Share

Bab 34

Penulis: Skyy
last update Tanggal publikasi: 2025-11-23 20:29:09

Vila Hendrawan berdiri tenang di puncak bukit kecil Arcapura, diterangi lampu taman yang redup dan langit malam yang diselimuti kabut tipis. Mobil yang membawa Harris berhenti di depan pintu masuk. Begitu ia keluar, desiran angin malam menyambut dengan dingin.

Queen turun menyusul, masih memikirkan kejadian barusan, anak kecil, simbol naga, dan liontin yang bergetar tanpa kendali.

“Harris, kau merasakannya, kan?” tanya Queen, suaranya rendah.

“Ya,” jawab Harris, matanya mengamati halaman vila y
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Bangkitnya Dokter Agung   Bab 324

    "Wah, masih berani banyak bicara?" bentak Kayla penuh amarah. "Harris sangat kuat! Dia pasti akan menghancurkan Sentra Bela Diri Garuda Merah!""Kuat?" Vina mendengus sambil menyilangkan tangan. "Kalau memang sehebat itu, kenapa baru muncul sekarang? Menurutku semua rumor tentang dia cuma dibesar-besarkan. Datang di saat seperti ini hanya supaya terlihat hebat di depan semua orang."“Dia hanya cari perhatian!” Vina mendengus jijik.Meski kemunculan Harris Gunawan sempat mengejutkannya, ia sama sekali tidak percaya pria itu mampu menghadapi Sentra Bela Diri Garuda Merah.Mengalahkan klub bela diri nomor satu di Universitas Arcapura? Baginya, itu hanyalah lelucon.Sebagian besar mahasiswa di sekitar pun memiliki pemikiran serupa. Mereka tahu betapa mengerikannya kekuatan Sentra Bela Diri Garuda Merah, sedangkan nama Harris hanya terkenal karena berbagai rumor yang semakin lama semakin dibesar-besarkan. Di mata mereka, semua cerita itu tak lebih dari bualan yang terus berkembang hingga t

  • Bangkitnya Dokter Agung   Bab 323

    Belati di tangannya kembali terangkat, memantulkan cahaya dingin yang membuat banyak penonton bergidik. Jelas sekali, sasaran serangan berikutnya adalah lengan Kayla.Peraturan kampus memang melarang pembunuhan, tetapi tidak ada yang bisa menjamin seseorang akan pulang dengan anggota tubuh lengkap. Dalam duel seperti ini, tangan atau kaki yang putus bukanlah kejadian langka.Kayla sudah sepenuhnya dikuasai amarah. Bukannya menghindar atau mencari celah, ia justru terus menerjang lurus ke depan tanpa sedikit pun mengurangi kecepatan."Tidak—!" Jeritan Nadira menggema di seluruh arena.Selama pertarungan tadi ia tidak pernah gentar menghadapi lawan yang jauh lebih kuat, tidak pernah menyerah meski tubuhnya dipenuhi luka, bahkan tetap tegar ketika banyak anggota perguruannya memilih meninggalkan mereka. Namun, saat melihat sahabatnya berlari menuju belati Bastian, rasa takut yang selama ini berhasil ditekan akhirnya runtuh sepenuhnya.Dalam hati, Nadira hanya memiliki satu harapan.Harri

  • Bangkitnya Dokter Agung   Bab 322

    "AARRRGHHH!"Raungan kemarahan yang nyaris terdengar seperti binatang buas langsung mengguncang arena.Bastian bangkit dengan gerakan kasar, urat-urat di lehernya menonjol akibat amarah yang meledak tanpa kendali. Wajahnya memerah, sementara pipi kanan yang terkena pukulan mulai membengkak dengan jelas.Ia menyentuh bagian wajahnya yang sakit, lalu perlahan mengangkat kepala. Tatapan matanya berubah. Jika sebelumnya ia hanya mempermainkan Nadira, sekarang sorot itu dipenuhi niat membunuh yang nyata."Wanita jalang!" Suaranya terdengar serak dan penuh kebencian. "Berani-beraninya kau memukulku?!"Tangannya mencengkeram belati hingga buku-buku jarinya memutih, sementara aura ganas yang jauh lebih mengerikan mulai menyelimuti tubuhnya. "Aku akan membunuhmu!""Aku bersumpah akan membunuhmu!"Pukulan yang mendarat di wajahnya benar-benar membakar amarah Bastian. Ia sama sekali tidak menyangka Nadira, yang sejak awal hanya bertahan, justru mampu menemukan celah dan melukainya. Bagi seseoran

  • Bangkitnya Dokter Agung   Bab 321

    "Nadira!" Kayla langsung menangis ketika menyaksikan pemandangan itu.Di sampingnya, Naufal mengepalkan kedua tangan begitu kuat hingga buku-buku jarinya memutih. Dadanya naik turun karena amarah yang nyaris tak terkendali, sementara tatapannya tertancap pada Bastian seolah ingin menerkam pria itu saat juga.Karena mereka semua tahu dengan jelas, pertarungan ini bagaikan penghinaan.Dengan kekuatan yang dimilikinya, Bastian sebenarnya bisa mengakhiri duel tersebut kapan saja. Namun ia sengaja memilih cara yang paling kejam, menyayat tubuh Nadira sedikit demi sedikit dan membiarkannya merasakan rasa sakit yang terus bertambah tanpa bisa melawan. Ia sedang mempermainkan lawannya, persis seperti seekor kucing yang menikmati penderitaan tikus sebelum membunuhnya."Hahaha!"Tawa Bastian menggema di seluruh arena.Ia memutar belatinya sambil berjalan santai mengelilingi Nadira yang mulai terengah-engah akibat kehilangan darah. Sorot matanya dipenuhi kesenangan yang membuat bulu kuduk merind

  • Bangkitnya Dokter Agung   Bab 320

    Sesaat setelah kata-kata itu keluar, sosok Bastian langsung menghilang dari tempatnya berdiri. Perubahan itu terjadi begitu cepat hingga sebagian besar penonton bahkan tidak sempat bereaksi.Nadira langsung merasakan jantungnya menegang. Sejak awal ia sudah menempatkan seluruh fokusnya pada lawan di depan mata. Ia tahu betul bahwa Bastian adalah petarung peringkat tujuh belas dalam daftar seni bela diri Universitas Arcapura, seseorang yang kekuatannya berada jauh di atas dirinya.Karena itu, ia sama sekali tidak berani lengah. Namun kenyataan tetap jauh lebih buruk dari perkiraannya. Meskipun seluruh indranya sudah bekerja maksimal, matanya tetap gagal mengikuti pergerakan lawan. Perbedaan kemampuan mereka terlalu besar.Saat kesadaran itu muncul, Bastian sudah berada tepat di hadapannya. Kilatan dingin memancar dari belati yang meluncur lurus ke arah lehernya.Mata Nadira langsung melebar. Tanpa sempat berpikir, ia memaksa tubuhnya bergerak ke samping menggunakan seluruh tenaga yang

  • Bangkitnya Dokter Agung   Bab 319

    Suasana di sekitar mereka seolah langsung membeku.Bahkan Raditya yang biasanya tenang ikut tercengang.Namun Dion belum selesai. "Bukan cuma itu." Ia menelan ludah sebelum melanjutkan. "Lebih dari setengah tentara bayaran dan para kultivator yang dibawa Evander tewas atau terluka parah. Sisanya melarikan diri kembali ke Kota Adhirajasa.""Apa?!"Mendengar itu, ketenangan Raditya benar-benar runtuh. Matanya membelalak, sementara wajahnya dipenuhi ketidakpercayaan."Itu tidak masuk akal!" Ia langsung menggeleng keras. "Keluarga Viresta bukan keluarga kecil. Bagaimana mungkin pewaris mereka dibunuh begitu saja? Dan kau bilang dia juga menghancurkan pasukan yang terdiri dari ratusan tentara bayaran serta lebih dari sepuluh kultivator?"Bahkan bagi Raditya, cerita itu terdengar terlalu berlebihan. Jika orang lain yang mengatakannya, ia pasti sudah menganggapnya sebagai lelucon.Dion tersenyum pahit. "Reaksiku kemarin juga sama."Tatapannya perlahan beralih ke arena duel yang berada di kej

  • Bangkitnya Dokter Agung   Bab 248

    Entah kenapa, perasaan aneh tiba-tiba muncul di hatinya, seolah ada sesuatu yang sangat penting baru saja disentuh.Ia segera melanjutkan pertanyaannya. “Teknik apa?”Rudolf tidak terlalu memikirkannya dan menjawab dengan nada santai. “Segel Tanpa Wujud.”“Apa? Segel Tanpa Wujud?”Begitu mendengar

  • Bangkitnya Dokter Agung   Bab 247

    Senyum tipis muncul di bibirnya. “Rudolf, ada banyak hal yang belum kau ketahui. Aku dan kakakmu sudah saling mengenal sejak lama, dan aku pernah berjanji akan memberinya pernikahan paling megah. Sampai sekarang, aku tidak pernah melupakan janji itu.”Nada suaranya tenang, tetapi ada kerinduan yang

  • Bangkitnya Dokter Agung   Bab 246

    Setelah mendengar perkataan Harris, Rudolf benar-benar tercengang. Tatapannya langsung berubah tajam, seolah berusaha memastikan apakah pria di depannya sedang bercanda atau memang tidak waras.Bagaimana mungkin orang ini mengenal kakaknya?Evelyn sudah memasuki Sekte Cakrawala Arunika sejak usia m

  • Bangkitnya Dokter Agung   Bab 245

    Namun Harris sama sekali tidak memperdulikan hal tersebut. Pikirannya masih tertahan pada rasa familiar yang terus mengganggu sejak tadi.Ia menatap pemuda itu beberapa saat sebelum akhirnya bertanya langsung. “Siapa namamu? Rasanya kita pernah bertemu sebelumnya.”Pemuda berjubah putih itu tampak

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status