مشاركة

Bayang-Bayang Cinta Ibu Tiri
Bayang-Bayang Cinta Ibu Tiri
مؤلف: Rembo

Bab 1

مؤلف: Rembo
“Enak nggak? Ibu, siapa yang lebih hebat, ayah atau aku….”

Di dalam kereta yang riuh dan penuh sesak, ibu tiri dengan wajah kemerahan menunggingkan pinggulnya yang montok ke arahku dengan menggoda….

Priska adalah ibu tiriku.

Di usianya yang baru 30 tahun, dia tak hanya berparas cantik, tapi juga memiliki bentuk tubuh yang sangat memikat. Terutama sepasang kakinya yang putih mulus, serta sepasang dadanya yang montok dan tak muat ditutupi pakaian, selalu berhasil membuat hatiku bergejolak.

Namun, dia itu ibu tiriku, wanita milik ayahku.

Karena itu, meskipun seringkali berkhayal tentangnya, aku tak pernah berani menunjukkan perasaan itu sedikitpun.

Hingga akhirnya pada liburan musim panas semester pertama perkuliahan, saat ayah memintaku dan ibu tiri pergi berkunjung ke kota tempat dia bertugas, barulah aku menyadarinya.

Ternyata ibu tiri yang terkesan anggun ini, sebenarnya adalah wanita yang selalu haus di baliknya.

Waktu itu, perjalanan ke tempat ayah dinas hanya bisa diakses dengan kereta api.

Jaraknya sangat jauh. Agar bisa saling menjaga, aku dan ibu tiri memesan ranjang susun atas dan bawah di gerbong yang sama.

Namun, pada hari keberangkatan, saat aku dan ibu tiri berdesak-desakan dihimpit kerumunan penumpang hingga menempel erat satu sama lain, seluruh tubuhku terasa sangat tersiksa.

Karena di tengah himpitan kerumunan itu, bokong ibu tiri yang montok tepat berada di depan celanaku.

Dan seiring langkah kaki, bagian sensitifku terus bergesekan pelan dengan bokongnya.

Usai tergesek pelan oleh bokongnya yang memikat, aku tak sanggup menahannya lagi dan bagian bawah tubuhku pun mendadak tegang luar biasa….

Awalnya, ibu tiri belum menyadari perubahan pada tubuhku.

Karena merasa tak nyaman terganjal sesuatu, dia hanya menggerakkan bokongnya dengan gelisah.

Namun lama-kelamaan, benda milikku semakin membesar dan mengganjal di antara belahan bokongnya yang montok bagaikan batang besi, akhirnya dia menyadari betapa besarnya ukuranku.

“Calvin….”

Dengan wajah merona dan bibir tergigit, ibu tiri menoleh dan melirik tajam ke arahku, seolah ingin mengingatkan sesuatu.

Namun, aku juga tak bisa melakukan apa-apa.

Bagaimanapun, kerumunan di sini terlalu padat.

Bahkan jika aku ingin menjauhkan diri dari bokongnya yang kenyal, tak ada ruang untuk bergerak.

Agar ibu tiri tak berpikir aku sengaja melecehkannya, aku hanya bisa berpura-pura tak tahu apa-apa dan bertanya padanya dengan polos.

“Ada apa, bu?”

“Nggak, nggak ada….”

Meskipun pipinya sudah memerah, melihat wajahku yang tampak tak berdosa, dia hanya bisa menggigit bibir bawahnya pelan, lalu berbalik pergi.

Hal itu membuatku menghela napas lega.

Namun detik berikutnya, tubuh montok ibu tiri tiba-tiba bergetar pelan di luar kendalinya.

Aku tak mengerti apa yang terjadi padanya.

Namun detik berikutnya, gestur ibu tiri yang mencoba menerobos kerumunan dan melangkah maju memberitahuku satu hal.

Sepertinya dia ingin menjauh dari tubuhku yang semakin membesar itu.

Sayangnya, ibu tiri mungkin tak menyangka bahwa tindakan tersebut bukannya menjauhkannya dariku, melainkan malah membuat orang-orang di sekitar kami berdesakan.

Terutama beberapa pria kasar di belakangku. Dorongan mereka kembali menghimpit tepat di belakang ibu tiri, hingga seluruh tubuhku menempel erat pada tubuhnya.

Kali ini, benda milikku yang membesar bergesek semakin dalam di antara belahan bokongnya yang montok….

“Oh!”

Hanya dalam satu sentuhan, ibu tiri langsung merasakan ada yang tak beres.

Namun, saat dia reflek menjepit bokongnya, aku yang berada di dalam himpitan itu malah merasa jiwaku seolah hendak melayang keluar.

Himpitan dari belahan bokong ibu tiri membuatku benar-benar tak sanggup menahan diri, hingga menggerakkan pinggul beberapa kali.

Benda milikku yang sudah mengeras itu pun semakin masuk ke celah yang lebih dalam dan tersembunyi, lalu bergesekan di sana.

“Calvin….”

Ibu tiri merintih pelan dengan gelisah, lalu melirik ke arahku lagi.

“Jangan begini….”

Ibu tiri berusaha keras menahan desahannya. Dengan pipi yang merona merah, tersirat kelembutan yang tak berdasar di tatapan matanya.

Seketika, aku hanya merasa ibu tiri terlihat begitu jelita.

Benda di bagian bawahku semakin membesar. Bahkan tanpa perlu bergerak pun, benda milikku sudah tertancap sampai ke dasar belahan bokongnya dan tak bisa bergerak lebih maju lagi.

“Ah….”

Ibu tiri merintih pelan sekali lagi.

Tepat pada saat itulah, aku bisa merasakan dengan jelas seluruh tubuh ibu tiri gemetaran di luar kendalinya.

Setelah itu, bokongnya tiba-tiba menjepit kencang. Sensasi yang begitu kuat membuatku nyaris melampiaskannya saat itu juga….

استمر في قراءة هذا الكتاب مجانا
امسح الكود لتنزيل التطبيق

أحدث فصل

  • Bayang-Bayang Cinta Ibu Tiri   Bab 10

    Saat itu, ibu tiri mengira aku sudah gila dan sama sekali tak mau membantuku melampiaskannya.Namun, karena tak tahan dengan bujukan dan desakanku yang terus-menerus, akhirnya dia menarikku ke kamar mandi, menunggingkan pinggulnya, mengangkat gaun tidurku, lalu memintaku untuk melakukannya dengan cepat.“Tenang saja, bu. Aku nggak akan lama….”Dengan tak sabar, hanya beberapa kali merabanya, aku berhasil membuat ibu tiri basah. Lalu dengan cepat menyusupkan benda milikku ke dalamnya.Meski berusaha menahannya, begitu terisi penuh oleh benda milikku, ibu tiri tetap tak sanggup menahan desahannya.Lama-kelamaan, gerakan kami menjadi semakin liar.Mungkin karena pada akhirnya kami terlalu larut dalam gairah, suara yang terdengar pun menjadi semakin keras.Sampai-sampai kami sama sekali tak menyadari sejak kapan ayah sudah berada di depan pintu kamar mandi.Ibu tirilah yang menyadarinya.Saat sedang mendesah pelan sambil menunggingkan pinggulnya, dia mendongak dan menatap ke arah cermin.“

  • Bayang-Bayang Cinta Ibu Tiri   Bab 9

    Di bawah sensasi antara tegang dan takut, bagian intim ibu terasa luar biasa rapat.Sementara aku malah menjadi sangat liar.Di depan ayah yang tertidur lelap, aku menarik ibu tiri dan dengan paksa mencoba berbagai macam posisi yang belum pernah kami lakukan sebelumnya.Meski dilanda ketakutan, di bawah desakanku, ibu tiri hanya bisa pasrah dan patuh padaku.“Calvin….”Mungkin karena terlalu tegang, di tengah desahannya, ibu tiri sampai meneteskan air mata.Meski ada rasa kasihan di hatiku, sensasi menegangkan yang kurasakan jauh lebih dominan.Aku sangat menikmati kondisi ibu tiri yang begitu menggoda dalam situasi seperti ini. Aku benar-benar menikmati tubuhnya yang dewasa dan semakin ingin menguasainya secara utuh!Malam ini, kami melakukannya sangat lama. Sampai aku benar-benar kehabisan tenaga, entah sudah berapa kali ibu tiri dibuat gemetaran.Dia terbaring di samping ayah dengan kedua kaki terbuka lebar, menatapku dengan wajah merona.“Calvin… nyalimu besar sekali….”“Hanya nyal

  • Bayang-Bayang Cinta Ibu Tiri   Bab 8

    Tindakanku yang berani ini berhasil membuat ibu tiri terkejut setengah mati.Dia mengerahkan seluruh tenaganya untuk mendorongku menjauh.Namun, dia tak tahu bahwa selama beberapa hari melarangku mendekatinya, aku merindukannya sampai hampir gila!“Jangan… Calvin….”Ibu tiri terus berontak, tapi tubuhnya yang lembut sama sekali tak sanggup menahan kekuatanku.Aku menindihnya dengan kuat di atas sofa. Tanpa menunggu responnya, aku langsung mencium bibirnya yang manis dan lembut.“Hm… Calvin… hm….”Awalnya, ibu tiri menolak ciumanku dengan kuat. Namun, begitu menyadari bahwa perlawanannya sia-sia, dia seolah pasrah dan menyerah berontak.“Ibu, wangi sekali….”Aku menciumnya dari sudut bibir, hingga turun ke tulang selangkanya.Tanganku yang tadinya menahan bahunya, kini perlahan merambat ke pinggangnya.Ibu tiri memakai gaun panjang hari ini.Saat aku perlahan menurunkan gaunnya, dia baru tersadar sepenuhnya. Dia memegang tanganku, lalu menggigit bibirnya, dia menatapku dengan tatapan m

  • Bayang-Bayang Cinta Ibu Tiri   Bab 7

    Ayah kalau sudah mabuk, paling suka mengamuk.Dia memang selalu begitu, sudah jadi kebiasaan lama.Hanya saja kali ini, pukulannya sangat keras dan makiannya pun sangat kasar.“Jangan kira aku nggak tahu! Selama aku nggak ada, kamu pasti sering menggoda pria lain, ‘kan?!”Begitu masuk pintu, sambil bersendawa, ayah mendaratkan beberapa tamparan di wajah ibu tiri.Tamparan itu terus mendarat di wajah ibu tiri, sampai-sampai ibu tiri tak punya tenaga lagi untuk menghindar.“Aku nggak ada!”Ibu tiri menangis sambil memegangi wajahnya.Karena kasihan, aku pun pasang badan dan menghalangi di depannya.Sejak kecil, aku tak punya ibu dan dibesarkan sendiri oleh ayah. Lagipula, aku ini putra satu-satunya, jadi seberapa mabukpun, dia tak akan tega memukulku dengan keras.“Ayah, jangan dipukul lagi. Ibu… sangat baik padaku. Dia nggak pernah menggoda pria lain waktu ayah nggak ada!”Aku mencoba membela ibu tiri.Sementara ibu tiri hanya bisa menangis.Ayah berdiri di depanku, menatapku dengan tat

  • Bayang-Bayang Cinta Ibu Tiri   Bab 6

    Wanita seperti ibu tiri membuatku benar-benar merasakan nikmatnya menjadi seorang pria.Malam itu, ibu tiri melayaniku hingga diriku merasa sangat puas.Aku bahkan tak pernah membayangkan kalau diriku bisa menikmati setiap lekuk tubuh ibu tiri secara leluasa.Sensasi luar biasa itu sungguh membuatku mabuk kepayang.Bahkan satu menit sebelum turun dari kereta, aku masih menarik ibu tiri ke dalam kamar mandi untuk melampiaskan gairah sepuasnya.“Ah… Calvin… ibu sudah nggak sanggup….”Di dalam bilik kamar mandi yang sempit, ibu tiri berusaha sekuat tenaga mengimbangi hentakanku. Bokongnya yang semula putih mulus, kini tampak kemerahan akibat benturan.Dada indahnya yang berisi ikut berguncang mengikuti dorongan tubuhku.Sementara itu, cermin di dinding yang biasa dipakai untuk berdandan membuatku bisa menikmati raut wajahnya yang dipenuhi rona gairah.“Puas nggak?! Hm? Kamu pasti suka aku memuaskanmu, ‘kan?!”Benda milikku yang besar bergerak bebas tanpa henti di dalam tubuh ibu tiri.Hin

  • Bayang-Bayang Cinta Ibu Tiri   Bab 5

    “Ahh… Calvin… aku sudah nggak kuat….”Mungkin karena terlalu bersemangat dan juga pertama kali melakukan hal seperti ini bersama ibu tiri, aku bertahan jauh lebih lama dari biasanya kali ini.Perlahan-lahan, ibu tiri sudah mulai kewalahan. Sementara diriku merasa sangat bangga.“Kenapa, bu? Kamu nggak suka?Sambil terus menyerang ibu tiri dengan penuh nafsu, aku membungkuk dan meraih salah satu buah dadanya, lalu meremasnya dengan kasar.“Suka….”Ibu tiri menggigit bibirnya, agak malu.Namun, aku tak membiarkannya begitu saja.“Kamu suka apa?”“Suka Calvin… oh… dalam sekali….”Melihat ibu tiri mulai tak berdaya dan goyah di bawah seranganku, seketika kesombonganku mencapai puncaknya.“Siapa yang lebih hebat? Aku atau ayah?”Begitu ditanya seperti itu olehku, tiba-tiba ibu tiri malah terdiam.Mungkin karena aku menyebutkan ayah, jadi dia agak gugup.Namun, dia tak mengatakan apapun.Yang meresponku malah kontraksi cepat di bagian intimnya.Kencang sekali!Lubang vagina ibu tiri mencengk

فصول أخرى
استكشاف وقراءة روايات جيدة مجانية
الوصول المجاني إلى عدد كبير من الروايات الجيدة على تطبيق GoodNovel. تنزيل الكتب التي تحبها وقراءتها كلما وأينما أردت
اقرأ الكتب مجانا في التطبيق
امسح الكود للقراءة على التطبيق
DMCA.com Protection Status