Share

Bab 94

Author: Crown Imagination
Gabriel keluar dari kamar mandi, rambutnya masih lembap setelah mandi. Dia sudah berganti pakaian. Kaus hitam sederhana dan celana santai yang lembut. Namun, bahkan kenyamanan pakaian bersih itu tak mampu meredakan rasa getir di dadanya.

Dia naik ke tempat tidur lalu menyandarkan punggung ke sandaran kepala ranjang, menatap dinding kosong tanpa fokus. Matanya merah. Bukan hanya karena lelah, tetapi karena badai emosi yang telah mengoyaknya sejak semalam.

Dari luar, Gabriel selalu terlihat tenang
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Bermula Dari Skandal, Berujung Pernikahan Tanpa Cinta   Bab 100

    Gabriel berdiri di depan jendela kaca setinggi langit-langit di kantor besarnya, menatap hiruk-pikuk Jalan Waduk, salah satu distrik bisnis tersibuk di Carapa. Malam telah tiba dan jalanan di bawah berkilau oleh cahaya lampu mobil keemasan serta bayangan orang-orang yang bergerak cepat. Mereka bergegas pulang, menyelinap di antara cahaya kota.Pulang.Kata itu menghantam dadanya seperti beban berat. Betapa dia ingin pulang, pulang padanya. Namun, Isla bilang dia butuh waktu untuk berpikir. Gabriel bahkan tidak yakin apakah Isla masih akan ada di sana saat dia pulang.Masa depan pernikahan mereka kini bergantung pada hasil penyelidikannya. Apa pun kebenarannya nanti, satu hal yang pasti, dia tidak akan pernah melepaskannya. Sekalipun Isla membencinya, sekalipun Isla tak pernah berbicara padanya lagi, dia tetap akan memperjuangkannya.Dia sendiri tidak tahu sejak kapan Isla menjadi candu baginya, kenapa dia tak sanggup melepaskannya. Isla adalah sahabat terbaiknya dan sekarang ... apa? D

  • Bermula Dari Skandal, Berujung Pernikahan Tanpa Cinta   Bab 99

    Isla berjalan mondar-mandir perlahan di ruang kerja yang luas itu, langkahnya nyaris tak bersuara di atas karpet tebal. Pikirannya berputar-putar, berusaha merangkai semuanya. Sekarang semuanya terasa masuk akal, setidaknya sebagian besar. Kini dia tahu kenapa Alfred selalu menyukainya, kenapa dia diperlakukan berbeda dibanding yang lain.Meski begitu, masih ada pertanyaan yang tersisa, seperti bayangan yang melekat di benaknya. Apa maksudnya dengan "lain kali"? Dia tahu Alfred belum menceritakan segalanya.Alfred mengamatinya dengan hiburan yang tenang, senyum tipis melengkung di bibirnya. Dia bangga pada ketenangan Isla, pada kekuatan yang tetap terpancar meski diliputi kebingungan. Kali ini, pilihannya tidak salah. Isla adalah wanita yang akan membawa stabilitas dan kewarasan kembali ke keluarga ini.Anna telah mengecewakannya dan dia sudah menerimanya. Sekarang, dia siap memutus hubungan sepenuhnya dengan keluarga kerajaan, apa pun risikonya. Tidak ada gunanya memperbaiki sesuatu y

  • Bermula Dari Skandal, Berujung Pernikahan Tanpa Cinta   Bab 98

    "Jangan kaget, Isla," kata Alfred dengan senyum tipis penuh makna. "Ada banyak hal tentang diriku yang belum kamu ketahui. Dan hari ini, aku akan menceritakan sedikit. Bukan karena aku ingin, tapi karena kamu pantas mengetahuinya."Dia berhenti sejenak, mencengkeram gagang tongkatnya sebelum berjalan kembali ke kursinya. Irama langkahnya yang pelan menggema lembut di ruang kerja itu. Saat dia duduk, Isla ikut menyesuaikan posisinya, jemarinya saling menggenggam erat di pangkuan."Aku sudah membuat banyak kesalahan, Isla," ujarnya, suaranya kini lebih rendah, sarat penyesalan. "Dan sekarang, aku ingin memperbaiki kesalahan-kesalahan itu sebelum aku meninggalkan dunia ini."Dia bersandar sedikit ke belakang, menatap kosong, seolah-olah pikirannya melayang ke masa yang sudah lama berlalu."Anakku, John, dulu jatuh cinta pada seorang wanita cantik. Namanya Janet. Dia yatim piatu, sederhana tapi anggun. Tapi aku ... aku pikir dia nggak cukup pantas untuknya."Bibir Isla sedikit terbuka. Dad

  • Bermula Dari Skandal, Berujung Pernikahan Tanpa Cinta   Bab 97

    Bibir Alfred melengkung membentuk senyum tenang dan ramah. Tangannya yang keriput terangkat sedikit, memberi isyarat ke kursi di samping Jeffrey."Duduklah, Isla."Namun, Isla tak bergerak.Sesaat, dia merasa jantungnya berhenti berdetak. Rasa takut mengalir di nadinya. Dia yakin, sangat yakin, pria tua itu pasti telah memercayai kebohongan yang sama seperti Gabriel.Nalurinya mendorongnya untuk membela diri, menjelaskan, memohon agar dia percaya. Namun, bahkan sebelum dia sempat membuka mulut, kata-kata Alfred berikutnya seakan-akan merenggut seluruh udara dari paru-parunya."Jangan bodoh, Isla," ucap Alfred datar. "Akulah yang mengatur semuanya. Hasil tes kehamilan palsu itu, foto-foto itu, semuanya. Aku yang merekayasa semua ini. Sekarang, duduklah dan dengarkan aku."Dunia di sekeliling Isla seakan-akan membeku. Isla menatapnya tanpa berkedip. Lututnya goyah dan dia mencengkeram tepi kursi untuk menahan tubuhnya tetap berdiri."A ... apa yang baru saja Kakek katakan?" bisiknya, sua

  • Bermula Dari Skandal, Berujung Pernikahan Tanpa Cinta   Bab 96

    "Terima kasih, Dokter Matt. Aku sungguh menghargai bantuanmu.""Sama-sama, Bu," jawab sang dokter dengan senyum sopan. "Tolong ingat untuk sebisa mungkin menghindari stres. Dan jangan lupa, empat minggu lagi Ibu harus kembali untuk pemeriksaan USG."Isla tersenyum tipis, tangannya tanpa sadar bertumpu di perutnya. "Aku mengerti. Akan kuingat itu." Dia ragu sejenak sebelum menambahkan dengan suara pelan, "Tapi tolong, Dokter, aku belum ingin suamiku tahu. Aku ingin menjadi orang yang memberitahunya sendiri."Dr. Matt terdiam sejenak, meneliti wajahnya sebelum kembali berbicara. "Aku mengerti, Bu Isla. Tapi aku harus mengingatkanmu ...." Nada suaranya sedikit direndahkan. "Jangan kaget kalau Pak Alfred sudah mengetahuinya lebih dulu. Pria tua itu punya telinga di mana-mana di rumah sakit ini."Isla menghela napas kecil, meski sebenarnya dia tidak terlalu terkejut. "Aku mengerti. Terima kasih, Dokter."Dia bangkit dari duduknya dan mengulurkan tangan. Sang dokter menjabatnya dengan hangat

  • Bermula Dari Skandal, Berujung Pernikahan Tanpa Cinta   Bab 95

    "Pak, bagaimana keputusan Anda? Kontraknya dibatalkan atau disetujui?" tanya COO perusahaan dengan hati-hati, memecah keheningan yang terasa terlalu lama.Dia pria bertubuh tinggi dan bidang, dengan rambut keriting gelap yang dipangkas rapi di samping. Beberapa helai rambut yang jatuh ke dahinya melembutkan fitur wajahnya yang tajam. Kacamata persegi panjang di wajahnya memberi kesan cerdas, hampir seperti kutu buku, sangat kontras dengan aura dingin dan dominan milik Gabriel.Ruang rapat dipenuhi ketegangan. Semua orang yang duduk mengelilingi meja mahoni panjang itu menunggu sang CEO berbicara. Namun, Gabriel tidak melakukannya.Dia duduk diam, tatapannya terpaku pada tumpukan berkas di hadapannya, meski jelas pikirannya sedang melayang jauh.Belakangan ini, perusahaan memang mengalami banyak kejanggalan. Kontrak dengan angka yang membengkak, pengeluaran yang tak tercatat, dan transaksi mencurigakan. Gabriel telah menghentikan semua kesepakatan baru sampai penyelidikan selesai. Rapat

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status