ホーム / Fantasi / Ayah, Jangan Bunuh Aku! / Chapter 2 - Penyelamat Tampan

共有

Chapter 2 - Penyelamat Tampan

作者: Nyx
last update 公開日: 2026-03-16 17:00:29

Ning Xueqin memejamkan matanya erat erat dan berteriak untuk meredakan rasa sakitnya namun besi panas yang dia tunggu tunggu itu justru tidak kunjung datang.

Bahkan cengkraman di kedua tangannya telah melemah dan Ning Xueqin akhirnya bisa membebaskan dirinya sendiri dari kedua pelayan gagah itu.

Ning Xueqin berbalik hanya untuk melihat seorang pria muda dengan jubah biru muda , tampak bermartabat dengan rambut yang berwarna keperakan yang berkilau benar benar memukau.

Bahkan Ning Xueqin pun sampai tidak bisa menutup mulutnya karena terlalu terpesona dengan pemandangan semacam ini.

Pemuda ini jika lahir di abad ke 21 pasti mampu untuk memenangkan kontes ketampanan dan menjadikan wajahnya ini sebagai alat pencari nafkah!

Pemuda itu mencengkram tangan pelayan yang memegang besi panas dan mendorongnya sampai jatuh ke tanah.

“Apakah begini cara Kekaisaran Zhong melayani tamu? “Tanya pemuda itu dengan dingin.

Pemuda itu datang mendekati dirinya yang membuat hati Ning Xueqin berdesir, pemuda itu melepaskan jubah luarnya dan membalutnya di tubuh kecil Ning Xueqin.

“Kamu telah salah paham, ini adalah cara Kekaisaran Zhong melayani tamu dengan baik. Bukankah begitu Tuan Putri kecil? “Tanya Kaisar Zhong.

‘Bagus sekali, dasar pria tua bau tanah! Berani sekali melemparkan tanggung jawab kepadaku?!’ Pikir Ning Xueqin dengan murka.

Tetapi Ning Xueqin menahannya dan menganalisis situasi, tampaknya pemuda yang baru datang ini bisa diandalkan…

Ning Xueqin menatap tajam ke arah Kaisar Zhong dan menggelengkan kepalanya dengan keras lalu mulai menangis dan memeluk tangan pemuda itu dengan erat.

“Kakak… kehidupanku di sini sangat sulit. Tolong bawa aku pergi dari sini… “Mohon Ning Xueqin dengan lirih.

Permohonan dari anak kecil dengan suara lirih terkadang jauh lebih ampuh dibandingkan kata kata keras yang memaksa.

Pemuda tampan ini mengerutkan dahinya dan merasa tidak nyaman dengan kedekatan Ning Xueqin padanya tetapi Ning Xueqin bahkan tidak ingin berpisah dengannya.

“Karena batas lima tahun sudah usai maka aku akan membawa Tuan Putri kami pulang. “ Ucap pemuda tampan itu.

“Untuk apa terburu buru? Aku bahkan sudah menyiapkan jamuan untuk menyambut utusan dari Kekaisaran Ning. “Balas Kaisar Zhong sengaja mempersulit.

“Tidak perlu, kami tidak butuh makanan darimu. “Ucap pemuda tampan itu tanpa ekspresi.

Ning Xueqin diam diam menghentikan tangisnya dan menatap pemuda tampan itu dengan tatapan kekaguman.

Jika dilihat lihat pemuda ini seharusnya berada di usia 15 atau 16 tahun kan? Tetapi sikapnya sangat sombong dan tampaknya memegang kekuasaan yang besar.

Tidak salah dirinya berpegangan erat pada pemuda tampan ini. Selain kuat… dia juga enak untuk dipandang, haha.

Ning Xueqin menahan pemikiran abstraknya ini, bagaimanapun dia harus mempertahankan wajah menyedihkan nya setelah berhasil lolos dari maut.

Pemuda tampan itu mengajak Ning Xueqin untuk berbalik dan pergi ke depan pintu namun tiba tiba ada puluhan pengawal Kekaisaran Zhong yang menghalangi di pintu.

“Apa maksudmu Kaisar Zhong? “Tanya pemuda itu membelakangi Kaisar Zhong dan menatap ke arah barisan pengawal itu dengan tatapan dingin yang menusuk.

“Aku hanya ingin mengajak makan bersama saja, apakah salah? “Tanya Kaisar Zhong ini dengan tidak tahu malu.

“Tanyakan pada dirimu sendiri, apakah kamu percaya dengan kata katamu sendiri? “tanya pemuda itu tanpa menatap Kaisar Zhong.

Kata kata pemuda itu terus terang dan kasar, jika bisa maka Ning Xueqin ingin mengulurkan tangannya dan memberi pemuda tampan ini empat jempol.

Benar benar kata kata yang singkat namun menyinggung, siapapun yang mendengarnya namun tidak marah adalah orang yang sangat hebat.

Tampaknya kali ini tidak akan bisa kabur tanpa bertarung, Ning Xueqin berpegangan lebih erat kepada pemuda itu hampir seperti anak monyet yang bergelantungan di lengan induknya.

“Kakak, apakah kita bisa pergi? “Tanya Ning Xueqin dengan nada rendah dan menatap Kaisar Zhong dengan sepasang tatapan bulat yang menggemaskan.

Pemuda itu hanya meliriknya sejenak tetapi tidak menjawab apapun, namun terdengar suara langkah kaki dari belakang.

Pemuda itu berbalik dan Ning Xueqin secara otomatis ikut berbalik hanya untuk melihat Kaisar Zhong yang melangkah turun dari singgasananya dan mendekat ke arah mereka.

“Kata kata yang begitu kasar , namun karena kamu masih muda maka aku akan menoleransi mu. Jika kamu makan denganku maka aku akan menganggap semua ini tidak terjadi dan membiarkan kalian pergi dengan mudah. “Ucap Kaisar Zhong mengintimidasi mereka berdua.

“Kakak, jangan percaya! Dia pasti berniat buruk! Entah makanan apa yang akan dia berikan pada kita! “Seru Ning Xueqin sengaja untuk memecah situasi.

Jika begini terus maka Kaisar Zhong akan dengan puas mengintimidasi mereka jadi Ning Xueqin sengaja berteriak sembari menunjuk Kaisar Zhong.

“Tuan Putri kecil, kamu sudah lima tahun di sini tetapi masih tidak menurut. Kamu benar benar anak nakal… mungkin aku harus berunding dengan Ayahmu agar kamu tinggal di sini lebih lama nanti. “Ucap Kaisar Zhong dengan senyum mengerikan.

Ning Xueqin menyusutkan tubuhnya dan bersembunyi di balik lengan pemuda ini, Ning Xueqin sendiri tidak mengenal pemuda ini namun entah kenapa dia merasakan kepercayaan terhadap pemuda ini.

Mungkin… karena pemuda ini adalah penolongnya. Jadi dia menaruh harapan yang sangat besar pada pemuda ini walaupun tidak tahu sebenarnya semampu apa pemuda ini.

Mata Ning Xueqin diam diam menjelajah ke sekitar dan melihat beberapa pengawal yang membawa busur dan anak panah.

Jika situasi berubah mencekam dan berbahaya… maka dia bisa mencoba untuk membidik Kaisar Zhong dan membunuhnya dalam sekali panahan.

Hanya saja… Ning Xueqin memandang tubuhnya sendiri terutama kedua tangannya. Kedua tangan kecil ini… tidak tahu apakah bisa menarik busur dan memanah.

“Kaisar Zhong, aku peringatkan sekali lagi. Biarkan kami pergi jika kamu tidak ingin adanya pertarungan berdarah mewarnai aula ini. “Ucap pemuda itu dengan nada rendah tetapi jelas ini adalah tawaran terakhirnya.

“Silakan saja, aku justru penasaran dengan kemampuan utusan dari Kekaisaran Ning ini. “Balas Kaisar Zhong sengaja menantang mereka.

Jelas sekali pria tua licik ini ingin memprovokasi mereka sejak tadi!

“Baiklah, kamu yang memintanya. “Ucap pemuda itu.

Kaisar Zhong melambaikan tangannya dan puluhan pengawal itu langsung menyerbu ke arah pemuda itu, pemuda itu mendorong Ning Xueqin untuk berdiri di belakangnya.

Ning Xueqin pun berdiri dengan tenang di belakang dan mengamati situasi dalam diam, jika ada kesempatan maka dia pasti akan memanah pria tua licik itu sampai mati!

Pemuda tampan itu mengeluarkan pedangnya dan mulai bertarung dengan para pengawalnya, tiba tiba Ning Xueqin mendengarkan sesuatu dari bagian kanannya.

“Awas! “

この本を無料で読み続ける
コードをスキャンしてアプリをダウンロード

最新チャプター

  • Ayah, Jangan Bunuh Aku!    Chapter 294 - Sikap Dingin

    Ning Xueqin membiarkan dirinya untuk bersantai selama beberapa jam sebelum akhirnya menerima kabar bahwa dirinya akan dipanggil untuk ikut dalam persidangan pagi besok.“Ah… malas sekali. Apakah ini diwajibkan? Mengingat jika harus ikut maka aku harus bangun sebelum pukul lima pagi,”keluh Ning Xueqin.Zilan hanya tersenyum datar dan Ning Xueqin langsung tahu jawabannya, alias itu adalah kewajibannya.Ning Xueqin menghela napas lelah, siapa yang ingin ikut dengan rapat pagi? Ayahnya jarang sekali mengajaknya untuk mengurus hal-hal baik.Jika dirinya sampai dipanggil untuk ikut maka sudah pasti bukan urusan baik yang akan menunggunya.Paling-paling tidak jauh dari urusan Keluarga Meng dan Keluarga Li, dirinya harus menyiapkan mentalnya terlebih dahulu.Ning Xueqin menghela napas kasar sekali lagi dan akhirnya memilih untuk tidur lebih cepat daripada terus menerus meratapi nasib seperti ini.Keesokan harinya, Ning Xueqin bangun pagi-pagi sekali, bahkan sebelum pukul empat pun dia sudah b

  • Ayah, Jangan Bunuh Aku!    Chapter 293 - Kondisi Istana

    “Aku ingin kamu menjadi seperti dia di masa depan. Melupakan semua ajaran Ayahmu dan mengikutiku, Li Yun sudah mati yang tersisa hanyalah Yue Yun dan nyawamu ini adalah pemberian ku, kamu harus mengingatnya di dalam hati.”“Selain itu, ajaran pertama dariku adalah bahwa di antara perempuan dan pria, tidak ada yang lebih rendah. Semuanya setara, mereka dapat bekerja sama dan memberikan hasil yang lebih baik.”“Karena itulah aku berharap bahwa kamu bisa belajar dari kakakmu dan menjadi pribadi yang berguna bagi masyarakat sepertinya.”“Kamu bilang ingin menebus dosa keluargamu kan? Kematian tidak akan berpengaruh apapun pada keluarga yang dirugikan oleh Ayahmu.”“Sebaliknya kamu harus hidup dan memberikan pertanggungjawaban kepada mereka yang telah dirugikan, sama seperti yang saat ini dilakukan oleh Kakakmu, dengan begitu baru bisa disebut menebus dosa.”“Sekarang… apakah kamu mengerti dengan maksud baikku?”tanya Ning Xueqin dengan serius.Li Yun yang sekarang berganti nama menjadi Yue

  • Ayah, Jangan Bunuh Aku!    Chapter 292 - Yue Yun

    “Kamu seharusnya sudah bisa membaca kan di usia ini?” tanya Ning Xueqin.Li Yun menganggukkan kepalanya sambil menyeka ingusnya, lalu Ning Xueqin memberikan daftar kejahatan yang dilakukan oleh Li Ming.“Lebih dari seribu orang prajurit setia mati dengan sia-sia karena keserakahan Ayahmu dan komplotannya, anggaplah bahwa setiap prajurit memiliki dua atau tiga orang di keluarganya yang mengandalkan mereka untuk mencari nafkah, itu berarti Ayahmu sudah membuat lebih dari tiga ribu orang kehilangan pegangan hidup mereka,” ucap Ning Xueqin membantu Li Yun untuk berpakaian.“Berapa banyak tiga ribu orang itu? Itu lebih dari penduduk satu kota, ketika orang-orang itu menuntut keadilan, seluruh halaman Istana pun akan penuh,” lanjut Ning Xueqin.Li Yun tampak membaca itu dengan serius sebelum akhirnya air matanya jatuh lagi, dia menyerahkan kertas itu kepada Ning Xueqin.“Aku bersedia untuk dihukum mati juga bersama dengan keluargaku untuk menebus dosa Ayahku… apakah sakit?”tanya Li Yun deng

  • Ayah, Jangan Bunuh Aku!    Chapter 291 - Hukuman Keluarga Li

    “Coba tebak?” tanya Ning Xueqin.Ning Xueqin melirik ke arah besi itu yang sudah memerah, sebuah ingatan tumpang tindih dengan kenyataan di depan matanya saat ini.Gu Jin terkejut namun bereaksi dengan cepat dan menahan Li Yun lalu membuka pakaiannya sehingga punggung polos anak itu terbuka.“Ning Xueqin! Apakah kamu gila?! Bagaimana bisa kamu menyiksa anak-anak?!” raung Li Ming dari dalam penjara dan ingin menerjang keluar.Namun dengan cepat ditendang kembali oleh Mei Qian, Li Ming sampai memuntahkan darah ketika menghantam dinding penjara.“Menyiksa anak-anak? Aku menyiksa anak-anak? Ha ha ha, betapa lucunya? Bukankah aku hanya mempelajarinya dari kalian? Sekelompok orang dewasa?” tanya Ning Xueqin dengan suara yang nyaring.“Dia adalah anak-anak, namun apakah aku bukan?! Sepuluh tahun lalu, aku masih berusia lima tahun dan besi panas ini menempel di tubuhku selama tujuh menit lamanya, apakah kamu tahu rasanya?”Ning Xueqin tertawa seperti dia sudah kehilangan akal sehatnya, dia me

  • Ayah, Jangan Bunuh Aku!    Chapter 290 - Li Yun

    bukannya marah ketika dibentak oleh Li Ming, dia justru tertawa terbahak-bahak dan menatap Li Ming dengan tatapan mengejek.“Tidak akan mengaku? Meskipun aku sudah mengetahui ruangan rahasiamu yang berada di ruangan terakhir itu?” tanya Ning Xueqin.Li Ming langsung membelalakkan matanya dan menatapnya dengan tatapan tidak percaya seolah-olah tidak menyangka bahwa Ning Xueqin akan menemukan ruangan rahasianya secepat itu.“Kamu tidak ingin mengaku? Tidak masalah! Aku juga tidak datang untuk meminta pengakuan, semua ini harus menyalahkan dirimu sendiri yang sudah menulis semuanya dengan terlalu jelas,” ucap Ning Xueqin.Li Ming merasa terpukul dan suara tangisan anaknya yang masih kecil di seberang sana membuat pikirannya terganggu.Anak itu mungkin baru berusia 10 tahun dan jelas sudah terbiasa dimanjakan , sehingga tidak dapat menahan kesulitan sekecil apapun.Ning Xueqin tiba-tiba merasakan kebencian di dalam hatinya yang tak tertahankan, usia sepuluh tahun, begitu dimanjakan.Semen

  • Ayah, Jangan Bunuh Aku!    Chapter 289 - Kunjungan Penjara

    Li Zhen sendiri bukan orang bodoh yang sampai tidak bisa memahami maksud di balik kata-kata Ning Xueqin sehingga dia menahan napasnya dalam-dalam.Uang sebanyak ratusan ribu tael emas itu adalah hasil simpanan Ayahnya selama ini! Dana militer yang hilang itu ternyata ada di tangan Ayahnya!Membayangkannya saja sudah membuat Li Zhen merasa malu terhadap dirinya sendiri meskipun dirinya tidak terlibat bahkan tidak tahu sama sekali mengenai hal ini.Li Zhen menundukkan kepalanya lalu berlutut dan bersujud kepada Ning Xueqin yang membuat Ning Xueqin sontak terkejut.“Aku meminta maaf atas kesalahan Ayahku, aku juga rela untuk bersujud kepada setiap keluarga yang sudah dirugikan oleh Ayahku,” ucap Li Zhen dengan menyesal.“Bangkitlah, kamu juga sudah bukan bagian dari keluarga itu kan? Dia sendiri yang sudah membuangmu sebelumnya, untuk apa kamu merasa bersalah?” tanya Ning Xueqin menghibur Li Zhen.“Meski begitu… rasanya aku terlalu malu untuk menghadapi orang lain. Aku sudah tahu bahwa d

  • Ayah, Jangan Bunuh Aku!    Chapter 5 - Pilih Kasih

    Sebuah jarum perak yang tajam telah menancap di telapak tangan pelayan kanan itu sampai sampai dirinya pingsan setelah meraung kesakitan. Jarum perak itu mungkin sepanjang dua inci dan itu memaku di telapak tangannya sampai menembus kedua sisi telapak tangannya. Sebelumnya, Ning Xueqin telah berh

  • Ayah, Jangan Bunuh Aku!    Chapter 4 - Jebakan

    Ning Xueqin tiba tiba terbangun dari tidurnya dengan kondisi keringat bercucuran di dahinya. Lalu Ning Xueqin melirik ke kanan dan ke kiri sebelum akhirnya dia menghela napas lega. “Untunglah… untunglah semua itu hanya mimpi. “Gumam Ning Xueqin dengan puas. Di samping Ning Xueqin ada sebuah meja

  • Ayah, Jangan Bunuh Aku!    Chapter 3 - Terluka

    Ning Xueqin melihat sebuah pemanah yang berada di sudut kanan Istana tampaknya membidik pemuda tampan itu jadi Ning Xueqin berteriak. Namun tampaknya anak panah itu melesat terlalu cepat jadi pemuda tampan itu pun tidak sempat menangkis anak panah itu. Ning Xueqin mengulurkan tangannya dan melomp

  • Ayah, Jangan Bunuh Aku!    Chapter 1 - Penyiksaan

    “Cepatlah kemari! Kamu sudah akan dikirim ke negara asalmu! “ Seru seorang wanita paruh baya dengan pakaian pelayan di pintu masuk. Di balik pintu itu, terlihat seorang anak perempuan dengan penampilan mengenaskan. Pakaian dan wajahnya kotor, dan kedua tangan mungilnya memeluk erat dirinya sendiri

続きを読む
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status