Beranda / Urban / BRONDONG TENGIL BU DOSEN! / SUAMI TAK TAHU DIRI

Share

SUAMI TAK TAHU DIRI

Penulis: Fredy_
last update Terakhir Diperbarui: 2026-01-20 18:00:31
Cinta?

Pengakuan menjijikkan Cipto seketika menyulut amarah Mayang hp sampai ke ubun-ubun. Dadanya naik turun, rahangnya mengeras, matanya berkilat menahan luapan emosi.

“Omong kosong!” bentaknya tajam. “Kamu bilang nggak cinta, tapi bisa punya anak dari dia?” Suaranya bergetar, namun tetap menusuk. “Kamu pasti sudah tidur sama dia—lebih dari sekali, kan, Cipto?!”

Napas Mayang tersengal, menahan tumpukan kecewa, dan rasa dikhianati yang bercampur jadi satu.

"Terus... otak kamu di mana, hah?!" lanjutnya. "Hampir setahun kamu menghilang, ternyata kamu sudah nikah sama dia! Kamu bohongin aku, Cipto! Kamu tidur sama dia sampai dia hamil-"

Suaranya meninggi, nyaris menjerit.

"-tapi di waktu itu kamu pulang, bisa-bisanya kamu masih minta jatah sama aku?"

Mayang tertawa getir, matanya memerah. "Enak ya... bisa ngegilir dua istri? Kamu pikir kamu siapa? Raja minyak? Sultan Baghdad?"

"Mayang, apa yang harus aku lakukan untuk bisa mendapatkan hati kamu lagi?" tanya Cipto masih dengan suara memel
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • BRONDONG TENGIL BU DOSEN!   ISTRI ORANG?

    Sementara itu, di dalam sebuah rumah sederhana dengan halaman yang dipenuhi sayuran hidroponik, Dahlia-ibunda Gilang-tampak gelisah menantikan kepulangan putra tunggalnya. Ia sudah menyiapkan sirup stroberi kesukaan Gilang dan menyimpannya di dalam lemari pendingin. Tak hanya itu, semur daging spesial pun telah tersaji, khusus untuk menyambut anak kesayangannya."Ayah belum tidur? Nungguin Gilang juga, ya?" tanya Dahlia sambil melongok ke dalam kamar.Irawan Mahendra-pria yang selalu tersenyum setiap kali mendengar nama putranya-terbaring di ranjang dengan jemari saling bertaut di atas perut. Pagi tadi, saat mendengar suara Gilang di telepon yang mengabarkan akan pulang, semangat Irawan langsung meletup. Dia berhasil menghabiskan satu mangkuk bubur organik sarapannya sampai tandas.Kini, pria yang biasanya sudah terlelap pukul tujuh malam itu masih terjaga, setia menanti kepulangan Gilang. Dahlia duduk di tepi ranjang, mengupas sebuah pisang sambil menemani suaminya. Biasanya, Irawan

  • BRONDONG TENGIL BU DOSEN!   PULANG KAMPUNG

    "Selamat... eheem... selamat ulang... eheem... selamat ulang tahun ... aduuhh... gimana sih tadi nadanya, Lang? Aku payah banget deh kalau urusan nyanyi ..."Gilang tergelak mendengar suara Mayang yang ternyata sangat pas-pasan. Padahal tadi dia sendiri yang mengusulkan untuk memberikan kejutan kepada ibunda Gilang dengan menyalakan lilin dan menyanyikan lagu 'selamat ulang tahun'. Tapi, kelihatan dari raut wajahnya sekarang sepertinya Mayang hampir menyerah."Aku nggak nyangka, Mayang. Dibalik semua sikap kamu yang selalu terlihat sempurna itu, ternyata masih bagusan suara Raka kalau nyanyi." Gilang tertawa hingga menitikkan air mata. "Aduh, maaf, Mayang...""Iihh, malah ngeledek ... aku dari jaman sekolah nilai terendah itu pelajaran kesenian, Lang. Nggak tau kenapa, kayaknya aku nggak berbakat aja gitu ...""It's okay, Mayang. Semua orang punya keunggulannya masing-masing. Nggak musti semua dikuasai, kan? Aku juga nggak akan bisa kalau disuruh multi-tasking kayak kamu ..." Gilang m

  • BRONDONG TENGIL BU DOSEN!   SUAMI TAK TAHU DIRI

    Cinta?Pengakuan menjijikkan Cipto seketika menyulut amarah Mayang hp sampai ke ubun-ubun. Dadanya naik turun, rahangnya mengeras, matanya berkilat menahan luapan emosi.“Omong kosong!” bentaknya tajam. “Kamu bilang nggak cinta, tapi bisa punya anak dari dia?” Suaranya bergetar, namun tetap menusuk. “Kamu pasti sudah tidur sama dia—lebih dari sekali, kan, Cipto?!”Napas Mayang tersengal, menahan tumpukan kecewa, dan rasa dikhianati yang bercampur jadi satu."Terus... otak kamu di mana, hah?!" lanjutnya. "Hampir setahun kamu menghilang, ternyata kamu sudah nikah sama dia! Kamu bohongin aku, Cipto! Kamu tidur sama dia sampai dia hamil-"Suaranya meninggi, nyaris menjerit."-tapi di waktu itu kamu pulang, bisa-bisanya kamu masih minta jatah sama aku?"Mayang tertawa getir, matanya memerah. "Enak ya... bisa ngegilir dua istri? Kamu pikir kamu siapa? Raja minyak? Sultan Baghdad?""Mayang, apa yang harus aku lakukan untuk bisa mendapatkan hati kamu lagi?" tanya Cipto masih dengan suara memel

  • BRONDONG TENGIL BU DOSEN!   TUMPUKAN MASALAH

    Mayang mengintip kursi belakang melalui kaca spion. Dia tersenyum puas melihat banyaknya kue dan barang-barang yang telah dibeli untuk keluarga berondong gantengnya itu.Dia membeli banyak obat-obatan herbal untuk ayah Gilang, minyak pijat, serta berlembar-lembar daster batik untuk ibu Gilang. Selain itu ia juga sudah menyusun kata-kata perkenalan agar tidak terkesan kaku dan memalukan di depan calon mertuanya."Calon mertua? Astaga..." Mayang tertawa dalam hati membayangkan akan seperti apa akhir cerita cintanya nanti dengan Gilang Pratama.Mayang membelok ke arah belakang kampus lama, lalu memperlambat laju mobilnya sebelum berhenti tepat di titik tempat janjian mereka. Ia tiba satu jam lebih awal, karena di luar dugaan, kue dan hadiah yang ia incar berhasil didapatkan jauh lebih cepat dari perkiraannya.Untuk membunuh waktu sambil menunggu Gilang, Mayang akhirnya meraih ponselnya yang selama berbelanja tadi ia simpan di dalam tas. Setelah hampir seharian penuh mengabaikannya, kini

  • BRONDONG TENGIL BU DOSEN!   BIMBANG

    "Gilang... sebagai seorang ibu yang juga memiliki anak seusia kamu, Bu Lan hanya mau mengingatkan kalau masa depan kamu itu masih panjang. Sayang sekali kalau prestasi yang selama ini sudah kamu raih dengan susah payah, harus sia-sia hanya karena setitik kesalahan saja," ucap Bu Lan sembari mengelus kepala Gilang yang menunduk."... dan Bu Lan akan jadi salah satu orang tua yang menangis kalau kamu sampai kehilangan beasiswa kamu," ujar Bu Lan semakin membuat hati Gilang terbeban tentang dua masa depan yang menjadi cita-citanya."Aku harus gimana, Bu?" tanya Gilang bingung.Dia sungguh tidak mau kehilangan beasiswanya, apalagi kalau Mayang sampai kehilangan pekerjaannya. Dengan kasus seperti itu pasti akan sulit bagi Mayang untuk mendapatkan pekerjaan di Universitas lain.Bu Lan mengangkat kedua bahunya, "Ibu sih tidak mau kepo siapa dosen yang tengah menjalin hubungan dengan kamu, tapi kalau boleh memberi saran - jauhi dia dulu untuk sementara waktu, sampai kamu berhasil terbang ke A

  • BRONDONG TENGIL BU DOSEN!   CITA-CITA DAN CINTA

    Konsentrasi Gilang terpecah saat mengikuti kelas mulai dari pagi hingga siang hari. Pertanyaan terkutuk Raka membuat hatinya tidak tenang. Dia hanya bisa berharap kalau gossip belum menyebar terlalu jauh sampai ke telinga Pak Dekan. Tapi bagaimana caranya? Di kampus itu dinding saja punya telinga dan bisa berbicara.Bahayanya lagi, dari yang pernah Mayang ceritakan kepadanya, Pak Dekan pernah beberapa kali mengajak Mayang berkencan. Tapi selalu di tolak karena tidak ingin jadi buah bibir di kampus. Bertolak pada kenyataan itu, pikiran buruk seketika menyergap Gilang yang sengaja mengambil jeda kelas dengan menyendiri di perpustakaan.Gilang tidak bisa membayangkan kalau sampai hubungan mereka ketahuan kampus, maka Mayang akan dipanggil ke ruang dekan dan dihadapkan pada dua pilihan. Dipecat dari profesinya karena dianggap mencoreng nama universitas atau bertahan menjadi dosen dengan syarat berkencan dengan Pak Dekan? Hiiyyy...Dan dua pertanyaan itu sangat mungkin terucap dari mulut d

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status