Beranda / Urban / BRONDONG TENGIL BU DOSEN! / BURUNG ITIK, BURUNG PERKUTUT

Share

BURUNG ITIK, BURUNG PERKUTUT

Penulis: Fredy_
last update Tanggal publikasi: 2025-11-08 07:36:51

"Maafin gue, Lang. Cuma lo pantes gue manfaatin begini," batin Sabrina, tubuhnya terus bergerak liar di atas Gilang yang setengah sadar.

Usai pertempuran satu arah itu, Sabrina membiarkan Gilang tidur dengan tenang. Ia duduk diam di sisi ranjang, telanjang, dan menatap kosong ke arah jendela yang ditutupi tanaman rambat.

Menjelang pukul enam sore, Gilang terbangun oleh suara gaduh dari dalam kamar mandi di kamar Sabrina. Suara seseorang yang muntah-muntah hebat, namun seperti tidak keluar isiny
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (2)
goodnovel comment avatar
Enisensi Klara
Gilang bantuin Mayang dong selidiki Cipto
goodnovel comment avatar
Enisensi Klara
Cipto ga ada modal pake mobil mayang
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • BRONDONG TENGIL BU DOSEN!   TIGA JAGOAN MINI

    Pagi itu, begitu terbangun dari tidur, Pertiwi merasakan kerinduan yang begitu dalam terhadap putrinya. Ia menyeduh teh melati kesukaan Mayang, lalu menghirup aromanya perlahan, seolah mencoba mendekatkan jarak yang kini terbentang.Di dekatnya, Amanda duduk manis, sibuk menghias roti tawar bersama ibunya.Gadis kecil itu kini semakin besar. Ketertarikannya pada musik pun semakin terlihat-semua itu pasti tak lepas dari doa eyang kakungnya yang selalu ingin memiliki cucu seorang seniman."Bu, foto pernikahan Mayang dan Gilang mau dipindahkan ke mana?" tanya Surya. Hari itu, ia ditugaskan oleh Pertiwi untuk menata ulang dekorasi ruang tamu."Sebelah kiri itu kan foto pernikahan kalian. Jangan dipindah lagi. Di tengah, foto Ibu dan Bapak waktu menikah. Nah, yang kanan, dekat jendela, baru taruh foto pernikahan Mayang dan Gilang. Foto cucu pertama Eyang letakkan di bawah foto kalian. Cantik, kan, susunannya..." jelas Pertiwi sambil menyesap teh melatinya."Tapi nanti kita juga harus sedia

  • BRONDONG TENGIL BU DOSEN!   MENANTI GILANG MINI

    Bel apartemen berbunyi. Asisten yang membantu keseharian Mayang akhirnya datang. Wanita itu berusia lima tahun lebih muda dari Mayang dan selalu tiba dengan membawa sarapan untuk mereka."Tina... silakan masuk. Bawa sarapan apa hari ini?" tanya Gilang ramah.Wanita asal Australia itu menguasai lima bahasa, termasuk bahasa Indonesia dan svenska (Swedia). Karena tahu dua tahun lagi pasangan itu akan pindah ke Swedia, Tina kerap menyelipkan percakapan sederhana dalam bahasa tersebut. Kehadirannya pun terasa seperti anggota keluarga baru bagi Gilang dan Mayang."Meat pie. Aku membuatnya agak terburu-buru, tapi aku jamin rasanya tetap enak," ujar Tina sambil meletakkan seloyang pai daging di atas meja makan. "Mana ibu hamil kita?" tanyanya lagi."Masih berbaring sambil main ponsel. Dari tadi sibuk memilih pakaian dan perlengkapan bayi. Mungkin takut yang sudah dibeli masih kurang... maklum, anaknya banyak," jawab Gilang sambil tersenyum tipis."Ah, benar juga. Kalau begitu, mumpung akhir p

  • BRONDONG TENGIL BU DOSEN!   AUSTRALIA NEGRI WOOL

    "Supir sudah datang, Mayang. Kamu siap?" tanya Gilang, memastikan.Ini adalah perjalanan terjauh pertama mereka dengan pesawat, terlebih dengan kondisi kehamilan Mayang yang sudah cukup besar."Minyak angin aku sudah masuk tas belum, Lang? Takut tiba-tiba pusing atau mual," ujar Mayang sambil berjalan pelan keluar dari kamar."Sudah, Sayang... aku minta tolong supir angkut koper dulu, ya...""Gilang!" Suara merdu Camelia tiba-tiba memanggil, menghentikan langkahnya yang hendak keluar rumah. "Mayang mana?!""Baru keluar kamar, Tante. Gilang mau angkut koper dulu...""Eh, bukannya bantuin istri yang lagi hamil besar, malah sibuk mikirin koper! Dasar anak kecil sudah bisa bikin anak kecil!" protes Camelia setengah gemas, setengah kesal.Tanpa menunggu jawaban, Camelia langsung menggandeng Mayang dengan penuh perhatian, menuntunnya berjalan pelan keluar rumah.Selama perjalanan menuju bandara, Camelia memberikan wejangan ini dan itu untuk Gilang agar menjaga ibu hamil yang sebentar lagi a

  • BRONDONG TENGIL BU DOSEN!   PERJALANAN BARU

    "Gilang... aku capek. Kamu bantuin, dong..." gumam Mayang. Perutnya kini sudah sebesar galon air mineral. Ia berjalan keluar dari kamar mandi sambil memegangi pinggangnya yang terasa nyeri.Sejak usia kandungannya memasuki enam bulan, bahkan kegiatan sederhana seperti mandi pun bisa terasa sangat melelahkan. Ajaibnya, Gilang selalu punya cara untuk manja-manjaan tanpa membuat Mayang semakin kelelahan. Memang ya, kalau rasa sayang sudah bercampur dengan nafsu memuncak, capek seperti apa pun hajar saja."Sini, aku bantu keringkan rambut kamu, Mayang. Jalannya pelan-pelan," ujar Gilang, menuntun Mayang duduk di depan meja rias. "Kalau disuruh gendong kamu sekarang, kayaknya aku sudah nggak kuat deh. Kamu sudah... gede banget.""Gede? Banget?" tanya Mayang, langsung cemberut."Maksud aku-perutnya yang gede, sayangku..." Gilang buru-buru meralat. "Kamu sih nggak gede... eh, maksudnya... ya dari dulu juga udah... eh..." ia mulai gugup sendiri."Apa? Gemuk? Iya, aku gemuk! Pahaku gede banget

  • BRONDONG TENGIL BU DOSEN!   ANAK KEBANGGAAN AYAH

    "Oh ya, Mayang katanya bakalan operasi caesar?" tanya Camelia. Jiwa emak-emaknya seketika tergelitik kalau ada ibu hamil yang dikenalnya."Kelihatannya begitu, Tante. Selain karena sudah usia, yang mau dikeluarin juga banyak." Gilang menggaruk-garuk kepalanya. Dia juga masih tidak menyangka kalau peluru yang ia tembakkan, bisa langsung menghasilkan calon bayi lebih dari satu."Iya, deh. Biar aman begitu, Lang. Ibu dan anak bisa selamat semuanya. Kalian nggak ada keluarga loh di Australia. Nanti tante bantu carikan asissten rumah tangga deh untuk nemenin istri kamu. Aku jadi ikutan was was kalau ngebayangin perut Mayang yang makin gede.""Thanks, Tante Lia yang cantik dan baik hati. Tante juga boleh kok main-main ke Australia. Aku... eehh, Mayang pasti senengm" ucap Gilang dengan wajah manis."Bisa saja kamu. Iya, deh. Tante lihat jadwal dulu. Kalau lagi tidak ada seminar nanti main-main ke Australia mengunjungi kalian," ucap Camelia tersipu.Irawan sudah menghabiskan nasi goreng dan t

  • BRONDONG TENGIL BU DOSEN!   MASA DEPAN GILANG

    Beberapa saat kemudian gerakan Gilang semakin cepat dan dia menghujam berkali-kali seraya mencengkeram pinggul Mayang. Semenit hampir berlalu setelah gerakan cepat Gilang, Mayang merasakan pusaka suaminya mengeluarkan muntahan hangat ke dalam tubuhnya."Makasih ya, Sayang ..." Gilang melepaskan pusakanya yang sudah lemas lalu menyeruput kedua puncak dada Mayang bergantian dan berdiam di sana beberapa saat.Kegiatan yang paling disukai Gilang adalah memainkan lidahnya di pucuk-pucuk dada Mayang dan menyapukan lidahnya di sekeliling dada montok itu. Mayang seketika membayangkan, apa jadinya nanti kalau bayi mereka telah lahir dan dia harus menyusui anaknya. Apa Gilang bisa berbagi dengan bayi mereka?Gilang itu anak tunggal. Kadang manjanya suka keterlaluan. Kalau sudah ada maunya terkadang harus dituruti. Tapi sejauh ini permintaan Gilang memang tidak pernah aneh-aneh. Paling hanya minta jatah tengah malam yang seringkali membuat Mayang terlambat bangun pagi."Mandi besar yuk, Mayang.

  • BRONDONG TENGIL BU DOSEN!   PESTA BUJANG

    Gilang pulang ke kostan elite-nya, tempat yang lebih seperti tempat singgah ketimbang rumah. Meski rekeningnya menggendut sejak ia menjadi pria pemuas—atau istilah yang sedikit keren, gigolo—dia tetap memilih tinggal di kostan.Alasannya simpel saja, karena dia lebih sering tidur di ranjang hotel a

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-17
  • BRONDONG TENGIL BU DOSEN!   PELET GILANG!

    "Ahhh ... Gilang ... kamu enak banget ... uuuhh ..." desah Mayang.Libidonya membucah. Pikirannya melantur. Ah, untuk apa punya suami kalau tidak bisa memenuhi nafkah lahir batin kepadanya?Lantas kenapa juga selama ini dia tidak pernah terpikirkan untuk menyewa pria pemuas untuk menyalurkan hasrat

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-17
  • BRONDONG TENGIL BU DOSEN!   GARA-GARA CINTA

    "Kamu basah … aku suka banget …" bisik Gilang.Mayang berhenti merintih mendengar ucapan Gilang, tapi kembali mengeliatkan pinggangnya saat pemuda itu memasukan jari ke celah sempitnya.Gilang membuat lingkaran berulang dengan ibu jarinya di bagian inti terkecil Mayang. Wanita tiga puluh tahunan it

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-17
  • BRONDONG TENGIL BU DOSEN!   SABRINA NAKAL

    "Suka, nggak?" bisik Gilang dengan nada menggoda. "Kamu mau sentuh yang mana lagi? Malam ini aku punya kamu, Cindy, Baby ..." Gilang membalikkan badannya dan berjongkok di hadapan Cindy.Matanya tajam dan liar memindai wajah natural Cindy yang hanya bermake-up tipis. Setitik tahi lalat di ujung dag

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-17
Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status