Share

KAMU MAU, KAN?

Penulis: Fredy_
last update Tanggal publikasi: 2026-01-13 17:42:51

Mayang reflek memajukan dadanya, memberikan lebih banyak lagi ruang untuk keisengan Gilang. Desahan pertama lolos dari mulut Mayang saat lidah Gilang menyapu habis dada sebelah kanannya. Dan, konsentrasinya benar-benar teralihkan saat Gilang berpindah ke dada satunya.

"Tadi pagi aku kesal sama Melisa, sekarang aku kesal dicuekin nonton drama yang bahasanya nggak aku ngerti sama sekali," curhat Gilang sembari menegakkan tubuhnya, kemudian berjongkok di depan Mayang.

Mayang melebarkan pahanya, se
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • BRONDONG TENGIL BU DOSEN!   PERJALANAN BARU

    "Gilang... aku capek. Kamu bantuin, dong..." gumam Mayang. Perutnya kini sudah sebesar galon air mineral. Ia berjalan keluar dari kamar mandi sambil memegangi pinggangnya yang terasa nyeri.Sejak usia kandungannya memasuki enam bulan, bahkan kegiatan sederhana seperti mandi pun bisa terasa sangat melelahkan. Ajaibnya, Gilang selalu punya cara untuk manja-manjaan tanpa membuat Mayang semakin kelelahan. Memang ya, kalau rasa sayang sudah bercampur dengan nafsu memuncak, capek seperti apa pun hajar saja."Sini, aku bantu keringkan rambut kamu, Mayang. Jalannya pelan-pelan," ujar Gilang, menuntun Mayang duduk di depan meja rias. "Kalau disuruh gendong kamu sekarang, kayaknya aku sudah nggak kuat deh. Kamu sudah... gede banget.""Gede? Banget?" tanya Mayang, langsung cemberut."Maksud aku-perutnya yang gede, sayangku..." Gilang buru-buru meralat. "Kamu sih nggak gede... eh, maksudnya... ya dari dulu juga udah... eh..." ia mulai gugup sendiri."Apa? Gemuk? Iya, aku gemuk! Pahaku gede banget

  • BRONDONG TENGIL BU DOSEN!   ANAK KEBANGGAAN AYAH

    "Oh ya, Mayang katanya bakalan operasi caesar?" tanya Camelia. Jiwa emak-emaknya seketika tergelitik kalau ada ibu hamil yang dikenalnya."Kelihatannya begitu, Tante. Selain karena sudah usia, yang mau dikeluarin juga banyak." Gilang menggaruk-garuk kepalanya. Dia juga masih tidak menyangka kalau peluru yang ia tembakkan, bisa langsung menghasilkan calon bayi lebih dari satu."Iya, deh. Biar aman begitu, Lang. Ibu dan anak bisa selamat semuanya. Kalian nggak ada keluarga loh di Australia. Nanti tante bantu carikan asissten rumah tangga deh untuk nemenin istri kamu. Aku jadi ikutan was was kalau ngebayangin perut Mayang yang makin gede.""Thanks, Tante Lia yang cantik dan baik hati. Tante juga boleh kok main-main ke Australia. Aku... eehh, Mayang pasti senengm" ucap Gilang dengan wajah manis."Bisa saja kamu. Iya, deh. Tante lihat jadwal dulu. Kalau lagi tidak ada seminar nanti main-main ke Australia mengunjungi kalian," ucap Camelia tersipu.Irawan sudah menghabiskan nasi goreng dan t

  • BRONDONG TENGIL BU DOSEN!   MASA DEPAN GILANG

    Beberapa saat kemudian gerakan Gilang semakin cepat dan dia menghujam berkali-kali seraya mencengkeram pinggul Mayang. Semenit hampir berlalu setelah gerakan cepat Gilang, Mayang merasakan pusaka suaminya mengeluarkan muntahan hangat ke dalam tubuhnya."Makasih ya, Sayang ..." Gilang melepaskan pusakanya yang sudah lemas lalu menyeruput kedua puncak dada Mayang bergantian dan berdiam di sana beberapa saat.Kegiatan yang paling disukai Gilang adalah memainkan lidahnya di pucuk-pucuk dada Mayang dan menyapukan lidahnya di sekeliling dada montok itu. Mayang seketika membayangkan, apa jadinya nanti kalau bayi mereka telah lahir dan dia harus menyusui anaknya. Apa Gilang bisa berbagi dengan bayi mereka?Gilang itu anak tunggal. Kadang manjanya suka keterlaluan. Kalau sudah ada maunya terkadang harus dituruti. Tapi sejauh ini permintaan Gilang memang tidak pernah aneh-aneh. Paling hanya minta jatah tengah malam yang seringkali membuat Mayang terlambat bangun pagi."Mandi besar yuk, Mayang.

  • BRONDONG TENGIL BU DOSEN!   MALAM WAJIB

    "Mayang... kamu nggak capek?" bisik Gilang, yang mulai tak kuat menahan kantuk sambil mendengarkan dongeng panjang bapak mertuanya.Sejak pukul tujuh malam, panggung dan peralatan katering telah dibereskan. Surya dan Nia pun sudah lebih dulu pulang karena Amanda mendadak rewel. Mungkin gadis kecil itu kewalahan dengan banyaknya orang yang mencubit gemas dan mengajaknya bicara, seolah-olah dia bintang utama di pesta hari itu.Rombongan musisi Hendro juga satu per satu pamit meninggalkan lokasi acara. Hingga akhirnya, hanya tersisa Hendro yang masih betah bercengkerama dengan menantu barunya. Maklum, baru kali ini ia merasa menemukan sosok menantu yang sefrekuensi dengannya."Jadi begitu, Nak Gilang... waktu muda, Bapak ini bukannya playboy. Cuma... yaa, penggemar Bapak memang banyak sekali. Namanya juga musisi-ganteng, romantis... gadis mana yang nggak kelepek-kelepek, coba?" Hendro terkekeh bangga. "Iya, kan, Mayang? Eh, Gilang... Mayang...?"Tak ada sahutan.Menyadari kedua lawan bic

  • BRONDONG TENGIL BU DOSEN!   PITON RAKA!

    Menjelang sore hari, sesudah menghabiskan dua piring nasi goreng dengan lauk rendang, dua gelas es buah dan puding aneka rasa yang seperti tidak ada habisnya, Raka dan Olivia berpamitan dari acara pernikahan Gilang dan Mayang."Aa Raka masih teu nyangka kalau brother Gilang akhirnya nikah sama Bu Dosen. Kirain teh gossip-gossip itu semua bohong. Ternyata beneran mereka menjalin sesuatu sampe tekdung kitu Bu Dosen," ucap Raka setelah keduanya berada di taxi online menuju Hotel Brawijaya."Livi juga nggak nyangka kalau Aa Raka bisa nyanyi lagu romantis kayak gitu. Jantung Livi jadi berdebar-debar pas Aa nyanyi tadi.""Berdebar? Masa aah? Mana? Aa nggak percaya ..." Raka menggigit bibirnya sembari pura-pura melihat keluar jendela taxi."Ini... Aa rasain sendiri aja kalau nggak percaya," Olivia mengangkat sebelah tangan Raka untuk menyentuh dadanya."Neng ..." Raka terkejut, tapi tidak serta merta menarik tangannya untuk menjauh dari dada Olivia.Tangan Raka malah membelai lembut dada Oli

  • BRONDONG TENGIL BU DOSEN!   PESTA

    Pesta yang awalnya direncanakan sederhana, justru berubah menjadi meriah berkat totalitas rombongan musisi Hendro. Mereka mendirikan panggung di halaman rumah, lengkap dengan berbagai alat musik yang siap menghidupkan suasana di hari bahagia itu.Awalnya, keluarga Mahendra tampak sedikit kikuk menghadapi hiburan yang hingar bingar. Namun, ketika sang pembawa acara mulai menawarkan kesempatan bagi tamu untuk menyumbangkan lagu, suasana perlahan mencair. Mereka mulai saling lirik, bisik-bisik dan senggol-senggolan.Dan, Om Chandra menjadi yang pertama naik ke atas panggung. Dengan penuh percaya diri, ia mendendangkan lagu nostalgia."Tak sengaja... lewat depan rumahmu... ku melihat ada tenda biru..." suaranya mengalun berat khas bapak-bapak. "Dihiasi indahnya janur kuning... hati bertanya pernikahan siapa?"Penampilan itu langsung disambut sorakan. Tak mau kalah, Camelia ikut naik ke panggung, mengambil mikrofon dari tangan pembawa acara."Tanpa undangan diriku kau lupakan... tanpa bica

  • BRONDONG TENGIL BU DOSEN!   KITA CERAI!

    "Sopan sedikit sama suami kamu, Mayang!" Nada suara Cipto tak kalah tinggi."Amit-amit! Ngaca dulu kamu kalau mau nyuruh saya sopan. Oh, apa di rumah ibu kamu nggak ada kaca, ya? Mau saya kirimin pake kargo?" sindir Mayang."Sialan kamu, Mayang! Sejak kapan kamu belajar melawan suami? Ingat ya, May

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-26
  • BRONDONG TENGIL BU DOSEN!   LAPAR TENGAH MALAM

    Mayang terdiam sejenak, berusaha mencerna kata-kata Gilang terlebih dulu sebelum menjawabnya. Jujur saja, keberadaan Gilang sudah menjadi kekuatan baru baginya. Tanpa kehadiran pemuda itu mungkin saat ini ia masih terlena pasrah dengan pernikahannya yang terombang-ambing seperti perahu di tengah ba

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-26
  • BRONDONG TENGIL BU DOSEN!   ISTRI MUDA

    Tangisan bayi yang belum genap sebulan menggema dari dinding kamar Cipto di lantai dua rumah ibunya. Rumah yang dulu hanya memiliki dua kamar tidur sempit, satu kamar mandi bersama, dan ruang tamu kecil berisi satu sofa, kini telah direnovasi menjadi rumah dua lantai yang lebih layak huni. Empat ka

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-25
  • BRONDONG TENGIL BU DOSEN!   CURHAT SAHABAT

    Detik berikutnya, mereka sudah larut dalam obrolan nostalgia seputar masa-masa kuliah. Topik pembuka-siapa lagi kalau bukan tentang Fariz, yang kini menjadi suami Dewi.Dulu, pria itu terkenal gigih-bahkan bisa dibilang nekat-dalam mengejar cinta Dewi. Ke mana pun Dewi pergi, Fariz pasti muncul sep

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-25
Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status