共有

Chapter 4 - Jebakan

作者: Nyx
last update 最終更新日: 2026-03-16 17:02:55

Ning Xueqin tiba tiba terbangun dari tidurnya dengan kondisi keringat bercucuran di dahinya. Lalu Ning Xueqin melirik ke kanan dan ke kiri sebelum akhirnya dia menghela napas lega.

“Untunglah… untunglah semua itu hanya mimpi. “Gumam Ning Xueqin dengan puas.

Di samping Ning Xueqin ada sebuah meja nakas sederhana dan di atasnya ada sebuah benda yang membuat pupil Ning Xueqin berkilat tajam, jadi dia segera menyimpannya.

Ning Xueqin menatap ke arah kedua telapak tangannya yang sudah dibalut oleh perban dan tersenyum tipis, dia ingat nama pemuda tampan itu.

“Xie Guang… aku pasti akan mencarimu. “Gumam Ning Xueqin dengan penuh tekad.

Ning Xueqin melihat sekeliling bahwa ini adalah sebuah kamar yang sederhana , tidak bisa dikatakan jelek apalagi jika dibandingkan dengan gudang terbengkalai Kekaisaran Zhong.

Di sini tampak jauh lebih bagus dan bersih hanya saja sangat polos sampai sampai hampir tidak memiliki ornamen apapun.

“Betapa baiknya bisa lolos dari Kaisar Zhong yang jahat, sekarang bisa tinggal di sini adalah keberuntunganku! “Seru Ning Xueqin berbaring terlentang dengan sangat puas.

Namun tiba tiba Ning Xueqin duduk kembali dengan dahi yang mengerut, tampak memikirkan sesuatu yang membuatnya merasa tidak nyaman.

“ Kaisar Zhong memang sudah lewat tetapi… masih ada Kaisar Ning yang tiran. Ini barulah musuh sesungguhnya. “Gumam Ning Xueqin dengan hembusan napas kasar.

Hidup di dalam novel cerita memang tidak mudah, tapi walaupun tidak mudah sekalipun, dia harus bisa bertahan!

“Semangat! Seorang wanita dewasa dari abad ke 21 , bagaimana mungkin tidak bisa menaklukkan seorang Ayah tiran ? “Tanya Ning Xueqin menyemangati dirinya sendiri.

Ning Xueqin melompat turun dari ranjangnya lagi dan memandang di cermin hanya untuk melihat pemandangan wajahnya yang jelek.

Rambutnya acak acakan dan pakaiannya compang camping belum lagi dengan ukuran tubuhnya yang tidak ada bedanya dengan anak anak berusia 6 atau 7 tahun.

Benar benar sangat tidak menarik bahkan membuat orang merasa kesal hanya dengan melihatnya…

Kaisar Ning yang tiran ini, Ayah Ning Xueqin ini… dia harus menundukkannya dengan segala cara!

Tiba tiba pintu terbuka dan menunjukkan seorang pelayan wanita tua, Ning Xueqin memandang dengan tatapan ragu dan waspada.

Kesannya terhadap seorang pelayan sama sekali tidak bagus karena sebagian besar penderitaannya selama ini selalu disebabkan oleh seorang pelayan.

“Tuan Putri, Yang Mulia ingin bertemu denganmu. Kamu bisa mengganti pakaianmu terlebih dahulu. “Ucap pelayan itu tidak kasar juga tidak lembut.

“ Baiklah, Bibi. “Balas Ning Xueqin dengan patuh dan berganti pakaian.

Pelayan wanita tua itu menyerahkan pakaian baru untuknya sementara rambutnya dibiarkan terurai begitu saja.

Setelah itu dia sudah siap untuk pergi bertemu dengan Kaisar Ning, Ayahnya. Sesampainya di jalan, tiba tiba ada beberapa orang pelayan yang menghalanginya.

“Tuan Putri, kamu ingin bertemu Yang Mulia, ya? “ Tanya seorang pelayan wanita muda membawa cangkir teh.

‘Aduh… perundungan lagi. ‘ Pikir Ning Xueqin dengan kesal.

“Ya, Tuan Putri ini diminta oleh Ayah Kaisar untuk menghadap. Apakah ada masalah? “Tanya Ning Xueqin dengan tenang.

“Kalau begitu maka itu adalah berita bahagia yang harus dirayakan. Putra Mahkota telah secara khusus menitipkan pesan kepada kami untuk merayakannya denganmu. “Jawab para pelayan itu.

Tiba tiba pelayan itu melangkah ke depan dan tidak sengaja untuk menuangkan teko teh yang dipegangnya ke kepala Ning Xueqin.

Ning Xueqin dengan cerdik langsung menghindar yang membuat pelayan itu tersungkur ke tanah karena tidak menyangka perbuatan Ning Xueqin yang begitu cepat.

Byarrr!!!

Teko teh di tangan pelayan itu pecah menjadi ribuan keping dan pelayan yang jahat itu terjatuh ke tanah dengan wajah yang menabrak teko tehnya sendiri.

Air panas dari teko teh menyebar dan merendam tubuh pelayan itu bahkan merusak wajahnya secara langsung.

“Arrrghh!!! Tolong kulitku terbakar! “Teriak pelayan itu sambil menangis.

Ning Xueqin diam diam tersenyum lega, jika teko teh itu dituangkan kepadanya… maka seumur hidup ini dia pasti akan mengalami hal yang buruk karena wajahnya yang menjadi jelek.

Beberapa pelayan lain langsung mengangkat pelayan itu dari kubangan teh panas itu dan pada saat itu baru terlihat bahwa setidaknya setengah dari wajah pelayan itu sudah terbakar oleh teh panas itu.

“Kepala Pelayan Wei… kita harus segera mencari tabib! “Seru pelayan yang lain dengan panik.

Pada saat inilah Ning Xueqin menyadari satu hal bahwa pelayan wanita tua yang mengajaknya pergi tadi adalah satu komplotan dengan gadis muda yang dipanggil Kepala Pelayan Wei ini.

Berarti sejak awal dirinya tidak dipanggil untuk menghadap ke Ayahnya melainkan ini adalah jebakan yang disusun oleh kakak kandungnya yang ‘baik hati’ ini.

Memikirkan ini pun membuat kebencian di dalam hati Ning Xueqin terbakar oleh amarah yang membara.

Kepala Pelayan Wei itu terus menangis sebelum akhirnya menunjuk dirinya yang sejak tadi berdiri di sana.

“Tahan dia! Aku akan menguliti wajahnya! “ Teriak Kepala Pelayan Wei dengan suara sumbang nya.

“Kepala Pelayan Wei… ini… kita tidak boleh berlebihan. “Bisik pelayan lain.

“ Aku yang akan menanggung akibatnya! Lagipula Kekaisaran Ning akan berhutang budi padaku jika aku menyingkirkan seorang putri pembawa sial seperti dia! “Bentak Kepala Pelayan Wei.

Dua orang pelayan dengan semangat menahan kedua tangannya, sama persis seperti yang dialami oleh dirinya di Kekaisaran Zhong.

Ning Xueqin tidak mencoba memberontak karena dia tahu apapun yang dia lakukan tidak akan bisa menandingi dua orang ini.

Sebaliknya dia tenang dan menganalisis situasi, apa yang sebaiknya dia lakukan untuk memecahkan krisis ini.

Kali ini tidak ada Xie Guang yang membantunya memecahkan masalah, jadi dia hanya bisa mengandalkan dirinya sendiri.

“Matilah kau dasar bajingan kecil ! “Umpat Kepala Pelayan Wei itu mengambil pecahan teko teh di tanah dan mendekat ke arah Ning Xueqin.

Ning Xueqin dengan tenang menatap dan memperhitungkan situasinya lalu mengambil taruhan.

Kepala Pelayan Wei itu semakin dekat dan pecahan teko teh itu hampir menyentuh wajah kecil Ning Xueqin sebelum akhirnya…

Buk!

Ning Xueqin menekan kedua pelayan yang ada di sampingnya dan menjadikan mereka sebagai menahan sementara dirinya melompat ke arah depan.

Kedua kakinya melayang dan menghantam wajah Kepala Pelayan Wei tanpa ampun. Tapi Ning Xueqin sendiri tidak mendarat dengan baik.

Sehingga kakinya terpelintir salah satunya yang membuatnya mendesis kesakitan terutama di bagian kaki kirinya.

Namun Kepala Pelayan Wei itu telah terjatuh ke belakang yang memecah fokus situasi, Ning Xueqin memanfaatkan kesempatan ini untuk menggigit pelayan yang ada di samping kirinya sampai berdarah.

Pelayan itu meringis kesakitan sementara pada saat itulah Ning Xueqin mengeluarkan sesuatu dengan tangan kirinya dari saku pakaiannya dan menekannya ke tangan pelayan yang ada di bagian kanannya.

Pelayan itu semula tidak sempat mencerna apa yang terjadi tetapi rasa sakit yang tak tertahankan muncul sehingga matanya membelalak sampai hampir pecah.

“Arrrghh!!! “

この本を無料で読み続ける
コードをスキャンしてアプリをダウンロード

最新チャプター

  • Ayah, Jangan Bunuh Aku!    Chapter 5 - Pilih Kasih

    Sebuah jarum perak yang tajam telah menancap di telapak tangan pelayan kanan itu sampai sampai dirinya pingsan setelah meraung kesakitan. Jarum perak itu mungkin sepanjang dua inci dan itu memaku di telapak tangannya sampai menembus kedua sisi telapak tangannya. Sebelumnya, Ning Xueqin telah berhasil menemukan jarum perak ini di meja nakas nya sehingga menyimpannya untuk senjata diam diam. Siapa yang menyangka bahwa jarum ini pun harus dia gunakan dengan sangat cepat. Ning Xueqin dengan cepat melarikan diri dari sana dengan kaki yang tertatih tatih. Sementara para pelayan jahat itu sedang sibuk untuk mengurusi diri mereka yang terluka dan pada saat itu Ning Xueqin tanpa sengaja menabrak sesuatu yang kokoh. Brukk!! Ning Xueqin jatuh terduduk hanya untuk melihat seorang pria paruh baya dengan tubuh setinggi dua meter. Pria paruh baya ini memiliki fitur wajah yang tegas dan tampan, tidak kalah dari pria berambut putih yang ditemuinya, Xie Guang. Hanya saja pria paruh baya ini men

  • Ayah, Jangan Bunuh Aku!    Chapter 4 - Jebakan

    Ning Xueqin tiba tiba terbangun dari tidurnya dengan kondisi keringat bercucuran di dahinya. Lalu Ning Xueqin melirik ke kanan dan ke kiri sebelum akhirnya dia menghela napas lega. “Untunglah… untunglah semua itu hanya mimpi. “Gumam Ning Xueqin dengan puas. Di samping Ning Xueqin ada sebuah meja nakas sederhana dan di atasnya ada sebuah benda yang membuat pupil Ning Xueqin berkilat tajam, jadi dia segera menyimpannya. Ning Xueqin menatap ke arah kedua telapak tangannya yang sudah dibalut oleh perban dan tersenyum tipis, dia ingat nama pemuda tampan itu. “Xie Guang… aku pasti akan mencarimu. “Gumam Ning Xueqin dengan penuh tekad. Ning Xueqin melihat sekeliling bahwa ini adalah sebuah kamar yang sederhana , tidak bisa dikatakan jelek apalagi jika dibandingkan dengan gudang terbengkalai Kekaisaran Zhong. Di sini tampak jauh lebih bagus dan bersih hanya saja sangat polos sampai sampai hampir tidak memiliki ornamen apapun. “Betapa baiknya bisa lolos dari Kaisar Zhong yang jahat, sek

  • Ayah, Jangan Bunuh Aku!    Chapter 3 - Terluka

    Ning Xueqin melihat sebuah pemanah yang berada di sudut kanan Istana tampaknya membidik pemuda tampan itu jadi Ning Xueqin berteriak. Namun tampaknya anak panah itu melesat terlalu cepat jadi pemuda tampan itu pun tidak sempat menangkis anak panah itu. Ning Xueqin mengulurkan tangannya dan melompat lalu menangkap anak panah itu. Brukk!!! Tubuh kecil Ning Xueqin tidak dapat menahan aura derasnya anak panah itu sehingga tersungkur jatuh menghantam ke tanah. Kedua tangannya yang menangkap anak panah itu pun sampai berdarah sepenuhnya karena waktu yang kurang tepat ketika menangkapnya membuat kepala anak panah menggores sepanjang telapak tangan Ning Xueqin. Tetapi untunglah… anak panah itu berhasil dihentikan. Jika tidak maka itu akan menusuk jantung pemuda tampan ini tanpa ampun. Pemuda tampan itu menoleh ke belakang dan menyadari bahwa Ning Xueqin telah melindunginya, jadi dia bersiul dan tiba tiba pintu Kekaisaran Zhong yang megah didobrak masuk oleh seekor burung raksasa seting

  • Ayah, Jangan Bunuh Aku!    Chapter 2 - Penyelamat Tampan

    Ning Xueqin memejamkan matanya erat erat dan berteriak untuk meredakan rasa sakitnya namun besi panas yang dia tunggu tunggu itu justru tidak kunjung datang. Bahkan cengkraman di kedua tangannya telah melemah dan Ning Xueqin akhirnya bisa membebaskan dirinya sendiri dari kedua pelayan gagah itu. Ning Xueqin berbalik hanya untuk melihat seorang pria muda dengan jubah biru muda , tampak bermartabat dengan rambut yang berwarna keperakan yang berkilau benar benar memukau. Bahkan Ning Xueqin pun sampai tidak bisa menutup mulutnya karena terlalu terpesona dengan pemandangan semacam ini. Pemuda ini jika lahir di abad ke 21 pasti mampu untuk memenangkan kontes ketampanan dan menjadikan wajahnya ini sebagai alat pencari nafkah! Pemuda itu mencengkram tangan pelayan yang memegang besi panas dan mendorongnya sampai jatuh ke tanah. “Apakah begini cara Kekaisaran Zhong melayani tamu? “Tanya pemuda itu dengan dingin. Pemuda itu datang mendekati dirinya yang membuat hati Ning Xueqin berdesir,

  • Ayah, Jangan Bunuh Aku!    Chapter 1 - Penyiksaan

    “Cepatlah kemari! Kamu sudah akan dikirim ke negara asalmu! “ Seru seorang wanita paruh baya dengan pakaian pelayan di pintu masuk. Di balik pintu itu, terlihat seorang anak perempuan dengan penampilan mengenaskan. Pakaian dan wajahnya kotor, dan kedua tangan mungilnya memeluk erat dirinya sendiri, jelas tak mampu menahan rasa dingin karena pakaiannya tipis.Sosok kecil itu perlahan mengangkat kepalanya dan mengungkapkan sepasang pupilnya yang berwarna biru tua, tampak begitu cantik dan menghanyutkan. Gadis itu adalah Ning Xueqin, seorang putri dari Kekaisaran Ning yang tahun ini berusia 10 tahun. Dia dikirim ke Kekaisaran Zhong sebagai putri tawanan sejak usia lima tahun dan mengalami kehidupan yang mengerikan, lebih buruk dari kematian.Sayang sekali dia tidak memiliki tempat untuk mengadu atas semua penderitaannya. Statusnya memang Tuan Putri, tapi kelahirannya dianggap membawa sial. Ibunya meninggal karena komplikasi saat melahirkannya, membuat sang ayah dan kakak kandungnya mem

続きを読む
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status