Home / Young Adult / Bara di Hati Mikha / 11. Candle light dinner

Share

11. Candle light dinner

last update publish date: 2026-06-29 18:27:41

Mikhaila Ameera Violetta POV

Demi mengikuti saran Eyang Putri (Yuni), aku akhirnya menerima tawaran untuk candle light dinner bersama Ero. Jika bukan karena Eyang Putri, mana mau aku datang ke tempat ini. Aku heran kenapa Eyang Kakung (Hartono) memaksaku untuk menikahi Ero. Tidak tahukah Eyang bagaimana sisi feminim Ero sebagai laki-laki sangat terekspos dengan kuat. Aku masih bisa menerima jika diriku ini dijodohkan dengan laki-laki berandalan serta manly. Tapi kalo dijodohkan dengan laki-laki
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Bara di Hati Mikha   46. Sosok yang mencurigakan.

    Mikhaila Ameera Violetta POVSore ini aku bangun tidur dengan perasaan yang lebih baik daripada sebelumnya. Kini pelan-pelan aku bangun dari ranjang yang aku tiduri dan segera berjalan menuju ke arah kamar mandi. Aku cuci wajahku, kemudian menggosok gigi dan kemudian keluar lagi dari kamar mandi untuk menuju ke dapur.Saat sampai di dapur, aku membuka kulkas Maureen yang isinya sungguh membuatku geleng-geleng kepala. Bagaimana tidak, semua yang ada di sana sebagian besar adalah makanan cepat saji. Maureen benar-benar tidak jauh berbeda parahnya daripada aku dan Kania jika sudah menyangkut urusan dapur. Sama saja dengan aku dan Kania Maureen juga tidak terlalu pandai mengolah bahan-bahan masakan di dapur.Saat aku memikirkan apa yang bisa a

  • Bara di Hati Mikha   45. Pindah rumah bersama Mak Inung

    Bara Nareswara POVDengan sedikit mengiba bagai anjing jalanan yang minta dipungut, akhirnya Maureen mau mendengarkan dan membantu diriku. Tiga hari aku berjuang untuk terus memintanya agar menerima asisten rumah tangga Mama yang bernama Mak Inung untuk menjadi asisten rumah tangga di apartemen miliknya. Awalnya Maureen menolak karena ia sudah memiliki langganan jasa bersih-bersih apartemen tapi aku terus memaksanya agar menerima Mak Inung dengan berbagai alasan. Dari alasan yang logis hingga alasan yang sama sekali tidak logis. Bodo amat, namanya juga sedang berjuang meluluhkan tembok beton di hati Mikha. Apa saja akan aku lakukan demi Mikha dan calon anak kami yang ada di dalam rahimnya.Aku mengatakan kepada Maureen jika dirinya tidak perlu memikirkan gaji Mak Inung setiap bulannya. Aku yan

  • Bara di Hati Mikha   44. Akhirnya boleh pulang

    Mikhaila Ameera Violetta POVEmpat hari di rawat di rumah sakit ini, akhirnya aku sudah diperbolehkan untuk pulang. Seharusnya aku bahagia ketika mengetahui jika aku diperbolehkan untuk pulang ke rumah. Sayangnya tidak kali ini. Aku sedikit tidak bahagia dengan kabar itu. Karena aku tidak punya tujuan ke mana aku akan pulang selain ke apartemen Maureen. Aku bersyukur karena tidak ada pihak keluargaku yang datang ke sini selama aku di rawat. Rasanya semuanya lebih tenang dengan seperti ini walau mungkin bagi sebagian orang ini terdengar sangat mirip. Memiliki keluarga lengkap namun mereka mengabaikan anaknya yang sedang terbaring di rumah sakit.Kini bersama dengan Maureen yang tengah mendorong koper kecilku, aku mulai melangkahkan kakiku untuk keluar dari ruang perawatanku ini. Aku memilih unt

  • Bara di Hati Mikha   43. Ada yang aneh bin janggal

    Mikhaila Ameera Violetta POVAku cukup terkejut ketika melihat kamar yang aku tempati begitu luas dan mewah. Dengan sisa tenaga, aku bertanya kepada perawat yang mengantarkan aku pindah ke ruangan ini."Sus, ini yakin kamarnya kelas VVIP biasa?""Betul, kak. Ini kamar VVIP biasa."Aku mengernyitkan kening. Bagaimana bisa kamar ini sangat berbeda dengan kamarku yang VVIP di bangsal ibu hamil dan melahirkan tadi? Andai otakku secetek otak Maureen, mungkin aku akan percaya begitu saja dengan kata-kata perawat ini. Sayangnya otakku terlalu realistis untuk bisa menerima semua ini. Masa kamar lebih luas, fasilitas walau sama-sama lengkap tapi tempat ini terasa lebih modern, baru d

  • Bara di Hati Mikha   42. Mengalah demi Mikha

    Bara Nareswara POVAku sadar dan tahu jika diriku ini adalah laki-laki paling tak bermoral di seluruh dunia. Aku sudah menghamili wanita dan aku tidak pernah sadar jika wanita itu telah mengandung anakku. Lebih apesnya lagi bahkan wanita itu sangat membenci diriku saat ini.Sepertinya karma memang nyata adanya. Dulu aku tidak pernah merasakan hal-hal seperti ini di hidupku, namun saat ini? Ya, untuk pertama kalinya aku takut ada perempuan yang meninggalkan diriku selain Mama. Tidak peduli bahwa banyak perempuan yang mungkin lebih cantik, sexy dan memuja diriku daripada dirinya, tapi nyatanya aku tetap takut kehilangan Mikha. Dan ngenesnya itu tidak ada sangkut pautnya dengan dia yang merupakan calon ibu dari anakku.Apalagi saat

  • Bara di Hati Mikha   41. Pindah Kamar

    Mikhaila Ameera Violetta POVSialan, rasanya semua nama hewan yang ada di kebun binatang sudah keluar dari bibirku namun aku tetap masih merasa kurang puas. Oh, mungkin saja karena seharusnya aku menyebutkan nama-nama hewan itu di depan muka Bara, baru aku akan merasa puas. Aku tidak habis pikir, bagaimana bisa Bara dan Mamanya sampai di rumah orangtuaku? Untung saja Mama dan Papa sedang di kantor. Sayangnya tetap saja mereka bertemu dengan kedua Eyangku yang kebetulan sedang berkunjung ke Jakarta. Aku cukup shock setiap kali mengingat sambungan telepon dari Eyang Yuni sejam yang lalu."Hallo, Mik?""Hallo, Eyang. Tumben Eyang telepon aku, ada apa?""Kenapa kamu

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status