Beranda / Urban / Biarkan Aku Membantumu Nyonya / BAB 132: Panggilan yang Mengubah Segalanya

Share

BAB 132: Panggilan yang Mengubah Segalanya

Penulis: Benduls
last update Terakhir Diperbarui: 2026-03-17 03:16:20

Rumah gang terasa lebih sunyi dari biasanya. Dava duduk di teras belakang, menatap langit gelap tanpa bintang. Ponselnya bergetar di atas meja kayu kecil. Nomor Reinhart. Dava menatap nama itu lama, jantungnya berdegup lebih cepat. Ia tahu panggilan ini bukan panggilan biasa. Reinhart jarang menelepon langsung kecuali ada sesuatu yang besar.

Dava mengangkat.

“Dav…” suara Reinhart terdengar tenang, tapi ada nada puas yang dalam di dalamnya. “Kamu sudah dengar kabar terbaru?”

Dava diam sebe
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Biarkan Aku Membantumu Nyonya   BAB 132: Panggilan yang Mengubah Segalanya

    Rumah gang terasa lebih sunyi dari biasanya. Dava duduk di teras belakang, menatap langit gelap tanpa bintang. Ponselnya bergetar di atas meja kayu kecil. Nomor Reinhart. Dava menatap nama itu lama, jantungnya berdegup lebih cepat. Ia tahu panggilan ini bukan panggilan biasa. Reinhart jarang menelepon langsung kecuali ada sesuatu yang besar. Dava mengangkat. “Dav…” suara Reinhart terdengar tenang, tapi ada nada puas yang dalam di dalamnya. “Kamu sudah dengar kabar terbaru?” Dava diam sebentar. “Kabar apa?” Reinhart tertawa kecil. “Luna Group sudah di ambang kebangkrutan. Saham anjlok 42% dalam seminggu. Dua investor besar tarik dana. Media terus menyerang. Clara Wijaya sudah tidak bisa tidur. Dia panik total. Dan kamu… kamu yang memulai semua itu.” Dava menelan ludah. “Itu rencanamu.” “Rencana kita,” koreksi Reinhart dengan nada sombong. “Kamu eksekusinya dengan sempurna. Rumor, sabotase desain, bocoran email palsu, akses internal yang kamu dapat dari Clara — semuanya berj

  • Biarkan Aku Membantumu Nyonya   BAB 131: Kehancuran yang Tak Terlihat

    Hari-hari berikutnya berlalu seperti kabut tebal yang perlahan menyelimuti Luna Group. Clara Wijaya masih percaya Dava adalah penyelamatnya. Setiap pagi ia mengirim pesan manis: “Dav, terima kasih ya kemarin kamu bantu bikin statement. Aku nggak bisa kalau nggak ada kamu.” Dava selalu balas dengan kata-kata hangat, tapi di balik layar ponselnya, ia sedang mempercepat kehancuran.Langkah kedua sudah berjalan mulus. Dava tidak lagi hanya menyebarkan rumor kecil. Ia mulai meracuni dari dalam.Pertama, ia memanfaatkan akses penuh yang Clara berikan. Ia mengedit beberapa dokumen internal — menambahkan catatan “markup 35% untuk fee pribadi” di laporan keuangan lama, lalu mengirimkannya secara anonim ke akun-akun whistleblower di Twitter dan LinkedIn. Isu itu langsung viral. Tagar #LunaScam muncul di trending topic nasional dalam 48 jam.Kedua, Dava membuat bukti palsu yang lebih berat. Ia menggunakan skill desainnya untuk membuat email palsu dari akun Clara ke investor besar, isinya meminta

  • Biarkan Aku Membantumu Nyonya   BAB 130: Panik di Luna Group

    Pagi itu kantor PT. Luna Group terasa berbeda. Udara di lantai 18 terasa lebih tegang, seperti ada badai yang belum terlihat tapi sudah terasa di kulit. Clara Wijaya duduk di ruang kerjanya, laptop terbuka di depan, tapi matanya tidak fokus pada layar. Ia memegang ponsel dengan tangan gemetar, scroll timeline Twitter dan Instagram dengan cepat. Wajahnya pucat, bibirnya menggigit-gigit bawahnya.Beberapa jam lalu, saat ia baru tiba di kantor, notifikasi mulai berdatangan. Pertama dari grup internal tim PR: “Bu Clara, ada isu di Twitter tentang proyek kita.”Clara awalnya menganggap itu rumor biasa. Tapi saat ia buka link yang dikirim, jantungnya langsung berdegup kencang.Akun-akun anonim mulai menyebarkan screenshot email internal Luna Group — email yang seharusnya rahasia. Isinya menunjukkan dugaan markup biaya konstruksi proyek apartemen premium di Pantai Indah Kapuk hingga 30%, dengan catatan “untuk fee investor tertentu”. Ada juga foto kontrak palsu dengan cap Luna Group yang menu

  • Biarkan Aku Membantumu Nyonya   BAB 129: Laporan yang Memuaskan

    Rumah mewah Reinhart terasa lebih gelap dan dingin dari biasanya. Lampu-lampu taman hanya menyala redup, menciptakan bayangan panjang yang menari di dinding marmer. Olivia melangkah masuk dengan langkah percaya diri, high heels hitamnya berbunyi pelan di lantai. Dress merah ketat yang ia pakai tadi malam sudah diganti dengan setelan hitam sederhana tapi tetap menonjolkan lekuk tubuhnya yang sempurna — payudara montok, pinggang ramping, pinggul lebar. Rambut hitam panjangnya tergerai, mata cokelatnya tajam dan penuh kepuasan. Penjaga membukakan pintu ruang kerja pribadi tanpa sepatah kata. Reinhart sudah duduk di balik meja mahoni besar, segelas whiskey di tangan kanan, senyum tipis menghiasi wajahnya. Ia menatap Olivia dari atas ke bawah seperti sedang menilai barang berharga yang baru saja dikembalikan. “Duduk,” kata Reinhart, suaranya rendah dan tenang. Olivia duduk di kursi depan meja, kakinya disilangkan dengan anggun. Ia mengeluarkan ponsel dari tas kecilnya, meletakkannya di

  • Biarkan Aku Membantumu Nyonya   BAB 128: Bonus yang Tak Terduga

    Dava melaju sendirian ke rumah mewah Reinhart di pinggiran kota. Jalan tol sepi, lampu-lampu jalan berkedip seperti mata yang mengawasi. Dava memakai jas hitam yang sama, rambut undercut rapi, aroma parfum mahal yang sudah menjadi ciri khasnya. Ia tahu pertemuan malam ini bukan pertemuan biasa. Reinhart memanggilnya langsung melalui pesan singkat sore tadi: “Malam ini jam 21.00. Datang sendirian. Kita perlu bicara soal kemajuanmu.” Dava tahu Reinhart puas. Clara Wijaya sudah jatuh lebih dalam dari yang ia prediksi. Pengakuan cinta Clara kemarin malam, akses penuh ke data Luna Group, dan hubungan intim yang semakin sering — semuanya berjalan sesuai rencana. Tapi Dava juga tahu, Reinhart bukan orang yang mudah puas. Ada sesuatu yang lebih besar di balik panggilan ini. Ia tiba tepat waktu. Penjaga membukakan gerbang tanpa sepatah kata. Dava masuk ke ruang kerja pribadi Reinhart di lantai dua — ruangan yang sama seperti pertemuan pertama, meja kayu mahoni besar, kursi kulit hitam, rak

  • Biarkan Aku Membantumu Nyonya   BAB 127: Langkah Kedua – Racun yang Mulai Mengalir

    Pagi itu Dava bangun dengan kepala berat dan dada sesak. Cahaya matahari kota yang sudah terik menyusup lewat celah gorden kamar Nadia, tapi rumah gang terasa dingin dan kosong. Nadia masih di apartemen Tebet bersama Aurelia. Dava sendirian, hanya ditemani rasa bersalah yang semakin tebal setiap hari. Ia duduk di tepi ranjang, memandang foto Nadia di meja samping. Senyum polos Nadia, mata hijau besarnya yang penuh cinta — foto itu diambil sebelum liburan, sebelum semuanya menjadi neraka. Dava mengusap foto itu pelan, lalu berdiri. Hari ini adalah hari pertama ia benar-benar memulai langkah kedua: meracuni kepercayaan Clara Wijaya dari dalam. Langkah pertama sudah selesai. Clara sudah jatuh cinta. Ia sudah menyatakan perasaannya, sudah tidur dengannya dua kali, sudah percaya bahwa Dava adalah pria yang berbeda, yang bisa diandalkan. Sekarang saatnya langkah kedua: membuat Clara membuka diri sepenuhnya, memberikan akses ke rahasia bisnisnya, ke data sensitif Luna Group, ke kelemahan-k

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status