Accueil / Young Adult / Bara di Hati Mikha / 21. Bertemu dengan Prima

Partager

21. Bertemu dengan Prima

last update Date de publication: 2026-07-04 09:00:56

Bara Nareswara POV

Aku merasa cukup bahagia karena pada akhirnya Mikha bisa sedikit jinak kepadaku. Hal ini patut diapresiasi karena Mikha bukan wanita yang begitu mudah untuk aku taklukkan. Rasanya aku cukup menikmati berjalan-jalan sore menyusuri jalan demi jalan di kota gudeg ini hingga akhirnya Mikha berhenti di sebuah kedai jamu dengan tulisan <

Continuez à lire ce livre gratuitement
Scanner le code pour télécharger l'application
Chapitre verrouillé

Dernier chapitre

  • Bara di Hati Mikha   101. After Sex

    Setelah bermain dua ronde di dalam kamar mandi dengan satu kali di luar bathtub dan satu kali di dalam bathtub, aku dan Mikha kini memilih berada di atas ranjang berdua dengan tubuh yang tidak tertutup sehelai benangpun. Aku duduk sambil menyelonjorkan kedua kakiku sedangkan Mikha menjadikan pahaku sebagai bantal tidurnya. Karena posisinya ini, aku menjadi memiliki akses memainkan gunung kembarnya dengan sangat leluasa. Aku memelintir bahkan aku meremasnya sepuas yang aku mau. Mikha yang dalam posisi terlentang dengan kedua kaki dilipat ini kini sedang menonton blue film. Andai saja bukan tema tentang BDSM, mungkin saja aku akan mau menemaninya menonton dengan penuh antusias. Sungguh, aku tidak akan bisa menikmati permainan jika harus menyiksa pasanganku dengan cambuk atau rantai seperti itu. Yang ada bukannya kenikmatan yang di dapat tetapi rasa sakit karena penyiksaan hebat selama acara memuja sama satu lai

  • Bara di Hati Mikha   100. Istriku yang luar biasa

    Ceklek ...Aku membuka pintu kamar dan ternyata suasana kamar sore hari ini cukup sepi. Aku segera masuk ke dalam kamar dan aku memanggil Mikha karena aku dia sudah pulang ke rumah. Jangan berpikir jika aku ini cenayang. Aku bisa mengetahuinya dari mobil HRV putihnya yang terparkir di halaman rumah."Yang... Kamu di mana?"Tidak ada jawaban. Kini aku memilih menaruh dua paket belanjaan Mikha di atas meja dan aku berjalan menuju ke arah kamar mandi. Saat sampai di sana, aku buka pintu kamar mandi dan ternyata pemandangan pertama yang aku dapatkan kali ini membuatku tersenyum puas. Ada sosok Mikha yang sedang berendam di dalam bathtub dalam keadaan naked. Aku bisa melihat seluruh bentuk tubuh indahnya itu di bawah air.

  • Bara di Hati Mikha   99. Titipan Paket

    Bara Nareswara POVAku cukup heran dengan pesan yang Mikha kirimkan kepadaku sekitar satu jam yang lalu. Kini bahkan ia sudah mengirimkan lagi notifikasi jika paket belanjaannya sudah sampai di pos satpam. Aku hanya bisa menghela napas panjang ketika dia sudah mengirimiku chat bertubi-tubi.Mikhaila : Bar, masih di rumah enggak?Mikhaila : Bar, paket aku sudah di terima pak Pur. Kalo masih di rumah tolong ambilin, ya?Mikhaila : jangan diintip apalagi dibuka lho paketnya.Aku mencoba menarik napas dalam-dalam dan pelan-pelan aku embuskan perlahan. Sumpah, tidak biasanya

  • Bara di Hati Mikha   98. Imajinasi Maureen yang ingin aku wujudkan

    Mikhaila Ameera Violetta POVSelesai sudah rangkaian acara resepsi pernikahanku dan Bara tiga hari lalu. Kini kami mulai disibukkan lagi dengan persiapan acara tasyakuran empat bulanan kandunganku. Sebenarnya aku dan Bara hanya ingin menggelar acara pengajian kecil-kecilan di rumah kami saja, namun kedua orangtuaku memaksa untuk melakukan semuanya di rumah mereka. Aku mencoba menolak beberapa kali namun yang terjadi justru Mama yang tidak terima dengan semua ini. Daripada terjadi konflik hanya karena masalah sepele seperti ini, Bara memintaku untuk mengalah saja kepada Mama. Jika bukan karena Bara yang memintaku mengalah, mungkin aku juga tidak akan mau mengalah kepada Mama, meskipun Mama adalah ibu kandungku. Lagipula bukankah seharusnya kami melakukan acara ini di rumah kami? Toh, kami sudah menikah dan memiliki tempat tinggal sendiri?

  • Bara di Hati Mikha   97. Resepsi pernikahan

    Bara Nareswara POVAlhamdulillah, akhirnya aku dan Mikha sudah sah menjadi suami istri yang diakui oleh negara serta agama sekitar setengah jam yang lalu. Kami juga sekarang sudah memiliki buku bersampul Garuda dan bisa memamerkannya. Minimal dipamerkan kepada Maureen dan Kafka. Eh, tunggu-tunggu, kepada Kania juga bisa, karena dia juga belum memiliki buku ini, meskipun sebulan lagi dia juga akan memilikinya.Kini saat kami sudah berada di suite room hotel, ternyata kami tidak bisa langsung berganti pakaian. Pihak fotografer memilih mengabadikan momment ini hampir lima belas menit lamanya. Baiklah, aku tidak masalah karena ini bukan waktu yang lama, tapi bagi Mikha yang tengah berbadan dua ditambah dirinya juga sedang memakai riasan paes ageng, aku takut ia merasa kepalanya b

  • Bara di Hati Mikha   96. Hari yang ditunggu

    Mikhaila Ameera Violetta POVAku menatap penampilanku di depan cermin yang ada di suite room hotel tempat aku dan Bara akan melangsungkan ijab qobul ulang agar kami mendapatkan buku dengan gambar Garuda. Aku tersenyum kala mengingat apa saja yang kami lalui hingga akhirnya kami berada di titik ini bersama. Titik di mana pada akhirnya kami sama-sama telah selesai dengan pencarian kami.Kami bisa sama-sama merasa bahagia menjalani kehidupan baru ini mungkin karena kami tidak pernah mengumbar kemesraan di depan semua orang. Jangankan di depan keluargaku, di depan sahabatku saja aku tetap menjaga jarak dengan Bara. Sampai-sampai mereka berpikir bahwa aku masih terpaksa menjalani biduk rumah tangga ini dengan Bara. Aku tidak pernah mau mengklarifikasi hal-hal seperti itu pada mereka. Hubun

Plus de chapitres
Découvrez et lisez de bons romans gratuitement
Accédez gratuitement à un grand nombre de bons romans sur GoodNovel. Téléchargez les livres que vous aimez et lisez où et quand vous voulez.
Lisez des livres gratuitement sur l'APP
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status