공유

Bab 2

작가: Rembo
“Oh… ibu….”

Reaksi ibu yang begitu tiba-tiba membuatku tak bisa menahan diri hingga seluruh tubuhku menegang.

Namun tepat di saat rasa nikmatnya hampir membuatku melampiaskannya, ibu tiri malah mendadak mendorongku dengan kuat.

Wajahnya memerah, tubuhnya gemetaran, tapi dia langsung bergegas jalan ke depan tanpa menoleh.

“Calvin… kita harus naik kereta sekarang….”

Ibu tiri berjalan seolah sedang melarikan diri menuju celah di antara kerumunan di depan.

Hal itu membuat benda milikku yang tadinya dijepit erat oleh bokongnya mendadak terasa hampa dan hatiku pun tak bisa dipungkiri merasa agak kecewa.

Aku menatap punggung ibu tiri dengan tatapan tak puas.

Namun tiba-tiba menyadari, entah sejak kapan muncul bercak basah yang samar di rok span ibu tiri.

Ternyata ibu tiri bukan tak merasakan apa-apa padaku.

Sebenarnya dia sudah terangsang!

Melihat itu, aku begitu gembira sampai rasanya hampir gila.

Saat aku masuk ke dalam kereta, ibu tiri sudah menemukan tempatnya.

Posisinya berada di ranjang atas. Begitu melihat aku masuk, dia langsung memanjat ke atas seolah sedang menghindariku.

Namun, yang tak kusadari….

Saat dia memanjat tangga ke atas, pemandangan indah di balik rok spannya malah terpampang sepenuhnya di depan mataku.

“Perlu kubantu, bu?”

Aku reflek menjilat sudut bibir dan bagian bawah tubuhku yang memang sudah membesar, tanpa sadar menjadi semakin tegang dan mengeras.

Mungkin karena kejadian tadi terlalu canggung, dengan wajah memerah ibu tiri menolak niat baikku dengan halus.

“Nggak perlu, Calvin….”

Ibu tiri pun berbaring sendiri.

Selama setengah hari berikutnya, kami pun tak saling berbicara lagi.

Namun, aku menyadari dia yang berbaring di ranjang atas, sesekali mencuri pandang ke arahku.

Jangan-jangan ibu tiri juga menyukai sensasi menantang seperti tadi?

Aku hanya berpikir dalam hati, tak berani bertanya lebih lanjut. Sampai akhirnya saat hendak tidur malam harinya, dia tiba-tiba menjerit kaget, barulah aku membuka mata.

“Ada apa, bu?”

“Nggak apa-apa, Calvin. Tadi keretanya agak berguncang, air jadi tumpah ke ranjang.”

Ujar Priska menyalahkan diri sendiri.

Namun, begitu melihat bekas basah di ranjangnya, aku langsung mendapat ide.

“Tidur di ranjang sebasah itu bisa masuk angin, bu. Bagaimana kalau kamu turun dan tidur bersamaku saja?”

“Sepertinya… kurang pantas?”

Wajah ibu tiri memerah.

Jelas sekali, dia masih merasa waspada dengan kejadian tadi siang.

Namun aku malah memainkan peran sebagai anak yang baik dengan sangat sempurna di saat seperti ini.

“Emangnya kenapa? Kamu itu ibuku, hanya satu malam saja kok, nggak masalah. Besok kalau sudah kering, ibu bisa naik lagi.”

Ujarku dengan tegas dan meyakinkan.

Ibu tiri tak menemukan alasan untuk menolak, akhirnya dia hanya bisa menyetujui dengan wajah yang memerah.

Melihatnya berbaring di ranjangku, seluruh tubuhku jadi sangat bersemangat.

Karena ranjang kereta memang sangat sempit, apalagi ditiduri oleh dua orang. Begitu dia berbaring di ranjangku, kami berdua mau tak mau harus menempel sangat erat.

Untuk menghindari kecanggungan, ibu tiri bahkan tak melepas pakaiannya.

Dia berbaring membelakangiku.

Namun, saat menghirup aroma harum dari tubuhnya, pikiranku semakin tak bisa tenang. Benda di dalam celanaku pun perlahan mengeras dan tak lama kemudian menancap lurus tepat di pinggang belakangnya.

“Sudahlah Calvin, ini sudah terlalu malam, cepat tidur….”

Sepertinya ibu tiri juga merasakan bendaku yang menegang.

Tubuhnya mendadak agak kaku dan suaranya juga terdengar agak gemetar.

“Calvin….”

Dia menahan tanganku yang berada di pinggangnya, tapi tak menyingkirkannya.

Hatiku girang luar biasa, lalu bergegas mengangguk dengan patuh.

“Iya, mimpi indah, ya bu.”

Ibu tiri pun tak mengatakan apa-apa lagi.

Tak lama kemudian, terdengar deru napasnya yang teratur di samping telingaku.

“Ibu, kamu sudah tidur?”

Aku bertanya memancing sambil memberanikan diri mengulurkan tangan, perlahan-lahan memeluk tubuh ibu tiri yang montok dan lembut.

Melihat dia tak merespon sama sekali, barulah aku menghela napas lega dan keberanianku pun semakin menjadi-jadi.

Aku mulai menggerakkan telapak tangan perlahan-lahan, menyingkirkan tali gaunnya dengan pelan, lalu menyapukan tangan perlahan ke dadanya yang montok….

Dada ibu tiri besar dan lembut sekali!

이 작품을 무료로 읽으실 수 있습니다
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요

최신 챕터

  • Bayang-Bayang Cinta Ibu Tiri   Bab 10

    Saat itu, ibu tiri mengira aku sudah gila dan sama sekali tak mau membantuku melampiaskannya.Namun, karena tak tahan dengan bujukan dan desakanku yang terus-menerus, akhirnya dia menarikku ke kamar mandi, menunggingkan pinggulnya, mengangkat gaun tidurku, lalu memintaku untuk melakukannya dengan cepat.“Tenang saja, bu. Aku nggak akan lama….”Dengan tak sabar, hanya beberapa kali merabanya, aku berhasil membuat ibu tiri basah. Lalu dengan cepat menyusupkan benda milikku ke dalamnya.Meski berusaha menahannya, begitu terisi penuh oleh benda milikku, ibu tiri tetap tak sanggup menahan desahannya.Lama-kelamaan, gerakan kami menjadi semakin liar.Mungkin karena pada akhirnya kami terlalu larut dalam gairah, suara yang terdengar pun menjadi semakin keras.Sampai-sampai kami sama sekali tak menyadari sejak kapan ayah sudah berada di depan pintu kamar mandi.Ibu tirilah yang menyadarinya.Saat sedang mendesah pelan sambil menunggingkan pinggulnya, dia mendongak dan menatap ke arah cermin.“

  • Bayang-Bayang Cinta Ibu Tiri   Bab 9

    Di bawah sensasi antara tegang dan takut, bagian intim ibu terasa luar biasa rapat.Sementara aku malah menjadi sangat liar.Di depan ayah yang tertidur lelap, aku menarik ibu tiri dan dengan paksa mencoba berbagai macam posisi yang belum pernah kami lakukan sebelumnya.Meski dilanda ketakutan, di bawah desakanku, ibu tiri hanya bisa pasrah dan patuh padaku.“Calvin….”Mungkin karena terlalu tegang, di tengah desahannya, ibu tiri sampai meneteskan air mata.Meski ada rasa kasihan di hatiku, sensasi menegangkan yang kurasakan jauh lebih dominan.Aku sangat menikmati kondisi ibu tiri yang begitu menggoda dalam situasi seperti ini. Aku benar-benar menikmati tubuhnya yang dewasa dan semakin ingin menguasainya secara utuh!Malam ini, kami melakukannya sangat lama. Sampai aku benar-benar kehabisan tenaga, entah sudah berapa kali ibu tiri dibuat gemetaran.Dia terbaring di samping ayah dengan kedua kaki terbuka lebar, menatapku dengan wajah merona.“Calvin… nyalimu besar sekali….”“Hanya nyal

  • Bayang-Bayang Cinta Ibu Tiri   Bab 8

    Tindakanku yang berani ini berhasil membuat ibu tiri terkejut setengah mati.Dia mengerahkan seluruh tenaganya untuk mendorongku menjauh.Namun, dia tak tahu bahwa selama beberapa hari melarangku mendekatinya, aku merindukannya sampai hampir gila!“Jangan… Calvin….”Ibu tiri terus berontak, tapi tubuhnya yang lembut sama sekali tak sanggup menahan kekuatanku.Aku menindihnya dengan kuat di atas sofa. Tanpa menunggu responnya, aku langsung mencium bibirnya yang manis dan lembut.“Hm… Calvin… hm….”Awalnya, ibu tiri menolak ciumanku dengan kuat. Namun, begitu menyadari bahwa perlawanannya sia-sia, dia seolah pasrah dan menyerah berontak.“Ibu, wangi sekali….”Aku menciumnya dari sudut bibir, hingga turun ke tulang selangkanya.Tanganku yang tadinya menahan bahunya, kini perlahan merambat ke pinggangnya.Ibu tiri memakai gaun panjang hari ini.Saat aku perlahan menurunkan gaunnya, dia baru tersadar sepenuhnya. Dia memegang tanganku, lalu menggigit bibirnya, dia menatapku dengan tatapan m

  • Bayang-Bayang Cinta Ibu Tiri   Bab 7

    Ayah kalau sudah mabuk, paling suka mengamuk.Dia memang selalu begitu, sudah jadi kebiasaan lama.Hanya saja kali ini, pukulannya sangat keras dan makiannya pun sangat kasar.“Jangan kira aku nggak tahu! Selama aku nggak ada, kamu pasti sering menggoda pria lain, ‘kan?!”Begitu masuk pintu, sambil bersendawa, ayah mendaratkan beberapa tamparan di wajah ibu tiri.Tamparan itu terus mendarat di wajah ibu tiri, sampai-sampai ibu tiri tak punya tenaga lagi untuk menghindar.“Aku nggak ada!”Ibu tiri menangis sambil memegangi wajahnya.Karena kasihan, aku pun pasang badan dan menghalangi di depannya.Sejak kecil, aku tak punya ibu dan dibesarkan sendiri oleh ayah. Lagipula, aku ini putra satu-satunya, jadi seberapa mabukpun, dia tak akan tega memukulku dengan keras.“Ayah, jangan dipukul lagi. Ibu… sangat baik padaku. Dia nggak pernah menggoda pria lain waktu ayah nggak ada!”Aku mencoba membela ibu tiri.Sementara ibu tiri hanya bisa menangis.Ayah berdiri di depanku, menatapku dengan tat

  • Bayang-Bayang Cinta Ibu Tiri   Bab 6

    Wanita seperti ibu tiri membuatku benar-benar merasakan nikmatnya menjadi seorang pria.Malam itu, ibu tiri melayaniku hingga diriku merasa sangat puas.Aku bahkan tak pernah membayangkan kalau diriku bisa menikmati setiap lekuk tubuh ibu tiri secara leluasa.Sensasi luar biasa itu sungguh membuatku mabuk kepayang.Bahkan satu menit sebelum turun dari kereta, aku masih menarik ibu tiri ke dalam kamar mandi untuk melampiaskan gairah sepuasnya.“Ah… Calvin… ibu sudah nggak sanggup….”Di dalam bilik kamar mandi yang sempit, ibu tiri berusaha sekuat tenaga mengimbangi hentakanku. Bokongnya yang semula putih mulus, kini tampak kemerahan akibat benturan.Dada indahnya yang berisi ikut berguncang mengikuti dorongan tubuhku.Sementara itu, cermin di dinding yang biasa dipakai untuk berdandan membuatku bisa menikmati raut wajahnya yang dipenuhi rona gairah.“Puas nggak?! Hm? Kamu pasti suka aku memuaskanmu, ‘kan?!”Benda milikku yang besar bergerak bebas tanpa henti di dalam tubuh ibu tiri.Hin

  • Bayang-Bayang Cinta Ibu Tiri   Bab 5

    “Ahh… Calvin… aku sudah nggak kuat….”Mungkin karena terlalu bersemangat dan juga pertama kali melakukan hal seperti ini bersama ibu tiri, aku bertahan jauh lebih lama dari biasanya kali ini.Perlahan-lahan, ibu tiri sudah mulai kewalahan. Sementara diriku merasa sangat bangga.“Kenapa, bu? Kamu nggak suka?Sambil terus menyerang ibu tiri dengan penuh nafsu, aku membungkuk dan meraih salah satu buah dadanya, lalu meremasnya dengan kasar.“Suka….”Ibu tiri menggigit bibirnya, agak malu.Namun, aku tak membiarkannya begitu saja.“Kamu suka apa?”“Suka Calvin… oh… dalam sekali….”Melihat ibu tiri mulai tak berdaya dan goyah di bawah seranganku, seketika kesombonganku mencapai puncaknya.“Siapa yang lebih hebat? Aku atau ayah?”Begitu ditanya seperti itu olehku, tiba-tiba ibu tiri malah terdiam.Mungkin karena aku menyebutkan ayah, jadi dia agak gugup.Namun, dia tak mengatakan apapun.Yang meresponku malah kontraksi cepat di bagian intimnya.Kencang sekali!Lubang vagina ibu tiri mencengk

더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status