Share

Bab 89

Author: Lailiela
last update publish date: 2026-03-25 09:30:27

Saat matanya menatap ke kerumunan ternyata terlihat Basri baru saja datang, Dia terlihat berjalan cepat sambil melihat ke kanan dan ke kiri seolah sedang mencari sosok yang dicarinya.

Lalu saat pandangannya melihat ke depan ia melihat Bayu yang berdiri tepat di hadapannya.

“Ah, Bayu. Akhirnya aku nemuin kamu di sini! Oh ya, aku dengar kamu datang ke sini dengan sama orang itu. Apa … dia itu si Nona seperti dugaanku?”

Meski nafas Basri masih ngos-ngosan tapi ia teta
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Batu Akik Penakluk Wanita    Bab 186

    “Tidak apa-apa, hanya bengong sesaat aja kok! Tadi kamu bilang apa?”Bayu kembali mengulang kata, “Itu … aku akan keluar cari angin sekalian beli minuman dingin. Terus aku akan menunggu di bawah sampai kamu pulang kerja.” Mendengar ucapan Bayu Stevia langsung mengangguk. “Baiklah, nanti aku langsung turun saat sudah jam pulang.” “Kalau gitu aku cabut dulu,” jawab Bayu.Stevia hanya mengangguk melihat Bayu sampai keluar dari pintu. Ia pun langsung lanjut menyelesaikan pekerjaannya.Di luar Bayu melewati beberapa meja pekerja yang masih sibuk di kantor, mereka tidak ada yang melihat ke arah Bayu karena mata hanya tertuju pada layar. Hingga sampai di lantai satu Bayu berdiri di depan mesin penjual minuman otomatis. Tangannya memasukkan beberapa uang koin lalu menekan tombol ke arah minuman yang diinginkannya.Klik!Kaleng minuman dingin itu menggelinding dan jatuh ke bawah. Tangan Bayu pun merogoh masuk ke dalam

  • Batu Akik Penakluk Wanita    Bab 185

    “Iya Non, aku bangun siangan pagi ini. Mungkin kecapean,” jawab Bayu santai.Mendengar Bayu yang kecapean Stevia langsung merasa kalau itu karena dirinya semalam. Seketika itu membuat wajah Stevia jadi memerah ia menjadi tidak bisa menelan sarapannya.“Ekhem, aku rasa sudah kenyang. Aku akan naik mengambil tas dan segera persiapkan mobilnya ya. Bayu!”“Siap Nona!” Bayu meraih roti yang tadi dipintanya.Sri memberikannya roti isi sandwich dengan isian ada daging dan telur. Bayu dengan cepat menggigit sisi roti dengan cepat dan terus mengunyahnya. Ia meraih botol tumbler yang sudah diisikan air sebelumnya.Lalu bergegas membawa roti digigit di mulut dan tumbler di tangannya. Bayu bergegas ke garasi mobil.“Eh, tumben kamu lambat biasanya udah ada di sini duluan daripada aku,” ucap Pak Jo sambil memberikan kunci mobil pada Bayu. “Hah iya,” jawab Bayu dengan mulut terisi penuh. Ia segera menelan makanan yang sedan

  • Batu Akik Penakluk Wanita    Bab 184

    Dari dalam perut Selvi bisa merasakan milik Bayu memenuhi lubangnya. Selain panjang dan tebal ternyata di dalam ukurannya bisa berubah jadi semakin membesar meskipun tidak berlebih-lebihan. Tapi Selvi merasakan sangat sesak hingga ingin rasanya ia muntah.Sedangkan yang dirasakan Bayu dinding dalam Selvi sedang menyempit dan menekan dirinya dari dalam. Belum lagi mereka juga sudah seminggu tidak berhubungan membuat milik Selvi jadi lebih sempit karena tidak dijamah Bayu.“Ahh … sial, ini terasa semakin nikmat! Jika punya Stevia terasa longgar meski dia sangat pandai mengencangkannya. Tapi harus aku akui punyamu terasa lebih menggigit, ahh ini benar-benar membuatku gila!” Bayu yang terus menggoyangkan pinggulnya masih menghentakkan miliknya dengan keras sambil mengusap rambutnya ke belakang.Dari bawah Selvi melihat wajah dan tubuh Bayu yang sedang berkeringat malah membuatnya semakin terpesona. Sosok pria tampan yang sedang berada di atasnya membuat Selvi

  • Batu Akik Penakluk Wanita    Bab 183

    “Haangghh … aahh, ahnghh! Bayu, aku mau keluar!” desahan di mulut Stevia sudah tidak bisa lagi ditahan-tahan.Tepat disaat Stevia baru akan merasa klimaks Bayu tiba-tiba menghentikan gerakannya dan mencabut miliknya dari dalam sana. Bayu membalik tubuh Stevia menelentangkannya menghadap ke arahnya.Stevia merasa kosong di dalam sana, ia yang tadinya merasakan sesak dengan penuh kenikmatan kini harus berhenti membuatnya tidak puas.“Kenapa berhenti? Aku belum klimaks!” protes Stevia dengan wajah cemberut.Akan tetapi, Bayu tidak menjawab ia hanya diam sambil membuka lebar-lebar kedua kaki Stevia, Bayu kembali memasukkan benda pusakannya menusuk lebih dalam secara tiba-tiba.“Uhh … hmmh!” Baru saja Stevia akan mengeluarkan desahannya Bayu langsung mencium Stevia di saat itu juga. Sehingga membuat suara desahan Stevia berhenti.Sebagai gantinya Bayu menghujam area sensitif Stevia dengan batangnya. Karena terasa basah dan b

  • Batu Akik Penakluk Wanita    Ban 182

    “Hnnggh …! Haah!” Nafas Stevia mulai terengah-engah padahal dia yang selalu membanggakan diri ketika berciuman dengan pengalamannya yang cukup banyak. Namun, di hadapan Bayu ternyata dirinya bisa kalah. Kepiawaian Bayu dalam berciuman sangat menakjubkan. Padahal setahu Stevia dulu Bayu masih merasa sangat canggung ketika mereka berciuman. Seolah masih belum berpengalaman. Namun, bagaimana bisa dia menjadi lebih pandai. Mungkinkah Bayu sering melakukan ciuman atau berhubungan dengan wanita lain di belakangnya? Pikiran Stevia penuh tanda tanya sehingga membuatnya tanpa sadar mengerutkan alis. Ia juga menjadi tidak fokus saat berciuman dengan Bayu.Sedangkan Bayu yang menyadari kalau Stevia memang tidak fokus. Ia pun segera menekan belakang leher Stevia lebih dekat membuat ciuman mereka terasa lebih dalam.“Haah … hah, hngmmh!” Stevia hampir kewalahan menghadapi ciuman Bayu yang semakin lihai.Tangan Stevia memukul dada bidang Ba

  • Batu Akik Penakluk Wanita    Bab 181

    “Apa Nona? Kamu kenapa memang—”“Shuut …!” Potong Bayu. “Bagaimana jika nanti mereka datang dan melihat, terus mendengar aku yang memanggilmu dengan sebutan kamu bukan Nona. Mereka akan menganggap aku tidak sopan.”.Apa yang dikatakan Bayu itu masuk akal bagi Stevia setelah mendengarnya. “Iya juga ya, kalau begitu panggil nona saja.”“Nah kalau begitu minggir, biar aku yang masakin mi nya. Kayaknya dari tadi masaknya nggak selesai-selesai.” Bayu melangkah maju sampai depan kompor gas.Dengan menggeser Stevia yang tadinya menguasai area dapur. Jadi Bayu berdiri menggantikannya di sana.“Tadi aku sempat bingung bumbunya duluan yang dimasukkan ke panci atau mienya duluan?” Sambil menggaruk lehernya Stevia tersenyum canggung atas ketidak tahuannya dalam memasak mie instan.“Ini bumbunya nggak dimasukin ke dalam panci tapi cukup mie nya aja. Kalau bumbu ini cukup dibukan dan dituangkan ke dalam mangkuk mie.” Bayu menjelaskan

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status