Beranda / Fantasi / Ayah, Jangan Bunuh Aku! / Chapter 269 - Perpisahan Singkat

Share

Chapter 269 - Perpisahan Singkat

Penulis: Nyx
last update Tanggal publikasi: 2026-10-07 23:27:32

“Letakkan di sini saja, aku akan segera mengerjakannya. Waktunya tidak banyak lagi,” ucap Ning Xueqin langsung mengambil nampan berisikan kain tebal itu.

“Tuan Putri apakah kamu baik-baik saja ? Perlukah aku membantumu?” tanya Mei Qian.

“Ya, kamu bantu buatkan untuk Su Zhen. Kemampuan menjahit mu cukup baik, buatlah lebih hangat untuk anak manja itu,” jawab Ning Xueqin.

“Baiklah, Tuan Putri tenang saja. Dijamin Tuan muda Su pasti akan tidak merasakan sedikitpun hawa dingin,” janji Mei Qian.

Nin
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Ayah, Jangan Bunuh Aku!    Chapter 284 - Melarikan Diri

    “Nona, pemuda ini terlatih dan sudah pasti pernah membunuh sebelumnya. Gerakannya terampil dan dia tidak terkejut sama sekali ketika harus menghadapi darah, “ bisik Mei Qian mengawasi pemuda ini dengan waspada.“Benar, kemungkinan besar adalah mantan pengawal atau mungkin mantan pembunuh bayaran?” tanya Ning Xueqin tidak terkejut.“Orang ini pasti berbahaya, hampir setengah orang di awak kapal sebelumnya adalah dia yang membunuhnya. Dia sangat agresif dan serakah, dia mungkin tidak berniat baik,” jawab Mei Qian.“Tidak berniat baik? Itu mungkin juga tidak buruk,” balas Ning Xueqin tersenyum tipis.Mei Qian tidak mengerti dengan kata-kata Ning Xueqin yang menyimpan banyak teka-teki namun Mei Qian percaya pada penilaian Ning Xueqin.Ning Xueqin mengamati dalam diam di saat pemuda itu menerima uang dari Meng Yong dan langsung menyimpannya dengan segera.Pada saat yang sama Zilan keluar dan kembali ke sisinya, pemuda itu langsung melanjutkan perjalanan setelah berterima kasih pada Meng Yo

  • Ayah, Jangan Bunuh Aku!    Chapter 283 - Pertarungan Awak Kapal

    “Kapal akan mulai berlayar! Harap Tuan muda dan Nona terhormat bisa berpegangan dengan erat!” seru nahkoda dari ruang kendali.Semua orang bersorak sorai dengan antusias sementara Ning Xueqin duduk di tepi dan membiarkan angin menerpa wajahnya.Pemandangannya memang bagus namun tatapannya tertuju pada seorang pemuda yang dikerubungi oleh banyak orang.Itu adalah Meng Yong, putra tertua Meng Long. Senyum Ning Xueqin menjadi semakin lebar, bahkan sampai membuat kedua pelayannya bergidik ngeri.Mereka duduk santai dan berbaur dengan orang-orang, seandainya ada salah satu di antara mereka yang lebih pandai mengamati seseorang maka pasti akan menyadari keberadaan Ning Xueqin.Orang-orang yang lebih cerdik akan mengingat wajah Mei Qian dan Zilan, bagaimanapun kebanyakan anak muda di sini pasti sudah pernah datang ke Istana dan bertemu dengannya.Bagaimana bisa mereka tidak mengenalinya? Bahkan jika ada beberapa yang mengenali pun mereka mungkin merasa tidak percaya.Bagaimanapun Ning Xueqin

  • Ayah, Jangan Bunuh Aku!    Chapter 282 - Wisata Musim Dingin

    Ning Xueqin tertawa ringan ketika mengatakan semua ini, dia tiba-tiba menjadi sangat bahagia pada saat ini.Kakaknya yang baik itu, selalu cerdas sepanjang hidupnya dan berpikir untuk mengendalikan segala sesuatu di dalam genggamannya.Namun siapa yang menyangka bahwa situasi dapat berbalik? Semua ini berkat mimpi pada hari itu.Jika dia tidak memimpikan halaman terakhir dari cerita ini maka dia tidak akan tahu bahwa Meng Zhenzhu berselingkuh dengan Ning Chuan.Lagipula orang normal pun akan kesulitan untuk menebak adanya perselingkuhan di antara dua orang itu.Memang usia mereka tidak terpaut jauh namun dari sisi sosial dan status kekeluargaan… mereka cukup jauh.Satu hal yang di luar prediksinya adalah Ayahnya juga tahu tapi memilih untuk bungkam dan berpura-pura tidak tahu.Namun tidak masalah, karena sudah sama-sama tahu maka semuanya akan berubah menjadi jauh lebih mudah untuk dikendalikan.Ning Xueqin tersenyum dengan ceria dan memasang wajah bersemangatnya seperti dahulu kala l

  • Ayah, Jangan Bunuh Aku!    Chapter 281 - Siapa yang Lebih Unggul?

    “Jika memang seperti itu maka bisa dikatakan kalau kamu lebih layak dibandingkan Kakakmu, aku tidak keberatan untuk mendukung orang yang lebih berbakat,” ucap Kaisar Ning dengan ringan.Pupil Ning Xueqin membesar namun hanya sangat sebentar sebelum akhirnya kembali seperti biasa, hanya saja senyumnya menjadi lebih lebar.Sampai-sampai matanya tidak terlihat lagi dan membentuk satu garis melengkung yang terlihat menggemaskan.“Ayahanda telah mengatakannya maka kamu tidak bisa mengingkarinya di masa depan , jangan sampai kamu menyesal telah mengatakan hal ini di masa depan!” seru Ning Xueqin sebelum akhirnya melangkah pergi.Terlihat bahwa Zilan dan Mei Qian yang mendengarkan percakapan Ning Xueqin dan Kaisar Ning dari luar saat ini sedang syok berat.Tidak ada di antara mereka yang berani membuat tebakan liar bahwa Kaisar sebenarnya sudah mengetahui perselingkuhan Meng Zhenzhu dengan Ning Chuan.Namun bagi Ning Xueqin hal ini justru tidak aneh sama sekali mengingat bahwa sebenarnya sel

  • Ayah, Jangan Bunuh Aku!    Chapter 280 - Sudah Tahu

    “Kamu akan tahu jawabannya segera, ayo kita pergi!” ajak Ning Xueqin.Ning Xueqin mengeratkan mantel barunya dan mengajak kedua pelayannya untuk pergi menuju ke arah halaman Kaisar.Sesampainya di sana dia melihat Kasim Yu terlihat sedang memasukkan lebih banyak arang untuk menghangatkan ruang istirahat Kaisar Ning.“Kasim Yu, apakah Ayahanda ada di dalam?” tanya Ning Xueqin dengan sopan.“Benar, Yang Mulia sudah menunggu Tuan Putri di dalam,” jawab Kasim Yu.Ning Xueqin menganggukkan kepalanya, Ayahnya ini ternyata memang orang yang begitu hebat bahkan bisa menebak kedatangannya.Ketika dirinya membuka pintu, dia melihat bahwa Kaisar Ning sedang duduk di samping perapian dan menikmati teh hangat.“Kamu sudah datang, sudah tidak dingin lagi?” tanya Kaisar Ning dengan sarkasme.“Untuk apa begitu sarkas, Ayahanda? Tadi aku begitu kedinginan, Ayahanda,” jawab Ning Xueqin.Ning Xueqin tertawa ringan dan tidak benar-benar tersinggung dengan perkataan Kaisar Ning padanya.Ning Xueqin melang

  • Ayah, Jangan Bunuh Aku!    Chapter 279 - Hukuman Mengejutkan!

    Su Lingqi langsung maju dan memberi hormat kepada Kaisar Ning dan meminta izin untuk menjelaskan apa yang terjadi sebelumnya. “Sebelumnya Putri Xueqin datang kemari dan memberi salam, namun Adik Meng mengabaikannya. Selir ini sudah menegur Adik Meng namun Adik Meng sepertinya tidak memperdulikan teguran ini,” ucap Su Lingqi. “Kemudian Putri Xueqin mengatakan bahwa ini adalah acara keluarga dan tidak seharusnya mengurusi hal kecil seperti ini jadi hal ini dibiarkan berlalu begitu saja,”lanjut Su Lingqi. “Bagus sekali… Meng Zhenzhu, apakah kamu memiliki kata-kata lain untuk membela diri?”tanya Kaisar Ning. Suara Kaisar Ning sangat menunjukkan ketidak puasan yang menyebabkan Meng Zhenzhu merasa bahwa lututnya melemah. Satu adalah pelayan Ning Xueqin dan yang lain adalah Su Lingqi, dua orang menyerangnya bersamaan dan buktinya ada di sini, pembelaan apalagi yang bisa diberikan? “Ayahanda, hal ini mungkin perlu diselidiki lagi. Mengingat bahwa ini menyangkut reputasi Keluarga Ke

  • Ayah, Jangan Bunuh Aku!    Chapter 1 - Penyiksaan

    “Cepatlah kemari! Kamu sudah akan dikirim ke negara asalmu! “ Seru seorang wanita paruh baya dengan pakaian pelayan di pintu masuk. Di balik pintu itu, terlihat seorang anak perempuan dengan penampilan mengenaskan. Pakaian dan wajahnya kotor, dan kedua tangan mungilnya memeluk erat dirinya sendiri

  • Ayah, Jangan Bunuh Aku!    Chapter 4 - Jebakan

    Ning Xueqin tiba tiba terbangun dari tidurnya dengan kondisi keringat bercucuran di dahinya. Lalu Ning Xueqin melirik ke kanan dan ke kiri sebelum akhirnya dia menghela napas lega. “Untunglah… untunglah semua itu hanya mimpi. “Gumam Ning Xueqin dengan puas. Di samping Ning Xueqin ada sebuah meja

  • Ayah, Jangan Bunuh Aku!    Chapter 5 - Pilih Kasih

    Sebuah jarum perak yang tajam telah menancap di telapak tangan pelayan kanan itu sampai sampai dirinya pingsan setelah meraung kesakitan. Jarum perak itu mungkin sepanjang dua inci dan itu memaku di telapak tangannya sampai menembus kedua sisi telapak tangannya. Sebelumnya, Ning Xueqin telah berh

  • Ayah, Jangan Bunuh Aku!    Chapter 2 - Penyelamat Tampan

    Ning Xueqin memejamkan matanya erat erat dan berteriak untuk meredakan rasa sakitnya namun besi panas yang dia tunggu tunggu itu justru tidak kunjung datang. Bahkan cengkraman di kedua tangannya telah melemah dan Ning Xueqin akhirnya bisa membebaskan dirinya sendiri dari kedua pelayan gagah itu.

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status