LOGINAku akan menikah, tetapi pacarku yang telah bersamaku selama sembilan tahun masih belum tahu. Karena mantan pacarnya telah bercerai dan pulang ke tanah air, dia sibuk membantu mantan pacarnya mengatur segala urusan, terus menjadi ksatria baginya. Begitu mereka bertatapan, tatapan mereka langsung saling terhubung, seolah-olah menemukan kembali perasaan saat mereka dulu sedang jatuh cinta. Demi menyambut kepulangan mantan pacarnya, dia sampai menerbangkan 9.999 mawar untuk menghias ruangan. Katanya itu adalah janji yang pernah dia berikan kepada mantan pacarnya dulu. Dia pun lupa bahwa aku memiliki alergi serbuk bunga yang parah. Saat dibawa ambulans dan tersadar setelah diselamatkan, hal pertama yang kulakukan adalah mengirim pesan kepada orang tuaku, meminta mereka membantuku mengatur pasangan untuk menikah.
View More"Irish, maafkan aku, aku salah. Tolong kembalikan Leo padaku. Aku nggak bisa hidup tanpa Leo. Mantan suamiku menemukanku lagi, dia bilang akan datang menjemputku. Aku nggak bisa hidup tanpa Leo, aku mohon padamu!""Cincin ini aku yang diam-diam ambil. Leo nggak tahu. Aku kembalikan padamu. Ke depannya aku nggak akan muncul lagi di hadapanmu. Tolong buatkan surat pencabutan tuntutan untuk Leo, biarkan dia keluar."Kakakku ingin menarik Raisa, tetapi Raisa tidak bergerak. Dengan keras kepala, dia tetap berlutut di depan mobil. Aku agak tidak tega melihatnya. Aku hanya ingin semuanya cepat berakhir.Aku memberikan surat pencabutan tuntutan itu padanya. Raisa membungkuk memberi hormat padaku. Aku pun menaikkan kaca mobil dan pergi.Di lokasi pernikahan, Ayah meletakkan tanganku ke tangan Luigi, lalu menepuknya pelan. Aku hampir menangis.Ini adalah pernikahan yang sudah berkali-kali kuimpikan, hanya saja pengantinnya bukan lagi Leo. Menatap Luigi di depanku, aku merasa ke depannya aku akan
Aku menatap matanya, lalu menggeleng."Irish, kamu masih marah padaku? Semua ini salahku, maafkan aku ya. Bukankah kita sudah berjanji untuk menua bersama?""Kalau kamu ingin nikah, kita nikah besok! Sekarang aku melamarmu! Menikahlah denganku, Irish!"Sambil berkata demikian, Leo mengeluarkan sebuah cincin, lalu berlutut dengan satu kaki di lantai. Dia berlutut di atas pecahan kaca yang berserakan, tetapi seperti tidak merasakan apa pun."Irish!" Luigi datang.Begitu melihat Luigi muncul, Leo semakin seperti orang gila, hendak menyerbu untuk menarikku."Jauhkan dirimu darinya!" Luigi menarikku ke belakangnya dan berdiri di depanku."Irish, kita sudah bersama sembilan tahun! Kita pernah begitu bahagia, punya begitu banyak harapan dan janji tentang masa depan. Apa hanya karena dia kamu jadi membuangku? Irish, kamu nggak boleh memperlakukanku seperti ini!" kata Leo.Aku tertawa dingin. Jelas-jelas dialah yang membawa Raisa dan menghancurkan hidupku, tetapi sekarang dia justru terus-mener
Keesokan harinya, mataku yang merah dan bengkak membuat perias pengantin di butik terkejut. Butuh waktu lama mengompres dengan es sebelum bengkaknya turun.Gaun pengantin itu sudah lama Ibu minta orang untuk mendesainnya. Terlihat seperti mimpi, indah dan memukau.Luigi bahkan menatapku sampai terpesona. Kakak mendorongnya sedikit, barulah dia tersadar dan berulang kali mengatakan kalau aku terlihat cantik.Kakak tak sabar memotretku, lalu mengunggahnya ke media sosial.[ Tanpa filter, jepretan langsung! Sehari dibuat terpana oleh kecantikan adikku! ]Menikah benar-benar bukan hal yang mudah. Hanya mencoba gaun pengantin saja sudah membuatku kelelahan.Saat aku pusing berganti-ganti pakaian, tiba-tiba terdengar suara dari pintu. "Permisi, siapa di sini yang namanya Bu Riri? Ada pesanan makanan.""Aku," jawabku refleks.Kurir menyerahkan pesanannya, mengambil foto, lalu pergi.Setelah orangnya pergi, aku bertanya ke sana sini, tetapi tidak ada yang tahu siapa yang memesan. Ini membuatku
"Kita mau ke mana?" tanyaku setelah beberapa saat."Pergi cari anabul lucu yang bisa menyembuhkanmu," sahut Luigi.Luigi membawaku ke tempat penampungan hewan terlantar miliknya. Dia meletakkan satu kantong makanan kucing ke tanganku. Sudah waktunya memberi makan malam.Hewan-hewan di sini sama sekali tidak terlihat seperti hewan liar atau yang ditelantarkan. Semuanya sangat bersih dan setiap ekor sangat menyukai Luigi.Melihat Luigi kewalahan menurunkan seekor anak kucing yang berusaha memanjat ke punggungnya, aku tak bisa menahan tawa.Suasana hatiku jauh lebih rileks. Aku duduk di bangku panjang. Ada kucing yang cukup berani. Dia mendekat, lalu menyusup ke dalam pelukanku, mengeluarkan dengkuran nyaman.Luigi juga duduk di sampingku. Kami bersama-sama menatap bulan purnama di langit."Tante sudah menceritakan semua tentangmu kepadaku. Kamu menyesal meninggalkannya?" tanya Luigi."Nggak." Suaraku pelan, tetapi sangat tegas."Kalau begitu, aku nggak akan melepaskanmu. Aku nggak akan m












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.