Short
Godaan Putri yang Diadopsi Sahabatku

Godaan Putri yang Diadopsi Sahabatku

Oleh:  RichyTamat
Bahasa: Bahasa_indonesia
goodnovel18goodnovel
7Bab
47Dibaca
Baca
Tambahkan

Share:  

Lapor
Ringkasan
Katalog
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi

"Papa Jordan, poseku ini sudah benar belum?" Di kolam renang, aku mengajarkan posisi yang benar kepada putri angkatku saat turun ke air. Saat membungkuk, bokongnya terangkat tinggi dan tidak sengaja menyentuh daerah intimku. Rasanya begitu menggelitik, tubuhku bagaikan dialiri sengatan listrik. Yang membuatku lebih kegirangan lagi adalah, karena gerakannya yang belum mahir, dia melompat sekuat tenaga hingga celana renangnya sempat melorot. Aku menerjang untuk menolongnya. Dia berusaha sekuat tenaga untuk meronta dan memelukku dengan kuat hingga tubuh bagian bawahnya menempel erat. Sementara itu, ayah kandungnya melihat semuanya dari samping.

Lihat lebih banyak

Bab 1

Bab 1

"Papa Jordan, poseku ini sudah benar belum?"

Di kolam renang, aku mengajarkan posisi yang benar kepada putri angkatku saat turun ke air. Saat membungkuk, bokongnya terangkat tinggi dan tidak sengaja menyentuh daerah intimku.

Rasanya begitu menggelitik, tubuhku bagaikan dialiri sengatan listrik. Yang membuatku lebih kegirangan lagi adalah, karena gerakannya yang belum mahir, dia melompat sekuat tenaga hingga celana renangnya sempat melorot.

Aku menerjang untuk menolongnya. Dia berusaha sekuat tenaga untuk meronta dan memelukku dengan kuat hingga tubuh bagian bawahnya menempel erat.

Sementara itu, ayah kandungnya melihat semuanya dari samping.

....

Namaku adalah Jordan, seorang ahli bedah.

Setelah bertahun-tahun menikah dengan istriku, aku merasa hampa saat berhubungan dengannya setiap malam. Saat ini aku sedang berada dalam usia prima. Api gelora dalam hatiku yang membara, tidak bisa tersalurkan sama sekali. Rasanya begitu menderita jika harus menahannya setiap hari.

Sering kali, aku berimajinasi dengan anak perempuan temanku, lalu menuntaskan hasratku sendiri. Hanya dengan begitulah, aku baru bisa merasakan kenikmatan sebagai seorang pria.

Nama anak perempuan temanku adalah Mina. Dia baru genap berusia 18 tahun. Perkembangan tubuhnya benar-benar sempurna.

Dada dan bokongnya begitu montok, kakinya juga ramping dan jenjang. Sayangnya, aku terlahir 20 tahun lebih awal darinya. Kalau tidak, aku pasti akan memacarinya dan menikmati tubuhnya itu.

Akhir pekan ini, temanku, Komar, mengajakku pergi ke kolam berenang. Dia juga mengatakan akan membawa putrinya. Saat membayangkan putrinya mengenakan baju renang, aku benar-benar takut diriku akan kehilangan kendali.

Melihat aku ragu-ragu, Komar akhirnya berkata, "Jordan, kamu ini takut apaan, sih? Putriku ini 'kan anak angkatmu juga? Kenapa kamu segan sekali."

Aku hanya tersenyum tanpa berbicara. Dia mengira aku menolaknya karena ingin membatasi diri agar tidak digosipkan. Tentu saja, aku tidak bisa menceritakan isi hatiku yang sesungguhnya padanya. Pada akhirnya, aku akhirnya setuju.

"Boleh, kebetulan aku lumayan jago berenang. Nanti aku ajarin sedikit teknik sama Mina."

Setibanya di kolam renang, Mina datang menghampiriku mengenakan bikini dua potong. Dia menyapaku dengan ramah, "Halo, Papa Jordan! Ini pertama kalinya aku berenang, jadi kamu harus ajari aku, ya!"

Kulitnya yang putih mulus, kakinya yang ramping, serta payudaranya yang montok, terpampang nyata di hadapanku begitu saja. Selain itu, jarak kami sangat dekat!

Ingin sekali rasanya aku mengangkat kedua kakinya di atas bahuku dan menghunjamnya dengan kasar. Aku berusaha menahan diri untuk tidak melirik area intimnya dan terus-menerus mengingatkan diriku dalam hati.

Komar sedang berdiri di sampingku. Aku tidak boleh menyimpan niat buruk seperti itu.

"Oke, kalian tunggu sebentar. Aku ganti pakaian renang dulu."

Saat berjalan masuk ke ruang ganti dan mengenakan celana renang, aku baru menyadari bahwa bagian bawahku telah mengeras. Begitu berbalik, aku melihat pakaian dalam Mina yang baru ditanggalkannya.

Seketika, hatiku langsung bergetar.

Saat ini, tidak ada seorang pun di dalam ruang ganti. Aku memungut penutup payudaranya dan menghirupnya dengan sekuat tenaga.

"Ah ...." Aku menghela napas panjang, mengagumi betapa memikatnya wangi tubuh seorang gadis berusia 18 tahun.

Setelah merasakan kenikmatannay sesaat, aku segera menaruh kembali pakaian dalam itu. Namun, aku baru menyadari bahwa di bawahnya masih ada sepasang stoking jaring.

Tak disangka, Mina yang berwajah polos itu bisa mengenakan stoking seksi seperti ini. Aku memungut dan menjilatnya sejenak. Rasanya begitu pas. Hanya dengan sekali mencicipinya, hasrat dalam hatiku seakan membeludak.

Akan tetapi, aku malah tidak bisa melampiaskannya. Saat ini, sekujur tubuhku terasa seperti akan meledak.

Setelah keluar dari ruang ganti, aku melihat jumlah orang di seluruh kolam renang tidak banyak, dan semuanya tersebar berjauhan.

Saat melihatku, Mina langsung memelototi celana renangku dengan sorot mata yang tampak antusias. Aku menunduk sekilas, lalu menyadari bahwa ternyata kejantananku masih belum mereda. Bagian itu masih tampak menggembung dan besar.

Aku merasa canggung sejenak. Wajahku terasa panas dan sekujur tubuhku merinding hebat. Aku buru-buru menata kembali bagian intimku, lalu berjalan ke arah Komar dan Mina.

Komar tersenyum sambil mengingatkan, "Jordan, kamu tahan sedikit, dong. Mina masih di sini, memalukan sekali."

Komar memang biasanya bercanda bebas denganku, jadi dia tidak marah. Bahkan, dia tertawa dan mencoba mencairkan suasana. Aku tersenyum canggung. Baru saja aku hendak menjelaskan, Komar tiba-tiba melompat ke kolam.

Komar langsung menyelam lebih dulu. Dia berenang sangat cepat dan sudah sampai di seberang dalam sekejap. Aku baru saja bersiap turun ke air, ketika Mina tiba-tiba menarikku.

Tangannya sangat lembut saat meraba di tubuhku. Begitu menoleh, aku melihatnya berkata dengan manja, "Papa Jordan, ajari aku berenang, ya? Aku nggak bisa berenang."

Melihat tubuhnya yang lembut dan halus, disertai dengan suaranya yang begitu manja, rasanya tubuhku akan meleleh kapan saja. Mana mungkin aku tega menolaknya?

"Oke, aku ajari kamu gimana turun ke air dulu. Kamu membungkuk dan bokongmu angkat tinggi. Kedua tangan diulurkan ke depan. Ingat, postur tubuhnya jangan kaku, harus rileks."

Mina menuruti instruksiku untuk membungkuk dan mengangkat bokongnya.

Pakaian renangnya terlalu minim. Begitu membungkuk, aku langsung bisa melihat seluruh tubuhnya. Apalagi di bagian bokong, aku bahkan bisa melihat jelas garis belahannya. Pemandangan itu membuat tubuhku terasa panas. Aku berusaha menelan ludah untuk meredam kebengisan dalam hatiku.

Tampilkan Lebih Banyak
Bab Selanjutnya
Unduh

Bab terbaru

Bab Lainnya

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

Tidak ada komentar
7 Bab
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status