Beranda / Young Adult / Bilur Bulir Bertaut / Benang Merah yang Menjerat

Share

Benang Merah yang Menjerat

Penulis: NaoMiura
last update Tanggal publikasi: 2026-03-02 20:00:40

Setelah perdebatan teknis yang menguras energi, suasana ruang rapat perlahan mencair saat para staf senior Legacy mulai berbenah. Mereka akhirnya mengakhiri perang dingin tentang kemasan produk kolaborasi mereka.

Namun, pemandangan berbeda tersaji di sudut meja. Ridel, salah satu perwakilan senior Gigantic yang paling lama mengabdi pada keluarga Naomi, tidak segera beranjak. Ridel melangkah mendekati Naomi. Wajahnya yang tadi kaku saat rapat kini melembut secara drastis. Ia menepuk bah

Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Bilur Bulir Bertaut   Tidak Bisa Menghindar

    Pagi hari Jumat datang dengan langit yang mendung. Seolah cuaca ikut menyimpan beban yang sama dengan isi hati Naomi. Begitu tiba di kantor, ia langsung duduk di mejanya dan menyalakan komputer.Sepanjang pagi. Setiap kali melihat Mareeq keluar dari ruangannya, Naomi segera mencari alasan untuk berpindah tempat. Saat Mareeq datang ke area marketing, Naomi berpura-pura mengantar dokumen ke divisi lain. Bahkan ketika rapat singkat selesai, ia sengaja keluar bersama rombongan agar tidak pernah berada berdua dengan pria itu.Semua itu tidak luput dari perhatian Mareeq. Ia tidak memanggil. Tidak mengejar. Namun matanya selalu mengikuti ke mana Naomi pergi.Menjelang sore. Naomi sengaja menyelesaikan semua pekerjaan lebih cepat. Dia ingin menghindari Mareeq. Dia sangat yakin Mareeq akan berusaha untuk bicara.Naomi membeli sekaleng matcha. Dia turun ke lantai bawah. Bukan berencana pulang karena masih belum waktunya. Dia mencari tempat tenang untuknya menikmati

  • Bilur Bulir Bertaut   Bersembunyi

    Naomi mendorong pintu toilet wanita dan segera masuk ke salah satu bilik. Begitu pintu terkunci, tubuhnya langsung merosot ke lantai. Tangannya menutup mulutnya sendiri agar isaknya tidak terdengar keluar.Naomi mengurung diri di dalam bilik toilet cukup lama. Isaknya perlahan mereda. Yang tersisa hanyalah rasa lelah yang luar biasa. Ia keluar dari bilik berjalan menuju wastafel. Tidak ada orang, dia merasa lega. Ia pun membasuh wajahnya dengan air dingin.Namun pantulan dirinya di cermin tetap tampak sama. Mata sembap. Wajah pucat. Tatapan yang kehilangan arah. Dia bahkan membenci tampilannya saat ini."Aku harus kembali." Bisiknya pelan kepada dirinya sendiri.Dia tidak bisa terus menghindar. Masih ada pekerjaan yang harus dia selesaikan. Dia bergegas melangkah ke ruang kerjanya.Ketika melewati ruang hibernasi, kedua kakinya justru melangkah ke arah sana. Bukan kembali ke meja kerjanya. Melainkan menuju ke sebuah ruangan kecil yang disediakan ka

  • Bilur Bulir Bertaut   Siapa Ayah Anak Itu?

    Naomi kembali ke kantor sekitar pukul satu siang. Suasana divisi marketing sudah kembali sibuk. Suara ketikan keyboard dan dering telepon saling bersahutan. Ia menarik napas panjang sebelum melangkah masuk.Senyum tipis yang dipaksakannya saat makan siang bersama Leon sudah menghilang. Begitu duduk di kursinya, ia langsung membuka komputer. Dia berharap pekerjaan mampu mengalihkan pikirannya.Namun baru beberapa menit berlalu. Mareeq datang dari luar ruangan. Mata mereka sempat bertemu sebentar. Tapi, Naomi sangat jelas menghindarinya."Naomi, ke ruanganku sebentar." ujar Mareeq lalu masuk ke ruangannya.Mareeq tidak membiarkan Naomi memberikan alasan. Dia sangat ingin tahu kebenaran itu dari mulut Naomi sendiri. Dengan sangat terpaksa Naomi pun pergi.Jalan menuju ruang kerja Mareeq terasa jauh lebih panjang dari biasanya. Setiap langkah membuat napasnya semakin berat. Ia mencoba menenangkan diri.Naomi membuka pintu perlahan. Mareeq berdir

  • Bilur Bulir Bertaut   Kabar

    Claudia baru tiba di kantor setelah menghadiri meeting dengan klien. Begitu memasuki ruangan, ia mendapati beberapa orang masih membahas Leon dan Naomi."Eh, ada apa?" tanyanya.Salah seorang staf hanya menjawab singkat, "Itu. Leon katanya melamar Naomi, tapi masih ditolak."Claudia mengangkat sebelah alis. "Kenapa ditolak?"Ia merasa ada sesuatu yang disembunyikan. Matanya kemudian menemukan Flora yang sedang berdiri di dekat pantry."Flora.""Hm?""Itu benar?" tanya Claudia. "Katanya Leon melamar Naomi?"Flora melirik kanan dan kiri memastikan tidak ada orang lain yang mendengar."Kamu serius mau tahu?"Claudia mengangguk.Flora mendekat sedikit. "Ini masih rahasia."Claudia mulai penasaran.Flora menatap mata Claudia beberapa detik sebelum akhirnya berbisik, "Naomi hamil."Mata Claudia langsung membesar. "Apa?"Flora mengangguk pelan. "Hanya aku yang tahu di sini. Jadi, jangan

  • Bilur Bulir Bertaut   Sorakan

    Suasana kantor dipenuhi suara keyboard, dering telepon, dan percakapan antarpegawai yang mulai sibuk dengan pekerjaan masing-masing.Naomi melangkah masuk dengan membawa tas kerjanya. Biasanya ia akan menyapa beberapa rekan di divisi marketing. Pagi itu, ia hanya tersenyum tipis lalu langsung menuju mejanya.Ia menyalakan komputer, membuka beberapa berkas pekerjaan, tetapi tatapannya kosong. Huruf-huruf di layar seolah tidak mampu ia cerna. Pikirannya masih dipenuhi hasil USG yang kemarin disimpan Leon dengan begitu hati-hati."Enam minggu."Angka itu terus terngiang.Tak lama kemudian, suara langkah kaki terdengar dari lorong. Naomi refleks mengangkat kepala. Mareeq. Pria itu baru saja tiba di kantor dengan kemeja putih yang lengan bajunya digulung hingga siku. Seperti biasa, beberapa rekan menyapanya.Tatapannya tanpa sengaja bertemu dengan Naomi. Hanya beberapa detik. Naomi segera menundukkan kepala, berpura-pura sibuk membuka file di kom

  • Bilur Bulir Bertaut   Perayaan

    Keluar dari klinik, Leon masih beberapa kali membuka map berisi hasil pemeriksaan. Senyum di wajahnya tak kunjung hilang. Leon mengangkat lembar foto USG kecil itu sekali lagi."Sayang. Aku masih nggak percaya ini."Naomi hanya tersenyum tipis."Kalau bukan karena dokter yang bilang langsung, mungkin aku bakal mengira ini mimpi."Ia tertawa kecil seorang diri.Naomi memperhatikan wajah Leon. Sudah lama ia tidak melihat pria itu tersenyum selepas ini.Begitu mereka masuk ke dalam mobil, Leon tidak langsung menyalakan mesin. Ia justru menoleh ke arah Naomi. Leon melirik tanggal yang terpampang di layar mobil."Hari ini valentine lho."Naomi ikut melihat. Karena sejak pagi pikirannya dipenuhi hasil test pack dan pemeriksaan dokter, ia bahkan lupa hari itu adalah Hari Valentine.Leon mengembuskan napas pelan sambil tersenyum. "Setiap tahun orang-orang sibuk kasih hadiah cokelat atau bunga."Ia menatap map hasil USG di

  • Bilur Bulir Bertaut   Tumbler Baru

    Mareeq tidak langsung menyalakan mobil. Tangannya masih berada di setir, tapi tidak bergerak. Pandangannya lurus ke depan, pada jalan yang terbuka, tapi pikirannya jelas tidak di sana.Naomi di sampingnya juga diam. Bukan karena tidak ada yang bisa dikatakan, justru mungkin karena terlalu

  • Bilur Bulir Bertaut   Tumbler yang Sama

    Pagi datang dengan ritme yang kembali rapi. Naomi sudah duduk di mejanya lebih dulu, seperti biasa. Komputer menyala, beberapa dokumen terbuka, dan di sampingnya tumbler yang kemarin dia beli.Naomi sedang menatap layar komputernya ketika sebuah map diletakkan pelan di mejanya. Ia mendonga

  • Bilur Bulir Bertaut   Sisa Rasa di Tengah Hujan

    Suasana di meja lounge yang semula hangat karena aroma makanan, mendadak berubah menjadi medan perang dingin. Naomi meletakkan sumpitnya perlahan, suaranya terdengar tenang namun tajam saat matanya menatap Leon tanpa berkedip."Mungkin Leon tiba-tiba perhatian dan repot-repot membawakan ma

  • Bilur Bulir Bertaut   Kehangatan yang Terlambat

    Lounge kantor yang ber-AC menyambut mereka dengan suhu yang kontras, namun suasana di sana mendadak terasa jauh lebih dingin bagi Naomi. Tepat di depan lift, Leon berdiri mematung. Di kedua tangannya, ia menjinjing dua bungkus makan siang dari gerai favorit mereka.Namun, pemandan

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status