Share

🖤 EPISODE 41

last update Tanggal publikasi: 2025-10-21 23:59:45
Udara malam yang sejuk menyentuh kulitnya saat Rani bergegas menuju gerbang. Ia menundukkan kepala dan melangkah cepat, berharap tidak menarik perhatian. Leganya terasa saat Zafla, yang sedang sibuk dengan ponselnya, hampir tidak menoleh saat ia melambaikan tangan.

Jantung Rani berdebar kencang saat ia melangkah ke jalan-jalan yang gelap, paket berat di pelukannya. Tiba-tiba, suara lembut terdengar dari bayangan: “Ya?” Nada itu hati-hati, penuh waspada.

Rani menelan ludah, genggamannya pada
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Benih Yang Ditinggalkan Kakak Ipar   🖤 EPISODE 106

    Siang itu, matahari bersinar cukup terik di area taman penthouse. Rani sedang berdiri di dekat deretan pot tanaman hias, memegang selang air dengan gerakan yang lambat dan lemas. Tubuhnya terasa sangat berat, dan keringat dingin sesekali muncul di pelipisnya akibat kelelahan yang terus menerus ia paksakan. Ia hanya mencoba mencari sedikit udara segar di sela sela tugas berat yang diberikan Tasya.Tiba tiba, suara deru mesin mobil yang halus namun bertenaga memecah keheningan. Sebuah mobil mewah mengkilap berhenti tepat di depan gerbang utama yang terbuka sedikit.Rani tersentak, refleks mematikan kran air dan menyeka tangannya yang basah ke celemeknya yang kusam. Dari balik kemudi, sosok pria dengan penampilan yang sangat kontras dengan lingkungan sekitarnya muncul.Atharrazka turun dari mobil dengan gerakan yang penuh percaya diri. Rambut hitam tebalnya yang disisir rapi ke belakang tampak berkilau di bawah sinar matahari, dan jam tangan mewahnya memantulkan cahaya yang menyilaukan.

  • Benih Yang Ditinggalkan Kakak Ipar   🖤 EPISODE 105

    Melihat Rani yang mulai terhuyung dan mencengkeram meja dengan wajah pucat pasi, Tasya tidak menunjukkan keterkejutan yang nyata. Ia tidak panik, tidak juga memanggil bantuan. Sebaliknya, ia dengan sangat cepat memasang topeng kekhawatiran yang paling meyakinkan di dunia.Tasya segera berdiri dan menghampiri Rani, tangannya bergerak seolah ingin menolong, namun ia hanya menyentuh bahu Rani dengan sangat ringan sebuah sentuhan yang terasa dingin di tengah rasa panas yang menyiksa tubuh gadis itu."Ya ampun, Rani! Kenapa ya?" seru Tasya dengan nada suara yang bergetar, seolah ia pun ikut cemas melihat kondisi adiknya. Wajahnya menunjukkan gurat keprihatinan yang dalam, matanya melebar seolah terkejut.Rani mencoba mengatur napasnya yang tersengal, "Kak... perutku... sakit sekali... kepalaku juga..." suaranya nyaris tak terdengar, terputus oleh rintihan nyeri yang terus menghujam.Tasya mendekatkan wajahnya ke telinga Rani, seolah ingin membisikkan kata kata penenang, namun matanya tetap

  • Benih Yang Ditinggalkan Kakak Ipar   🖤 EPISODE 104

    Pagi itu, penthouse terasa begitu tenang dan damai. Sinar matahari yang lembut menembus tirai sutra di ruang makan, menciptakan suasana hangat yang seolah olah telah menghapus semua ketegangan di malam malam sebelumnya. Tasya tampil memukau dengan gaun rumahan berbahan satin yang elegan, rambutnya tertata rapi tanpa cela, memancarkan aura seorang kakak yang sangat penyayang.Tidak ada lagi kegelapan di wajahnya. Yang ada hanyalah kelembutan yang begitu tulus hingga siapa pun yang melihatnya akan merasa terharu.Rani sedang duduk di meja makan kecil di area dapur, tampak sedikit pucat namun mencoba untuk tersenyum. Kehadiran Tasya yang tiba tiba mendekat dengan nampan perak membuat Rani sedikit terkejut."Rani, Sayang..." suara Tasya terdengar sangat merdu dan penuh kasih. "Kakak perhatikan belakangan ini kamu terlihat sedikit lemas. Kamu pasti sedang lelah karena perubahan hormon itu, kan?"Tasya meletakkan nampan itu di depan Rani. Di atasnya terdapat sebuah mangkuk sup keramik yang

  • Benih Yang Ditinggalkan Kakak Ipar   🖤 EPISODE 103

    Tasya berdiri mematung sejenak di tengah kekacauan pecahan vas yang berserakan. Napasnya yang memburu perlahan mulai teratur, seolah ia sedang melakukan transisi yang sangat sadar dari seorang wanita yang murka menjadi seorang aktris yang ulung. Ia menarik napas dalam dalam, memaksakan detak jantungnya kembali ke ritme normal. Dengan gerakan yang sangat tenang hampir terlalu tenang ia merogoh saku jubahnya. Ia mengambil kembali alat tes kehamilan itu, menatap dua garis merah yang seolah mengejeknya untuk terakhir kali. Tanpa ragu, ia menyembunyikan benda kecil itu jauh ke dalam saku tersembunyi di tas mewahnya, memastikan tak ada satu pun mata yang bisa menemukannya. Ia kemudian melangkah di antara pecahan keramik, gerakannya anggun seolah ia sedang berjalan di atas panggung catwalk, bukan di tengah reruntuhan vas yang ia hancurkan sendiri. Ia mengambil sapu tangan sutra dari meja, menyeka sedikit noda air di tangannya dengan gerakan yang sangat presisi. Wajahnya kembali terpasan

  • Benih Yang Ditinggalkan Kakak Ipar   🖤 Episode 102

    Tasya berlutut perlahan di samping keranjang sampah yang tersembunyi. Jemarinya yang dingin dan kaku menaruh kembali alat tes kehamilan itu di antara tisu bekas dan sampah lain, menyusunnya sedemikian rupa seolah benda itu tak pernah disentuh, seolah tak ada rahasia besar yang baru saja terkuak. Ia meratakan lipatan sampah, memastikan tidak ada jejak gangguan yang terlihat, lalu berdiri tegak dengan gerakan anggun yang dipaksakan. Namun, topeng di wajahnya kini tak lagi sama. Senyum tipis yang terukir di bibirnya bukan lagi senyum manis kakak yang penuh perhatian, melainkan senyum miring yang menyeramkan, matanya menyala dengan kilatan niat jahat yang pekat. Tidak ada lagi keraguan, tidak ada lagi rasa bersalah. Hanya ada kebencian murni dan tekad untuk menghancurkan apa yang berani merebut miliknya. Ia berbisik pelan, suaranya terdengar lembut namun menusuk hingga ke tulang, seolah sedang mengucapkan ucapan selamat pada tamu yang akan berangkat ke kematian. "Kalau begitu... sela

  • Benih Yang Ditinggalkan Kakak Ipar   🖤 EPISODE 101

    Udara di kamar Rani terasa hening, hanya berbau samar sabun bayi dan wangi bunga melati yang lembut. Tasya melangkah masuk tanpa suara, gerakannya pelan namun penuh niat buruk, matanya menyapu setiap sudut ruangan seolah sedang memburu jejak musuh. Ia tahu Rani sering ceroboh, sering lupa menyembunyikan barang-barang pribadi di tempat yang seharusnya aman. Dan hari ini, nasib benar-benar berpihak pada keburukannya—atau mungkin justru membuka pintu neraka yang selama ini tertutup rapat.Saat ia menunduk memeriksa keranjang sampah yang tersembunyi di balik lemari pakaian, tangannya tiba-tiba berhenti bergerak. Di antara tisu bekas dan kemasan permen, tergeletak sebuah benda plastik kecil yang bentuknya terlalu ia kenal.Dengan jari gemetar menahan rasa ingin tahu yang bercampur ketakutan, Tasya meraih benda itu. Ia mengangkatnya perlahan ke arah cahaya jendela.Detik itu juga, napasnya tercekat.Di sana, terlihat jelas dua garis merah yang tegas dan mencolok. Garis yang menandakan satu

  • Benih Yang Ditinggalkan Kakak Ipar   🖤 EPISODE 46

    Afqlah mengangkat bahu, bersandar di pagar di sebelahnya. “Biasa saja,” jawabnya. “Tapi, Tante... bolehkah aku bertanya sesuatu?” Rani mengangguk hati-hati, bertanya-tanya apa yang ingin diketahui gadis kecil itu. “Tentu s

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-25
  • Benih Yang Ditinggalkan Kakak Ipar   🖤 EPISODE 43

    Namun, ketenangan itu segera terganggu. Suara langkah kaki tiba-tiba terdengar dari luar ruangan. Rani dan Dimas membeku, jantung mereka berdegup kencang, telinga mereka menangkap setiap hentakan. Langkah itu semakin keras, berhenti tepat di luar pintu. Napas Rani tersangkut saat ia mengenali suar

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-24
  • Benih Yang Ditinggalkan Kakak Ipar   🖤 EPISODE 44

    Keesokan harinya, bel pintu berbunyi di penthouse, menandakan kedatangan Shakila, guru piano Afqlah. Rani yang sedang merapikan beberapa majalah di meja kopi menoleh ketika mendengar langkah kaki Tasya menuju pintu. "Aku yang bukain," panggil Tasya dari lorong. Rani mendengar suara pintu terbuk

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-24
  • Benih Yang Ditinggalkan Kakak Ipar   🖤 EPISODE 47

    Cahaya lembut dari lampu meja menerangi wajah Dimas saat ia menatap layar komputer dengan intens, rahangnya mengeras. Rani masuk dengan tenang, meletakkan secangkir teh di atas meja dengan bunyi pelan.

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-25
Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status