Share

55

Auteur: Rasyidfatir
last update Dernière mise à jour: 2025-11-29 06:36:48

"Gimana, tadi ngelamar kerjanya? Ke terima nggak?" tanya Mas Azzam. Ia melepas dasinya sendiri hendak menuju ke kamar mandi.

"Aku di terima jadi sekretaris," ungkapku.

"Ooh, baguslah kalau begitu," balas Mas Azzam seolah tak peduli bagaimana risikonya kalau aku jadi sekretaris nantinya.

"Ya sudah aku mandi dulu, ya," kata Mas Azzam kemudian. Padahal aku ingin dia keberatan kalau aku jadi sekretaris. Apalagi yang jadi bosnya itu Fikar. Pemuda yang pertama kali menyentuhku. Ah, mengingat itu saja kepalaku pening.

Usai mandi Mas Azzam sibuk telfon di balkon. Entah siapa yang dia telpon sampai bisa ketawa seperti itu. Aku memilih untuk melihat Alvaro di kamarnya.

"Sayang, lagi ngapain?" tanyaku.

"Eh, Mama. Aku lagi mewarnai gambar robot," ucap Alvaro asyik menggoreskan krayonnya.

"Mama... besok aku mau ikutan lomba mewarnai boleh?" tanya Alvaro.

"Boleh Sayang, memangnya Alvaro mau lomba kapan?" tanyaku.

"Emm, kata bu guru masih seminggu lagi, Ma."

"Ooh, kalau begitu nanti Mama akan datan
Continuez à lire ce livre gratuitement
Scanner le code pour télécharger l'application
Chapitre verrouillé

Latest chapter

  • Berondong Sewaan Pilihan Suamiku   80

    Rambut Airin basah, dan banyak bekaa tanda merah di area tubuhnya yang rak terlihat dari luar. Hari ini Fikar s7ngguh ganas, melampiaskan hasratnya menggebu-gebu. Sekarang dirinya berdiri di depan cermin membantu Airin mengeringkan rambutnya pakai hair dryer.Fikar memegang hair dryer, mengarahkan angin hangat ke rambut Airin. Gerakannya hati-hati, telaten, bahkan cenderung pelan seperti takut menyakiti. Wajahnya serius, namun matanya penuh kelembutan.“Biar aku lakukan sendiri, kamu ganti baju dulu," ucap Airin."Kenapa ... kamu takut aku menerkammu lagi," goda Fikar."Bu ... bukan begitu. Hanya saja apa kamu tidak lelah juga," balas Airin malu-malu.Sesekali jemari Fikar menyibakkan rambut Airin yang menutupi wajahnya. Sentuhannya ringan, penuh perhatian.“Apa aku perlu memijitmu? Aku tahu kamu pasti lelah melayaniku,” ucap Fikar sok bersalah.“Tidak usah. Yang ada nanti bukan Mas mijitin aku… tapi mijit yang lain-lain,” jawab Airin dengan pipi memerah.Fikar terkekeh pelan.“Kamu

  • Berondong Sewaan Pilihan Suamiku   79

    Azzam berniat menghampiri Airin yang tengah memandangi Fikar tengah berpiday9 di podium. Rasanya dia tidak tenang kalau tidak dengar langsung dari Airin."Mas mau kemana?" tanya Lidya. Azzam tidak menjawab, langkahnya mantap menuju ke arah Airin."Rin ... aku tidak menyangka kamu meninggalkan aku karena gila harta," tuduh Azzam.Airin sempat kaget mendengar tuduhan Azzam. Namun dia tetap berusaha untuk tidak terpancing amarah."Mas ngomong apapun sekarang nggak ngaruh buat aku. Lagian sekarang aku sudah tidak ada urusannya dengan Mas," jawab Airin tegas.Azzam hendak melanjutkan kata-katanya. Tapi tiba-tiba pandangannya beralih pada seorang wanita cantik yang menyerahkan buket bunga segar pada Fikar."Kamu lihat kan, Rin. Fikar itu masih muda, tampan dan kaya raya. Kamu jangan berharap dia hanya milikmu seorang. Bisa jadi, dia juga seperti aku punya wanita lain di belakang layar," sindir Azzam.Airin menatap ke arah panggung. Wanita itu berpenampilan elegan, yang jelas dari kalangan a

  • Berondong Sewaan Pilihan Suamiku   78

    Airin touch up lagi make upnya. Setelah melakukan percintaan kilat di ranjang. Fikar membantu Airin merapikan gaunnya."Makasih Sayang, maaf ya kamu harus capek menghadapi kenakalanku hari ini," kata Fikar. "Di leherku tidak ada bekas merahnya kan?" tanya Airin panik."Tidak ada, tapi di dadamu yang bagian dalam penuh tandaku. He ... he ... he," kekeh Fikar."Lain kali jangan pas pesta begini. Aku sedikit takut," ungkap Airin."Malahan menurutku seru Sayang. Dalam rasa panikmu kamu dapat kenikmatan dariku," goda Fikar. Usianya yang masih muda membuat Fikar menggebu-gebu dalam bercinta."Ya sudah kita turun, semua tamu sudah menunggu di bawah." Fikar mengulurkan lengannya. Dan Airin pun merangkul lengan kekar tersebut. Sebelum mereka membuka pintu, Fikar tiba-tiba memeluk perut Airin erat."Aku harap kamu tidak luluh dengan mantan suamimu. Aku tidak sanggup jika kehilanganmu sekali lagi," lirih Fikar. Airin tidak menyangka merasa begitu di cintai oleh Fikar. Ia menjawab perkataan Fik

  • Berondong Sewaan Pilihan Suamiku   77

    "Kamu ... bisa-bisanya menggoda istriku," ucap Azzam."Bukan istrimu ... tepatnya mantan istri," balas Fikar. Tangan Azzam mengepal mendengar perkataan Fikar. Ia berusaha menahan diri, karena menyadari situasinya sedang di tempat umum."Rin, aku ingin bicara ..." kata Azzam menatap rindu pada mantan istrinya."Mas, semua sudah jelas. Tak ada yang perlu kita bicarakan lagi," jawab Airin tegas."Kamu memilih berondong tengil ini. Dia tidak akan bisa menjamin hidupmu. Dia hanya memanfaatkanmu. Numpang hidup sama kamu!" Sinis Azzam.Airin hendak membuka mulut untuk membela Fikar. Namun Fikar memberi isyarat agar Airin membiarkan Azzam berbicara seenaknya."Kamu diam kan, Rin. Berarti benar dugaanku. Kalau bocah ini cuman numpang hidup sama kamu. Mendingan kamu balik sama aku, Rin," ucap Azzam penuh percaya diri. Malam ini penampilan Airin begitu memukau, Azzam tak ingin melepaskannya.Dalam hati Airin berteriak, semua yang di katakan Azzam tidak benar. Bukan Fikar yang numpang tapi dia la

  • Berondong Sewaan Pilihan Suamiku   76

    Terlambat menyadari kesalahan yang paling fatal dalam hidupnya. Bercerai dari Airin bukan sepenuhnya jadi keinginannya. Ia merasa tertipu dengan cara Airin menceraikannya.Dan sekarang dinding rumahnya seakan dingin. Menyisakan kenangan tentangnya. Airin tidak pernah protes dan menerima semua sikapnya. Ia sibuk membesarkan Varo sampai-sampai tidak tahu perselingkuhan di belakangnya. Azzam merasa hidupnya paling sempurna. Punya istri yang sangat mencintainya. Dan di kantor maupun di perjalanan luar kota. Ada Lidya yang bersedia jadi teman ranjangnya.Kini hidupnya hampa tanpa Airin. Kalau dia duduk di sofa seperti ini. Biasanya Airin membuatkannya kopi panas. Lalu menawarkan makanan untuknya. Semua hal kecil yang di lakukan Airin memenuhi ingatan Azzam. Dia menyesal mengapa bermain api dengan Lidya. Azzam menatap layar ponselnya lama sekali. Nama Airin tercantum jelas di sana. Istrinya. Perempuan yang dulu selalu sigap datang ketika ia pulang kerja, meski wajahnya tampak lelah.Tanga

  • Berondong Sewaan Pilihan Suamiku   75

    "Bu ... ceritanya panjang. Aku tidak bisa cerita hari ini. Tapi semua tidak seperti yang ibu duga. Aku melakukannya karena paksaan Mas Azzam," terang Airin."Rin ... ibu tidak tahu apa yang kamu maksudkan? Mana mungkin seorang suami memaksa istrinya selingkuh. Ini tidak mungkin Rin," kata ibunya."Pokoknya, Airin akan jelasin nanti Bu. Aku takut kalau ada mendengar. Nanti aku jelasin Bu. Pasti Airin jelasin ... tapi jangan sekarang. Aku belum siap," ucap Airin dengan bibir bergetar. Degup jantungnya berdetak lebih cepat.Terdengar langkah kaki mendekat ke arah mereka. Airin segera mengambil piring buah dari tangan ibunya."Biar aku bawain ya, Bu," jawab Airin gugup."Sayang, kamu ngapain di dapur. Kita mau balik loh sekarang," kata Fikar."Eh, iya Mas. Ini tadi bantuin ibu ambil buah," jawabku gugup.Dahi Fikar mengernyit heran. Ia tahu aa yang di sembunyikan di antara mereka berdua. Tapi entah itu apa. Ia tidak ingin terlalu memikirkan. Karena dia sudah keburu waktu."Nak, makan buah

Plus de chapitres
Découvrez et lisez de bons romans gratuitement
Accédez gratuitement à un grand nombre de bons romans sur GoodNovel. Téléchargez les livres que vous aimez et lisez où et quand vous voulez.
Lisez des livres gratuitement sur l'APP
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status