ANMELDENNing Xueqin tiba tiba terbangun dari tidurnya dengan kondisi keringat bercucuran di dahinya. Lalu Ning Xueqin melirik ke kanan dan ke kiri sebelum akhirnya dia menghela napas lega.
“Untunglah… untunglah semua itu hanya mimpi. “Gumam Ning Xueqin dengan puas. Di samping Ning Xueqin ada sebuah meja nakas sederhana dan di atasnya ada sebuah benda yang membuat pupil Ning Xueqin berkilat tajam, jadi dia segera menyimpannya. Ning Xueqin menatap ke arah kedua telapak tangannya yang sudah dibalut oleh perban dan tersenyum tipis, dia ingat nama pemuda tampan itu. “Xie Guang… aku pasti akan mencarimu. “Gumam Ning Xueqin dengan penuh tekad. Ning Xueqin melihat sekeliling bahwa ini adalah sebuah kamar yang sederhana , tidak bisa dikatakan jelek apalagi jika dibandingkan dengan gudang terbengkalai Kekaisaran Zhong. Di sini tampak jauh lebih bagus dan bersih hanya saja sangat polos sampai sampai hampir tidak memiliki ornamen apapun. “Betapa baiknya bisa lolos dari Kaisar Zhong yang jahat, sekarang bisa tinggal di sini adalah keberuntunganku! “Seru Ning Xueqin berbaring terlentang dengan sangat puas. Namun tiba tiba Ning Xueqin duduk kembali dengan dahi yang mengerut, tampak memikirkan sesuatu yang membuatnya merasa tidak nyaman. “ Kaisar Zhong memang sudah lewat tetapi… masih ada Kaisar Ning yang tiran. Ini barulah musuh sesungguhnya. “Gumam Ning Xueqin dengan hembusan napas kasar. Hidup di dalam novel cerita memang tidak mudah, tapi walaupun tidak mudah sekalipun, dia harus bisa bertahan! “Semangat! Seorang wanita dewasa dari abad ke 21 , bagaimana mungkin tidak bisa menaklukkan seorang Ayah tiran ? “Tanya Ning Xueqin menyemangati dirinya sendiri. Ning Xueqin melompat turun dari ranjangnya lagi dan memandang di cermin hanya untuk melihat pemandangan wajahnya yang jelek. Rambutnya acak acakan dan pakaiannya compang camping belum lagi dengan ukuran tubuhnya yang tidak ada bedanya dengan anak anak berusia 6 atau 7 tahun. Benar benar sangat tidak menarik bahkan membuat orang merasa kesal hanya dengan melihatnya… Kaisar Ning yang tiran ini, Ayah Ning Xueqin ini… dia harus menundukkannya dengan segala cara! Tiba tiba pintu terbuka dan menunjukkan seorang pelayan wanita tua, Ning Xueqin memandang dengan tatapan ragu dan waspada. Kesannya terhadap seorang pelayan sama sekali tidak bagus karena sebagian besar penderitaannya selama ini selalu disebabkan oleh seorang pelayan. “Tuan Putri, Yang Mulia ingin bertemu denganmu. Kamu bisa mengganti pakaianmu terlebih dahulu. “Ucap pelayan itu tidak kasar juga tidak lembut. “ Baiklah, Bibi. “Balas Ning Xueqin dengan patuh dan berganti pakaian. Pelayan wanita tua itu menyerahkan pakaian baru untuknya sementara rambutnya dibiarkan terurai begitu saja. Setelah itu dia sudah siap untuk pergi bertemu dengan Kaisar Ning, Ayahnya. Sesampainya di jalan, tiba tiba ada beberapa orang pelayan yang menghalanginya. “Tuan Putri, kamu ingin bertemu Yang Mulia, ya? “ Tanya seorang pelayan wanita muda membawa cangkir teh. ‘Aduh… perundungan lagi. ‘ Pikir Ning Xueqin dengan kesal. “Ya, Tuan Putri ini diminta oleh Ayah Kaisar untuk menghadap. Apakah ada masalah? “Tanya Ning Xueqin dengan tenang. “Kalau begitu maka itu adalah berita bahagia yang harus dirayakan. Putra Mahkota telah secara khusus menitipkan pesan kepada kami untuk merayakannya denganmu. “Jawab para pelayan itu. Tiba tiba pelayan itu melangkah ke depan dan tidak sengaja untuk menuangkan teko teh yang dipegangnya ke kepala Ning Xueqin. Ning Xueqin dengan cerdik langsung menghindar yang membuat pelayan itu tersungkur ke tanah karena tidak menyangka perbuatan Ning Xueqin yang begitu cepat. Byarrr!!! Teko teh di tangan pelayan itu pecah menjadi ribuan keping dan pelayan yang jahat itu terjatuh ke tanah dengan wajah yang menabrak teko tehnya sendiri. Air panas dari teko teh menyebar dan merendam tubuh pelayan itu bahkan merusak wajahnya secara langsung. “Arrrghh!!! Tolong kulitku terbakar! “Teriak pelayan itu sambil menangis. Ning Xueqin diam diam tersenyum lega, jika teko teh itu dituangkan kepadanya… maka seumur hidup ini dia pasti akan mengalami hal yang buruk karena wajahnya yang menjadi jelek. Beberapa pelayan lain langsung mengangkat pelayan itu dari kubangan teh panas itu dan pada saat itu baru terlihat bahwa setidaknya setengah dari wajah pelayan itu sudah terbakar oleh teh panas itu. “Kepala Pelayan Wei… kita harus segera mencari tabib! “Seru pelayan yang lain dengan panik. Pada saat inilah Ning Xueqin menyadari satu hal bahwa pelayan wanita tua yang mengajaknya pergi tadi adalah satu komplotan dengan gadis muda yang dipanggil Kepala Pelayan Wei ini. Berarti sejak awal dirinya tidak dipanggil untuk menghadap ke Ayahnya melainkan ini adalah jebakan yang disusun oleh kakak kandungnya yang ‘baik hati’ ini. Memikirkan ini pun membuat kebencian di dalam hati Ning Xueqin terbakar oleh amarah yang membara. Kepala Pelayan Wei itu terus menangis sebelum akhirnya menunjuk dirinya yang sejak tadi berdiri di sana. “Tahan dia! Aku akan menguliti wajahnya! “ Teriak Kepala Pelayan Wei dengan suara sumbang nya. “Kepala Pelayan Wei… ini… kita tidak boleh berlebihan. “Bisik pelayan lain. “ Aku yang akan menanggung akibatnya! Lagipula Kekaisaran Ning akan berhutang budi padaku jika aku menyingkirkan seorang putri pembawa sial seperti dia! “Bentak Kepala Pelayan Wei. Dua orang pelayan dengan semangat menahan kedua tangannya, sama persis seperti yang dialami oleh dirinya di Kekaisaran Zhong. Ning Xueqin tidak mencoba memberontak karena dia tahu apapun yang dia lakukan tidak akan bisa menandingi dua orang ini. Sebaliknya dia tenang dan menganalisis situasi, apa yang sebaiknya dia lakukan untuk memecahkan krisis ini. Kali ini tidak ada Xie Guang yang membantunya memecahkan masalah, jadi dia hanya bisa mengandalkan dirinya sendiri. “Matilah kau dasar bajingan kecil ! “Umpat Kepala Pelayan Wei itu mengambil pecahan teko teh di tanah dan mendekat ke arah Ning Xueqin. Ning Xueqin dengan tenang menatap dan memperhitungkan situasinya lalu mengambil taruhan. Kepala Pelayan Wei itu semakin dekat dan pecahan teko teh itu hampir menyentuh wajah kecil Ning Xueqin sebelum akhirnya… Buk! Ning Xueqin menekan kedua pelayan yang ada di sampingnya dan menjadikan mereka sebagai menahan sementara dirinya melompat ke arah depan. Kedua kakinya melayang dan menghantam wajah Kepala Pelayan Wei tanpa ampun. Tapi Ning Xueqin sendiri tidak mendarat dengan baik. Sehingga kakinya terpelintir salah satunya yang membuatnya mendesis kesakitan terutama di bagian kaki kirinya. Namun Kepala Pelayan Wei itu telah terjatuh ke belakang yang memecah fokus situasi, Ning Xueqin memanfaatkan kesempatan ini untuk menggigit pelayan yang ada di samping kirinya sampai berdarah. Pelayan itu meringis kesakitan sementara pada saat itulah Ning Xueqin mengeluarkan sesuatu dengan tangan kirinya dari saku pakaiannya dan menekannya ke tangan pelayan yang ada di bagian kanannya. Pelayan itu semula tidak sempat mencerna apa yang terjadi tetapi rasa sakit yang tak tertahankan muncul sehingga matanya membelalak sampai hampir pecah. “Arrrghh!!! “Ning Xueqin bercanda lagi dengan Nyonya Gu bahkan terkadang juga melibatkan Tuan Xie, keduanya adalah orang yang baik dan ramah.Yang terpenting adalah keduanya tidak memandangnya rendah meskipun status dan kedudukannya di Istana tidak tinggi.Kedua orang ini menghormatinya selayaknya menghadapi Tuan Putri yang sesungguhnya, hal ini membuat Ning Xueqin merasa tenang.Ning Xueqin bahkan mengatakan bahwa suatu saat nanti jika ada waktu luang maka Ning Xueqin pastinya akan mengundang mereka ke halamannya yang baru saja selesai di bangun.Keduanya tidak menolak tawaran baik hati dari Ning Xueqin bahkan merencanakan untuk membawakan hadiah apa untuk Ning Xueqin nanti ketika mereka datang.Ning Xueqin mendengarkan semua kata kata ini namun berpura-pura tidak mendengarnya agar pasangan di sebelahnya ini tidak merasa canggung.Setelah saling menyapa untuk waktu yang cukup alan akhirnya Kaisar Ning datang dan kali ini mengenakan jubah emas dengan ornamen hitam yang mempertegas auranya.Ning Xu
Yue Long menganggukkan kepalanya dan memberi hormat padanya, Ning Xueqin tidak ingin berbincang lebih lama dengan Yue Long dan melihat sosok yang tidak asing dari kejauhan.Ternyata itu adalah kakaknya, berbeda dengan saat dirinya datang. Orang orang menyambut Ning Chuan dengan penuh kemeriahan dan antusiasme.Namun Ning Xueqin tidak marah atau sedih, lagipula itu hanya akan melelahkan membalas puluhan orang yang hanya ingin berbasa-basi saja.“Kakak, kamu sudah pulih. Senang rasanya bisa melihatmu lagi di sini.” Sapa Ning Xueqin dengan sopan.“Adik juga terlihat jauh berbeda hari ini, tampak jauh lebih cantik dan mempesona.”Balas Ning Chuan dengan suasana hati yang baik.Setelah saling menyapa dan memberikan kesan kakak beradik yang harmonis di hadapan semua orang maka Ning Xueqin tidak memiliki alasan untuk berbincang lebih lama dengan Ning Chuan.Lagipula meski tidak diajak bicara olehnya pun masih ada lusinan orang yang menanti giliran untuk berbincang dengan Ning Chuan.Sementara
Sampai akhir pun Kaisar Ning tidak menyebutkan sama sekali tentang siapa yang akan diundang oleh Kekaisaran untuk perjamuan ini tapi tidak masalah, bukan Ning Xue Qin namanya jika tidak sabar. “Karena sudah selesai maka Xueqin izin pamit terlebih dahulu, Ayahanda. “ “Tunggu sebentar. Kamu jangan lupa untuk gunakan pakaian yang bagus malam ini. “ Ucap Kaisar Ning. Ning Xueqin menganggukkan kepalanya dan langsung kembali ke halamannya sambil berpikir keras. “Sayang sekali bahwa kita tidak mendapatkan petunjuk sedikitpun . “ Keluh Mei Qian dengan gelisah. “Tunggu saja, siapapun yang datang bukan masalah besar kan? Yang penting mengenakan pakaian bagus dan tidak mempermalukan martabat Kekaisaran. “ Balas Ning Xueqin dengan acuh tak acuh. “Tuan Putri, apakah kamu tidak merasa penasaran? “ Tanya Zilan dengan heran. “Bukannya tidak penasaran hanya saja penasaran juga percuma. “ Jawab Ning Xueqin dengan ringan. Dengan begitu waktu berlalu dengan sangat cepat. Ning Xueqin mengen
“Catur? Tentu. Tapi Xueqin tidak ahli dalam hal ini, harap Ayahanda tidak menertawakan. “ Ucap Ning Xueqin dan duduk di depan Kaisar Ning. Ning Xueqin mengamati bidak dengan tenang, dia pernah mempelajari cara bermain catur ini di dunia modern. Awalnya hanya penasaran namun tidak disangka sangka bahwa kemampuan ini akan berguna pada saat ini. Ning Xueqin tidak gentar meskipun ditekan beberapa kali oleh Ayahnya, beberapa jalan yang dia siapkan telah ditutup. Awalnya Kaisar Ning bermain cukup santai bahkan menyisakan celah untuk Ning Xueqin karena mengira bahwa Ning Xueqin masih pemula. Namun semakin lama, baru disadari bahwa Ning Xueqin sama sekali bukan pemula biasa. Dia memiliki kemampuan yang mumpuni dalam bermain catur. Dengan begitu Ning Xueqin mengerutkan dahinya dan terlihat sangat fokus untuk menyusun bidaknya. “Kamu jelas bukan pertama kalinya bermain ini. “ Ucap Kaisar Ning. “Maaf mengecewakan Ayahanda tetapi ini benar benar baru pertama kalinya Xueqin menyentuh papa
“Benar, Ayahanda. Putri ini memang memiliki sesuatu untuk ditanyakan kepada Ayahanda, namun sebelum itu putri ini ingin memberikan hadiah kepada Ayahanda. “Ucap Ning Xueqin mengambil kue buatannya. Lalu menyerahkannya kepada Kaisar Ning, Kaisar Ning mengamati dengan hati hati bentuk dari kue yang dibuat putrinya ini, tampak aneh dan asing. “Kue macam apa ini? Darimana kamu mendapatkannya? “ Tanya Kaisar Ning. “Ini adalah buatan Xueqin sendiri, Ayahanda bisa mencicipinya. Mungkin secara penampilan tidak sebaik milik Koki Kekaisaran namun secara rasa, Xueqin yakin tidak akan kalah. “ Jawab Ning Xueqin. Kaisar Ning menganggukkan kepalanya sebelum akhirnya Kasim Yu mengambil kue itu dan menusukkan nya dengan jarum perak untuk memeriksa ada racun atau tidak. Ning Xueqin tidak merasa tersinggung, begini juga baik. Dengan begitu jika terjadi sesuatu pada Kaisar Ning maka tidak akan menyalahkannya karena telah membawakan makanan. Ada banyak bahaya yang mengintai di Istana yang luas ini
Ning Xueqin terlihat sibuk di dapur untuk beberapa waktu, bahkan ada jejak jejak tepung di wajahnya. Semuanya bukan tanpa alasan, sebelumnya dia mengatakan bahwa dia akan mengunjungi Ayahnya. Setelah pertengkaran panjang dan situasi yang canggung di antara Ayah dan anak ini, Ning Xueqin merasa bahwa tidak ada salahnya untuk mengambil inisiatif. Jika dia berdamai dengan Ayahnya maka bukannya itu merupakan hal yang buruk kan? Bisa saja setelah ini kehidupannya akan berubah menjadi jauh lebih nyaman setelah dirinya bebas. Jadi Ning Xueqin memikirkan apa yang kemungkinan disukai oleh Ayahnya. Karena berpikir panjang akhirnya dia memutuskan untuk membuatkan Ayahnya sebuah permen osmanthus dan kue bunga persik yang dia kombinasikan dari pengetahuannya sebagai gadis modern. Tidak tahu apakah hal ini akan sesuai selera Ayahnya atau tidak namun sejauh yang dia cicipi ini rasanya sangat enak. “Tuan Putri, masakan macam apa ini? Sangat enak namun sangat asing . “ Tanya Mei Qian dengan terke
Orang yang melihat seringaian Ning Xueqin bukanlah Su Changyue seorang melainkan Su Ming juga melihatnya dengan jelas. Pada saat itulah Su Ming merasa merinding seluruh tubuhnya, merasa bahwa dirinya telah berhasil diintimidasi oleh seorang gadis kecil. Ning Xueqin berbalik dan memasang kembali t
Nada bicaranya dalam sekejap berubah, dari lembut dan lirih menjadi datar dan dingin seolah olah apa yang ingin dia cari sudah dia ketahui dan sisa pertunjukkannya tidak penting lagi baginya. Tapi itu tidak sepenuhnya salah karena sikap dan tindakan Kaisar Ning padanya tadi sudah menggambarkan ban
Kaisar Ning agak mengerutkan dahinya ketika mendengarkan permintaan ini namun juga tidak melarang. “Diperbolehkan.” Perintah Kaisar Ning. “Terima kasih, Yang Mulia! Kalau begitu maka Changyue akan memilih… Tuan Putri Xueqin!”Seru Su Changyue dengan penuh semangat. Tatapan Su Changyue berkilat li
“Berutang nyawa?! “ Seru Nyonya Gu dengan jeritan tertahan. Jika tidak ada orang lain saja maka Ning Xueqin bisa menebak seberapa hebohnya Nyonya Gu. Ning Xueqin kembali menganggukkan kepalanya pada saat itu untuk meyakinkan Nyonya Gu. “Pada saat itu di Kekaisaran Zhong, Jenderal muda Xie sombon







