แชร์

Chapter 5 - Pilih Kasih

ผู้เขียน: Nyx
last update วันที่เผยแพร่: 2026-03-16 17:03:45

Sebuah jarum perak yang tajam telah menancap di telapak tangan pelayan kanan itu sampai sampai dirinya pingsan setelah meraung kesakitan.

Jarum perak itu mungkin sepanjang dua inci dan itu memaku di telapak tangannya sampai menembus kedua sisi telapak tangannya.

Sebelumnya, Ning Xueqin telah berhasil menemukan jarum perak ini di meja nakas nya sehingga menyimpannya untuk senjata diam diam.

Siapa yang menyangka bahwa jarum ini pun harus dia gunakan dengan sangat cepat. Ning Xueqin dengan cepat melarikan diri dari sana dengan kaki yang tertatih tatih.

Sementara para pelayan jahat itu sedang sibuk untuk mengurusi diri mereka yang terluka dan pada saat itu Ning Xueqin tanpa sengaja menabrak sesuatu yang kokoh.

Brukk!!

Ning Xueqin jatuh terduduk hanya untuk melihat seorang pria paruh baya dengan tubuh setinggi dua meter.

Pria paruh baya ini memiliki fitur wajah yang tegas dan tampan, tidak kalah dari pria berambut putih yang ditemuinya, Xie Guang.

Hanya saja pria paruh baya ini menunjukkan aura dominan yang tidak dimiliki oleh orang lain, jadi Ning Xueqin dengan cepat menyimpulkan siapa ini.

“Ayah… “Panggil Ning Xueqin dengan lemah dan manja.

Ning Xueqin dengan cepat memeluk kaki pria paruh baya itu sebelum pria paruh baya itu bisa bereaksi, karena pria paruh baya itu adalah Kaisar tiran yang ada di dalam novel!

Ayah dari Ning Xueqin yang asli, Kaisar Ning, Kaisar tiran yang kejam dan berhati dingin. Tidak ragu ragu untuk membunuh putrinya sendiri karena kebencian tidak berdasar!

Pria paruh baya itu menunduk ke bawah dan menatap Ning Xueqin dari atas sampai bawah dengan tatapan tajam.

Tidak ada kasih sayang antara Ayah dan anak di matanya, hanya ada seorang Kaisar dan bawahan.

Ning Xueqin bisa merasakan keringat dingin yang mengalir keluar dari punggungnya. Walaupun tidak melihat secara langsung, dia bisa merasakan tatapan dingin Kaisar Ning padanya.

Namun Ning Xueqin tetap memberanikan diri untuk mengambil sikap manja ini. Sebelumnya, pemilik asli tubuh ini selalu merasakan keterasingan dengan Ayah dan kakak kandungnya.

Jadi, Ning Xueqin akan mengambil jalan yang berbeda! Lihat apakah Kaisar Tiran berhati kejam ini akan luluh dan tunduk padanya atau tidak!

“Apa yang terjadi di sini? “ Tanya suara yang lebih ringan dari samping Kaisar Ning.

Ning Xueqin mengintip sejenak dan melihat seorang pemuda yang beberapa tahun lebih tua darinya.

Dirinya menduga bahwa ini adalah kakak kandung Ning Xueqin yang asli , orang yang membunuh Ning Xueqin pada akhirnya demi mengamankan tahktanya.

“Ayah… sebelumnya ada orang yang mengatasnamakan nama Ayah dan kakak untuk… menjebakku. Tidak hanya itu, mereka bahkan ingin menyiksaku. “Ucap Ning Xueqin dengan berurai air mata.

Kedua mata besarnya tampak berkaca kaca dan bibir mungilnya merengut, tampak sangat menggemaskan yang membuat orang lain akan merasa iba.

“ Apakah aku bertanya padamu? “Tanya Kaisar Ning dengan dingin.

Ning Xueqin menundukkan kepalanya dengan lemah dan terdiam atas penolakan yang dingin ini.

Sementara Putra Mahkota, Ning Chuan tampak mendekati pelayan pelayannya dan menatap Kepala Pelayan Wei yang menderita luka parah terutama di wajahnya.

“Apa yang terjadi? Apakah kalian semua bisu?! “ Tanya Ning Chuan dengan marah.

“Menjawab… menjawab Putra Mahkota, sebelumnya kami hanya menyapa… menyapa Tuan Putri namun Tuan Putri tampaknya ketakutan dengan kami sehingga mendorong Kepala Pelayan Wei. Jadi… jadi… teko teh ini jatuh dan tumpah ke tubuh Kepala Pelayan Wei. “Jawab salah satu pelayan dengan gemetar sampai sampai dia tergagap.

‘Dasar Ning Chuan licik… berani beraninya dia bertanya ada apa atas hal yang dia rencanakan sendiri? ‘ Pikir Ning Xueqin dengan kesal.

“Itu semua hanya salah paham! Aku benar benar ketakutan… Kepala Pelayan Wei bilang bahwa dia akan menuangkan teh panas itu ke tubuhku… aku benar benar takut. “Lirih Ning Xueqin dengan menyedihkan.

Pada saat ini dia tidak memiliki kekuatan apapun, kekuasaan juga tidak punya, dia tidak memiliki apapun untuk bertahan hanya bisa mengandalkan belas kasihan Ayahnya untuk sementara.

Ning Xueqin bertaruh dengan dirinya sendiri apakah dia akan berhasil lolos tanpa cedera hari ini.

“Ayah, hal ini tidak bisa dibiarkan. Kepala Pelayan Wei menerima kerusakan permanen di wajahnya dan tidak akan mampu menghadapi orang lain lagi di masa depan. “Ucap Ning Chuan.

“Adik, ini adalah Kekaisaran Ning. Tempat tinggal dengan aturan yang jelas bukan Kekaisaran Zhong tempat para orang bar bar itu tinggal. “Lanjut Ning Chuan.

Ning Xueqin meludah di dalam hatinya, Ning Chuan ini benar benar orang yang munafik! Berkedok menasihatinya padahal dengan sengaja memprovokasi Kaisar Ning.

Seolah olah mengatakan kalau Ning Xueqin adalah seseorang yang tumbuh di Kekaisaran Zhong bukan bagian dari Kekaisaran Ning sehingga sikapnya tidak terdidik.

“Kakak… bagaimana kamu bisa mengatakan semua ini? Apakah aturan Kekaisaran Ning aku tidak ingat dengan jelas? Di tempat inilah aku lahir dan bertumbuh… “ Lirih Ning Xueqin sembari memukul dadanya sendiri.

Air matanya membasahi wajah mungilnya seperti anak sungai, hidung dan telinganya memerah seperti tomat.

“Kata katamu benar benar membuatku merasa sakit hati… bukankah aku dikirim untuk kebaikan Kekaisaran ini juga? Bukankah semuanya demi perdamaian? Lalu kenapa sekarang Ayah dan Kakak membenciku? “Tanya Ning Xueqin tersedu sedu.

“Kamu! Apakah kamu lupa-” Ning Chuan baru saja ingin mencaci maki Ning Xueqin tetapi dihentikan oleh Kaisar Ning.

Kaisar Ning membungkuk dan mencengkram dagu Ning Xueqin yang membuatnya meringis. Lalu Kaisar Ning mengangkat dagunya sehingga tatapannya bertemu langsung dengan tatapan Kaisar Ning yang tajam dan dingin.

Kaisar Ning seolah olah melihat kembali sosok istrinya di masa lalu di dalam tubuh Ning Xueqin, mereka berdua terlalu mirip…

Mengingat ini membuat Kaisar Ning merasa marah dan frustasi sehingga menghempas tubuh kecil Ning Xueqin.

Kaisar Ning menenangkan dirinya sendiri dan berbalik sehingga Ning Xueqin yang duduk bersimpuh di tanah hanya bisa menatap punggungnya.

“Karena kamu tidak tahu aturan maka kamu harus dikurung di dalam halamanmu selama satu tahun tanpa boleh menginjakkan kaki ke luar halaman! “Perintah Kaisar Ning sebelum akhirnya melangkah pergi.

Ning Xueqin merasa bahwa lututnya melemas karena hal ini , dia tidak boleh dikurung selama satu tahun!

Tetapi tiba tiba Ning Xueqin berlutut di belakang Kaisar Ning dan tertawa miris yang membuat langkah kaki Kaisar Ning terhenti sejenak.

“Ayah… sebenarnya kamu ingin menghukumku atau tidak ingin melihatku? Kamu jelas tahu bahwa aku tidak bersalah namun kamu masih menghukumku. “Lirih Ning Xueqin dengan putus asa.

“Ayah… mengapa kamu ingin mengurung ku? “

“Apakah karena aku… terlalu mirip dengan Ibu?“

อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป

บทล่าสุด

  • Ayah, Jangan Bunuh Aku!    Chapter 284 - Melarikan Diri

    “Nona, pemuda ini terlatih dan sudah pasti pernah membunuh sebelumnya. Gerakannya terampil dan dia tidak terkejut sama sekali ketika harus menghadapi darah, “ bisik Mei Qian mengawasi pemuda ini dengan waspada.“Benar, kemungkinan besar adalah mantan pengawal atau mungkin mantan pembunuh bayaran?” tanya Ning Xueqin tidak terkejut.“Orang ini pasti berbahaya, hampir setengah orang di awak kapal sebelumnya adalah dia yang membunuhnya. Dia sangat agresif dan serakah, dia mungkin tidak berniat baik,” jawab Mei Qian.“Tidak berniat baik? Itu mungkin juga tidak buruk,” balas Ning Xueqin tersenyum tipis.Mei Qian tidak mengerti dengan kata-kata Ning Xueqin yang menyimpan banyak teka-teki namun Mei Qian percaya pada penilaian Ning Xueqin.Ning Xueqin mengamati dalam diam di saat pemuda itu menerima uang dari Meng Yong dan langsung menyimpannya dengan segera.Pada saat yang sama Zilan keluar dan kembali ke sisinya, pemuda itu langsung melanjutkan perjalanan setelah berterima kasih pada Meng Yo

  • Ayah, Jangan Bunuh Aku!    Chapter 283 - Pertarungan Awak Kapal

    “Kapal akan mulai berlayar! Harap Tuan muda dan Nona terhormat bisa berpegangan dengan erat!” seru nahkoda dari ruang kendali.Semua orang bersorak sorai dengan antusias sementara Ning Xueqin duduk di tepi dan membiarkan angin menerpa wajahnya.Pemandangannya memang bagus namun tatapannya tertuju pada seorang pemuda yang dikerubungi oleh banyak orang.Itu adalah Meng Yong, putra tertua Meng Long. Senyum Ning Xueqin menjadi semakin lebar, bahkan sampai membuat kedua pelayannya bergidik ngeri.Mereka duduk santai dan berbaur dengan orang-orang, seandainya ada salah satu di antara mereka yang lebih pandai mengamati seseorang maka pasti akan menyadari keberadaan Ning Xueqin.Orang-orang yang lebih cerdik akan mengingat wajah Mei Qian dan Zilan, bagaimanapun kebanyakan anak muda di sini pasti sudah pernah datang ke Istana dan bertemu dengannya.Bagaimana bisa mereka tidak mengenalinya? Bahkan jika ada beberapa yang mengenali pun mereka mungkin merasa tidak percaya.Bagaimanapun Ning Xueqin

  • Ayah, Jangan Bunuh Aku!    Chapter 282 - Wisata Musim Dingin

    Ning Xueqin tertawa ringan ketika mengatakan semua ini, dia tiba-tiba menjadi sangat bahagia pada saat ini.Kakaknya yang baik itu, selalu cerdas sepanjang hidupnya dan berpikir untuk mengendalikan segala sesuatu di dalam genggamannya.Namun siapa yang menyangka bahwa situasi dapat berbalik? Semua ini berkat mimpi pada hari itu.Jika dia tidak memimpikan halaman terakhir dari cerita ini maka dia tidak akan tahu bahwa Meng Zhenzhu berselingkuh dengan Ning Chuan.Lagipula orang normal pun akan kesulitan untuk menebak adanya perselingkuhan di antara dua orang itu.Memang usia mereka tidak terpaut jauh namun dari sisi sosial dan status kekeluargaan… mereka cukup jauh.Satu hal yang di luar prediksinya adalah Ayahnya juga tahu tapi memilih untuk bungkam dan berpura-pura tidak tahu.Namun tidak masalah, karena sudah sama-sama tahu maka semuanya akan berubah menjadi jauh lebih mudah untuk dikendalikan.Ning Xueqin tersenyum dengan ceria dan memasang wajah bersemangatnya seperti dahulu kala l

  • Ayah, Jangan Bunuh Aku!    Chapter 281 - Siapa yang Lebih Unggul?

    “Jika memang seperti itu maka bisa dikatakan kalau kamu lebih layak dibandingkan Kakakmu, aku tidak keberatan untuk mendukung orang yang lebih berbakat,” ucap Kaisar Ning dengan ringan.Pupil Ning Xueqin membesar namun hanya sangat sebentar sebelum akhirnya kembali seperti biasa, hanya saja senyumnya menjadi lebih lebar.Sampai-sampai matanya tidak terlihat lagi dan membentuk satu garis melengkung yang terlihat menggemaskan.“Ayahanda telah mengatakannya maka kamu tidak bisa mengingkarinya di masa depan , jangan sampai kamu menyesal telah mengatakan hal ini di masa depan!” seru Ning Xueqin sebelum akhirnya melangkah pergi.Terlihat bahwa Zilan dan Mei Qian yang mendengarkan percakapan Ning Xueqin dan Kaisar Ning dari luar saat ini sedang syok berat.Tidak ada di antara mereka yang berani membuat tebakan liar bahwa Kaisar sebenarnya sudah mengetahui perselingkuhan Meng Zhenzhu dengan Ning Chuan.Namun bagi Ning Xueqin hal ini justru tidak aneh sama sekali mengingat bahwa sebenarnya sel

  • Ayah, Jangan Bunuh Aku!    Chapter 280 - Sudah Tahu

    “Kamu akan tahu jawabannya segera, ayo kita pergi!” ajak Ning Xueqin.Ning Xueqin mengeratkan mantel barunya dan mengajak kedua pelayannya untuk pergi menuju ke arah halaman Kaisar.Sesampainya di sana dia melihat Kasim Yu terlihat sedang memasukkan lebih banyak arang untuk menghangatkan ruang istirahat Kaisar Ning.“Kasim Yu, apakah Ayahanda ada di dalam?” tanya Ning Xueqin dengan sopan.“Benar, Yang Mulia sudah menunggu Tuan Putri di dalam,” jawab Kasim Yu.Ning Xueqin menganggukkan kepalanya, Ayahnya ini ternyata memang orang yang begitu hebat bahkan bisa menebak kedatangannya.Ketika dirinya membuka pintu, dia melihat bahwa Kaisar Ning sedang duduk di samping perapian dan menikmati teh hangat.“Kamu sudah datang, sudah tidak dingin lagi?” tanya Kaisar Ning dengan sarkasme.“Untuk apa begitu sarkas, Ayahanda? Tadi aku begitu kedinginan, Ayahanda,” jawab Ning Xueqin.Ning Xueqin tertawa ringan dan tidak benar-benar tersinggung dengan perkataan Kaisar Ning padanya.Ning Xueqin melang

  • Ayah, Jangan Bunuh Aku!    Chapter 279 - Hukuman Mengejutkan!

    Su Lingqi langsung maju dan memberi hormat kepada Kaisar Ning dan meminta izin untuk menjelaskan apa yang terjadi sebelumnya. “Sebelumnya Putri Xueqin datang kemari dan memberi salam, namun Adik Meng mengabaikannya. Selir ini sudah menegur Adik Meng namun Adik Meng sepertinya tidak memperdulikan teguran ini,” ucap Su Lingqi. “Kemudian Putri Xueqin mengatakan bahwa ini adalah acara keluarga dan tidak seharusnya mengurusi hal kecil seperti ini jadi hal ini dibiarkan berlalu begitu saja,”lanjut Su Lingqi. “Bagus sekali… Meng Zhenzhu, apakah kamu memiliki kata-kata lain untuk membela diri?”tanya Kaisar Ning. Suara Kaisar Ning sangat menunjukkan ketidak puasan yang menyebabkan Meng Zhenzhu merasa bahwa lututnya melemah. Satu adalah pelayan Ning Xueqin dan yang lain adalah Su Lingqi, dua orang menyerangnya bersamaan dan buktinya ada di sini, pembelaan apalagi yang bisa diberikan? “Ayahanda, hal ini mungkin perlu diselidiki lagi. Mengingat bahwa ini menyangkut reputasi Keluarga Ke

  • Ayah, Jangan Bunuh Aku!    Chapter 3 - Terluka

    Ning Xueqin melihat sebuah pemanah yang berada di sudut kanan Istana tampaknya membidik pemuda tampan itu jadi Ning Xueqin berteriak. Namun tampaknya anak panah itu melesat terlalu cepat jadi pemuda tampan itu pun tidak sempat menangkis anak panah itu. Ning Xueqin mengulurkan tangannya dan melomp

  • Ayah, Jangan Bunuh Aku!    Chapter 2 - Penyelamat Tampan

    Ning Xueqin memejamkan matanya erat erat dan berteriak untuk meredakan rasa sakitnya namun besi panas yang dia tunggu tunggu itu justru tidak kunjung datang. Bahkan cengkraman di kedua tangannya telah melemah dan Ning Xueqin akhirnya bisa membebaskan dirinya sendiri dari kedua pelayan gagah itu.

  • Ayah, Jangan Bunuh Aku!    Chapter 1 - Penyiksaan

    “Cepatlah kemari! Kamu sudah akan dikirim ke negara asalmu! “ Seru seorang wanita paruh baya dengan pakaian pelayan di pintu masuk. Di balik pintu itu, terlihat seorang anak perempuan dengan penampilan mengenaskan. Pakaian dan wajahnya kotor, dan kedua tangan mungilnya memeluk erat dirinya sendiri

  • Ayah, Jangan Bunuh Aku!    Chapter 4 - Jebakan

    Ning Xueqin tiba tiba terbangun dari tidurnya dengan kondisi keringat bercucuran di dahinya. Lalu Ning Xueqin melirik ke kanan dan ke kiri sebelum akhirnya dia menghela napas lega. “Untunglah… untunglah semua itu hanya mimpi. “Gumam Ning Xueqin dengan puas. Di samping Ning Xueqin ada sebuah meja

บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status