Home / Pendekar / Bangkitnya Warisan Dewa Iblis Terkuat / Bab 86 Markas Sekte Seribu Racun!

Share

Bab 86 Markas Sekte Seribu Racun!

Author: _PenaKaisar
last update publish date: 2026-06-24 09:07:10

‎"Tuan Muda? Apa yang baru saja terjadi disini? Hamba baru saja mendengar keributan dari atas atap!"

‎Xiao Fan menoleh ke bawah ketika melihat Lao Chen yang berdiri di halaman dengan lentera di tangannya, wajah tuanya menengadah ke atas dengan ekspresi cemas. Ia masih mengenakan pakaian tidurnya, dan rambut putihnya berantakan—tanda bahwa ia baru saja terbangun dari tidurnya.

‎"Paman Lao," panggil Xiao Fan dari atas atap. "Ada penyusup dari Sekte Seribu Racun tadi. Aku sudah mengurus mereka
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (1)
goodnovel comment avatar
Sabam Silalahi
makin seru
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Bangkitnya Warisan Dewa Iblis Terkuat   Bab 98 Pecahan Jiwa Seraphim dan Ashura Bagian 2

    Seraphim menghela napas panjang. "Kau masih sama seperti dulu, Qilin. Terlalu banyak bicara dan terlalu sedikit berpikir. Aku ingat saat kau masih kecil dulu. Kau selalu berlarian di taman surgawi, mengejar-ngejar burung phoenix sampai mereka marah dan membakarmu. Kau tidak pernah belajar dari kesalahan."‎‎Qilin menundukkan kepalanya. "Itu... itu sudah lama sekali, Senior. Itu sudah puluhan ribu tahun yang lalu. Dan sekarang aku sudah dewasa."‎‎"Kalau kau sudah dewasa, kenapa kau masih membuat masalah yang sama?"‎‎Qilin membuka mulutnya untuk menjawab, lalu menutupnya lagi. Ia tidak punya jawaban untuk itu.‎‎"Kalau kau tidak bisa menjawab, maka ini adalah hukumannya." Seraphim mengangkat tangannya. Asura melakukan hal yang sama. Dua ranta emas dan ungu melesat dari tangan mereka dan melilit tubuh Qilin. Rantai emas melingkari kaki depannya, rantai ungu melingkari kaki belakangnya dan meduanya mulai mengetat.‎‎"EH! TUNGGU! TUNGGU DULU! AKU SUDAH MINTA MAAF! TIDAK MUNGKIN KALI

  • Bangkitnya Warisan Dewa Iblis Terkuat   Bab 97 Pecahan Jiwa Seraphim dan Ashura Bagian 1

    Xiao Fan tidak menjawab. Ia masih terengah-engah ketika darah terus menetes dari bahunya yang terluka. Tapi ia menatap Qilin itu dengan mata yang tidak menunjukkan rasa takut. "Apa pedulimu? Kalau kau akan memakanku, makan saja. Tidak perlu banyak bicara."‎‎Qilin itu tertawa, “KEKEKEKE!” Suaranya seperti guntur yang berguling-guling di langit. "Kau berani juga untuk ukuran manusia. Baiklah, kalau begitu—"‎‎Ia membuka mulutnya lebar-lebar. Rahangnya menganga ketika memperlihatkan deretan gigi putih berkilat yang masing-masing sebesar pedang. Lidahnya yang berwarna biru kehitaman bergerak-gerak seperti ular yang siap menerkam. Xiao Fan bisa melihat bagian dalam tenggorokannya yang dipenuhi percikan listrik, satu gigitan saja dan dia tidak hanya akan hancur dikunyah, tapi juga terbakar dari dalam oleh petir surgawi.‎‎Tapi sebelum rahang itu menutup, sesuatu terjadi.‎‎Dari dada Xiao Fan, tepat di Dantian Emas dan Dantian Ungunya, cahaya emas cemerlang dan cahaya ungu gelap meleda

  • Bangkitnya Warisan Dewa Iblis Terkuat   Bab 96 Pertarungan Dengan Qilin

    Begitu kata-kata terakhirnya menggema di lembah, makhluk itu sudah melesat maju. Tubuhnya yang sebesar bukit kecil bergerak dengan kecepatan yang sama sekali tidak masuk akal untuk ukurannya, hingga sungai di depannya menguap seketika saat energi petir di tubuhnya menyentuh air. Uap panas mengepul ke udara ketika menciptakan kabut tebal yang langsung tersapu oleh gelombang kejut dari gerakannya.‎‎Kaki depannya yang besar menghantam tanah tepat di depan Xiao Fan. BRAK! Seketika tanah itu retak dan menciptakan kawah selebar lima belas meter. Batu-batu beterbangan seperti peluru, dan pohon-pohon di sekitarnya tumbang. Xiao Fan melompat ke samping ketika menghindari hantaman langsungnya, tapi tekanan angin dari sambaran itu tetap menghantam tubuhnya dan membuatnya terhuyung ke belakang.‎‎"Cepat sekali!" desisnya sambil menancapkan pedangnya ke tanah untuk menghentikan dirinya agar tidak terpental lebih jauh. "Bahkan dengan Mata Yin-Yang, aku hampir tidak bisa mengikuti gerakannya!"‎

  • Bangkitnya Warisan Dewa Iblis Terkuat   Bab 95 Qilin Petir

    Tiga hari telah berlalu sejak mereka meninggalkan Desa Huangshi. Perjalanan ke selatan semakin sulit karena hutan semakin lebat, jalanan semakin terjal, dan udara semakin dingin. Mereka akhirnya memutuskan untuk berkemah di tepi sebuah sungai kecil yang dikelilingi pepohonan tua. Air sungai itu jernih dan memantulkan cahaya bulan yang mulai naik di ufuk timur. Lao Chen sedang menyalakan api unggun, sementara Xuan'er membersihkan beberapa ikan kecil yang berhasil mereka tangkap untuk makan malam.‎‎Xiao Fan duduk di atas batu besar di tepi sungai ketika pedangnya tersandar di sampingnya. Ia menatap langit malam yang mulai dipenuhi bintang ketika Lao Chen memanggilnya. "Tuan Muda, makan malam sudah siap!" panggil Lao Chen dari dekat api unggun. "Hamba membuat sup ikan dengan bumbu seadanya. Rasanya mungkin tidak sebaik masakan di rumah, tapi setidaknya bisa mengisi perut."‎‎"Aku akan ke sana sebentar lagi," jawab Xiao Fan tanpa menoleh.‎‎Xuan'er berjalan ke arahnya dan duduk di bat

  • Bangkitnya Warisan Dewa Iblis Terkuat   Bab 94 Melanjutkan Perjalanan

    Pagi berikutnya ketika matahari terbit, awan-awan tebal menggantung di langit, seolah-olah alam sendiri sedang berduka untuk apa yang telah terjadi di Desa Huangshi. Xiao Fan berdiri di pemakaman darurat yang telah mereka gali semalaman, di hadapannya terdapat seratus delapan puluh lima gundukan tanah yang ditandai dengan batu-batu sederhana.‎‎Xuan'er berdiri di sampingnya ketika kedua tangannya terlipat di depan dadanya. Matanya masih sembab karena semalaman ia membantu membungkus jenazah-jenazah itu dengan kain-kain yang ditemukan dari rumah-rumah kosong. Lao Chen berdiri beberapa langkah di belakang mereka, kepalanya tertunduk ketika bibirnya bergerak-gerak dalam doa yang tidak terdengar.‎‎"Aku berjanji," kata Xiao Fan pelan, "Aku akan memastikan orang-orang yang melakukan ini membayar dengan harga yang setimpal."‎‎Ia berbalik dan berjalan menuju kereta. Xuan'er dan Lao Chen mengikutinya tanpa bicara.‎‎---‎‎Kereta bergerak meninggalkan Desa Huangshi saat matahari mulai na

  • Bangkitnya Warisan Dewa Iblis Terkuat   Bab 93 Api Suci Penyelamat

    ‎Xiao Fan berjalan keluar dari hutan dengan langkah berat. Pedang Bintang Jatuh miliknya sudah disarungkan kembali di pinggangnya, tapi pikirannya masih berpacu dengan pertanyaan-pertanyaan yang tidak terjawab. Lima mayat anggota Sekte Seribu Racun tergeletak di belakangnya, tapi tidak satu pun dari mereka yang bisa memberinya informasi yang ia butuhkan. Mereka semua dibungkam oleh seseorang yang bahkan lebih berbahaya dari mereka.‎‎Matahari sudah mulai condong ke barat ketika ia akhirnya tiba kembali di Desa Huangshi. Langit sore memancarkan warna jingga yang kontras dengan keheningan desa yang mencekam. Di kejauhan, ia bisa melihat Lao Chen sedang menimba air dari sumur desa, sementara Xuan'er berlutut di samping seorang wanita tua yang terbaring di beranda salah satu rumah.‎‎"Kakak Xiao Fan!" Xuan'er mendongak begitu melihatnya. Wajahnya menunjukkan kelegaan yang jelas. "Kau akhirnya kembali! Apa yang terjadi di hutan? Siapa yang kau kejar tadi?"‎‎"Mereka anggota Sekte Seribu

  • Bangkitnya Warisan Dewa Iblis Terkuat   Bab 78 Kekuatan Asli Xiao Ba!

    ‎"Xiao Ba, turun ke arena sekarang."‎‎Suara Kaisar Tianyu menggema ke seluruh tribun ketika perintah itu ia katakan.‎‎Xiao Ba berdiri di tribun Klan Xiao. Wajahnya semakin memerah karena menahan luapan emosi. Dan saat ia melangkah turun dari tribun, gerakannya semakin cepat.‎‎Langkah kakinya

  • Bangkitnya Warisan Dewa Iblis Terkuat   Bab 3: Secangkir Teh Beracun

    Ruangan kerja Elder Pertama—Xiao Ba—terletak di sayap timur kompleks Klan Xiao, jauh dari bangunan utama tempat para tetua biasanya berkumpul. Ini adalah pilihan yang disengaja; semakin sedikit orang yang tahu tentang urusannya, maka semakin baik. Sore itu, Xiao Ren masuk ke ruangan ayahnya dengan

  • Bangkitnya Warisan Dewa Iblis Terkuat   Bab 2: Bunga Es di Taman Plum

    Keesokan paginya.Di taman belakang, jauh dari hiruk-pikuk persiapan, Lin Yue duduk di bangku batu di bawah pohon plum yang mulai berbunga. Kelopak-kelopak putihnya berguguran tertiup angin pagi, menciptakan pemandangan seperti salju di musim semi. Di tangannya, sebuah teko porselen putih mengepulk

  • Bangkitnya Warisan Dewa Iblis Terkuat   Bab 1 Jenius Seribu Tahun

    Angin senja berembus pelan di puncak Menara Naga, menerbangkan rambut hitam legam Xiao Fan yang tidak diikat. Pemuda berusia tujuh belas tahun itu berdiri tegak di tepi balkon tertinggi, kedua tangannya bertumpu pada pagar batu giok yang sudah berusia ratusan tahun. Di punggungnya, tersarung Pedang

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status