MasukSaat perusahaan sang ayah berada di ambang kebangkrutan, Anisa Kintara dinikahkan oleh ibu tirinya kepada Theo Pratama, seorang pria penguasa yang koma karena penyakit serius. Semua orang hanya menunggu waktu sampai Theo meninggal dan Anisa diusir dari Keluarga Pratama. Namun, tak disangka Theo terbangun dari koma.Menemukan dirinya telah memiliki seorang istri, Theo berkata dengan keji. "Anisa, bahkan jika kamu mengandung anakku, aku akan mencekiknya sampai mati dengan tanganku sendiri!"Ucapan itu membuat Anisa kabur. Sampai empat tahun kemudian, dia kembali dengan sepasang kembar genius menggemaskan.Sembari menunjuk ke foto Theo, Anisa mengultimatum kedua bocah mungilnya. "Kalau kalian bertemu pria ini, langsung lari! Kalau tidak, dia akan mencekik kalian sampai mati!"Di malam hari, bocah kecil Anisa pun meretas komputer Theo dan meninggalkan tantangan untuk pria itu. "Kalau kamu berani, sini cekik aku!"
Lihat lebih banyak"We'll exchange your blood with your sister's. Jenna will have your scent. She'll replace you and become Lionel's Luna." Mom said.
I was tightened in a surgery bed. There were belts restraining my entire body. Two doctors in surgical coats were standing by my bed.
One of them was holding a small, thick syringe while the other was applying medical alcohol to my arm.
"No! Lionel is my mate!" I screamed in tears. "What about me? What will happen to me?!"
That was ridiculous! Jenna would replace me to marry my mate?!
"You're too ordinary, too quiet. You can't be a good Luna. Lionel will eventually get bored of you and abandon you. This will threaten to break the relationship between our two Packs. But Jenna is different. She's born a rightful Luna.” Mom sighed and stroked my head, “Rylee, just stay with me, okay? Mom will protect you and find you your second chance."
"No!!!" Tears broke out from my eyes. "Please, Mom, just let me go! If you think I’m not good enough, I can change! Please don't give my blood to Jenna! Don’t let her marry my mate! I beg you!"
"Then, are you willing to give up on Lionel?" Mom softly touched my face.
I was willing to give up everything, but Lionel...
He was the only light in my life, he chose me, and he promised. I love him so much...
Mom sighed. She turned around and hinted at the doctor to start the operation. No matter how much I cried or begged, she never looked back at me again.
I felt the thick, cold needle piercing my veins.
From now on, I lost my scent, my mate, and even my name.
Sebelum mengirimkan foto-foto Wilona, Theo menuliskan beberapa kalimat di atasnya.[ Anisa, berikan aku 1 kesempatan lagi. ][ Satu kesempatan terakhir. ]Anisa menutup ponsel, lalu memejamkan matanya. Suara tangisan Sania terus bergema di dalam kepala Anisa.Karena emosi sesaat, Sania menceraikan Vanzoe, lalu meninggalkan Negara Legia dan bahkan memaki Vanzoe. Namun saat Vanzoe mau menikah lagi, Sania malah sedih dan menangis setiap hari.Siapa yang tidak menginginkan hidup tenang dan damai? Cinta adalah hal yang bisa membuat seseorang menjadi damai sekaligus gila.....Setelah meninggalkan Vila Starbay, Theo membuka ponselnya untuk mengecek pesan Anisa.Ternyata Anisa tidak membalas .... Meskipun tidak membalas, Theo yakin Anisa membaca pesannya.Theo tidak akan memaksa Anisa, dia sadar Anisa tidak akan memaafkannya dengan mudah. Theo hanya bisa bersabar dan berusaha.....Keesokan hari, Sania datang ke Vila Starbay dengan membawa banyak hadiah."Rasanya kembali seperti dulu," kata B
"Nggak masalah! Kakakmu ganteng dan pintar, pasti banyak gadis yang mengejarnya. Kalaupun nggak dapat wanita, masih ada pria," jawab Mike.Wilona langsung menutup mulutnya."Membosankan!" William meletakkan alat makannya dan pergi meninggalkan ruang makan.Setelah William pergi, Anisa juga merasa kenyang dan ingin beristirahat. Sesampainya di kamar, dia membereskan koper, lalu berbaring dan hendak tidur.Ketika Anisa hendak memadamkan lampu kamar, dia menerima belasan pesan dari Theo.Anisa tertegun, lalu membuka pesan yang dikirimkan. Ternyata Theo mengirimkan semua foto-foto Wilona saat bermain di taman hiburan.Anisa menyimpan beberapa foto yang cantik dan bergegas menutup pesan dari Theo.Anisa belum siap menghadapi Theo. Perpisahan kemarin membuatnya sangat terpukul, dia tidak bisa melupakannya begitu saja.Akhirnya Anisa menelepon Sania dan mengajaknya mengobrol. "Sania, aku sudah pulang.""Kamu sudah pulang?" Sania terdengar kaget."Em. Aku memutuskan pulang secara tiba-tiba, ja
Semua orang kaget melihat mobil Rolls-Royce milik Theo.Theo tahu bahwa Anisa masih marah dan tidak ingin menemuinya. Bukankah Theo memiliki ego yang tinggi, kenapa dia rela membuang semua harga dirinya dan datang dengan konsekuensi dimarahi Anisa?Sesaat Theo membuka pintu mobil, dia melihat Eden yang berlari keluar."Pak, sebaiknya Anda jangan masuk." Eden berbicara dengan canggung, "Anisa tidak mau menemui Anda. Aku juga ikut diusir."Sebenarnya kondisi di dalam tidak separah yang Eden ceritakan. Anisa tidak akan mempermasalahkan kejadian hari ini asalkan Eden mengusir Theo pergi.Jadi, Eden sengaja melebih-lebihkan agar Theo tidak memaksa masuk ke rumah Anisa."Dia tidak memarahi Wilona, 'kan?" tanya Theo."Tidak. Wilona masih kecil, Anisa tidak mungkin menyalahkannya. Pak, tenang saja, yang penting Anisa sudah pulang. Masih ada hari esok." Eden berusaha menghibur Theo. Theo mengerutkan alis. "Ucapanmu seolah aku ingin melakukan sesuatu terhadap Anisa.""Bukan begitu maksudku ....
"Kamu tahu sendiri karakter Pak Theo, dia takut sama Anisa," jawab Eden sambil menggaruk kepala.....Hari yang menyenangkan pun berakhir dalam sekejap mata. Setelah puas bermain, Theo mengajak Wilona, Mike, dan Eden makan malam bersama. Awalnya Mike tidak mau menolak karena Wilona pasti kelelahan dan kelaparan, tetapi tiba-tiba Anisa menelepon Mike.Sesaat mengeluarkan ponsel, Mike terkejut melihat nama Anisa yang tertera di layar. "Anisa telepon! Sst, kalian diam dulu.""Halo, Anisa?" Mike menjawab panggilannya. "Kamu mau melakukan panggilan video? Kami lagi di luar. Aku akan meneleponmu kembali begitu sampai di rumah.""Sekarang aku ada di rumah," kata Anisa dengan nada yang tenang, tapi mencekam. "Bawa Wilona pulang sekarang juga!"Mike tertegun mendengar ucapan Anisa. Sebelum Mike sempat menjawab, Anisa telah menutup teleponnya."Gawat!" Wajah Mike tampak memerah, jantungnya berdegup sangat kencang. "Anisa sudah pulang, dia ada di rumah. Anisa memerintahkanku untuk segera membawa
"Wilona, ayahmu nggak tahu kamu pergi ke taman huburan ini. Aku tidak akan memberi tahu ayahmu. Kita pergi dulu, kalau nggak seru, kita pindah tempat. Bagaimana?" tanya Eden.Wilona berpikir sebentar, lalu mengangguk sambil tersenyum."Jangan beri tahu ibumu, ya! Kalau ibumu tahu, dia pasti tidak akan
Ketika Eden menyiapkan makan malam, dia memberikan isyarat mata kepada Mike.Mike langsung mengangguk, lalu berkata kepada William dan Wilona, "Anak-anak, akhir pekan aku akan membawa kalian jalan-jalan.""Oke, oke! Paman, kita mau jalan ke mana?" tanya Wilona dengan antusias."Hari ini baru hari selas
William bersekolah di Akademi Darena, tempat para genius bersekolah. Meskipun memiliki uang, anak-anak dengan kecerdasan biasa tidak akan bisa bersekolah di tempat ini.Wilona tidak secerdas William. Kalaupun Wilona bersekolah di Akademi Darena, takutnya dia tidak sanggup mengikuti kurikulum yang ada
Ekspresi Bibi Wina berubah saat mendengar ucapan Anisa.Bibi Wina tertegun selama beberapa saat, lalu tersenyum canggung, "Kamu tidak hanya merindukan Thea, tapi juga Tuan. Hmm, kalau urusanmu sudah selesai, apakah kita sudah bisa pulang ke Negara Legia?"Anisa tidak ingin pulang secepat ini. William
Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
Peringkat
Ulasan-ulasanLebih banyak