Se connecterRenata Anggita, wanita berusia 28 tahun yang di benci oleh suaminya. Setelah diceraikan, dia kembali ke dalam dunia modeling. Sedangkan sang mantan suami jatuh cinta setelah perceraiannya dan kini terobsesi dengan mantan istrinya. Apakah Renata mau kembali dengan pria yang selalu menghina dan menyakitinya?
Voir plusReino mengikuti Abimana dengan tenang, tapi pikirannya tidak. Dia masih memikirkan keputusan bosnya yang melepaskan tiga orang itu pergi begitu saja. Reino pun membuka mulutnya karena penasaran. "Kenapa Bos melepaskan mereka begitu saja?"Abimana tidak menjawab, pria itu tetap berjalan dengan santai. Reino mengernyit.Mungkin bosnya nggak dengar atau nggak mau jawab. Reino yang nggak sayang nyawa pun mulai berceloteh lagi."Padahal jika Tuan sekali saja kasih perintah, video itu akan lenyap dari dunia ini termasuk orang yang bernama Nathan." Abimana berhenti di depan pintu ruang kerja. Pria itu berbalik, sorot matanya sedingin es. Reino tersenyum kaku.Niatnya ingin mencairkan suasana, tapi yang ada malah semakin menjadi beku."Kamu pikir aku takut? Atau aku bodoh?" Abimana bersedekap angkuh, kedua alisnya saling bertautan.Iris mata Reino melebar, "Bukan begitu!!"
Renata hendak menolongnya tapi tangannya di cekal. Kedua alisnya wanita itu menukik tajam."Lepasiin!"Sorot mata Abimana bergetar dan tampak putus asa, Renata sempat tertegun. Dia belum pernah melihat Abimana seperti ini. Tapi saat pria itu berkedip, mata hitamnya dipenuhi dengan obsesi. Keputusasaan yang tadi Renata lihat tampak seperti ilusi."Kamu nggak boleh nolong dia!" ujarnya dengan suara tertahan.Abimana menarik dan memeluknya dengan erat. Tapi Renata tidak menyerah, dia terus berusaha keluar dari pelukan pria gila itu."Aku bilang, lepasin!""Nggak!!!""Lepasin dia Abi!!!"Orang yang terakhir berseru itu adalah Nathan.Abimana tidak mau mengalah, "Pengawal!"Darma dari tadi berdiri saja karena tidak berani menyinggung pria berkuasa seperti Abimana. Dia hanya bisa pasrah melihat drama cinta segitiga yang penuh dengan kekerasan itu.Sekelompok pria berpakai serba hitam berlari
Ketiga pria di ruangan itu menoleh ke arah sumber suara. Suara yang merdu itu seperti duri yang menusuk telinga Abimana. "Nat ... " panggil Renata.Nathan tersenyum lembut.Tak! Tak!Langkah wanita itu begitu mantap dan ringan karena hari ini adalah hari kebebasannya. Akhirnya sebentar lagi Renata bisa bebas dari belenggu yang mengikat kakinya. Belenggu itu bernama Abimana. Cinta pertamanya yang seperti bisa racun.Renata berjalan mendekat. Wanita itu memakai gaun berwarna hitam semata kaki dengan belahan yang cukup tinggi dan menantang. Memperlihatkan kakinya yang ramping seperti kaki rusa. Rambut panjangnya di sanggul dan memperlihatkan pundaknya yang mulus. Dia memakai riasan tipis, cukup untuk menutupi wajahnya yang pucat.Tatapan Abimana pun menggelap, dia ingin sekali menampar pantat wanita itu karena turun dengan penampilan yang memukau saat ada tamu. Padahal tadi pagi dia masih seperti mayat hidup.
Renata mengangkat tangannya. Dia ingin memukul, tapi Abimana segera menangkapnya dan meremas pergelangan tangannya hingga lukanya kembali berdarah.Renata meringis kesakitan. Abimana merasa sesuatu yang lengket di tangannya. Dia pun melepaskan tautannya. Mata yang bergelora langsung padam saat melihat pergelangan tangan Renata kembali basah. Abimana merasa menyesal, dia pun mengumpat ."Sial!!!"Pria itu bangun dan mengambil perban dan obat. Dia duduk di tepi ranjang dan kembali membalut lukanya. Abimana juga sempat meniupnya beberapa kali agar lukanya tidak terlalu sakit. Pria Itu menunjukan kasih sayangnya. Namun Renata tidak lagi tersentuh karena sudah mati rasa. Alasan Renata mati rasa karena kebiasan Abimana, menyakiti lalu mengobati.Setelah selesai, Abimana menaruh kotak obat di atas nakas."Aku mandi dulu."Abimana mengelus kepalanya. Sudut mata Renata memerah bukan karena terharu tapi karena merasa dirinya begitu bodoh.Cintanya memang terlalu besar, tidak setara dengan c
Renata mendongak, rahangnya terasa sakit. Dia mengerutkan dahi dan tetap menatap pria itu dengan keras kepala.Abimana semakin kesal melihat wanita itu tetap keras kepala. Tanpa sadar cengkramannya semakin kuat seolah ingin menghancurkan rahang wanita sialan ini. Namun, mata hitamnya menangkap ses
"Wah!!! Semua wanita harus punya alat seperti ini. Benar-benar sangat berguna!" ujar Renata dengan puas. Wanita itu memandangi tongkat listrik mini anti pemerkosa dengan kagum.Di lantai yang dingin dan kotor, Abimana meringkuk. Tubuhnya kaku, wajahnya begitu muram. Pria itu pun mengeram, "Kamu!"S
Renata tertawa getir, matanya yang jernih tampak mengembun lalu berkata dengan nada mencibir, "Kita sudah tanda tangan surat cerai. Ibumu juga pasti sudah membawanya ke kantor catatan sipil. Kamu juga pasti akan segera menikah. Jika aku tetap tinggal denganmu, itu sama saja dengan berselingkuh. Aku
Renata yang tidak siap langsung terjatuh ke dalam pelukan pria itu. Matanya langsung bersitatap dengan mata hitam Abimana yang dingin. Wajah Renata pun memerah dan matanya melotot, "Kamu mau apa?"Abimana mencengkram pinggang wanita itu dan langsung menyeretnya keluar tanpa mengucapkan sepatah kata












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.