Beranda / Fantasi / Ayah, Jangan Bunuh Aku! / Chapter 12 - Meditasi

Share

Chapter 12 - Meditasi

Penulis: Nyx
last update Tanggal publikasi: 2026-04-02 23:36:20

Mei Qian dengan penuh semangat berlari ke halaman Ning Xueqin untuk menyampaikan pesan dari Kaisar.

“Tuan Putri, Yang Mulia menyukai pangsit yang Tuan Putri buat bahkan berpesan bahwa Tuan Putri harus mengenakan pakaian yang lebih tebal dari biasanya karena pada malam hari lebih dingin. “ Ucap Mei Qian dengan penuh semangat.

Ning Xueqin yang sedang duduk termenung di dekat pintu langsung tersadar ketika mendengarkan ucapan Mei Qian.

“Ayahku sungguh berkata seperti itu? Apakah kamu berusaha u
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Ayah, Jangan Bunuh Aku!    Chapter 292 - Yue Yun

    “Kamu seharusnya sudah bisa membaca kan di usia ini?” tanya Ning Xueqin.Li Yun menganggukkan kepalanya sambil menyeka ingusnya, lalu Ning Xueqin memberikan daftar kejahatan yang dilakukan oleh Li Ming.“Lebih dari seribu orang prajurit setia mati dengan sia-sia karena keserakahan Ayahmu dan komplotannya, anggaplah bahwa setiap prajurit memiliki dua atau tiga orang di keluarganya yang mengandalkan mereka untuk mencari nafkah, itu berarti Ayahmu sudah membuat lebih dari tiga ribu orang kehilangan pegangan hidup mereka,” ucap Ning Xueqin membantu Li Yun untuk berpakaian.“Berapa banyak tiga ribu orang itu? Itu lebih dari penduduk satu kota, ketika orang-orang itu menuntut keadilan, seluruh halaman Istana pun akan penuh,” lanjut Ning Xueqin.Li Yun tampak membaca itu dengan serius sebelum akhirnya air matanya jatuh lagi, dia menyerahkan kertas itu kepada Ning Xueqin.“Aku bersedia untuk dihukum mati juga bersama dengan keluargaku untuk menebus dosa Ayahku… apakah sakit?”tanya Li Yun deng

  • Ayah, Jangan Bunuh Aku!    Chapter 291 - Hukuman Keluarga Li

    “Coba tebak?” tanya Ning Xueqin.Ning Xueqin melirik ke arah besi itu yang sudah memerah, sebuah ingatan tumpang tindih dengan kenyataan di depan matanya saat ini.Gu Jin terkejut namun bereaksi dengan cepat dan menahan Li Yun lalu membuka pakaiannya sehingga punggung polos anak itu terbuka.“Ning Xueqin! Apakah kamu gila?! Bagaimana bisa kamu menyiksa anak-anak?!” raung Li Ming dari dalam penjara dan ingin menerjang keluar.Namun dengan cepat ditendang kembali oleh Mei Qian, Li Ming sampai memuntahkan darah ketika menghantam dinding penjara.“Menyiksa anak-anak? Aku menyiksa anak-anak? Ha ha ha, betapa lucunya? Bukankah aku hanya mempelajarinya dari kalian? Sekelompok orang dewasa?” tanya Ning Xueqin dengan suara yang nyaring.“Dia adalah anak-anak, namun apakah aku bukan?! Sepuluh tahun lalu, aku masih berusia lima tahun dan besi panas ini menempel di tubuhku selama tujuh menit lamanya, apakah kamu tahu rasanya?”Ning Xueqin tertawa seperti dia sudah kehilangan akal sehatnya, dia me

  • Ayah, Jangan Bunuh Aku!    Chapter 290 - Li Yun

    bukannya marah ketika dibentak oleh Li Ming, dia justru tertawa terbahak-bahak dan menatap Li Ming dengan tatapan mengejek.“Tidak akan mengaku? Meskipun aku sudah mengetahui ruangan rahasiamu yang berada di ruangan terakhir itu?” tanya Ning Xueqin.Li Ming langsung membelalakkan matanya dan menatapnya dengan tatapan tidak percaya seolah-olah tidak menyangka bahwa Ning Xueqin akan menemukan ruangan rahasianya secepat itu.“Kamu tidak ingin mengaku? Tidak masalah! Aku juga tidak datang untuk meminta pengakuan, semua ini harus menyalahkan dirimu sendiri yang sudah menulis semuanya dengan terlalu jelas,” ucap Ning Xueqin.Li Ming merasa terpukul dan suara tangisan anaknya yang masih kecil di seberang sana membuat pikirannya terganggu.Anak itu mungkin baru berusia 10 tahun dan jelas sudah terbiasa dimanjakan , sehingga tidak dapat menahan kesulitan sekecil apapun.Ning Xueqin tiba-tiba merasakan kebencian di dalam hatinya yang tak tertahankan, usia sepuluh tahun, begitu dimanjakan.Semen

  • Ayah, Jangan Bunuh Aku!    Chapter 289 - Kunjungan Penjara

    Li Zhen sendiri bukan orang bodoh yang sampai tidak bisa memahami maksud di balik kata-kata Ning Xueqin sehingga dia menahan napasnya dalam-dalam.Uang sebanyak ratusan ribu tael emas itu adalah hasil simpanan Ayahnya selama ini! Dana militer yang hilang itu ternyata ada di tangan Ayahnya!Membayangkannya saja sudah membuat Li Zhen merasa malu terhadap dirinya sendiri meskipun dirinya tidak terlibat bahkan tidak tahu sama sekali mengenai hal ini.Li Zhen menundukkan kepalanya lalu berlutut dan bersujud kepada Ning Xueqin yang membuat Ning Xueqin sontak terkejut.“Aku meminta maaf atas kesalahan Ayahku, aku juga rela untuk bersujud kepada setiap keluarga yang sudah dirugikan oleh Ayahku,” ucap Li Zhen dengan menyesal.“Bangkitlah, kamu juga sudah bukan bagian dari keluarga itu kan? Dia sendiri yang sudah membuangmu sebelumnya, untuk apa kamu merasa bersalah?” tanya Ning Xueqin menghibur Li Zhen.“Meski begitu… rasanya aku terlalu malu untuk menghadapi orang lain. Aku sudah tahu bahwa d

  • Ayah, Jangan Bunuh Aku!    Chapter 288 - Hukuman Mati

    Banyak orang sudah mengetahui tentang hancurnya kapal itu namun belum tahu jelas siapa sebenarnya korban sebenarnya di balik bencana itu.Ning Xueqin tidak membuang waktunya sama sekali, cepat atau lambat orang-orang itu akan mengetahui siapa saja korbannya.Sebagian besar rumah bangsawan dan pejabat tinggi sudah bisa mulai menebak bahwa putra atau putri mereka telah menjadi korban.Beberapa di antaranya adalah Meng Long yang baru saja pulang dari Pengadilan Istana namun sudah mendapatkan informasi yang sangat menggemparkan seperti ini.“Dimana Yong'er? Apakah dia sudah kembali?” tanya Meng Long dengan gelisah.“Tuan muda…. Tuan muda mengikuti perjalanan dari Kapal Musim Semi!”jawab Kepala Pelayannya.Meng Long hampir saja jatuh pingsan ketika mendengarkan perkataan dari Kepala Pelayannya dan menatap Kepala Pelayannya dengan marah.“Kerahkan semua orang untuk mencari Yong'er! Jika hidup maka harus ada orangnya namun jika mati, aku ingin melihat mayatnya!” perintah Meng Long.Di saat M

  • Ayah, Jangan Bunuh Aku!    Chapter 287 - Menangkap Semuanya

    Tatapan mata Ning Xueqin tertuju pada hampir seratus peti di hadapannya ini, dia bahkan sampai terkesan ketika melihat semua ini.Dirinya melangkah maju dengan hati-hati dan tidak menurunkan kewaspadaan nya, terhadap orang licik seperti Li Ming, dia tidak berani meremehkannya.Statusnya boleh rendah namun ambisinya mampu menutupi langit, itulah kata-kata yang cocok untuk menggambarkan orang seperti apa Li Ming itu.Dirinya mengulurkan tangan untuk memeriksa satu persatu peti itu sebelum akhirnya terlihat menahan napasnya dengan agak gugup.“Tuan Putri, ini semua adalah emas! Bagaimana bisa sebanyak ini?”tanya Mei Qian ikut terkejut.Benar, setiap peti itu berisi emas dan masing-masing sangat berat sampai-sampai Ning Xueqin pun kesulitan untuk mengangkat salah satunya.“Ini benar-benar gila, namun Jing Yuan dari Kota Ping An sebelumnya pun bisa mengumpulkan uang sebanyak itu apalagi Li Ming yang tinggal di Ibukota?” tanya Ning Xueqin sambil berusaha untuk menenangkan dirinya sendiri.L

  • Ayah, Jangan Bunuh Aku!    Chapter 2 - Penyelamat Tampan

    Ning Xueqin memejamkan matanya erat erat dan berteriak untuk meredakan rasa sakitnya namun besi panas yang dia tunggu tunggu itu justru tidak kunjung datang. Bahkan cengkraman di kedua tangannya telah melemah dan Ning Xueqin akhirnya bisa membebaskan dirinya sendiri dari kedua pelayan gagah itu.

  • Ayah, Jangan Bunuh Aku!    Chapter 5 - Pilih Kasih

    Sebuah jarum perak yang tajam telah menancap di telapak tangan pelayan kanan itu sampai sampai dirinya pingsan setelah meraung kesakitan. Jarum perak itu mungkin sepanjang dua inci dan itu memaku di telapak tangannya sampai menembus kedua sisi telapak tangannya. Sebelumnya, Ning Xueqin telah berh

  • Ayah, Jangan Bunuh Aku!    Chapter 3 - Terluka

    Ning Xueqin melihat sebuah pemanah yang berada di sudut kanan Istana tampaknya membidik pemuda tampan itu jadi Ning Xueqin berteriak. Namun tampaknya anak panah itu melesat terlalu cepat jadi pemuda tampan itu pun tidak sempat menangkis anak panah itu. Ning Xueqin mengulurkan tangannya dan melomp

  • Ayah, Jangan Bunuh Aku!    Chapter 1 - Penyiksaan

    “Cepatlah kemari! Kamu sudah akan dikirim ke negara asalmu! “ Seru seorang wanita paruh baya dengan pakaian pelayan di pintu masuk. Di balik pintu itu, terlihat seorang anak perempuan dengan penampilan mengenaskan. Pakaian dan wajahnya kotor, dan kedua tangan mungilnya memeluk erat dirinya sendiri

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status