Share

Bab 35

Author: Alana Karin
last update publish date: 2026-08-08 19:30:55

"Udah mas nanti aja pikirin akunya, mas pikirin kesehatan mas dulu aja," balas Kania.

"Mas cuma pengen pastiin kamu tinggal di kos an yang terjamin, yang ada aturannya."

Kania terdiam, dia bisa mendengar rasa kekhawatiran dari Angga. Angga memang kakak yang protektif dia pasti akan memastikan apa saja yang terjadi di hidupnya.

"Kos an kamu itu khusus cewek apa campur ada cowoknya juga?" Satu persatu pertanyaan Angga mulai di bicarakan.

"Kos an aku ini khusus cewek kok mas," ujarnya walau ia har
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Babysitter Simpanan Bos Duda   Bab 174. TAMAT

    Malam itu rumah sudah sunyi, Kai sudah tertidur pulas di kamar bersama Naren. Hanya Kania yang sibuk sendiri di dapur, sedang sibuk membuat smoothies. Tanpa ia sadari, seseorang sudah berdiri di belakangnya. Dua tangan besar lalu melingkar di pinggangnya. Kania sedikit terkejut, tapi tidak benar-benar kaget. Ia sudah hafal siapa pemilik pelukan itu. "Mas..." Bagas merapatkan tubuhnya, dagunya menyentuh bahu Kania. Nafasnya hangat di dekat telinga perempuan itu. Tiba-tiba Bagas menunduk, bibirnya menyentuh belakang telinga Kania. Sentuhan itu membuat tubuh Kania merinding. Refleks ia menoleh ke belakang. "Mas..." protesnya pelan. Bukannya menjauh, Bagas justru menepuk ringan bokongnya. Kania langsung menjengit. "Ih!" Bagas tersenyum kecil, jelas menikmati reaksinya. Kania menghela napas, mencoba kembali fokus. Ia mengambil mangkuk smoothies yang sudah jadi, lalu mengangkatnya sedikit ke arah Bagas. "Mas kamu mau?" tawarnya. Bagas melirik sekilas, lalu menggeleng tipis. "Ma

  • Babysitter Simpanan Bos Duda   Bab 173

    "Karena Mama udah jahat ke Kania. Mama udah gelapin uang buat mereka selama bertahun-tahun." "Kamu anak Mama!" teriaknya. "Harusnya kamu di pihak Mama, bukan mereka!" "Aku gak bisa jadi kayak Mama. Aku gak bisa jadi jahat." "Aku laporin Mama... supaya semua ini selesai. Supaya rasa sakit mereka terbayar." Egi merasa bingung. Disatu sisi Sintia memang bersalah namun, rasanya tidak adil jika hanya dia yang dijadikan alat untuk menebus semuanya. Ia juga bersalah, ia jauh lebih bersalah bahkan. Seharusnya ia yang mendapat hukuman lebih banyak. Sore itu suasana rumah Kania terasa tenang. Kai sedang tertidur di dalam kamar, sementara Kania duduk di ruang tengah dengan secangkir teh yang mulai mendingin di tangannya. Pikirannya masih dipenuhi banyak hal terutama tentang apa yang akan terjadi selanjutnya. Bel pintu berbunyi. Ia bangkit, lalu membuka pintu. Di sana Eliana berdiri. "Mbak?" Perempuan itu tidak langsung menjawab. Ia hanya mengangkat sebuah map cokelat di tangannya. "Ak

  • Babysitter Simpanan Bos Duda   Bab 172

    Pagi itu di kafe milik Angga aroma kopi memenuhi ruangan, sementara Kania duduk di salah satu sudut, menatap layar laptopnya ketika Kai sedang di ajak jalan-jalan oleh Angga di tempat ini. Seseorang masuk melangkah mendekatinya. Kania tidak memperhatikannya hingga ia baru menyadari ketika sosok itu telah berdiri di depannya. Kania refleks mengangkat kepalanya, dan mendapati Eliana dengan wajah yang masih menyimpan sembab. Mungkin menangis karena hal semalam. Keduanya saling menatap dalam keheningan, saling meragu, tetapi kekosongan itu pudar saat Eliana mulai berbicara. "Saya gak nyangka ya kalau kita ternyata saudara." Kania mencoba mencerna kalimat itu. "Duduk dulu, mbak." Akhirnya Eliana memilih duduk di depan Kania. Suara Eliana terdengar ketus, tapi tidak sepenuhnya benci. "Ibu saya bukan pelakor," ucap Kania mengantisipasi sebelum Eliana menambahkan banyak hal. "Kebetulan hubungan ibu saya dan ayah kamu gak direstui. Jadi ibu saya disembunyikan dan ayah kamu nikah dengan

  • Babysitter Simpanan Bos Duda   Bab 171

    Semua orang langsung diam. "Saya melakukan ini bukan karena uang." Ia melirik sekilas ke arah Bagas. Cukup untuk membuat semua orang di ruangan itu mengerti jika suaminya itu bukan orang yang kekurangan apa pun. Wajah Sintia langsung mengeras. "Saya cuma mau satu hal," lanjutnya. "Setidaknya kalian mengakui kesalahan dan meminta maaf sebagai manusia yang punya hati karena sudah pernah melukai hati ibuku, menyakiti dia bahkan sampai akhir hidupnya dia harus menelan sakit atas perbuatan kalian. Dan kalian gak pernah nunjukin diri untuk sekedar mengatakan kata maaf." Suasana hening sekejap. Egi bahkan tidak menyangka jika sudah tidak ada. Tatapan semua orang tertuju pada Kania—lalu perlahan bergeser ke Bagas. Pria itu akhirnya maju satu langkah. "Baik," ucap Bagas pelan. "Kalau memang kita mau menyelesaikan ini, kita selesaikan dengan jelas." Sintia langsung menyilangkan tangan, bersiap menyerang. Tapi Bagas bahkan belum selesai bicara. "Kania tidak meminta uang," lanjutnya. "It

  • Babysitter Simpanan Bos Duda   Bab 170

    Hingga satu pekan berita itu beredar Egi masih belum membuat keputusan. Malah keluarga Egi membuat ancaman. Pagi ini Kania kembali mendapati kabar jika Bi Asih buntuti oleh mobil hitam dan orang bersenjata saat ia pergi ke pasar. Dengan begitu Angga pun memutuskan untuk menyebar bukti beberapa foto masalalu Egi dan ibunya, berikut juga foto Angga dan Kania semasa bayi ketika di gendong oleh Egi. Angga menggunakan akun pribadinya sendiri dalam mengungkap foto itu. Yang kemudian di teruskan oleh akun-akun besar lainnya. Karena itu dengan cepat keluarga Egi pun menyoroti akun Angga, mereka mencari Angga dan mengirimi pesan berupa ancaman pada Angga. Angga tidak gentar sama sekali dengan ancaman itu, ia malah memanfaatkan momen ini dengan pamer potretnya dengan Kania saat ini. Karena potret itu membuat Sintia mencari tahu keberadaan mereka. Tapi bukannya Sintia melancarkan niat untuk melenyapkan Angga dan Kania, justru ia yang merasa mendapat ancaman dari keduanya. Dengan munculnya pen

  • Babysitter Simpanan Bos Duda   Bab 169

    Sebuah berita gosip baru saja menggemparkan publik. Berita itu seperti sebuah teror yang mengerikan bagi keluarga Hendrawan. Karena merusak reputasi keluarga Hendrawan dengan cepat. Berita itu memuat skandal Hendrawan yang diduga memiliki dua anak dari perempuan lain. Dan kabarnya dua anaknya itu sudah besar dan siap menuntutnya jika tidak segera membuat pernyataan mengakuinya di depan publik. Sontak saja berita itu membuat Sintia dan keluarga besar Egi Hendrawan merasa muram. Sebab mereka merasa berita lama itu sudah terkubur lama, dan mereka pikir tidak akan pernah naik ke permukaan setelah mereka sempat menekan dan mengancam Kartika habis-habisan. Tapi sekarang? Justru berita itu kembali naik bahkan langsung membuat heboh di media. Sintia dan Egi sudah berusaha menarik berita itu namun kekuatan mereka ternyata tidak mampu mengalahkan berita tersebut. Sehingga mereka yakin bahwa di balik layar munculnya berita ini pasti ada orang yang begitu berkuasa. Eliana yang tidak tahu apa-

  • Babysitter Simpanan Bos Duda   Bab 4

    "Aku ngga tahu tuan. Tiba-tiba Naren terbangun gitu aja." Kania berusaha melepas bagian tubuhnya itu dari mulut Naren, namun bayi itu enggan melepaskannya.Bagas terus memperhatikan Naren termasuk memperhatikan bagian tubuh perempuan itu juga, dan napasnya terasa tercekat. Buah dada Kania terlihat

  • Babysitter Simpanan Bos Duda   Bab 3

    Kania mengangguk. Napasnya ia tahan karena jarak wajah mereka terasa begitu dekat. Ia juga tak menyangka jika pria yang tidak sengaja ia siram tadi adalah Bagas Adipati Wiratmodjo–bosnya saat ini. "Iya, tuan. Sekali lagi maafkan saya." Bagas tidak membalas dia hanya menghela napasnya yang bisa K

  • Babysitter Simpanan Bos Duda   Bab 2

    "Ma–maaf, maafkan saya, Tuan. Saya benar-benar tidak sengaja."Kania buru-buru meminta maaf dengan suara gemetar.Perlahan, ia mengangkat wajahnya dan mendapati seorang pria yang baru saja melepas kacamata hitamnya. Namun, begitu tatapan mereka bertemu, Kania langsung menunduk lagi, tidak berani me

  • Babysitter Simpanan Bos Duda   Bab 1

    "Kan, biaya tagihan rumah sakit mamasmu sudah membengkak beberapa hari ini. Ini bibi bayarkan dulu pakai uang pinjaman dari bank keliling. Soalnya, bibi sudah nggak punya simpanan lagi."Ucapan bibinya tempo hari masih terngiang jelas di kepala Kania. Sudah sebulan terakhir, kakaknya bolak-balik ru

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status