirinya memasang senyuman palsu dan menyambut Kasim Yu dengan ramah, sembari meletakkan burung itu ke dalam genggaman Mei Qian.Lalu Ning Xueqin pun berlutut untuk menerima titah yang diberikan oleh Kaisar Ning, entah kenapa dia merasakan firasat buruk mengenai hal ini.“Putriku, Ning Xueqin, sebelumnya bekerja keras untuk mendapatkan hewan spiritual, berlatih dengan tekun dan tanpa lelah. Karena itu aku memerintahkan mu untuk beristirahat selama satu tahun penuh!”Kasim Yu membacakan titah ini dalam satu tarikan napas, namun Ning Xueqin merasa bahwa titah ini sangat panjang dan lambat.Kepalanya terasa agak pusing, dirinya merasa agak mual pada saat ini. Istirahat? Merasa kasihan? Omong kosong!Itu hanya upaya untuk mengurungnya di dalam Istana yang ding

  • Ayah, Jangan Bunuh Aku!    Chapter 242 - Titah Kaisar

    Ning Chuan tentu saja tahu bahwa yang dimaksud oleh Chu Xinling tadi adalah kejahatannya beberapa tahun yang lalu, lebih tepatnya sepuluh tahun yang lalu.Ning Xueqin dan Ning Chuan sama-sama tahu bahwa hubungan mereka berdua tidak rukun seperti yang dikatakan oleh orang-orang.Hubungan mereka berdua juga didasari pada tipu muslihat dan penuh kekejaman, saling membunuh tidak akan terhindarkan.Jadi kata-kata Ning Chuan di awal tadi hanya untuk menggertak, tidak menyangka bahwa Adiknya ini bukan hanya tidak merasa takut justru mampu menggertak balik.“Kakak, aku sarankan kamu untuk lebih tenang dan sabar. Jika aku secara tidak senang mengungkit ini di hadapan Ayahanda, maka takutnya…. Kamu juga tidak akan tenang,”ejek Ning Xueqin.Ning Chuan mendengus dingin dan mengabaikan Ning Xueqin sepenuhnya, sementara Ning Xueqin menyandarkan kepalanya di lengan Ning Chuan sambil berjalan santai.“Lepaskan tanganku!” seru Ning Chuan dengan suara tertahan.“Kenapa? Bukankah kita Kakak Adik? Wajar

  • Ayah, Jangan Bunuh Aku!    Chapter 241 - Saling Mengancam

    Bukan Ning Xueqin namanya jika tidak menyiapkan jalan keluar untuk dirinya sendiri di saat terdesak.Dia sudah tahu bahwa Paman Ketiganya, Chu Xinling bukanlah orang yang bisa dipercaya, jadi tentu saja dia tidak akan mengikat mati hubungannya dengan Paman Ketiganya.Untunglah Paman Ketiganya ini bodoh dan mempercayai kata-katanya sebelumnya, sehingga dia bisa membangun hubungan di dua belah pihak.Sekarang Paman Pertamanya sudah meninggal, tidak akan ada lagi yang bisa bersaksi untuk Paman Ketiganya yang bodoh ini.Keluarga Chu ditakdirkan untuk menemui jalan kehancuran, ditambah lagi kaki Chu Xingjun sudah dipatahkan sepenuhnya dan menjadi cacat.Di masa depan tabib mengatakan bahwa dia memerlukan bantuan tongkat dan tidak bisa menunggang kuda lagi.Anggaplah jika Keluarga Chu kehilangan Keluarga Paman Ketiganya, maka hanya tersisa keluarga Paman Pertamanya.Paman Pertamanya, Chu Xincheng memiliki dua orang anak, yang pertama adalah Chu Xingjun dan yang kedua Chu Xingqi.Chu Xingqi

  • Ayah, Jangan Bunuh Aku!    Chapter 240 - Tuduhan

    Jika tidak sedang menyamar maka Ning Xueqin pasti akan tertawa sinis di hadapan Chu Xinling.Seperti yang diharapkan dari seorang Tuan muda yang dimanjakan di dalam kediaman dan mencoba untuk mengisi keserakahan nya sendiri.Serakah namun bodoh, itulah kata yang tepat untuk menggambarkan sikap dan perilaku Chu Xinling saat ini.Ning Xueqin tidak tahu harus mengatakan apa lagi terhadap Chu Xinling ini, hanya saja dia tidak terkejut bahwa Chu Xinling ini mengaku hanya karena sedikit tekanan yang diberikan oleh Ayahnya.Seperti yang diharapkan dari mentalitas pecundang Paman Ketiganya, namun dia harus berterima kasih atas mentalitas pecundang ini.Karena itu rencananya berhasil dan berjalan dengan lancar. Paman Pertamanya memang lebih cerdik dan cerdas, namun tidak dapat dipercaya.Dia layak untuk menerima hukuman itu karena mengkhianati Ning Xueqin dan berusaha untuk menjual Ning Xueqin demi bersekutu dengan Ning Chuan.Sebenarnya hal ini tidak aneh juga, hanya saja membayangkannya saja

  • Ayah, Jangan Bunuh Aku!    Chapter 98 - Hewan Spiritual

    Mendengar ini membuat Ning Xueqin tidak dapat menahan diri untuk tidak tersenyum miris. Dirinya ternyata hanyalah seorang anak yang lahir dari kesalahan, pantas saja… Kaisar Ning selalu menatapnya dengan tatapan rumit. Seolah olah pria itu selalu mengalami perdebatan batin setiap kali melihat dir

  • Ayah, Jangan Bunuh Aku!    Chapter 90 - Jawaban

    Kaisar Ning yang tidak pernah mengurus langsung anak anaknya ini tiba tiba merasa bingung dan pusing. “Sudah, sudah, jangan menangis lagi. Aku tidak akan bertanya lagi. “Ucap Kaisar Ning. Ning Xueqin menganggukkan kepalanya namun tangisannya tidak bisa langsung dihentikan. Setelah lewat beberapa

  • Ayah, Jangan Bunuh Aku!    Chapter 85 - Imbang

    “Tuan muda dan Nona muda dari Keluarga Mei kehabisan bendera milik mereka sehingga di diskualifikasi! “ Seru Kasim Yu dari samping. Ning Xueqin memandang dengan terengah engah dan tidak menyangka bahwa sistem yang akan digunakan adalah sistem eliminasi langsung. Awalnya dia berpikir bahwa siapapu

  • Ayah, Jangan Bunuh Aku!    Chapter 84 - Ruang Ganti

    Di ruang ganti ini disediakan beberapa pakaian wanita untuk berkuda, mirip dengan pakaian pria. Sebuah pakaian atas dan celana yang terpisah sehingga mempermudah ruang geraknya. Ning Xueqin melepaskan ikatan rambutnya dan mengganti model sanggulnya menjadi satu sanggul polos. Dia mengencangkan ik

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status