Share

Bab 15

Author: Karlinanovi
last update publish date: 2026-10-09 21:19:41

Bab 15

Zayden menatap layar ponselnya, di sana ia dapat melihat Senandung tengah bekerja. Gadis itu tampak bersemangat serta ceria, Zayden mengulas senyum tipis.

Suara ketukan pintu mengalihkan atensinya, Zayden mengangkat pandangannya.

"Masuk," teriak Zayden.

Seorang perempuan tampak masuk, ia berjalan dengan lenggak lenggonya berharap jika Zayden akan tertarik padanya. Tidak lupa pakaian yang di kenakannya, membentuk lekuk tubuhnya.

Zayden menatap perempua
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Billionare Wife   Bab 18

    Bab 18 "Senandung!" Teriakan Zayden menggema di dalam kamar mandi itu, Senandung tampak tergeletak lemas di atas lantai kamar mandi yang dingin. Tubuhnya tampak pucat dan dingin. Zayden langsung mengangkat tubuh Senandung, tubuhnya yang kecil begitu ringan sangat mudah ketika Zayden angkat tubuhnya. Lelaki bertubuh tinggi besar itu langsung berlari keluar dengan posisi Senandung berada di dalam gendongannya. "Al, siapkan mobil," teriak Zayden. Alvino menganggukkan kepalanya, ia pun bergegas keluar. Tak berapa lama, Zayden pun keluar. Ia langsung masuk, Alvino bergegas menancap pedal gasnya. "Al, ke rumah sakit," ucap Zayden, dari suaranya tampak sekali ia sangat khawatir. Alvino menganggukkan kepalanya. Mobil mewah itu melaju membelah jalanan, hujan tampak turun menemani perjalanan mereka. Zayden sesekali menggosok-gosokkan tangannya ke tangan Senandung, supaya ia bisa menyalurkan sedikit kehangatan untuknya. Tubuhnya benar-bena

  • Billionare Wife   Bab 17

    Bab 17 Sebelumnya aku minta maaf, di bab 16 ada typo nama hehe. Harusnya Zayden tapi aku malah tulis Aslan. Maafkan yaa man teman. ****** "Al, Senandung sudah pulang?" tanya Zayden ketika ia keluar dari ruangannya. Alvino yang tengah fokus dengan ponselnya pun mengangkat wajahnya, menatap atasannya yang tak lain sahabatnya sendiri. "Aku rasa sudah, sebab semua karyawan seharusnya sudah pulang 'kan?" ucap Alvino. Namun Zayden ragu. "Hubungi anak buah yang kau suruh untuk mengawasi keselamatan Senandung. Cek apakah dia sudah sampai di rumahnya." Alvino menganggukkan kepalanya. Lalu tanpa menunggu lama ia pun segera menghubungi anak buahnya yang ia tugaskan juga untuk mengawasi rumah Senandung. [Bagaimana nona kalian? Apakah dia sudah pulang?] [Tuan, nona muda belum terlihat pulang. Yang kami lihat pulang hanya kekasihnya dan juga sahabatnya nona muda.] Deg Alvino terdiam, ia menatap Z

  • Billionare Wife   Bab 16

    Bab 16 Allora menatap Senandung yang tengah membersihkan kaca. Kedua tangannya mengepal kuat, bahkan buku-buku di jarinya pun terlihat memutih. Dadanya naik turun, nafasnya terlihat memburu. Ingin sekali ia mencelakakan Senandung, namun Zayden mengawasinya dari CCTV perusahaan. "Sialan! Bagaimana ini, jika di perusahaan. Aku harus menunggunya pulang agar aku bisa dengan leluasa menyakitinya," monolog Allora. Perempuan itu memutuskan untuk kembali ke tempatnya bekerja. Di sisi lain, Adrian pun marah, karena Zayden memindahkannya ke perusahaan cabang yang jaraknya lumayan jauh. "Sial! Jika begini aku tidak bisa melihat dan berbicara dengan Senandung. Sebenarnya ada apa dengannya, kenapa dia tiba-tiba berubah seperti itu, padahal aku tahu dia begitu sangat mencintaiku," lirih Adrian. Ya, rasa cinta di hati seorang perempuan bisa terkikis. Bukan karena benar-benar sudah tak cinta, namun terkadang karena sikap pasangan pun perlahan cinta itu akan

  • Billionare Wife   Bab 15

    Bab 15 Zayden menatap layar ponselnya, di sana ia dapat melihat Senandung tengah bekerja. Gadis itu tampak bersemangat serta ceria, Zayden mengulas senyum tipis. Suara ketukan pintu mengalihkan atensinya, Zayden mengangkat pandangannya. "Masuk," teriak Zayden. Seorang perempuan tampak masuk, ia berjalan dengan lenggak lenggonya berharap jika Zayden akan tertarik padanya. Tidak lupa pakaian yang di kenakannya, membentuk lekuk tubuhnya. Zayden menatap perempuan itu datar. Tatapannya tajam menatap mulai dari ujung rambut sampai ujung kaki. "Maaf, Tuan," ucapnya dengan suara yang terdengar di buat-buat. Ia pun duduk tepat di depan Zayden, ia dapat melihat belahan dadanya namun Zayden sama sekali tidak tertarik. Perempuan itu hendak menyentuh tangannya, namun Zayden segera memindahkan tangannya. Tidak ada yang boleh menyentuhnya selain Senandung. Ia alergi dengan perempuan lain, apalagi seperti perempuan yang ada di hadapannya.

  • Billionare Wife   Bab 14

    Bab 14 Adrian terdiam. Ucapan Allora membuat dadanya terasa sesak. Tatapannya mengikuti kepergian Zayden yang membawa Senandung menuju lift. “Tidak mungkin,” gumamnya. Allora tersenyum tipis. “Kenapa tidak mungkin? Kamu sendiri melihat bagaimana dia memperlakukan Senandung.” “Dia pemimpin perusahaan ini. Bisa saja dia hanya merasa kasihan.” “Kasihan sampai menggendongnya di depan semua karyawan?” Allora menyilangkan kedua tangannya di dada. “Adrian, buka matamu. Selama ini kamu terlalu yakin Senandung tidak akan pernah meninggalkanmu. Tapi, tenang saja, jika pun dia meninggalkanmu aku akan tetap berada di sampingmu." Adrian mengepalkan tangan. Ia memang melihat semuanya. Cara Zayden menangkup wajah Senandung. Tatapan lelaki itu ketika melihat luka di pipi perempuan tersebut. Bahkan pelukan yang diberikan Zayden terlihat begitu melindungi. Sesuatu dalam hati Adrian bergejolak.Cemburu.Untuk pertama kalinya, Adrian merasakan ketakutan k

  • Billionare Wife   Bab 13

    Bab 13 "Aww, lepaskan aku, Adrian! Kamu menyakitiku!" "Ikut aku!" Adrian menarik tangan Senandung dengan kuat, Alvino yang berdiri tak jauh darinya pun langsung menyusul pria itu. Keselamatan Senandung adalah hal yang paling utama. "Hey, lepaskan nona muda!" teriak Alvino. Teriakan Alvino membuat beberapa karyawan perusahaan Zayden langsung menoleh ke arah sumber suara. Alvino mempercepat langkah kakinya. Dan mencekal tangan Adrian. "Lepaskan, atau saya akan mengusir anda dari perusahaan ini! Dan akan saya pastikan, tidak ada satu pun perusahaan di negeri ini yang akan menerima anda bekerja," tegas Alvino. Adrian menatap kesal pada Alvino, lalu menoleh pada Senandung yang terlihat meringis kesakitan. Adrian tersadar sudah menyakiti Senandung. "Sayang, maafkan aku. Aku ... aku sudah menyakitimu," ujar Adrian menyesal, ia hendak menyentuh pipi Senandung yang sedikit bengkak dan lebam namun perempuan itu reflek memundurkan t

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status