LOGIN"Dimana keberadaan pedukuhan Kalimayat, paman?" tanya Panji pada seorang yang sedang menggarap sawah."Ini sudah masuk ke wilayah pedukuhan Kalimayat, anak muda. Apa yang kau inginkan datang ke pedukuhan ini?""Aku ingin menemui si Raja Racun, dimana dia tinggal?" tanya Panji."Pergilah ke tengah pedukuhan, kau akan temukan sebuah rumah yang besar, itulah kediaman si Raja Racun!" kata orang itu."Baik," kata Panji.Hiatttttt!!Panji kembali memaksa kuda Pegasus untuk melesat, dan memasuki pedukuhan kalimayat.Panji ikuti apa yang dikatakan oleh petani itu, dan memasuki sebuah pekarangan rumah yang besar."Hei siapa kau?" teriak penjaga rumah itu.Huppppp!!Panji melompat, dan setelah itu tendang penjaga rumah itu hingga terbang jauh. Jauh dari Panji Sanjaya.Belasan penjaga rumah si Raja Racun berlari ke arah Panji, dan senjata sudah ada di tangan mereka.Haaaaaaaaaaa!!Panji tak ingin mengotori tangan dengan membunuh mereka, jadi Panji hanya lepaskan aura membunuh, dan itu sudah cuku
"Pergi cepat dari sini!" teriak Panji pada tiga gadis yang berasal dari padepokan Bunga Kasih.Panji tahu, jika perkataan salah satu dari empat ahli racun itu benar, maka dia akan bertarung dengan para ahli racun, dan ketiga gadis itu kemungkinan besar akan terlibat."Tuan Sanjaya, kenapa tuan bisa terlibat masalah dengan ahli racun?""Pergi!" bentak Panji.Kumala paham, kalau Panji tak ingin libatkan mereka bertiga dengan masalahnya jadi ia menyuruh ketiganya untuk tinggalkan dirinya."Baik, kami akan pergi tuan Sanjaya! Aku harap tuan baik-baik saja, dan mampu bertahan dari para ahli racun itu!" kata Kumala.Panji angguk kepala, dan melihat ke arah orang-orang yang begitu banyak di kota Terang Bulan. Jika terjadi pertarungan bukan tak mungkin mereka yang akan jadi korban dalam pertarungan itu."Kejar aku jika kalian mampu!" teriak Panji.Huppppp!Panji melesat cepat, dan menyusuri jalanan kota Terang Bulan, dan keluar dari kota itu.Sebuah bola dengan warna ungu melesat ke arah Panj
Kota Terang Bulan, salah satu kota yang berada di pinggiran wilayah Benua Kuning, kota yang ramai, dikarenakan jadi kota tempat istirahat bagi orang-orang yang melintasi dua wilayah kerajaan benua.Panji yang baru tiba di kota itu kaget saat mendengar ada keributan, dan ternyata keributan itu lagi-lagi melibatkan tiga gadis dari padepokan Bunga Kasih.Tak ingin tiga gadis itu dapatkan masalah, Panji Sanjaya, yang merupakan reinkarnasi dari pendekar halilintar memilih untuk ikut campur.Brakkkkkkk!!Panji menendang pintu gerbang perguruan yang sudah tertutup, dan berjalan masuk ke dalam perguruan di tengah kota itu."Lepaskan tiga gadis itu, mereka sahabatku!" kata Panji Sanjaya.Seorang lelaki berikan kode agar anak buahnya menjauhkan tiga gadis itu, dan mendekat ke arah Panji."Anak muda, aku tak salahkan kau menjadi sahabat tiga gadis itu, namun kau sudah tak bisa berbuat apa-apa!" katanya pada Panji."Kenapa?" tanya Panji."Coba kau lihat tiga orang itu?" katanya sambil menunjuk ti
"Kalian juga terluka, coba kalian oleskan ini pada luka kalian!" kata Panji pada Kumala, dan Sari, rekan dari Bunga.Dua gadis itu tak menolak, dan oleskan ramuan cair yang sengaja Panji buat untuk mereka bertiga."Istirahatlah, aku yakin kalau butuh istirahat!" kata Panji."Terima kasih tuan Sanjaya. Jika bukan karena tuan kami bukan sudah mati!" kata mereka."Aku penasaran, bagaimana bisa kalian memiliki masalah dengan bandit sungai kalimayat itu?" tanya Panji."Semua itu berawal karena kami tak mau jadi gundik ketua mereka!" kata Kumala."Gundik ketua mereka?" ucap Panji."Iya!" jawab Kumala dan ceritakan apa yang terjadi antara mereka dan bandit sungai kalimayat.***Pagi itu, dari sebuah desa yang dilintasi oleh Sungai kalimayat, di desa yang bernama desa Tumbak.Dari sebuah padepokan yang hanya memiliki murid perempuan, padepokan Bunga Kasih.Dari pintu padepokan itu, keluar tiga murid dengan pakaian biru muda, pakaian khas dari padepokan itu.Mereka mendapatkan sebuah tugas un
"Ada apa?" tanya Panji dan hentikan laju kuda Pegasus yang awalnya akan masuk ke wilayah Benua Kuning."Lari anak muda, lari!" teriak tiga orang gadis dengan pakaian biru muda.Tiga gadis itu melesat ke arah Panji dengan gunakan ilmu meringankan tubuh yang tak terlalu tinggi.Dan di belakang tiga gadis itu, belasan orang datang mengejar mereka, dan kemampuan orang-orang itu berada di atas tiga gadis itu."Kita harus menolong mereka Pegasus!" kata Panji Sanjaya.Hiatttttt!!Panji hentakkan kakinya ke perut kuda Pegasus, dan mengumpulkan tenaga dalam di telapak tangannya."Pukulan petir biru!" ucap Panji Sanjaya.Haaaaaaaaaaa!!Pukulan dengan cahaya biru melesat dari telapak tangan Panji, dan itu mengarah pada belasan orang yang kejar tiga perempuan itu.Jeldaarrrr!!Ledakan yang sangat keras, menghentikan laju lari orang-orang yang ada di belakang tiga perempuan itu."Masuk ke dalam hutan, dan pulihkan kondisi kalian, aku yakin kalian terluka!" teriak Panji pada tiga perempuan itu.Mer
Pemilik kedai yang memiliki nama Ki Parman itu merenung karena ucapan Panji. Ucapan Panji itu memang tepat, ia tahu dimana lembah racun berada."Aku Sanjaya, paman. Aku mohon katakan dimana letak lembah itu, ini menyangkut hidup dan mati seseorang!" kata Panji pada pemilik kedai itu."Sanjaya, jika memang itu yang kau katakan, aku pun tak bisa larang dirimu kesana. Namun yang harus kau tahu, jika seseorang sudah masuk ke lembah racun, maka kemungkinan besar ia sudah jadi mayat!" kata ki Parman."Apapun itu akan aku lakukan, paman! Aku sangat ingin temukan rekanku itu!" kata Panji."Siapa?" tanya Ki Parman.Panji menceritakan semuanya, dan tak ada yang Panji tutupi termasuk penyesalan tentang kenapa dia tak mengaku pada Mayang siapa dirinya."Sepertinya kau mencintai gadis itu, Sanjaya?" tanya Ki Parman."Aku tak tahu apakah aku mencintai dia atau tidak, paman. Yang jelas aku ingin bertemu dengan Mayang!" kata Panji."Baiklah! Tapi asal kau tahu, ada tiga tempat yang dijuluki orang seb







