Home / Romansa / BUAT AKU HAMIL, KOMANDAN / Bab 68. Dunia Berbeda

Share

Bab 68. Dunia Berbeda

Author: Nanitamam
last update Petsa ng paglalathala: 2026-07-31 22:18:54

"Beraninya dia pergi begitu saja."

Mata Ziandra terpaku pada lembaran kertas di tangannya. Tulisannya rapi, bergaris tipis, namun rasanya seperti menghantam dadanya hingga sesak.

Senyum manis Almira semalam, desah napasnya yang tertahan, hingga pelukan erat yang terasa begitu penuh rasa—semuanya mendadak terasa seperti sebuah lambaian tangan perpisahan yang disamarkan dengan sangat sempurna.

"Dia pergi meninggalkanku? Aku harus mencarinya. Aku butuh penjelasan," gumam Ziandra rendah sambil mer
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter

Pinakabagong kabanata

  • BUAT AKU HAMIL, KOMANDAN   Bab 75. Lamaran Kembali

    "Nona Andrea! Anda tidak bisa masuk ke sana! Itu zona merah terlarang!"Teriakan petugas garis depan menyapu riuhnya suara helikopter yang baru saja mendarat di pangkalan militer darurat Sektor Bravo. Namun, Andrea tak peduli. Dengan mengenakan jaket taktis tebal yang basah oleh lumpur dan sisa hujan, ia menerobos garis pengamanan tanpa ragu. Wajahnya dipenuhi jelaga dan kelelahan setelah menempuh perjalanan darat dan udara yang mempertaruhkan nyawa selama belasan jam demi menyusul satu nama.Dua hari lalu, ia mengakhiri masa lalunya sebagai Almira dan menghancurkan Black Ash. Namun malam ini, sebagai Andrea, jiwa dan raganya terseret magnet luar biasa menuju pria yang meninggalkannya demi tugas negara."Biar dia masuk!" Suara bariton yang tak asing menggema dari arah barak komando.Sersan Irwan berjalan cepat mendekat dengan raut wajah tak percaya. "Nona... Almira? Maksud saya, Nona Andrea?""Di mana dia, Irwan?" napas Andrea memburu, dadanya naik turun. "Di mana Komandan Ziandra?"

  • BUAT AKU HAMIL, KOMANDAN   Bab 74. Misi Terakhir

    "Kalau dalam tiga menit kita belum berhasil membobol pintu ini, saya bersumpah akan potong gaji kalian dan memaksa kalian makan mi instan tanpa bumbu selama seminggu!" Ancaman dingin dari Andrea Valerius membuat Selena dan Zena mendadak tersedak ludah sendiri. Di balik dinding beton tebal markas operasi organisasi Black Ash tempat yang selama setahun terakhir menyimpan potongan masa lalu Andrea yang sempat hilang bersama ingatannya suasana yang tadinya mencekam mendadak diwarnai kepanikan taktis. Sebuah SUV hitam tanpa lampu bergemuruh pelan di kegelapan gerbang samping. Andrea turun paling awal dengan pakaian tempur serba hitam yang pas membungkus tubuh atletisnya. Rambut panjangnya dikuncir tinggi, dan tatapannya tajam menembus hujan malam yang mulai mengguyur Jakarta. Selena dan Zena menyusul, menyetel pengedap suara pada pistol masing-masing. "Sinyal CCTV sudah ditakeover, Nona. Jendela pengamanan kita cuma delapan menit sebelum sistem *backup* menyala," ujar agen takti

  • BUAT AKU HAMIL, KOMANDAN   Bab 73. Sumpah Misi

    Beberapa jam kemudian, di Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma. Mayor Ziandra berdiri tegap di landasan udara, mengenakan seragam tempur lengkap. Sorot matanya yang biasa setenang telaga kini membara oleh campur aduk emosi. Di belakangnya, Irwan menggeledah isi ransel dengan wajah panik, berusaha bersikap seolah ucapan konyolnya tadi cuma angin lalu. Untuk pertama kalinya sejak menjadi bawahan Ziandra, Irwan melihat sosok perkasa yang biasanya tak tergoyahkan itu berjalan membawa beban batin yang teramat berat. "Komandan," panggil Irwan pelan, berusaha profesional. Ziandra tidak menoleh sedikitpun. "Pastikan seluruh personel Operasi Sektor Bravo sudah naik ke helikopter." "Sudah saya cek dua kali, Komandan. Aman terkendali," jawab Irwan tangkas. "Bagus." Jawaban itu singkat, datar, dan terlalu dingin. Irwan paham betul, tubuh komandannya ada di pangkalan udara Jakarta ini, tetapi jiwanya melayang ke tempat lain. Tak jauh dari area keberangkatan, seorang wanita paruh b

  • BUAT AKU HAMIL, KOMANDAN   Bab 72. Misi Darurat

    "Almira!" Panggilan bariton itu menggelegar menembus dinginnya udara sore, memantul kencang pada pilar-pilar batu megah kediaman Valerius. Panggilan yang sarat akan keputusasaan, keteguhan, dan luka yang tak kasatmata. Langkah Almira sempat terhenti sejenak di dekat ambang pintu utama. Punggungnya tegap, namun jemarinya cengkeramannya pada gaun sutra hitamnya makin mengencang hingga buku-buku jarinya memutih. "Lupakan aku, Komandan! Anggap saja kita tidak pernah saling bertemu." Ia tidak menoleh. Mengumpulkan sisa-sisa ketegarannya sebagai Andrea Valerius, wanita itu kembali melangkah masuk dan membiarkan pintu kayu mahoni yang tebal dan berat itu tertutup perlahan, memutus pandangan mereka secara mutlak. Di balik gerbang besi, Ziandra menggeram rendah. Otot-otot rahangnya mengeras, dadanya naik turun dengan napas yang memburu. Matanya masih menatap lurus ke arah pintu utama yang baru saja tertutup, seolah-olah pandangan tajamnya bisa menembus kayu tebal tersebut dan menarik

  • BUAT AKU HAMIL, KOMANDAN   Bab 71. Keputusan Almira

    "Almira! Saya tahu kamu di dalam. Kita harus bicara sekarang!"Suara berat dan berwibawa milik Ziandra menggelegar menembus sunyinya sore, memantul di antara dinding-dinding batu megah perkebunan Valerius. Suara itu begitu lantang, sarat akan keputusasaan yang disamarkan oleh dominasi mutlak seorang perwira tinggi Komando Pasukan Khusus.Zena, yang berdiri tegak di balik barikade besi bersama jajaran pengawal berjas hitam, memperketat cengkeramannya pada gagang senjata concealed di balik jasnya. Wajah yang biasanya tenang itu kini dipenuhi urat ketegangan."Komandan, tolong jangan membuat keributan di sini!" tegur Zena nyaring, suaranya dingin dan menusuk. "Tempat ini adalah area privat keluarga Valerius. Anda sudah melanggar batasan hukum!""Suruh Almira datang menemui saya sekarang!" potong Ziandra tanpa memedulikan gertakan tersebut. Tangan kanannya sudah berada di atas kemeja taktisnya, siap mencabut senjatanya kapan saja jika situasi menuntut tindakan ekstrem.Zena mengangkat kep

  • BUAT AKU HAMIL, KOMANDAN   Bab 70. Hubungan Kita Selesai!

    "Tidak ada, Ma. Semua lengkap. Hanya saja... selera milikku saat hilang ingatan agak sedikit berbeda dengan ingatan milik Andrea."Nyonya Laura tersenyum maklum, mengusap bahu putrinya lembut. "Pelan-pelan saja, Nak. Yang penting ingatan kamu sudah kembali dan kamu sudah aman di rumah.""Aku mau istirahat dulu, Ma. Kepalaku agak berat.""Tentu, Sayang. Istirahatlah. Mama tinggal dulu, ya." Nyonya Laura mencium kening Almira sebelum akhirnya melangkah keluar dan menutup pintu dengan pelan.Almira berjalan menuju ranjang king-size di tengah ruangan. Ia merebahkan tubuhnya, menatap langit-langit kamar yang megah. Tangan kanannya perlahan terangkat, meraba lehernya sendiri. Di sana, rona merah bekas gigitan hangat Ziandra semalam masih terasa perih—sebuah jejak nyata dari pria yang berhasil menjebol pertahanan hatinya."Abang lagi apa sekarang...?" bisik Almira lirih. Dada kirinya mendadak terasa hampa dan sesak. "Mulai hari ini kita adalah orang asing."Sementara itu, di luar gerbang ut

  • BUAT AKU HAMIL, KOMANDAN   Bab 4. Kejutan Almira

    "Maaf, Nona. Pak Ziandra sudah berangkat," jawab Sumi pelan. Senyum di wajah Almira langsung runtuh. Secepat kilat, bibir mungil yang tadi melengkung indah itu kini berubah menjadi cemberut minor. Bahunya sedikit turun, seperti balon yang kempes perlahan. "Sudah berangkat?" ulangnya, masih tidak

  • BUAT AKU HAMIL, KOMANDAN   Bab 3. Jangan Banyak Tingkah!

    Almira menoleh, matanya berbinar meskipun batuk-batuk karena asap. "Oh, Bang Komandan! Bangun? Maaf, Bang, sedikit insiden teknis." "Insiden teknis, Bang Komandan?" Kening Ziandra mengkerut. “Apa maksudmu?” "Iya, kompor sama wajannya ngajak perang, Bang. Padahal aku cuma mau bikin nasi goreng ce

  • BUAT AKU HAMIL, KOMANDAN   Bab 2. Sainganku Bek Tengah

    "Oh... jadi ini alasannya?" gumam Almira dengan nada bicara yang tiba-tiba melas namun penuh pengertian yang salah alamat."Pantas saja gaun satin 'LC ala sugar baby’' aku nggak mempan. Ternyata sainganku bukan pelakor, tapi pemain bek tengah.""Almira, jangan berpikiran macam-macam. Dave hanya ter

  • BUAT AKU HAMIL, KOMANDAN   Bab 1. Hamili Aku, Komandan!

    "Paket pelet semar mesem ampuh, gak ya?"Almira menghela nafas panjang saat duduk menatap dirinya di depan cermin. Ucapan Nyonya Stella terus terngiang di telinga. Rambut panjangnya di gerai, make up tipis hasil tutorial dari youtube berhasil dilakukan. Hanya satu misinya yang belum berhasil, yait

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status