Share

Bab 35

Author: Skyy
last update publish date: 2025-11-23 20:29:13

Bayangan itu melompat dari pagar besi menuju atap rumah berikutnya. Gerakannya cepat, terlalu cepat untuk manusia biasa. Seolah tubuhnya hanya ilusi yang dikirim angin malam.

Harris tidak menunggu detik berikutnya, ia mencondongkan tubuh dan berlari.

“Harris!” Queen berseru dari belakang, tetapi suaranya tenggelam oleh deru angin saat Harris melompat ke tembok pembatas vila.

Langkahnya ringan, presisi, nyaris tidak menimbulkan suara. Tubuhnya mendarat di sisi luar pagar seperti seekor kucing be
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Bangkitnya Dokter Agung   Bab 324

    "Wah, masih berani banyak bicara?" bentak Kayla penuh amarah. "Harris sangat kuat! Dia pasti akan menghancurkan Sentra Bela Diri Garuda Merah!""Kuat?" Vina mendengus sambil menyilangkan tangan. "Kalau memang sehebat itu, kenapa baru muncul sekarang? Menurutku semua rumor tentang dia cuma dibesar-besarkan. Datang di saat seperti ini hanya supaya terlihat hebat di depan semua orang."“Dia hanya cari perhatian!” Vina mendengus jijik.Meski kemunculan Harris Gunawan sempat mengejutkannya, ia sama sekali tidak percaya pria itu mampu menghadapi Sentra Bela Diri Garuda Merah.Mengalahkan klub bela diri nomor satu di Universitas Arcapura? Baginya, itu hanyalah lelucon.Sebagian besar mahasiswa di sekitar pun memiliki pemikiran serupa. Mereka tahu betapa mengerikannya kekuatan Sentra Bela Diri Garuda Merah, sedangkan nama Harris hanya terkenal karena berbagai rumor yang semakin lama semakin dibesar-besarkan. Di mata mereka, semua cerita itu tak lebih dari bualan yang terus berkembang hingga t

  • Bangkitnya Dokter Agung   Bab 323

    Belati di tangannya kembali terangkat, memantulkan cahaya dingin yang membuat banyak penonton bergidik. Jelas sekali, sasaran serangan berikutnya adalah lengan Kayla.Peraturan kampus memang melarang pembunuhan, tetapi tidak ada yang bisa menjamin seseorang akan pulang dengan anggota tubuh lengkap. Dalam duel seperti ini, tangan atau kaki yang putus bukanlah kejadian langka.Kayla sudah sepenuhnya dikuasai amarah. Bukannya menghindar atau mencari celah, ia justru terus menerjang lurus ke depan tanpa sedikit pun mengurangi kecepatan."Tidak—!" Jeritan Nadira menggema di seluruh arena.Selama pertarungan tadi ia tidak pernah gentar menghadapi lawan yang jauh lebih kuat, tidak pernah menyerah meski tubuhnya dipenuhi luka, bahkan tetap tegar ketika banyak anggota perguruannya memilih meninggalkan mereka. Namun, saat melihat sahabatnya berlari menuju belati Bastian, rasa takut yang selama ini berhasil ditekan akhirnya runtuh sepenuhnya.Dalam hati, Nadira hanya memiliki satu harapan.Harri

  • Bangkitnya Dokter Agung   Bab 322

    "AARRRGHHH!"Raungan kemarahan yang nyaris terdengar seperti binatang buas langsung mengguncang arena.Bastian bangkit dengan gerakan kasar, urat-urat di lehernya menonjol akibat amarah yang meledak tanpa kendali. Wajahnya memerah, sementara pipi kanan yang terkena pukulan mulai membengkak dengan jelas.Ia menyentuh bagian wajahnya yang sakit, lalu perlahan mengangkat kepala. Tatapan matanya berubah. Jika sebelumnya ia hanya mempermainkan Nadira, sekarang sorot itu dipenuhi niat membunuh yang nyata."Wanita jalang!" Suaranya terdengar serak dan penuh kebencian. "Berani-beraninya kau memukulku?!"Tangannya mencengkeram belati hingga buku-buku jarinya memutih, sementara aura ganas yang jauh lebih mengerikan mulai menyelimuti tubuhnya. "Aku akan membunuhmu!""Aku bersumpah akan membunuhmu!"Pukulan yang mendarat di wajahnya benar-benar membakar amarah Bastian. Ia sama sekali tidak menyangka Nadira, yang sejak awal hanya bertahan, justru mampu menemukan celah dan melukainya. Bagi seseoran

  • Bangkitnya Dokter Agung   Bab 321

    "Nadira!" Kayla langsung menangis ketika menyaksikan pemandangan itu.Di sampingnya, Naufal mengepalkan kedua tangan begitu kuat hingga buku-buku jarinya memutih. Dadanya naik turun karena amarah yang nyaris tak terkendali, sementara tatapannya tertancap pada Bastian seolah ingin menerkam pria itu saat juga.Karena mereka semua tahu dengan jelas, pertarungan ini bagaikan penghinaan.Dengan kekuatan yang dimilikinya, Bastian sebenarnya bisa mengakhiri duel tersebut kapan saja. Namun ia sengaja memilih cara yang paling kejam, menyayat tubuh Nadira sedikit demi sedikit dan membiarkannya merasakan rasa sakit yang terus bertambah tanpa bisa melawan. Ia sedang mempermainkan lawannya, persis seperti seekor kucing yang menikmati penderitaan tikus sebelum membunuhnya."Hahaha!"Tawa Bastian menggema di seluruh arena.Ia memutar belatinya sambil berjalan santai mengelilingi Nadira yang mulai terengah-engah akibat kehilangan darah. Sorot matanya dipenuhi kesenangan yang membuat bulu kuduk merind

  • Bangkitnya Dokter Agung   Bab 320

    Sesaat setelah kata-kata itu keluar, sosok Bastian langsung menghilang dari tempatnya berdiri. Perubahan itu terjadi begitu cepat hingga sebagian besar penonton bahkan tidak sempat bereaksi.Nadira langsung merasakan jantungnya menegang. Sejak awal ia sudah menempatkan seluruh fokusnya pada lawan di depan mata. Ia tahu betul bahwa Bastian adalah petarung peringkat tujuh belas dalam daftar seni bela diri Universitas Arcapura, seseorang yang kekuatannya berada jauh di atas dirinya.Karena itu, ia sama sekali tidak berani lengah. Namun kenyataan tetap jauh lebih buruk dari perkiraannya. Meskipun seluruh indranya sudah bekerja maksimal, matanya tetap gagal mengikuti pergerakan lawan. Perbedaan kemampuan mereka terlalu besar.Saat kesadaran itu muncul, Bastian sudah berada tepat di hadapannya. Kilatan dingin memancar dari belati yang meluncur lurus ke arah lehernya.Mata Nadira langsung melebar. Tanpa sempat berpikir, ia memaksa tubuhnya bergerak ke samping menggunakan seluruh tenaga yang

  • Bangkitnya Dokter Agung   Bab 319

    Suasana di sekitar mereka seolah langsung membeku.Bahkan Raditya yang biasanya tenang ikut tercengang.Namun Dion belum selesai. "Bukan cuma itu." Ia menelan ludah sebelum melanjutkan. "Lebih dari setengah tentara bayaran dan para kultivator yang dibawa Evander tewas atau terluka parah. Sisanya melarikan diri kembali ke Kota Adhirajasa.""Apa?!"Mendengar itu, ketenangan Raditya benar-benar runtuh. Matanya membelalak, sementara wajahnya dipenuhi ketidakpercayaan."Itu tidak masuk akal!" Ia langsung menggeleng keras. "Keluarga Viresta bukan keluarga kecil. Bagaimana mungkin pewaris mereka dibunuh begitu saja? Dan kau bilang dia juga menghancurkan pasukan yang terdiri dari ratusan tentara bayaran serta lebih dari sepuluh kultivator?"Bahkan bagi Raditya, cerita itu terdengar terlalu berlebihan. Jika orang lain yang mengatakannya, ia pasti sudah menganggapnya sebagai lelucon.Dion tersenyum pahit. "Reaksiku kemarin juga sama."Tatapannya perlahan beralih ke arena duel yang berada di kej

  • Bangkitnya Dokter Agung   Bab 280

    Jika Harris mau menyelesaikan kekacauan ini dengan cara yang paling praktis, ia hanya perlu menjentikkan jari. Satu gerakan kecil, dan Evander beserta seluruh kaki tangannya akan langsung melayang nyawanya. Selesai dan semua ancaman akan terkubur dalam sekejap.Namun, Harris menahan diri. Hari ini

  • Bangkitnya Dokter Agung   Bab 279

    Namun, tepat sebelum kegelapan merenggutnya total—Tap!Sebuah tangan yang terasa hangat tiba-tiba mendarat di pundaknya. Gerakan itu begitu ringan dan tenang. Tetapi di detik berikutnya, seluruh gelombang tekanan yang nyaris menghancurkan tubuh Arman mendadak sirna tanpa bekas, seolah badai besar

  • Bangkitnya Dokter Agung   Bab 278

    Suasana di aula mendadak mencekam. Wajah para tamu berubah pias, memancarkan kombinasi rasa muak dan kemarahan yang jauh melampaui keterkejutan mereka sebelumnya.Ucapan Evander terlalu kejam. Pria itu tidak hanya ingin menghabisi Sebastian, tetapi juga berniat menginjak-injak harga diri Elvina tep

  • Bangkitnya Dokter Agung   Bab 277

    Suaranya pecah. “Kau bilang kedua orang tuamu sudah meninggal! Kau bilang tidak punya siapa-siapa lagi di dunia ini!”Emosinya meledak begitu saja. “Dan sekarang kau bilang semua itu palsu?!” Tatapan Sebastian mulai memerah. “Kau juga bilang kau mencintaiku…” Suaranya bergetar. “Kau bilang ingin me

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status