Masuk
“Cepatlah kemari! Kamu sudah akan dikirim ke negara asalmu! “ Seru seorang wanita paruh baya dengan pakaian pelayan di pintu masuk.
Di balik pintu itu, terlihat seorang anak perempuan dengan penampilan mengenaskan. Pakaian dan wajahnya kotor, dan kedua tangan mungilnya memeluk erat dirinya sendiri, jelas tak mampu menahan rasa dingin karena pakaiannya tipis. Sosok kecil itu perlahan mengangkat kepalanya dan mengungkapkan sepasang pupilnya yang berwarna biru tua, tampak begitu cantik dan menghanyutkan. Gadis itu adalah Ning Xueqin, seorang putri dari Kekaisaran Ning yang tahun ini berusia 10 tahun. Dia dikirim ke Kekaisaran Zhong sebagai putri tawanan sejak usia lima tahun dan mengalami kehidupan yang mengerikan, lebih buruk dari kematian. Sayang sekali dia tidak memiliki tempat untuk mengadu atas semua penderitaannya. Statusnya memang Tuan Putri, tapi kelahirannya dianggap membawa sial. Ibunya meninggal karena komplikasi saat melahirkannya, membuat sang ayah dan kakak kandungnya membencinya setengah mati dan mengirimnya kesini untuk perdamaian. Namun… ada satu hal yang orang tidak ketahui adalah sebenarnya Ning Xueqin yang sesungguhnya sudah lama mati! Semuanya bermula dua tahun lalu ketika seorang atlet panahan terkenal dari abad ke 21 mengalami kecelakaan akibat sabotase lawan tandingnya. Dan ketika terbangun, Ning Anran sudah berada di tubuh gadis kecil ini, karakter mengenaskan di novel online terkenal yang pernah ia baca. Ternyata sudah dua tahun berlalu sejak dia datang ke dunia novel yang aneh ini. Kisah Ning Xueqin ini bukan sesuatu yang asing di ingatannya. Selama itu Ning Arnan hidup sebagai Ning Xueqin, ia juga sudah banyak menyesuaikan diri dan bertekad bahwa dirinya akan berusaha untuk mempertahankan nyawa kecil ini! ‘Mulai sekarang, Ning Anran sudah mati dan yang tersisa hanyalah Ning Xueqin!’ Pikirnya sembari mengepalkan tangan erat erat. Sejak Ning Anran menempati tubuh gadis kecil ini, ini adalah pertama kalinya dia keluar dan melihat cahaya matahari. Meski keadaanya tampak menyedihkan, gadis kecil itu perlahan maju. Ketika sudah dekat, wanita paruh baya itu langsung mencengkram bajunya dan menyeretnya keluar dengan sadis. “Kakimu sangat pendek dan langkahmu sangat lambat, benar benar membuat sial! “ Umpat pelayan yang mengantarnya itu. Pelayan yang membawanya keluar itu mencengkram kerah belakang pakaiannya dengan tidak sabar lalu menyeretnya ke arah Istana yang megah itu. Brukk!!! Ning Xueqin jatuh dan menghantam tanah ketika diseret dan didorong oleh pelayan itu, tubuhnya lemah dan kakinya tidak terbiasa berjalan jauh sehingga koordinasi tubuh kecil ini benar benar sangat buruk. “Dasar bodoh! Bagaimana bisa orang bodoh sepertimu menjadi seorang putri?! “ Tanya pelayan itu dengan tidak sabar. Ning Xueqin tidak mengatakan apapun dan berdiri lalu menyeka darah yang ada di wajah dan lengan kirinya. Dengan luka baru ini, dirinya bahkan tampak lebih menyedihkan tetapi sayangnya di dunia yang penuh kekejaman ini bahkan tidak ada satupun orang yang berbelas kasih padanya. Karena tidak ada yang berbelas kasih padanya maka dia sendiri yang akan berjuang untuk mendapatkan haknya kembali sebagai seorang putri! ‘Bertahanlah… penghinaan dan sakit ini hanya sementara! ‘ Pikir Ning Xueqin sembari mengepalkan tangannya erat erat. Ning Xueqin berusaha menyejajarkan langkahnya dengan pelayan ini, tidak berani lalai sedikitpun walaupun napasnya mulai terengah engah dan kaki kecilnya melemah. Ning Xueqin bisa melihat sebuah Istana yang megah dan mempesona di hadapannya, ingatan buruk dari masa lalu mulai terkenang kembali di kepalanya. Ingatan buruk ini terus berputar putar di ingatannya bagaikan kaset rusak. Ingatan ketika dirinya dicambuk, dibuang dan diasingkan ke Kekaisaran ini terekam jelas di otak kecilnya. Dirinya jelas tidak takut, tetapi tubuh kecil ini menyimpan trauma mendalam ke dalam Istana ini. Hanya dengan berdiri di pintu masuk pun sudah membuat tungkai kakinya melemah hampir terjatuh lagi. Namun dengan dirinya yang berasal dari abad ke 21 , gadis yang pemberani dan tidak kenal takut, dia mengangkat kepalanya dan melangkah dengan tenang ke dalam Istana Kekaisaran Zhong. Di dalamnya ada seorang pria paruh baya yang duduk di atas tahkta dan Ning Xueqin ingat bahwa itu adalah Kaisar Zhong. Wajah yang tenang dan lembut itu menyimpan kekejian yang tidak terbatas. Pada saat itu ketika Ning Xueqin baru tiba di sini , dia baru berusia lima tahun… “Selamat datang putri kecil, karena kamu akan tinggal di sini selama lima tahun maka anggap saja tempat ini sebagai tempat tinggalmu sendiri. “ Ucap Kaisar Zhong dengan senyum ramah. Ning Xueqin kecil terus menerus menundukkan kepalanya hingga akhirnya Kaisar Zhong melanjutkan kata katanya. “Namun untuk menganggap tempat ini sebagai tempat tinggalmu juga tidak mudah, kamu harus menunjukkan kesetiaan terlebih dahulu. “Lanjut Kaisar Zhong tanpa mengubah nada lembutnya. Tiba tiba ada dua orang pelayan yang mencengkram kedua tangan kanan dan kiri Ning Xueqin kecil. “Apa yang kalian lakukan?! Aku adalah putri utusan! Jika kalian berlaku kasar padaku maka aku akan melaporkannya kepada Ayahku! “Teriak Ning Xueqin kecil sambil berurai air mata. Ning Xueqin kecil terus menerus memberontak tetapi apalah daya tubuhnya yang mungil ditahan oleh dua orang dewasa. Pakaiannya dilucuti dan seorang pelayan lain membawa besi yang dipanaskan lalu menempelkannya tanpa ragu di bagian punggung Ning Xueqin kecil. Ning Xueqin langsung tersadar dari lamunannya kala mendengar dehaman dari Kaisar Zhong dan tidak bisa menahan diri untuk tidak menggigil mengingat kenangan tragis itu. “Ning Xueqin memberi salam kepada Yang Mulia Kaisar Zhong. “Ucap Ning Xueqin dengan patuh berlutut. “Tuan Putri Xueqin, tampaknya sudah lima tahun sejak ‘stempel’ itu dibuat di tubuhmu. Hari itu kamu baru datang dan sekarang kamu sudah akan pergi maka kita harus membuat ‘jejak perpisahan’ yang sama. “Ucap Kaisar Zhong sembari tersenyum. Tatapan Ning Xueqin membelalak dan seluruh tubuhnya melemas… baru saja dia mengingat ingatan itu tetapi sekarang sudah akan dialaminya langsung. Dua orang pelayan kuat dan gagah langsung mencengkram tangannya sampai lengannya memutih. Tubuhnya yang kurus memberontak dengan marah tetapi tidak kunjung berhasil untuk melepaskan diri sementara pelayan yang membawa besi panas itu semakin mendekat. Pakaiannya pun dilucuti juga kali ini, Ning Xueqin menundukkan kepalanya dan berdoa kepada semua dewa di langit. ‘Dewa Dewi yang baik hati, tolong selamatkan nyawa kecilku ini! ‘ Mohon Ning Xueqin dalam hati. “Tidak!!!! ““Nona, pemuda ini terlatih dan sudah pasti pernah membunuh sebelumnya. Gerakannya terampil dan dia tidak terkejut sama sekali ketika harus menghadapi darah, “ bisik Mei Qian mengawasi pemuda ini dengan waspada.“Benar, kemungkinan besar adalah mantan pengawal atau mungkin mantan pembunuh bayaran?” tanya Ning Xueqin tidak terkejut.“Orang ini pasti berbahaya, hampir setengah orang di awak kapal sebelumnya adalah dia yang membunuhnya. Dia sangat agresif dan serakah, dia mungkin tidak berniat baik,” jawab Mei Qian.“Tidak berniat baik? Itu mungkin juga tidak buruk,” balas Ning Xueqin tersenyum tipis.Mei Qian tidak mengerti dengan kata-kata Ning Xueqin yang menyimpan banyak teka-teki namun Mei Qian percaya pada penilaian Ning Xueqin.Ning Xueqin mengamati dalam diam di saat pemuda itu menerima uang dari Meng Yong dan langsung menyimpannya dengan segera.Pada saat yang sama Zilan keluar dan kembali ke sisinya, pemuda itu langsung melanjutkan perjalanan setelah berterima kasih pada Meng Yo
“Kapal akan mulai berlayar! Harap Tuan muda dan Nona terhormat bisa berpegangan dengan erat!” seru nahkoda dari ruang kendali.Semua orang bersorak sorai dengan antusias sementara Ning Xueqin duduk di tepi dan membiarkan angin menerpa wajahnya.Pemandangannya memang bagus namun tatapannya tertuju pada seorang pemuda yang dikerubungi oleh banyak orang.Itu adalah Meng Yong, putra tertua Meng Long. Senyum Ning Xueqin menjadi semakin lebar, bahkan sampai membuat kedua pelayannya bergidik ngeri.Mereka duduk santai dan berbaur dengan orang-orang, seandainya ada salah satu di antara mereka yang lebih pandai mengamati seseorang maka pasti akan menyadari keberadaan Ning Xueqin.Orang-orang yang lebih cerdik akan mengingat wajah Mei Qian dan Zilan, bagaimanapun kebanyakan anak muda di sini pasti sudah pernah datang ke Istana dan bertemu dengannya.Bagaimana bisa mereka tidak mengenalinya? Bahkan jika ada beberapa yang mengenali pun mereka mungkin merasa tidak percaya.Bagaimanapun Ning Xueqin
Ning Xueqin tertawa ringan ketika mengatakan semua ini, dia tiba-tiba menjadi sangat bahagia pada saat ini.Kakaknya yang baik itu, selalu cerdas sepanjang hidupnya dan berpikir untuk mengendalikan segala sesuatu di dalam genggamannya.Namun siapa yang menyangka bahwa situasi dapat berbalik? Semua ini berkat mimpi pada hari itu.Jika dia tidak memimpikan halaman terakhir dari cerita ini maka dia tidak akan tahu bahwa Meng Zhenzhu berselingkuh dengan Ning Chuan.Lagipula orang normal pun akan kesulitan untuk menebak adanya perselingkuhan di antara dua orang itu.Memang usia mereka tidak terpaut jauh namun dari sisi sosial dan status kekeluargaan… mereka cukup jauh.Satu hal yang di luar prediksinya adalah Ayahnya juga tahu tapi memilih untuk bungkam dan berpura-pura tidak tahu.Namun tidak masalah, karena sudah sama-sama tahu maka semuanya akan berubah menjadi jauh lebih mudah untuk dikendalikan.Ning Xueqin tersenyum dengan ceria dan memasang wajah bersemangatnya seperti dahulu kala l
“Jika memang seperti itu maka bisa dikatakan kalau kamu lebih layak dibandingkan Kakakmu, aku tidak keberatan untuk mendukung orang yang lebih berbakat,” ucap Kaisar Ning dengan ringan.Pupil Ning Xueqin membesar namun hanya sangat sebentar sebelum akhirnya kembali seperti biasa, hanya saja senyumnya menjadi lebih lebar.Sampai-sampai matanya tidak terlihat lagi dan membentuk satu garis melengkung yang terlihat menggemaskan.“Ayahanda telah mengatakannya maka kamu tidak bisa mengingkarinya di masa depan , jangan sampai kamu menyesal telah mengatakan hal ini di masa depan!” seru Ning Xueqin sebelum akhirnya melangkah pergi.Terlihat bahwa Zilan dan Mei Qian yang mendengarkan percakapan Ning Xueqin dan Kaisar Ning dari luar saat ini sedang syok berat.Tidak ada di antara mereka yang berani membuat tebakan liar bahwa Kaisar sebenarnya sudah mengetahui perselingkuhan Meng Zhenzhu dengan Ning Chuan.Namun bagi Ning Xueqin hal ini justru tidak aneh sama sekali mengingat bahwa sebenarnya sel
“Kamu akan tahu jawabannya segera, ayo kita pergi!” ajak Ning Xueqin.Ning Xueqin mengeratkan mantel barunya dan mengajak kedua pelayannya untuk pergi menuju ke arah halaman Kaisar.Sesampainya di sana dia melihat Kasim Yu terlihat sedang memasukkan lebih banyak arang untuk menghangatkan ruang istirahat Kaisar Ning.“Kasim Yu, apakah Ayahanda ada di dalam?” tanya Ning Xueqin dengan sopan.“Benar, Yang Mulia sudah menunggu Tuan Putri di dalam,” jawab Kasim Yu.Ning Xueqin menganggukkan kepalanya, Ayahnya ini ternyata memang orang yang begitu hebat bahkan bisa menebak kedatangannya.Ketika dirinya membuka pintu, dia melihat bahwa Kaisar Ning sedang duduk di samping perapian dan menikmati teh hangat.“Kamu sudah datang, sudah tidak dingin lagi?” tanya Kaisar Ning dengan sarkasme.“Untuk apa begitu sarkas, Ayahanda? Tadi aku begitu kedinginan, Ayahanda,” jawab Ning Xueqin.Ning Xueqin tertawa ringan dan tidak benar-benar tersinggung dengan perkataan Kaisar Ning padanya.Ning Xueqin melang
Su Lingqi langsung maju dan memberi hormat kepada Kaisar Ning dan meminta izin untuk menjelaskan apa yang terjadi sebelumnya. “Sebelumnya Putri Xueqin datang kemari dan memberi salam, namun Adik Meng mengabaikannya. Selir ini sudah menegur Adik Meng namun Adik Meng sepertinya tidak memperdulikan teguran ini,” ucap Su Lingqi. “Kemudian Putri Xueqin mengatakan bahwa ini adalah acara keluarga dan tidak seharusnya mengurusi hal kecil seperti ini jadi hal ini dibiarkan berlalu begitu saja,”lanjut Su Lingqi. “Bagus sekali… Meng Zhenzhu, apakah kamu memiliki kata-kata lain untuk membela diri?”tanya Kaisar Ning. Suara Kaisar Ning sangat menunjukkan ketidak puasan yang menyebabkan Meng Zhenzhu merasa bahwa lututnya melemah. Satu adalah pelayan Ning Xueqin dan yang lain adalah Su Lingqi, dua orang menyerangnya bersamaan dan buktinya ada di sini, pembelaan apalagi yang bisa diberikan? “Ayahanda, hal ini mungkin perlu diselidiki lagi. Mengingat bahwa ini menyangkut reputasi Keluarga Ke
Sebuah jarum perak yang tajam telah menancap di telapak tangan pelayan kanan itu sampai sampai dirinya pingsan setelah meraung kesakitan. Jarum perak itu mungkin sepanjang dua inci dan itu memaku di telapak tangannya sampai menembus kedua sisi telapak tangannya. Sebelumnya, Ning Xueqin telah berh
Ning Xueqin tiba tiba terbangun dari tidurnya dengan kondisi keringat bercucuran di dahinya. Lalu Ning Xueqin melirik ke kanan dan ke kiri sebelum akhirnya dia menghela napas lega. “Untunglah… untunglah semua itu hanya mimpi. “Gumam Ning Xueqin dengan puas. Di samping Ning Xueqin ada sebuah meja
Ning Xueqin melihat sebuah pemanah yang berada di sudut kanan Istana tampaknya membidik pemuda tampan itu jadi Ning Xueqin berteriak. Namun tampaknya anak panah itu melesat terlalu cepat jadi pemuda tampan itu pun tidak sempat menangkis anak panah itu. Ning Xueqin mengulurkan tangannya dan melomp
Ning Xueqin memejamkan matanya erat erat dan berteriak untuk meredakan rasa sakitnya namun besi panas yang dia tunggu tunggu itu justru tidak kunjung datang. Bahkan cengkraman di kedua tangannya telah melemah dan Ning Xueqin akhirnya bisa membebaskan dirinya sendiri dari kedua pelayan gagah itu.







