Share

Bab 209

Author: Lailiela
last update publish date: 2026-05-24 11:33:20

Sehingga ketika waktu mulai berganti sinar matahari mulai memiring ke arah sisi gedung, memanjang sampai ke area bangku tempat Bayu beristirahat.

Sinar matahari sampai mengenai wajahnya karena Bayu masih memejamkan mata. Namun, sekarang ia sudah bengun tetapi dengan wajah bingung saat ke sekeliling ternyata ...

“Bayu kamu sudah bangun?” Clara berjalan ke arahnya sambil membawa sekaleng minuman dingin.

Saat sampai di depan Bayu, Clara menempelkan kaleng minuman yang
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Batu Akik Penakluk Wanita    Bab 321

    Ketika tangan Sandro sudah sampai menyentuh pundak Bayu, seketika pria tua yang dikejar Bayu menghilang ketika ia sempat menoleh ke belakang pada Sandro.“Bayu, aahh … kamu ngikutin siapa sih. Sampai berjalan sejauh ini?” Nafas Sandro sudah ngos-ngosan ia segera mengatur nafasnya perlahan. Lalu melihat ke depan tempat Bayu menghadap.“Aku tadi sedang mengejar seorang pria tua …!”Pandangan Bayu seketika menyapu sekeliling mencari pria tua tadi. Namun, ternyata tidak ada siapapun di sana sehingga membuatnya merasa aneh karena pria itu dengan cepat sudah meninggalkan dirinya.“Pria tua? Pria yang mana, aku tidak melihat siapapun sejak tadi!” bantah Sandro.Membuat Bayu jadi semakin kebingungan karena jelas-jelas tadi ia sedang mengejar seorang pria tua. Namun, Sandro baru saja mengatakan tidak ada siapa-siapa di sana sejak tadi.“Aku … ya, aku rasa aku keliru. Mungkin tadi salah lihat.”Wajah Bayu langsung menund

  • Batu Akik Penakluk Wanita    Bab 320

    “Nggak kok, tapi karena itu kita kecil jadi tidak akan seramai ibukota tempat kita tinggal ini. Jadi sebaiknya kita harus bersiap-siap yang lain boleh pergi bersiap kecuali Bayu.”Sandro sengaja membiarkan Bayu tinggal bersamanya untuk bicara karena Bayu baru saja datang dan pasti belum mendengar informasi lainnya yang terlewat.Setelah yang lainnya bersiap untuk membawa barang bawaan seperti baju ganti atau keperluan lain untuk di jalan.Di ruang tengah masih tersisa Sandro dan Bayu masih berbicara berdua.“Jadi misi ini sebenarnya punya tim lain?” tanya Bayu.Setelah mendengar penjelasan dari Sandro mengapa mereka tiba-tiba mendadak menjalankan misi.Sedangkan Sandro menganguk sambil menjawab, “Iya mereka menyerahkan misi itu kepada kita karena Kapten bilang mereka tidak bisa menyelesaikannya. Semua aggota mereka tidak sanggup menyelesaikannya misi ini jadi kita akan ambil alih.”“Baikal, kalau gitu aku akan bersiap ju

  • Batu Akik Penakluk Wanita    Bab 319

    Esok harinya Bayu baru saja mendapatkan notif m-banking dari ponselnya gajinya baru saja masuk. “Yes! Akhirnya gajian juga!” Bayu membagi uang untuk keperluannya lalu sisanya ditabung.Jadi ia hanya menarik uang yang diperlukannya ke mesin ATM terdekat. Setelah itu Bayu keluar dari tempat pengambilan uang ia berjalan menuju halte bus terdekat dengan berjalan kaki.Detik berikutnya bus berhenti tepat di depannya, ia pun naik dan duduk di kursi penumpang. Di dalam bus tidak terlalu ramai hanya ada beberapa penumpang dan masih ada kursi yang kosong.Saat bus mulai melaju Bayu sibuk menatap layar ponselnya. Ia sebenarnya sedang berpikir sambil mengingat nomor telepon Mila karena di ponsel baru itu tidak ada kontak Mila ataupun Rara. Nomor itu sudah disimpan di lagi ke ponselnya setelahnya barulah Bayu mencoba untuk menelpon sekalian mau mengetes apakah nomor yang ditulisnya barusan itu benar atau tidak.“Halo, Mila!” ucap Bayu lebih dulu ketika telepon telah tersambung.“Eh, Bayu! Ini n

  • Batu Akik Penakluk Wanita    Bab 318

    “Eh, kamu udah sampai. Yang lainnya masih di dalam ya?” tanya Joni saat baru masuk ke dalam mobil bersama Bayu. “Iya karena aku sudah diperiksa oleh mereka lebih awal sebelumnya.” Sandro memeriksa caliman snak kentang dibawanya dari rumah. “Kalian mau?” tawarnya saat sudah membuka bungkusan makanan ringan itu. Joni dan Bayu pun mengambil tanpa rasa sungkan. Mereka menunggu tiga temannya yang masih ada di dalam dengan santai sambil makan snak. Karena tiga temannya masih diperiksa untuk mencari pelaku dari penembakan tersangka narapidana yang melarikan diri itu. Namun, tidak ada bukti apapun setelah mereka bertiga selesai diperiksa hingga akhirnya mereka pun dilepaskan. Ketiganya pun kini berjalan santai lalu masuk ke dalam mobil tanpa hambatan lagi. “Dion beritahu Kapten kalau kita sudah menyelesaikan misi!” Sandro menoleh ke belakang, lalu ke samping dan memberikan cemilannya pada Ri

  • Batu Akik Penakluk Wanita    Bab 317

    Tubuh target langsung jatuh di tempat dengan luka tembak di dadanya membuat karpet permadani berlumuran darah hingga lantai.Semua orang-orang sekitarnya berlarian setelah melihat seseorang tergeletak dengan luka tembakan. Mereka melihat ke arah jendela kaca yang pecah dan semakin menghindarinya lali segera berlarian keluar.“Ahh … tolong! Cepat, telpon bantuan seseorang terluka!” terima seorang staff yang berlari menjauhi tubuh yang sudah tidak bernyawa itu. Mereka tidak tahu kalau pria yang sudah tertembak itu sudah mati.Sementara itu Bayu yang berada di gedung sebelah, segera mengemasi semua barang-barangnya. Ia memabawa semuanya tanpa terkecuali satupun agar tidak meninggalkan jejak bukti jika dilakukan pemeriksaan di gedung itu nanti.Senapan yang dipakainya tadi langsung dibongkar lagi agar bisa muat saat diletakkan di dalam tas. Setelah itu ia pun memasukkan teropong yang digunakannya tadi.Tangan Bayu bergerak dengan sangat cepat

  • Batu Akik Penakluk Wanita    Bab 316

    Stevia kembali berhenti ia bingung harus bertanya bagaimana agar tidak mengungkapkan apa yang dikatakan Farhat tadi. Tapi ia juga penasaran apakah Bayu sebenarnya sudah tahu hal tersebut atau tidak. “Tidak, dia tidak menemuiku. Apa mungkin dia sudah melakukan sesuatu terhadapmu dan bayi kita?” Bayu yang sedang duduk kini langsung berdiri. “Tidak, dia mengatakan akan membiarkan anak ini akan dibiarkan. Dia bilang kalau anak ini bisa tinggal dan dirawat di keluarga Pratama tapi dengan satu syarat.” “Apa syaratnya?” tanya Bayu. “Ayah dari anak ini harus dirahasiakan kalau ini adalah anakmu. Dan apa kamu tidak tahu sesuatu tentang keluarga Pratama?” Sebisa mungkin Stevia ingin mencari tahu apa Bayu tahu kalau ayah kandungnya adalah Farhat Pratama. Bayu berpikir sejenak, tetapi tetap saja apapun itu ia tidak tahu apa-apa mengenai keluarga itu. “Tidak, aku tidak tahu apa-apa. T

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status