共有

Lomba Karaoke

作者: NaoMiura
last update 公開日: 2026-01-01 20:00:26

"Mau aku pesankan steak lagi?" Tanya Claudia, berusaha keras memperbaiki suasana.

"Aku suka nasi goreng." jawab Mareeq, tanpa menoleh. Ia menyuap sesendok dengan tenang. Menegaskan bahwa ia baik-baik saja dengan nasi goreng.

Rahaal menghela napas panjang. Suaranya pelan tapi cukup terdengar di tengah keheningan meja itu. Mata Rahaal tidak tertuju pada Mareeq, melainkan lurus ke arah Naomi, tatapannya menyiratkan rasa kecewa mendalam.

"Seharusnya hal sepenting ini diingat.

この本を無料で読み続ける
コードをスキャンしてアプリをダウンロード
ロックされたチャプター

最新チャプター

  • Bilur Bulir Bertaut   Es Krim dan Parfume

    Usai dari toilet,Naomi tidak tahu apakah harus segera kembali ke booth atau dia harus jalan-jalan di sekitar mall. Saat sedang berjalan santai, pandangannya tanpa sengaja tertuju pada sebuah butik parfum premium. Dan di sanalah ia melihat seseorang yang dikenalnya. Rahaal.Naomi otomatis melambat. Bukan karena ingin menguping. Hanya saja cukup mengejutkan rupanya keperluan lain ituy adalah membeli parfum. Apalagi di atas meja kasir sudah ada beberapa kotak parfum.Satu. Dua. Tiga. Empat. Naomi mengernyit. Sebanyak itu? Seolah sedang menimbun stok. Aneh. Namun sebelum rasa penasarannya berubah menjadi tindakan yang lebih memalukan, Naomi segera pergi dari sana.Ketika kembali, suasana di area booth jauh lebih tenang. Yang ada hanya Claudia yang duduk di kursi dekat meja display sambil memainkan ponselnya. Naomi menghampiri lalu duduk di kursi sebelahnya."Mareeq ke mana?" tanya Naomi.Claudia mengangkat kepala. "Pergi sebentar.""Ke mana?"

  • Bilur Bulir Bertaut   Booth Bazaar

    Mareeq keluar dari ruangannya dan berjalan ke depan meja Naomi."Naomi, ikut aku ke area bazar, ya. Aku mau lihat persiapan booth." ujar Mareeq.Naomi yang sedang memeriksa dokumen langsung mengangguk. "Baik."Belum sempat berdiri, Claudia yang mendengar percakapan itu segera menoleh. Mareeq lalu menatap ke arah Claudia."Claudia juga ikut." ucap Mareeq tegas.Claudia tersenyum lega. Mareeq masih mengajaknya untuk ikut dalam pekerjaannya. Claudia menganggap Mareeq masih mengandalkannya."Booth kita di Hall B, dekat pintu samping. Katanya backdrop-nya sudah dipasang," katanya.Claudia langsung mengangguk semangat. "Bagus. Aku mau lihat apakah warna backdrop-nya sesuai desain yang kita kirim atau tidak."Sejujurnya Naomi tidak terlalu antusias melihat booth. Bekerja bersama Claudia kadang membuatnya lelah. Dia harus menahan diri dengan Mareeq. Terkadang ada hal-hal yang dilakukan Claudia seperti menyerangnya secara halus.

  • Bilur Bulir Bertaut   Aroma yang Berbeda

    Hari Senin selalu datang terlalu cepat. Rasanya baru kemarin kejadian menangkap buket bunga. Lalu, Naomi duduk di bangku taman sambil makan siomay bersama Killa. Sekarang ia sudah kembali berada di depan layar komputer dengan daftar pekerjaan yang terasa tidak ada habisnya.Pagi itu suasana kantor jauh lebih sibuk dari biasanya. Beberapa proyek sedang berjalan bersamaan dan semua orang terlihat bergerak cepat sejak jam kerja dimulai. Tim pemasaran terlihat mondar-mandir sejak pagi.Naomi baru saja keluar dari ruang meeting ketika melihat dua orang berjalan melewati koridor. Bahkan Flora yang biasanya masih sempat bergosip sebelum jam sembilan kini terlihat serius menatap layar monitornya.Naomi selesai dari meeting ketika melihat dua sosok yang cukup dikenalnya. Leon dan Maya. Mereka berjalan berdampingan dari arah lift. Maya sedang menjelaskan sesuatu sambil menunjuk di beberapa dokumen. Leon mendengarkan sambil sesekali mengangguk.Naomi memperlambat la

  • Bilur Bulir Bertaut   Siomay

    Minggu pagi. Naomi membuka mata perlahan saat sinar matahari masuk melalui celah tirai kamarnya. Ia berguling ke samping. Lalu matanya tertuju pada sesuatu yang berdiri di atas meja. Buket bunga.Buket yang kemarin diberikan Mareeq setelah insiden lempar bunga yang memalukan itu. Naomi menatapnya beberapa detik. Kemudian menarik selimut hingga menutupi sebagian wajahnya."Kenapa aku bawa pulang sih..."Meski begitu, ia tidak memindahkannya. Buket itu tetap berada di sana.Beberapa saat kemudian Naomi sudah bersiap pergi. Hari ini ia berencana mengunjungi rumahnya. Meski semalam kakaknya sudah memberi tahu bahwa pagi hari ia akan pergi ke gym terlebih dahulu. Artinya saat Naomi sampai nanti, rumah kemungkinan masih kosong.Naomi tetap berangkat karena hari Minggunya tidak ada rencana lain. Dia berencana bermalas-malasan dengan kakaknya. Ia pun memesan ojek mobil.Perjalanan berlangsung lancar hingga kendaraan memasuki area dekat kompleks peru

  • Bilur Bulir Bertaut   Kesalahpahaman

    Beberapa menit setelah insiden buket yang sangat memalukan itu, rombongan tim pemasaran akhirnya keluar dari gedung. Naomi masih membawa buket bunga tersebut. Awalnya ia ingin meninggalkannya di meja. Namun Flora memaksa."Kamu harus bawa.""Kenapa?" tanya Naomi."Karena itu hasil perjuangan.""Itu hasil salah tempat.""Itu tetap hasil." eyel Flora. "Lagi pula kan Mareeq sudah memberikan padamu."Setelah dipikir lagi, benar Mareeq yang memberikan bunga ini. Jadilah sekarang Naomi berdiri memegang buket yang terus membuatnya teringat pada sorakan memalukan tadi. Beberapa rekan kerja masih berada di dalam.Setelah berpamitan kepada Fadlan dan istrinya, mereka satu per satu keluar dari gedung. Ada yang ke toilet. Ada yang mengambil barang. Ada juga yang masih mengobrol dengan Fadlan.Rombongan yang tidak ada tujuan lagi pun menunggu di area depan gedung.Naomi berdiri di dekat tangga bersama Flora. Sementara Mareeq berdiri

  • Bilur Bulir Bertaut   Buket Bunga

    Sebelum rombongan tim pemasaran memutuskan pulang, pembawa acara tiba-tiba mengumumkan satu sesi terakhir. Informasinya khusus untuk tim pemasaran."Baik, para tamu wanita yang belum menikah, silakan berkumpul di depan panggung untuk sesi lempar buket!"Suasana langsung ramai. Beberapa tamu wanita tertawa. Banyak yang langsung berdiri dan bersemangat mengikuti acara. Sebagian lain langsung mundur.Di meja tim pemasaran, Flora langsung berdiri. "Ayo!"Naomi yang sedang minum langsung menggeleng. "Tidak.""Ayo." Flora langsung menarik lengan Naomi. "Kamu harus ikut.""Kenapa?" tanya Naomi."Karena seru. Itu tradisi bagi wanita yang belum menikah agar bisa segera menikah.""Itu bukan tradisiku dan aku tidak ingin segera menikah." ujar Naomi.Flora mengabaikannya. Dia tetap menyeret Noami untuk ikut berebut buket bunga.Tak jauh dari sana, Claudia juga berdiri. Begitu mendengar ada lempar buket, entah kenapa semangatn

  • Bilur Bulir Bertaut   Kedok di Balik Kilau Sutra

    "Jangan menyiksa dirimu sendiri dengan tinggal bersama orang yang tidak kamu cintai, Nak. Kamu pantas mendapatkan yang lebih baik," ujar Mama lembut namun tegas.Naomi menghela napas panjang, membiarkan uap hangat dari ruangan itu menyelimuti wajahnya. Ia memutuskan untuk sedikit membuka c

  • Bilur Bulir Bertaut   Deep Talk

    Kehadiran wanita di lobi Legacy menciptakan riak penasaran di seluruh ruangan. Ia berdiri dengan postur sempurna, mengenakan setelan silk berwarna earth tone yang memancarkan aura kelas atas yang tenang. Tak ada satu pun orang di kantor itu yang menyadari bahwa wanita elegan tersebut adalah mama

  • Bilur Bulir Bertaut   Topeng di Balik Senyum

    Udara di sky terrace siang itu terasa sejuk, kontras dengan hiruk-pikuk lantai kantor yang baru saja ditinggalkan Naomi. Ia duduk di salah satu kursi kayu panjang, kedua tangannya melingkari kaleng berisi matcha dingin yang baru saja ia beli dari vending machine.Pandanga

  • Bilur Bulir Bertaut   Hak untuk Menjadi Rapuh

    Vino bangkit dari kursinya, lalu menarik tangan adiknya agar ikut berdiri. Ia sengaja mengabaikan map hitam itu sejenak, seolah ingin memberikan ruang bagi Naomi untuk bernapas."Sudah, jangan dipikirkan lagi. Map ini urusan belakangan," ucap Vino sambil merapikan jasnya yang kini tampak s

続きを読む
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status