Share

Melabrak Gadis

Author: Erdin Xes
last update Last Updated: 2026-01-11 08:29:01

Lantai kantor yang biasanya hanya dipenuhi gumam diskusi profesional dan denting mesin kopi, mendadak berubah menjadi arena eksekusi publik. Nina masuk bukan sebagai seorang tamu, melainkan sebagai badai katastrofe yang membawa petir kemarahan di kedua matanya. Setiap langkah tumit sepatunya di atas lantai granit seolah-olah adalah detak jantung yang memacu adrenalin siapa pun yang mendengarnya.

Begitu Nina mencapai area open-plan tempat Gadis berada, udara di sana seakan tersedot habis. Nina berdiri tegak di tengah ruangan, wajahnya merah padam dengan urat-urat di leher yang menegang. Ia tidak butuh waktu untuk bersiap; ia langsung meledakkan amarahnya tepat di pusat gravitasi kantor tersebut.

"Gadis! Keluar kau dari lubang persembunyianmu!" teriak Nina. Suaranya tidak hanya keras, tapi juga memiliki getaran kepedihan yang sangat dalam, membuat beberapa staf administrasi tersentak hingga menjatuhkan tumpukan kertas.

Gadis, yang sedang duduk di balik monitornya, perlahan berdiri. Waja
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Benih 1 Miliar Adik Ipar   Kembali Bertengkar

    Warung kelontong yang semula tenang dengan obrolan ringan ibu-ibu kompleks mendadak berubah menjadi panggung drama yang memalukan. Alex, dengan rahang yang mengeras dan mata yang menyala oleh amarah murni, melangkah lebar membelah kerumunan. Ia tidak peduli lagi pada etika atau tatapan menghakimi dari tetangga-tetangganya.Tanpa sepatah kata pun, Alex menyambar pergelangan tangan Nina dengan kasar. Tas belanjaan yang dipegang Nina nyaris terjatuh saat Alex menariknya menjauh dari lingkaran sosialnya."Alex! Apa-apaan ini?! Kamu menyakitiku!" teriak Nina, wajahnya memerah antara rasa sakit dan malu karena menjadi tontonan ibu-ibu kompleks yang kini mulai berbisik-bisik.Alex tidak berhenti sampai mereka berada di sudut yang agak sepi, namun suaranya tetap meledak, bergetar oleh kemarahan yang tertahan. "Apa yang kau lakukan, Nina?! Jawab aku! Apa tujuanmu datang ke kantor Gadis dan mempermalukannya. Nina mencoba melepaskan cengkeramannya, matanya menantang Alex dengan keberanian yang

  • Benih 1 Miliar Adik Ipar   Gadis Dipecat

    Kertas putih di tangan Gadis terasa seberat bongkahan batu. Huruf-huruf hitam yang tercetak di atasnya, kata-kata formal seperti "pemutusan hubungan kerja" dan "pelanggaran kode etik" seakan menari-nari dengan kejam, mengaburkan pandangannya yang mulai digenangi air mata.Puing-Puing Kehormatan yang RuntuhSurat itu bukan sekadar pemberitahuan pemecatan; itu adalah vonis mati bagi karier yang telah ia bangun dengan tetesan keringat, lembur yang tak terhitung, dan integritas yang selalu ia jaga. Hanya butuh satu jam bagi Nina untuk menghancurkan segalanya. Fitnah yang diteriakkan Nina di tengah kantor tempo hari telah bermetamorfosis menjadi kebenaran yang diyakini oleh perusahaan.Gadis duduk di kursi kerjanya untuk terakhir kali. Di sekelilingnya, suasana kantor terasa sangat asing. Rekan-rekan kerja yang dulu sering mengajaknya makan siang kini mendadak sibuk dengan monitor masing-masing, tak ada satu pun yang berani menatap matanya. Kesunyian itu jauh lebih menyakitkan daripada mak

  • Benih 1 Miliar Adik Ipar   Penghakiman Untuk Amanda

    Suasana di dalam mobil dalam perjalanan pulang terasa begitu mencekam, lebih dingin daripada AC yang berembus paling kencang. Namun, badai yang sesungguhnya baru meledak saat pintu gerbang rumah mewah itu tertutup rapat. Begitu kaki mereka menginjak lantai marmer ruang tamu, Margareth tidak lagi mampu membendung lahar amarah yang sudah mendidih sejak di hotel. Margareth melemparkan tas mahalnya ke sofa dengan kasar. Ia berbalik, menatap Amanda dengan tatapan yang seolah ingin menembus jantung menantunya itu. "Apa yang ada di dalam otakmu, Amanda?!" teriak Margareth, suaranya melengking memenuhi ruangan. "Kau berdiri di sana seperti patung bodoh sementara wanita itu meludahi harga dirimu! Dia menghina suamimu, dia menuduhmu sebagai pezina, dan kau hanya diam? Kau membiarkan aku bertarung sendirian seperti orang gila di depan teman-temanku!" Amanda hanya menunduk, bahunya gemetar, air mata yang sejak tadi ditahannya mulai jatuh membasahi gaun cantiknya yang kini terasa seperti kain k

  • Benih 1 Miliar Adik Ipar   Adu Mulut Di Acara Pesta

    Suasana ballroom hotel bintang lima itu awalnya begitu sempurna, dipenuhi aroma parfum mahal dan denting gelas kristal yang bersentuhan. Margareth melangkah masuk dengan keanggunan seorang ratu; gaun couture yang melekat di tubuhnya memancarkan kemewahan yang tak terbantahkan. Di sampingnya, Amanda tampil bak dewi—sederhana namun memukau, kecantikannya yang alami langsung menyedot seluruh atensi di ruangan itu. Semua mata tertuju pada mereka, persis seperti skenario yang telah disusun Margareth.Namun, di balik senyum porselen para sosialita itu, ada belati yang siap menghujam.Racun di Balik KeramahanSaat acara sedang berada di puncaknya, suasana mendadak mendingin di salah satu sudut meja bundar. Seorang wanita bergaun zamrud, yang sejak tadi menatap Amanda dengan tatapan penuh selidik, mulai menyesap tehnya dengan gaya yang angkuh. Ia adalah Ratna, sosok yang dikenal sebagai "ratu gosip" di lingkaran arisan tersebut."Cantik sekali ya, Amanda," ujar Ratna, suaranya sengaja dikeras

  • Benih 1 Miliar Adik Ipar   Melabrak Gadis

    Lantai kantor yang biasanya hanya dipenuhi gumam diskusi profesional dan denting mesin kopi, mendadak berubah menjadi arena eksekusi publik. Nina masuk bukan sebagai seorang tamu, melainkan sebagai badai katastrofe yang membawa petir kemarahan di kedua matanya. Setiap langkah tumit sepatunya di atas lantai granit seolah-olah adalah detak jantung yang memacu adrenalin siapa pun yang mendengarnya.Begitu Nina mencapai area open-plan tempat Gadis berada, udara di sana seakan tersedot habis. Nina berdiri tegak di tengah ruangan, wajahnya merah padam dengan urat-urat di leher yang menegang. Ia tidak butuh waktu untuk bersiap; ia langsung meledakkan amarahnya tepat di pusat gravitasi kantor tersebut."Gadis! Keluar kau dari lubang persembunyianmu!" teriak Nina. Suaranya tidak hanya keras, tapi juga memiliki getaran kepedihan yang sangat dalam, membuat beberapa staf administrasi tersentak hingga menjatuhkan tumpukan kertas.Gadis, yang sedang duduk di balik monitornya, perlahan berdiri. Waja

  • Benih 1 Miliar Adik Ipar   Usaha Alex

    Sejak fajar menyingsing, ponsel Amanda tak berhenti bergetar. Rentetan pesan dari Alex masuk seperti teror yang dibungkus kata-kata rindu. Amanda hanya menatap layar itu dengan jantung berdegup kencang, lalu membaliknya ke atas meja seolah benda itu adalah bara api yang bisa membakar jemarinya. Ia tak membalas satu pun. Alex, yang mulai kehilangan kesabaran di toko bunganya, mencoba cara lain. Ia meraih telepon kabel toko, berharap nomor kantor yang terlihat formal akan membuat Amanda lengah. Namun, Amanda sudah hafal di luar kepala nomor itu—nomor yang dulu selalu ia tunggu-tunggu panggilannya, kini justru menjadi sinyal bahaya. Ponselnya berdering panjang, melolong di keheningan kamar, tapi Amanda hanya mematung, membiarkan dering itu mati dengan sendirinya. Tidak kehabisan akal, Alex meraih ponsel salah satu pegawainya yang sedang merangkai mawar. "Pinjam sebentar, urusan darurat," ucapnya singkat. Ia mendial nomor Amanda. Kali ini, sebuah nomor asing muncul di layar Amanda. Ber

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status