Share

11.B

Parni memuntahkan isi perutnya di kamar mandi. Matanya sampai berair, perutnya juga perih akibat muntah yang tak kunjung reda.

"Mbak, kamu sakit?" tanya Luna sembari mengetuk pintu kamar mandi.

"Iya, nih masuk angin. Orang kelonan sama air cucian melulu," sahut Parni sambil mencuci wajahnya.

Kleek...

Pintu kamar mandi terbuka. Tampak Luna mengulum senyum atas jawaban Parni tadi.

"Saya ada tolak angin, mau ga?" tawar Luna.

"Tolak miskin ada gak?" tanya Parni.

"Ha ha ha ..., Mbak Parni bisa aja. Itu mah saya udah duluan habisin kalau ada obat tolak miskin," jawab Luna sambil terkekeh.

"Ya sudah, mau deh," kata Parni. Luna mengambil dompet berukuran sedang dari dalam tasnya, lalu mencari obat tolak angin di sana.

"Nih, minum Mbak!" titah Luna.

Parni menerima

Bab Terkunci
Membaca bab selanjutnya di APP

Bab terkait

Bab terbaru

DMCA.com Protection Status