공유

Jagung Bakar

작가: NaoMiura
last update 게시일: 2026-01-05 20:00:08

Mereka sampai di depan mobil Mareeq yang terparkir di bawah bayangan pohon besar. Mareeq membukakan pintu untuk Naomi. Sebuah gestur sederhana namun terasa sangat protektif bagi Naomi. Setelah itu, Mareeq berjalan mengitari sebagian badan mobil dan masuk ke kursi pengemudi dan menyalakan mesin. Cahaya dari dasbor yang temaram seketika menerangi garis rahangnya yang tegas, memberikan kesan maskulin yang kuat di tengah kegelapan kabin.

Naomi secara tidak sadar melirik ke arah cup holder

이 작품을 무료로 읽으실 수 있습니다
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요
잠긴 챕터

최신 챕터

  • Bilur Bulir Bertaut   Hening yang Menghibur

    “Pertanyaan yang sama.” ujar Mareeq bercanda.“Aku tinggal di sini.” jawab Naomi.“Aku tahu.” Mareeq mengatakan dengan nada datar.“Lalu kamu?”Mareeq mengangkat bahu kecil. “Kebetulan lewat.”Naomi menatapnya datar. “Tidak ada orang yang parkir di apartemen orang lain hanya karena kebetulan lewat.”Naomi tahu ia bohong. Dan Mareeq tahu Naomi tahu. Keheningan menggantung beberapa saat di parkiran yang sepi.Mareeq tidak ingin menjawab. Dia tersenyum, lalu Mareeq membuka kunci pintu penumpang dari dalam. Klik."Masuklah." pintanya.Naomi menatap Mareeq beberapa detik sebelum akhirnya membuka pintu penumpang dan masuk ke dalam mobil. Kantong plastik ia letakkan di pangkuan dengan gerakan sedikit kesal.Pintu tertutup. Suasana di dalam mobil langsung berbeda dari parkiran yang dingin dan sunyi. Kabin itu hangat, samar beraroma parfum Mareeq dan k

  • Bilur Bulir Bertaut   Hari Libur yang Gerah

    Hari Sabtu datang dengan suasana yang lebih pelan. Naomi masih mengenakan pakaian rumah ketika Leon bersiap keluar dari apartemen. Pria itu berdiri di depan cermin sambil merapikan rambut dan menyemprotkan parfum secukupnya.“Kamu mau keluar?” tanya Naomi dari sofa sambil membalik halaman majalah yang sebenarnya tidak ia baca.Leon menoleh. “Iya. Ada janji dengan teman kantor satu tim.”Naomi mengangguk singkat. “Maya?”Leon tertawa kecil. “Interogasi?”“Pertanyaan biasa.”“Ada. Bersama anak-anak lain dari timku.”Naomi menatapnya sebentar, lalu kembali ke majalah. “Oh.”Leon mengambil dompet dan kunci mobil. “Aku mungkin pulang agak malam.”“Hmm.”Ia berjalan mendekat, menunduk sedikit untuk mencium puncak kepala Naomi sebelum pergi.“Jangan lupa makan siang.”Naomi hanya bergumam.

  • Bilur Bulir Bertaut   Kebiasaan

    Naomi menatap Mareeq. Dadanya sesak oleh hal yang bahkan tidak boleh ia akui. Ia menyukai cara pria itu bicara padanya. Menyukai rumah yang baru saja dibangun dari kata-kata. Menyukai kenyamanan yang seharusnya tidak ada. Tapi semuanya berbahaya.“Kita seharusnya pulang,” katanya pelan.Mareeq masih menatapnya beberapa saat sebelum mengangguk. “Baik.”Ia menyalakan mesin mobil. Suara mesin memenuhi ruang yang terlalu sunyi. Namun sebelum mulai menjalankan mobil, Mareeq berkata tanpa menoleh.“Kalau suatu hari hidup berubah…”Naomi menegang.“…aku tetap ingin tahu apa yang akan kamu tambahkan di rumah itu.”Naomi tidak menjawab. Ia hanya menatap keluar jendela sepanjang perjalanan pulang. Sementara di kepalanya, sebuah rumah di Turki perlahan berdiri, lengkap dengan ruang kosong yang tadi sengaja ia tolak isi.Perjalanan pulang dipenuhi keheningan yang tidak nyaman, t

  • Bilur Bulir Bertaut   Rumah Impian

    Setelah pesanan selesai, mereka kembali ke mobil. Mareeq meletakkan kedua gelas di cup holder tengah lalu menyalakan mesin pendingin. Di luar, jalanan sore mulai ramai. Di dalam mobil, suasananya tenang dan tertutup dari hiruk-pikuk kota.Naomi menatap dua gelas itu lama. Americano hitam dengan aroma pahit yang akrab. Matcha latte berwarna hijau lembut.Mareeq mengambil cup americano, lalu mendorongnya sedikit ke arah Naomi.“Cobalah.”Naomi menatapnya ragu. Dia tahu Mareeq suka americano, tapi dia ingin mencoba menyukai americano juga. Naomi mengambil cup itu ragu.Setelah menerima cup americano itu, Mareeq mengambil matcha dari dasbor. Dia tanpa ragu menyeruputnya tanpa ekspresi.Naomi memperhatikan dengan seksama. “Bagaimana?”“Seperti minum rumput.”Naomi tertawa kecil tanpa bisa ditahan. Kemudian dia menatap gelas americano itu seperti sedang menantang musuh lama. Kini gilirannya mencoba

  • Bilur Bulir Bertaut   Selera yang Sama

    Suasana kantor berjalan seperti biasa. Cepat, rapi, dan penuh suara notifikasi yang datang bergantian. Naomi baru saja meregangkan badannya setelah fokus pada pekerjaan. Pandangannya tanpa sadar bergeser ke arah ruangan kecil di sudut area kerja mereka. Ruangan Mareeq.Pintunya tertutup. Naomi sudah tahu tidak akan ada orang di dalamnya. Kemarin dia mengatakan Freya dan Raya akan kembali ke Turki hari ini, jadi sudah pasti Mareeq akan mengantarnya ke bandara.Naomi menatap beberapa detik lebih lama dari yang seharusnya, lalu memalingkan wajah dan melanjutkan fokus pada komputernya. Claudia datang sambil membawa map dan secangkir kopi. Ia berhenti di dekat meja Naomi, lalu mengikuti arah pandangan Naomi yang sempat kembali melirik ke sudut ruangan.“Kamu mencari Mareeq?” tanyanya santai.Naomi langsung menatap layar. “Tidak.”Claudia tersenyum kecil, seolah jawaban itu tidak penting. “Dia cuti hari ini.”Ja

  • Bilur Bulir Bertaut   Rapat Pertama

    Keesokan paginya, Naomi siap dengan hari kerja pertama di tahun itu. Dia sengaja datang lebih awal dari biasanya. Ia meletakkan tas di meja, menyalakan komputer, lalu duduk dengan punggung tegak sambil menatap layar yang belum sepenuhnya menyala.Pikirannya sudah berjalan lebih cepat dari perangkat di depannya. Hari ini ada rapat dengan Gigantic. Moodnya sedikit buruk. Bukan karena pekerjaannya, melainkan karena satu orang yang selalu memaksanya berurusan dengan Gigantic. Rahaal.Naomi mengambil napas pelan, lalu membuka agenda kerja di layar. Ia mencoba fokus pada catatan presentasi, jadwal, dan dokumen yang harus dibawa. Tapi pikirannya tetap tahu bahwa cepat atau lambat, pria itu akan muncul dari ruangannya.Dan benar saja. Beberapa menit kemudian, pintu ruang kerja di belakang meja kerjanya terbuka. Rahaal keluar sambil merapikan lengan kemejanya. Langkahnya tenang, wajahnya seperti biasa. Terlalu tenang untuk seseorang yang sering mengacaukan suasana tanpa

  • Bilur Bulir Bertaut   Tumbler

    Pagi berikutnya, udara masih dingin setelah hujan semalam. Naomi berjalan menyusuri trotoar dengan tas kerja di bahunya. Ia tidak berniat datang ke kantor terlalu cepat hari ini. Ada satu tempat yang ingin ia datangi lebih dulu. Sebuah kafe kecil di sudut jalan yang sering ia lewati.Di de

  • Bilur Bulir Bertaut   Hadiah dari Santa

    Tiba-tiba Mareeq menyalakan lampu sein dan membelokkan mobil ke sebuah pom bensin yang masih terang di tengah malam.Naomi menoleh sedikit. “Kamu ingin beli bensin?”Mareeq menggeleng. “Kamu ingin cuci muka agar lebih segar?” Mareeq menawari.Naomi mel

  • Bilur Bulir Bertaut   Keheningan dalam Mobil

    Tak banyak percakapan di dalam mobil. Raya mengamati mata Mareeq yang terus melirik ke arah Naomi. Naomi sendiri berusaha tetap memandang ke luar jendela.Mobil akhirnya memasuki kompleks perumahan Mareeq dan Raya. Gerbang terbuka, lalu mobil berhenti di depan rumah. Mareeq mematikan mesin

  • Bilur Bulir Bertaut   Hari Penutupan

    Sore mulai turun perlahan di taman hiburan. Matahari tidak lagi seterang siang tadi, dan cahaya hangatnya membuat seluruh tempat itu terlihat lebih lembut. Lampu-lampu kecil yang tergantung di sepanjang jalan setapak satu per satu mulai menyala.Freya masih menggandeng tangan Mareeq, tanga

더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status