Share

Tergoda Ranjang

Penulis: Nic Arhsy
last update Tanggal publikasi: 2026-10-14 23:16:20

Malam makin larut ketika mobil sedan mewah hitam yang membawa Sean Anderson meluncur memasuki halaman rumah utama keluarga Anderson. Suasana kediaman megah itu terasa sunyi dan lengang. Setelah berminggu-minggu menghabiskan waktu di rumah sakit untuk menjaga ayah mertuanya, Sean akhirnya memutuskan pulang sejenak guna membersihkan diri dan mengambil beberapa dokumen penting.

Begitu melangkah melewati pintu utama yang menjulang tinggi, Sean disambut oleh sosok wanita berjas medis putih yang berd
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (3)
goodnovel comment avatar
Nina Nurhayati
lah knp dokter Maria dibuat jd jahat sih Thor,, lama² satria yg jahat dibikin jd penghalang antara Sean dan Stella bersatu lg,, karna cinta sm Stella jd berulah buat misahin mrk
goodnovel comment avatar
Yoan Sondakh
semoga Sean kuat ......... dasar Maria......
goodnovel comment avatar
Baby Boy
Ga nyangka ternyata Dokter Maria jatuh cinta pada Sean .... Moga Sean ga terkena jebakan Maria ya, Kak
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Biar Pernikahan Kita Selesai di Sini   Cara Manusiawi

    Suasana di dalam mess Polisi yang sederhana itu terasa pengap. Udara malam berhembus pelan lewat jendela ventilasi yang terbuka separuh, membawa suara angin luar. Di sudut ruangan, lampu tidur temaram menyala, memantulkan bayangan panjang di dinding bercat putih kuning gading.Stella duduk di tepi ranjang lipat, memeluk lututnya dengan tatapan kosong ke arah pintu. Satria berdiri mondar-mandir di dekatnya, jemarinya terus mengusap wajah karena cemas. Tangisan Liam melengking tanpa henti, memenuhi ruangan sempit itu dan membuat dada Satria terasa sesak oleh rasa bersalah."Ste, kamu yakin enggak apa-apa kan di mess ini? Di sini jauh lebih aman daripada di hotel. Tempat terbuka kayak gitu terlalu berisiko buat kamu," ucap Satria dengan nada memohon, di tengah kepanikan.Stella mendongak, menarik napas dalam-dalam untuk menepis gemetar di suaranya. "Gak masalah, Mas. Yang penting kita aman sekarang.”Satria mengangguk cepat, lalu menoleh ke arah Liam yang terus meronta dan menangis ke

  • Biar Pernikahan Kita Selesai di Sini   Kaki yang Gemetar

    "Mas! Kakiku gemetar, tolong gendong Liam untukku..." rintih Stella lirih, napasnya tersengal-sengal di balik masker hitam saat mereka hampir mencapai pintu keluar darurat rumah sakit.Satria langsung sigap mengambil alih gendongan Liam dari dada Stella. Wajah pria itu sendiri tampak tegang, namun melihat kondisi sahabatnya yang hampir roboh, ia segera mengusap lengan Stella yang gemetar hebat."Ste, wajahmu pucat banget, ayo minum dulu..." bisik Satria cemas sambil memegangi tangan Stella yang terasa dingin seperti es.Stella menggeleng cepat, matanya menyapu sekeliling lorong basement dengan panik luar biasa. "Enggak usah, Mas. Ayo jalan terus ke parkiran, aku takut Sean tiba-tiba mengejar kita."Mereka mempercepat langkah menyusuri sudut parkiran yang remang-remang hingga akhirnya berhasil mencapai mobil sewaan Satria. Begitu pintu mobil terbuka dan Satria dengan hati-hati menaruh Liam yang masih tertidur pulas ke dalam car seat khusus bayi di kursi belakang, Stella langsung mereb

  • Biar Pernikahan Kita Selesai di Sini   Berpapasan

    "Pastikan tidak ada yang melihat kita, Mas," bisik Stella dengan suara bergetar di balik masker hitam dan topi rajut tebal yang menutupi sebagian besar wajahnya.Di dalam gendongan depannya, Liam, bayi tujuh bulan yang baru saja bangun dari tidur panjangnya, menggeliat kecil. Mengenakan jaket musim dingin mungil berkupluk telinga beruang, bayi itu mengedipkan mata bulatnya yang jernih, menatap sekeliling lorong rumah sakit dengan rasa penasaran.Satria, yang berjalan setengah langkah di depan Stella sambil mengenakan jas laboratorium pinjaman, melirik ke kanan dan kiri koridor VVIP Anderson Hospital. “Tenang, Ste. Jadwal pergantian shift perawat baru saja dimulai sepuluh menit lalu. Kita punya waktu beberapa menit sebelum lorong ini kembali ramai. Ikuti aku lewat jalur servis darurat ini."Stella mengangguk patuh. Jantungnya berdegup kencang seolah ingin melompat keluar dari rongga dadanya. Setelah berbulan-bulan hidup dalam pelarian di Swiss, ia tidak pernah menyangka akan kembali b

  • Biar Pernikahan Kita Selesai di Sini   Tergoda Ranjang

    Malam makin larut ketika mobil sedan mewah hitam yang membawa Sean Anderson meluncur memasuki halaman rumah utama keluarga Anderson. Suasana kediaman megah itu terasa sunyi dan lengang. Setelah berminggu-minggu menghabiskan waktu di rumah sakit untuk menjaga ayah mertuanya, Sean akhirnya memutuskan pulang sejenak guna membersihkan diri dan mengambil beberapa dokumen penting.Begitu melangkah melewati pintu utama yang menjulang tinggi, Sean disambut oleh sosok wanita berjas medis putih yang berdiri rapi di dekat tangga utama. Dokter Maria, dokter pribadi yang kini di pekerjakan kembali di rumah utama dan sangat dipercayai Sean, tersenyum lembut menyambut kedatangannya."Selamat datang kembali di rumah, Tuan Sean," sapa Maria dengan nada suara yang sengaja diatur begitu hangat dan menenangkan. "Kamar utama di atas sudah saya bersihkan dan rapikan. Saya mengerti betul betapa melelahkannya beberapa hari ini untuk Anda."Sean mengangguk pelan tanpa tenaga. Lingkaran hitam di bawah matanya

  • Biar Pernikahan Kita Selesai di Sini   Perpisahan

    Perpisahan di rumah kayu Alpen Swiss pagi itu berlangsung dalam keheningan yang sarat akan kesedihan. Setelah mengemas pakaian dan kebutuhan Liam ke dalam dua koper sederhana, Stella memeluk Sofia untuk terakhir kalinya. Untuk menghindari kecurigaan paman Sofia maupun jaringan pelacak luar, Stella memilih pergi menggunakan kendaraan umum menuju Kota Zurich.Dengan menggendong Liam yang tertidur lelap di dadanya, Stella melangkah menyusuri jalanan kecil menuju stasiun bus terdekat. Bus lokal itu membawanya membelah pedesaan menuju pusat kota.Setibanya di Zurich, Stella menyewa sebuah kamar hotel bintang tiga yang tenang di sudut kota untuk menginap selama dua malam guna mempersiapkan segala hal secara matang. Di dalam kamar hotel yang hangat, Stella membaringkan Liam di atas tempat tidur empuk, lalu mengambil ponsel khusus anti-sadap yang terhubung ke jaringan terenkripsi untuk menghubungi Satria.Hanya butuh dua kali nada panggil hingga suara Satria terdengar di ujung sambungan."Hal

  • Biar Pernikahan Kita Selesai di Sini   Keputusan

    Sinar matahari pagi yang menembus jendela kaca rumah panggung Alpen Swiss tidak lagi membawa ketenangan. Kesunyian pedesaan itu pecah seketika oleh suara gedoran pintu utama yang teramat keras, disusul teriakan marah dalam bahasa lokal yang menggelegar dari luar halaman."Sofia! Keluar kamu! Jangan pura-pura tuli!"Stella yang sedang menyuapi Liam di ruang tengah langsung terperanjat. Jantungnya berdegup kencang saat melihat wajah Sofia mendadak pucat pasi. Tanpa sempat bertanya, pintu kayu rumah itu didorong paksa dari luar. Tiga orang kerabat keluarga besar nenek Sofia, yaitu paman dan sepupunya, menerobos masuk dengan raut wajah penuh amarah.Perkelahian mulut yang hebat pun meledak di ruang tamu. Kerabat Sofia melabraknya habis-habisan, menuduh Sofia telah menguasai rumah kayu peninggalan nenek secara sepihak. Mereka mengklaim memiliki hak atas aset tersebut karena merasa ikut menyumbang uang pembangunan di masa lalu."Kamu tidak berhak tinggal di sini sendirian! Apalagi menampung

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status