Compartilhar

18. Konspirasi Besar

Autor: Cathalea
last update Data de publicação: 2023-07-25 10:22:48
Adrian tidak percaya dengan perkataan pelayannya itu, tetapi mana mungkin juga pelayannya berani berbohong. Akan tetapi, kalau memang orang itu adalah Tuan Muda Adalrich, ada urusan apa dia ke sini? Selama berpuluh-puluh tahun belum pernah kejadian aksi saling mengunjungi di antara keluarga Zeny dan Adalrich karena permusuhan keluarga mereka yang telah berlangsung selama dua generasi.

Tak ingin menanggung rasa penasaran lebih lama, Adrian pun bergegas keluar dari ruang kerjanya. Lelaki paruh ba
Continue a ler este livro gratuitamente
Escaneie o código para baixar o App
Capítulo bloqueado

Último capítulo

  • Belenggu Hasrat Tuan Muda Adalrich   26. Meluruhkan Ego

    Bagai disambar petir di siang bolong, Richman Adalrich terhuyung mundur satu langkah."Jangan membual, Jason! Mana mungkin cucuku... darah daging Adalrich mengalami hal memalukan seperti itu?!" bentaknya dengan suara bergetar hebat, sebuah upaya keputusasaan untuk menyangkal kenyataan pahit yang baru saja menamparnya.Tanpa membuang waktu, Jason dengan sigap merogoh saku jasnya. Ia mengeluarkan sebuah amplop cokelat tebal yang sengaja ia simpan sejak lama sebagai benteng antisipasi darurat."Saya tidak berani berbohong, Tuan Besar. Ini adalah laporan kesehatan Tuan Muda Hans yang sangat lengkap, langsung dari Klinik Andromeda, beserta seluruh catatan medis dari Dokter Edward yang selama ini menangani beliau secara rahasia."Richman menyambar amplop itu. Jemarinya yang menua gemetar saat membuka lembar demi lembar dokumen medis yang tertera jelas dengan stempel resmi klinik dan tanda tangan dokter spesialis.Masih dalam kondisi syok yang menderu, Richman langsung menghubungi nomor Dokt

  • Belenggu Hasrat Tuan Muda Adalrich   25. Rahasia Tuan Muda

    Tiga hari telah berlalu sejak Hans dikurung di kamar rahasia itu. Di atas ranjang, tubuh tegap yang biasanya tampak gagah kini terbaring lemas tanpa daya. Wajahnya pucat pasi, bibirnya kering dan pecah-pecah.Di sudut kamar, nampan berisi makanan mewah yang diantarkan setiap beberapa jam sekali tetap utuh, mendingin tanpa tersentuh sedikit pun.Hans benar-benar melakukan aksi mogok makan.Awalnya, Richman Adalrich tidak peduli. Pria tua itu mengira cucunya hanya sedang merajuk dan mencoba menggertaknya. Richman yakin rasa lapar akan mengalahkan ego masa muda Hans. Namun, ia salah menilai keras kepala darah Adalrich yang mengalir di tubuh cucunya."Bawa keluar makanan itu. Aku tidak butuh," bisik Hans lirih saat pelayan kembali datang. Suaranya serak, nyaris habis."Tuan Muda, Anda bisa mati jika terus seperti ini," bujuk pelayan itu ketakutan.Hans memalingkan wajahnya ke dinding, menatap kosong. "Lebih baik aku mati di sini daripada hidup seperti boneka yang dilarang menemui Shenka."

  • Belenggu Hasrat Tuan Muda Adalrich   24. Di Bawah Kendali

    "Apa maksudnya ini? Kalian mengurungku?! Buka pintunya, bangsat! Keluarkan aku dari sini!"Hans berteriak histeris. Telapak tangannya menghantam permukaan pintu bertubi-tubi, sebelum tangannya beralih mencengkeram dan menghentak tuas pintu kamar itu dengan frustrasi. Sia-sia. Logam tebal itu bergeming, mengunci mati kebebasannya. Namun, tepat saat dadanya naik-turun memburu napas, sebuah suara yang sangat familiar merayap dari balik dinding."Percuma saja kamu berteriak, Hans. Pintu itu berlapis baja tebal. Tidak akan pernah terbuka sampai aku sendiri yang memerintahkannya."Hans tertegun. Suara bariton itu terdengar begitu berwibawa, dingin, dan tanpa cela—sama sekali tidak menunjukkan nada kelemahan."Kakek?" bisik Hans lirih. Jantungnya mencelos. Ia spontan memundurkan langkah seiring firasat buruk yang mulai menggerogoti benaknya.Klik.Pintu itu perlahan bergeser terbuka. Di ambang pintu, Richman Adalrich berdiri tegak. Sosok tua itu tampak bugar, mengenakan setelan jas rapi tanp

  • Belenggu Hasrat Tuan Muda Adalrich   23. Kejutan untuk Hans

    Fajar baru saja menyingsing di ufuk timur, tetapi Hans sudah tampak gagah dalam balutan setelan kemeja dan denim mahal berwarna hitam. Wajahnya yang tampan telah dicukur rapi, menyisakan bayangan kebiruan di bagian dagu dan rahang yang membuat ketampanannya bertambah dua kali lipat.Ia menyisir rapi rambut bergelombangnya yang dipangkas pendek, tak lupa membubuhkan sedikit pomade agar tatanan rambutnya tetap rapi dan berkilau meski beraktivitas seharian.Hans membuka laci kaca yang berisi puluhan jam tangan dari brand-brand ternama. Ia mengambil satu jam tangan merek R bertali hitam. Usai menyemprotkan parfum mahal ke kedua sisi leher dan bagian dalam pergelangan tangannya, Hans pun tersenyum."Perfect! Today is yours, Hans. Bersenang-senanglah."Cahaya matahari telah merambat di sela-sela gorden, Hans meraih kunci lalu bergegas menuju mobilnya yang terparkir di basement. Sejak semalam ia bertekad akan mengunjungi kediaman keluarga Zeny jika Shenka tidak juga meneleponnya.Dan sekaran

  • Belenggu Hasrat Tuan Muda Adalrich   22. Hasrat Terpendam

    Adrian jelas bukan pria kemarin sore. Separuh usianya mungkin sudah dihabiskan untuk bercinta. Dia adalah pria dewasa yang sudah sangat berpengalaman dalam banyak hal, termasuk dalam hubungan intim antara pria dan wanita. Baginya mencumbu wanita selain sang istri adalah hobi yang telah ia tinggalkan sejak menikahi Bianca. Namun, ciuman Shelomita mampu membuat tubuhnya bergetar hingga ke tulang. "She-shelo ... jangan begini, ingat aku adalah suami ibumu," ucap Adrian seraya mendorong pelan tubuh Shelomita. Ia masih mencoba mempertahankan kewarasannya meskipun sempat terlena oleh permainan lidah sang anak tiri.Shelomita melepaskan tautan bibirnya, tetapi kedua tangannya masih melingkar di leher Adrian."Aku tahu ... kau adalah suami ibuku. Itu sebabnya aku ingin kau menceraikannya karena dia tidak layak mendapatkan pria hebat sepertimu. Ibuku bukan wanita yang setia, Adrian. Aku yakin kau pasti sudah tahu apa yang dilakukannya dengan sahabat baikmu itu." Dengan tatapan penuh percaya d

  • Belenggu Hasrat Tuan Muda Adalrich   21. Harapan Terselubung

    Meski luar biasa galau dengan perasaannya, tetapi Shelomita berhasil menepati janjinya membawa Shenka pulang dengan selamat ke kediaman keluarga Zeny."Shenka cucuku, akhirnya kamu pulang juga, Sayang. Kamu tega meninggalkan Kakek tanpa kabar. Kamu tidak sayang Kakek lagi? Mau Kakek cepat mati?" Adhiwan menyongsong kedatangan Shenka dengan pelukan hangat dari atas kursi rodanya."Maafkan aku, Kek. Tentu saja aku sangat menyayangi Kakek, tapi saat itu aku benar-benar ingin sendiri, Kek. Aku ingin hidup tenang dan bebas, bukan dipenjara oleh berbagai macam aturan."Shenka membalas pelukan Adhiwan dengan erat, tak lupa melabuhkan kecupan sayang di kedua pipi sang Kakek."Kakek 'kan sudah bilang. Kalau kamu tidak betah di rumah ini, tinggallah bersama Kakek. Rumah nenekmu tidak ada yang menghuni, kita bisa tinggal di sana berdua."Shenka menggeleng. "Rumah nenek terlalu jauh dari kota, Kek. Sementara kesehatan Kakek sudah tak seperti dulu lagi. Sewaktu-waktu kondisi Kakek bisa drop, dan p

  • Belenggu Hasrat Tuan Muda Adalrich   14. Morning Wood

    Suasana romantis begitu kental terasa di apartemen itu. Shenka yang awalnya terkesan dingin, sekarang justru terbawa arus permainan Hans yang terus memancing gairahnya. Ia bahkan tanpa sadar melentingkan tubuhnya memberi akses penuh pada Hans untuk mencumbu tubuhnya. Hingga pada satu titik, ketik

  • Belenggu Hasrat Tuan Muda Adalrich   6. Kecurigaan Hans

    Hans tergugu mendengar pertanyaan Shenka. Ia tidak menyangka jika gadis itu juga memiliki hobi yang sama dengannya. Tidak hanya itu, gadis itu bahkan hapal dengan jalan cerita novel yang ia baca. Mendadak Hans merasa ada gumpalan pasir di tenggorokannya. ia tercekat, kesulitan untuk langsung

  • Belenggu Hasrat Tuan Muda Adalrich   5. Masih Sayang?

    "Kenapa kamu menatapku begitu? Apakah di tubuhku ada yang aneh?" tanya Shenka.Hans berdehem, membersihkan tenggorokannya yang mendadak terasa kesat."Bukan aneh," jawab Hans parau."Lalu?""Menggairahkan. Wajahmu, tubuhmu, semuanya ... membangkitkan gairahku," jawab H

  • Belenggu Hasrat Tuan Muda Adalrich   4. Bukan Aneh, Tetapi Menggairahkan

    "Ada apa ini? Siapa yang berani berbuat onar di kelabku?!" tanya Hans sambil berkacak pinggang di depan pintu.Mendengar bentakan Hans yang penuh wibawa, pria itu melepaskan tangannya dari rok Mila.Mila langsung berlari sambil memegangi roknya yang robek. Melihat itu Hans lan

Mais capítulos
Explore e leia bons romances gratuitamente
Acesso gratuito a um vasto número de bons romances no app GoodNovel. Baixe os livros que você gosta e leia em qualquer lugar e a qualquer hora.
Leia livros gratuitamente no app
ESCANEIE O CÓDIGO PARA LER NO APP
DMCA.com Protection Status