共有

13. Sentuhan Pertama

作者: Cathalea
last update 公開日: 2022-04-01 18:32:29

Hans berjalan mondar-mandir di depan pintu toilet. Ia bingung harus berbuat apa mendengar pengakuan Shenka yang begitu mengejutkan. Sebuah ide terlintas di kepalanya, Hans pun segera mengetuk pintu kamar mandi.

"Ya, ada apa?" tanya Shenka sambil menjulurkan kepala pada celah pintu yang terbuka.

"Itu ... kalau pakai tisu dulu bisa, gak? Maksudku ... kalau pakai tisu bisa tahan berapa lama?"

Shenka menggaruk kepalanya yang tiba-tiba terasa gatal. Dia tidak bisa menjawab per

この本を無料で読み続ける
コードをスキャンしてアプリをダウンロード
ロックされたチャプター

最新チャプター

  • Belenggu Hasrat Tuan Muda Adalrich   28. Mengikis Harga Diri

    Hanya dalam hitungan menit, deru mesin mobil mewah yang berhenti mendadak di halaman depan menandakan kedatangan sang patriarki. Pintu utama mansion terbuka lebar, menampilkan sosok Adhiwan Zeny yang meluncur dengan kursi rodanya, masuk dengan wajah yang diselimuti amarah pekat. Aura kekuasaan yang dipancarkannya membuat para pengawal di ruangan itu langsung menunduk tak berani bersuara.Namun, gerak Adhiwan mendadak terhenti di tengah ruang tamu. Matanya yang tajam menangkap sosok pemuda asing yang berdiri lemas di sana. Begitu mengenali garis wajah itu, arah kemarahan Adhiwan seketika berbelok tajam. Urat-urat di pelipisnya menegang."Untuk apa ada darah daging Adalrich di dalam rumahku?!" bentak Adhiwan, suaranya menggelegar penuh kebencian. Ia menunjuk ke arah pintu luar dengan tangan bergetar. "Pergi dari sini sebelum aku membuatmu menyesal telah menginjakkan kaki di keluarga Zeny! Pengawal, seret dia keluar!"Melihat situasi yang kian kritis, Shelomita dengan berani langsung mel

  • Belenggu Hasrat Tuan Muda Adalrich   27. Jalan Buntu

    Langkah kaki Hans terseret lambat saat ia memasuki apartemennya sendiri. Tempat yang biasanya menjadi pelarian yang tenang, kini terasa asing. Dokter Edward sebenarnya telah memperingatkan dengan tegas agar Hans tetap berbaring di bawah pengawasan medis demi memulihkan kondisi fisiknya yang anjlok. Namun, pemuda itu keras kepala. Baginya, rasa sakit di tubuhnya tidak sebanding dengan rasa sesak yang mencengkeram dadanya sejak memikirkan Shenka."Tuan Muda, Anda harus istirahat. Biarkan cairan infus ini selesai dahulu," bujuk Jason dengan raut cemas yang kentara.Hans merenggut kasar jarum infus di punggung tangannya, mengabaikan setetes darah yang keluar dari sana. "Antar aku ke kediaman Zeny, Jas. Sekarang," desisnya, suaranya parau namun penuh penekanan yang tak bisa dibantah.Jason sempat ragu. Ia tahu tindakan ini seperti mengantar nyawa ke kandang singa. Namun, melihat sorot mata Hans yang menyalang di balik kelopak matanya yang menghitam, Jason akhirnya tunduk.Setengah jam kemu

  • Belenggu Hasrat Tuan Muda Adalrich   26. Meluruhkan Ego

    Bagai disambar petir di siang bolong, Richman Adalrich terhuyung mundur satu langkah."Jangan membual, Jason! Mana mungkin cucuku... darah daging Adalrich mengalami hal memalukan seperti itu?!" bentaknya dengan suara bergetar hebat, sebuah upaya keputusasaan untuk menyangkal kenyataan pahit yang baru saja menamparnya.Tanpa membuang waktu, Jason dengan sigap merogoh saku jasnya. Ia mengeluarkan sebuah amplop cokelat tebal yang sengaja ia simpan sejak lama sebagai benteng antisipasi darurat."Saya tidak berani berbohong, Tuan Besar. Ini adalah laporan kesehatan Tuan Muda Hans yang sangat lengkap, langsung dari Klinik Andromeda, beserta seluruh catatan medis dari Dokter Edward yang selama ini menangani beliau secara rahasia."Richman menyambar amplop itu. Jemarinya yang menua gemetar saat membuka lembar demi lembar dokumen medis yang tertera jelas dengan stempel resmi klinik dan tanda tangan dokter spesialis.Masih dalam kondisi syok yang menderu, Richman langsung menghubungi nomor Dokt

  • Belenggu Hasrat Tuan Muda Adalrich   25. Rahasia Tuan Muda

    Tiga hari telah berlalu sejak Hans dikurung di kamar rahasia itu. Di atas ranjang, tubuh tegap yang biasanya tampak gagah kini terbaring lemas tanpa daya. Wajahnya pucat pasi, bibirnya kering dan pecah-pecah.Di sudut kamar, nampan berisi makanan mewah yang diantarkan setiap beberapa jam sekali tetap utuh, mendingin tanpa tersentuh sedikit pun.Hans benar-benar melakukan aksi mogok makan.Awalnya, Richman Adalrich tidak peduli. Pria tua itu mengira cucunya hanya sedang merajuk dan mencoba menggertaknya. Richman yakin rasa lapar akan mengalahkan ego masa muda Hans. Namun, ia salah menilai keras kepala darah Adalrich yang mengalir di tubuh cucunya."Bawa keluar makanan itu. Aku tidak butuh," bisik Hans lirih saat pelayan kembali datang. Suaranya serak, nyaris habis."Tuan Muda, Anda bisa mati jika terus seperti ini," bujuk pelayan itu ketakutan.Hans memalingkan wajahnya ke dinding, menatap kosong. "Lebih baik aku mati di sini daripada hidup seperti boneka yang dilarang menemui Shenka."

  • Belenggu Hasrat Tuan Muda Adalrich   24. Di Bawah Kendali

    "Apa maksudnya ini? Kalian mengurungku?! Buka pintunya, bangsat! Keluarkan aku dari sini!"Hans berteriak histeris. Telapak tangannya menghantam permukaan pintu bertubi-tubi, sebelum tangannya beralih mencengkeram dan menghentak tuas pintu kamar itu dengan frustrasi. Sia-sia. Logam tebal itu bergeming, mengunci mati kebebasannya. Namun, tepat saat dadanya naik-turun memburu napas, sebuah suara yang sangat familiar merayap dari balik dinding."Percuma saja kamu berteriak, Hans. Pintu itu berlapis baja tebal. Tidak akan pernah terbuka sampai aku sendiri yang memerintahkannya."Hans tertegun. Suara bariton itu terdengar begitu berwibawa, dingin, dan tanpa cela—sama sekali tidak menunjukkan nada kelemahan."Kakek?" bisik Hans lirih. Jantungnya mencelos. Ia spontan memundurkan langkah seiring firasat buruk yang mulai menggerogoti benaknya.Klik.Pintu itu perlahan bergeser terbuka. Di ambang pintu, Richman Adalrich berdiri tegak. Sosok tua itu tampak bugar, mengenakan setelan jas rapi tanp

  • Belenggu Hasrat Tuan Muda Adalrich   23. Kejutan untuk Hans

    Fajar baru saja menyingsing di ufuk timur, tetapi Hans sudah tampak gagah dalam balutan setelan kemeja dan denim mahal berwarna hitam. Wajahnya yang tampan telah dicukur rapi, menyisakan bayangan kebiruan di bagian dagu dan rahang yang membuat ketampanannya bertambah dua kali lipat.Ia menyisir rapi rambut bergelombangnya yang dipangkas pendek, tak lupa membubuhkan sedikit pomade agar tatanan rambutnya tetap rapi dan berkilau meski beraktivitas seharian.Hans membuka laci kaca yang berisi puluhan jam tangan dari brand-brand ternama. Ia mengambil satu jam tangan merek R bertali hitam. Usai menyemprotkan parfum mahal ke kedua sisi leher dan bagian dalam pergelangan tangannya, Hans pun tersenyum."Perfect! Today is yours, Hans. Bersenang-senanglah."Cahaya matahari telah merambat di sela-sela gorden, Hans meraih kunci lalu bergegas menuju mobilnya yang terparkir di basement. Sejak semalam ia bertekad akan mengunjungi kediaman keluarga Zeny jika Shenka tidak juga meneleponnya.Dan sekaran

  • Belenggu Hasrat Tuan Muda Adalrich   14. Morning Wood

    Suasana romantis begitu kental terasa di apartemen itu. Shenka yang awalnya terkesan dingin, sekarang justru terbawa arus permainan Hans yang terus memancing gairahnya. Ia bahkan tanpa sadar melentingkan tubuhnya memberi akses penuh pada Hans untuk mencumbu tubuhnya. Hingga pada satu titik, ketik

  • Belenggu Hasrat Tuan Muda Adalrich   6. Kecurigaan Hans

    Hans tergugu mendengar pertanyaan Shenka. Ia tidak menyangka jika gadis itu juga memiliki hobi yang sama dengannya. Tidak hanya itu, gadis itu bahkan hapal dengan jalan cerita novel yang ia baca. Mendadak Hans merasa ada gumpalan pasir di tenggorokannya. ia tercekat, kesulitan untuk langsung

  • Belenggu Hasrat Tuan Muda Adalrich   5. Masih Sayang?

    "Kenapa kamu menatapku begitu? Apakah di tubuhku ada yang aneh?" tanya Shenka.Hans berdehem, membersihkan tenggorokannya yang mendadak terasa kesat."Bukan aneh," jawab Hans parau."Lalu?""Menggairahkan. Wajahmu, tubuhmu, semuanya ... membangkitkan gairahku," jawab H

  • Belenggu Hasrat Tuan Muda Adalrich   4. Bukan Aneh, Tetapi Menggairahkan

    "Ada apa ini? Siapa yang berani berbuat onar di kelabku?!" tanya Hans sambil berkacak pinggang di depan pintu.Mendengar bentakan Hans yang penuh wibawa, pria itu melepaskan tangannya dari rok Mila.Mila langsung berlari sambil memegangi roknya yang robek. Melihat itu Hans lan

続きを読む
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status