Compartir

Sepasang Kekasih

Autor: NaoMiura
last update Fecha de publicación: 2025-11-21 20:00:16

Claudia membawakan dokumen yang harus ditandatangani oleh Mareeq. Claudia melihat pulpen pink yang cantik ada di tempat pulpen. Dia mengambil pulpen itu dan memperhatikan.

"Kenapa kamu punya ini? Ini milikmu?" kekeh Claudia. Dia merasa lucu karena ada barang yang tak biasa milik Mareeq.

"Semuanya lancar bukan? Untuk promosi produk baru." Tanya Mareeq tanpa menjawab pertanyaan Claudia.

"Jangan khawatir. Semua lancar." Balas Claudia, "Apa aku boleh memiliki ini?" pintanya.<

Continúa leyendo este libro gratis
Escanea el código para descargar la App
Capítulo bloqueado

Último capítulo

  • Bilur Bulir Bertaut   Pembicaraan Masa Depan

    Malam itu apartemen terasa sangat sunyi. Pintu kamar tertutup rapat sejak Naomi masuk tanpa mengatakan apa pun lagi. Sementara di ruang tengah, Leon duduk diam di sofa sambil menatap layar ponselnya yang gelap.Pertengkaran mereka masih terngiang jelas di kepalanya.“Kakakmu lagi! Keluargamu lagi!”Leon mengusap wajahnya pelan. Ia tahu kata-katanya keterlaluan. Tapi setiap kali emosi menguasainya, ia selalu mengatakan hal-hal paling tajam kepada Naomi. Dan anehnya, setelah semua itu selesai, rasa bersalah selalu datang terlambat.Sekitar satu jam kemudian, Leon akhirnya berdiri dan berjalan ke dapur. Ia membuka kulkas, mengambil beberapa bahan makanan, lalu mulai memasak dalam diam.Ini selalu seperti siklus yang berulang. Mereka bertengkar. Leon melukai Naomi dengan kata-kata. Naomi menangis atau menghindar. Lalu Leon berubah menjadi lembut seolah ingin menghapus semuanya. Dan Naomi… selalu luluh pada sisi lembut itu.Sua

  • Bilur Bulir Bertaut   Pertengkaran di Lantai Lima Belas

    Naomi akhirnya tersenyum kecil meski matanya terlihat lelah. “Aku berencana memeras kakakku hari ini.”Kalimat itu terdengar seperti candaan yang meyakinkan Mareeq untuk tidak khawatir."Aku akan mengantarmu." ujar Mareeq.Naomi menahan lengan Mareeq. Naomi langsung menggeleng. “Nggak usah.”“Aku cuma antar sampai depan.”“Mareeq.”Nada suara Naomi melembut, tapi justru terdengar lebih serius. Naomi lalu menatap Mareeq lembut.“Tidak ada yang tahu kakakku.”Mareeq sedikit mengernyit sebelum akhirnya memahami maksud Naomi. Di luar sana masih ada Flora dan Claudia. Dan jika Vino datang menjemput sekarang, kemungkinan besar mereka akan melihat Naomi pergi bersama kakaknya.“Bisakah kamu memastikan mereka tidak melihat kakakku?” pinta Naomi pelan.Mareeq diam. Sebentulnya Naomi tidak peduli Flora atau pun Claudia melihat kakaknya. Itu hanya alasan.

  • Bilur Bulir Bertaut   Mundur Selangkah

    "Kita bisa memesan makanan ke sini." ujar Mareeq.Mareeq melihat ke arah pantai. Claudia dan Flora mendapatkan teman bermain voli dan terlihat lebih bersemangat bermain."Sepertinya mereka masih lama bermain."Naomi melihat ke arah yang dimaksud Mareeq. Ada beberapa orang yang bergabung dan terlihat menyenangkan."Aku setuju." jawab Naomi. "Kalau begitu aku akan pesan makanan."Mareeq refleks. “Aku ikut.”Naomi menoleh sebentar. “Kamu tidak akan membiarkanku sendiri?”"Aku akan memastikan kamu tidak memesan udang."Jawaban dari Mareeq membuat Naomi hanya menggeleng kecil. Mereka lalu berjalan menuju restoran. Berjalan beriringan melewati pasir yang masih lembut dan sedikit basah. Angin pantai meniup rambut Naomi berulang kali hingga menutupi wajahnya.Gadis itu sibuk menyingkirkan rambutnya saat kakinya tiba-tiba tersangkut sedikit pada permukaan pasir yang tidak rata. Tubuhnya limbung ke depan. B

  • Bilur Bulir Bertaut   Permainan di Pantai

    Claudia bicara lebih pelan. “Terima kasih sudah datang semalam.”Mareeq tidak langsung menjawab. Ada jeda sebentar seolah dia lebih fokus ke arah lain.“Kamu tidak perlu memikirkan itu.”Claudia tersenyum kecil hambar. “Aku sangat lega kamu tetap datang.”Tatapannya turun ke dress yang ia pakai pagi itu. Dress santai berwarna lembut yang nyaman dan jauh berbeda dari pakaian pestanya semalam.“Dan… terima kasih untuk ini juga.”Mareeq mengikuti arah pandangnya. Lalu berkata tenang, “Naomi yang membelinya.”Claudia terdiam.“Dia yang ingin membelikan untukmu. Aku cuma bayar.”Kalimat itu sederhana. Namun Claudia langsung menangkap maksudnya. Mareeq sengaja. Sengaja ingin Claudia tahu bahwa perhatian itu datang dari Naomi. Anehnya itu membuat dada Claudia terasa sesak.Claudia tersenyum kecil, tapi senyumnya tidak benar-benar sampai ke mat

  • Bilur Bulir Bertaut   Liburan Dadakan

    "Tunggu, tunggu ..." sela Flora. "Jangan bilang Leon pergi dengan Maya?" tebak FLora."Aku menduga seperti itu." ujar Naomi lesu."Aku sudah bilang kan?" ujar Flora dengan suara sedikit gemas dan kesal bercampur. "Baiklah, kamu dan Mareeq bertemu. Lalu?""Claudia menghubungi Mareeq. Lalu sampailah kami di sini." Naomi menggidikkan bahu."Aku tidak bisa bayangkan jika tidak ada kamu apa yang akan dilakukan Claudia.""Mareeq bilang ini bukan pertama kalinya.""Sudah sering?" Flora terbelalak."Aku tidak tahu.""Kalian berdua menghubungi Mareeq ketika sedang ada masalah?" gumam Flora. "Kalian seharusnya sadar bahwa Mareeq sudah memiliki anak dan istri."Flora hanya melihat Naomi terdiam."Ya, baiklah. Aku tahu kalian sangat dekat. Tapi, kamu harus hati-hati.""Kenapa?""Aku merasa perasaan Mareeq padamu lebih dari seorang sahabat." ujar Flora mengambil makanan di meja."Kalau pun itu benar. Aku b

  • Bilur Bulir Bertaut   Si Penengah

    Naomi menutup mata sebentar. Dadanya terasa penuh. Naomi benar-benar tidak bisa bicara. Dia tidak bisa lagi mengatakan tidak bisa atau tidak boleh. Mareeq tidak sedang bercanda. Ia serius. Sangat serius.Naomi kemudian menatap lurus ke depan. Lampu jalan berpendar samar di kaca mobil, memantul di matanya yang mulai berkaca-kaca. Ia menarik napas pelan. Lama. Seolah sedang mengumpulkan sesuatu yang terlalu berat untuk diucapkan.Mareeq melirik Naomi sekilas. Ia melihat jelas bagaimana wanita itu menahan sesuatu. Bukan lagi sekadar ragu, tapi hampir runtuh di dalam diamnya sendiri.“Aku nggak akan maksa kamu,” ujar Mareeq pelan.Naomi tidak bergerak. Kalimat itu membuat jemari Naomi yang saling menggenggam perlahan mengendur. Mareeq menarik napas, lalu melanjutkan, suaranya lebih rendah.“Tapi jangan menjauh dariku cuma karena kamu takut ini salah. Kalau kita memang salah…” lanjut Mareeq, “biar itu jadi tanggung j

  • Bilur Bulir Bertaut   Keheningan Sebelum Badai

    "Aku senang mendengarnya," ujar Naomi datar. Suaranya terdengar seperti robot, kering dan tanpa nyawa. Hanya basa-basi itu yang bisa ia ucapkan demi menutupi gemuruh di dadanya. Dia tidak benar-benar senang. Dia justru merasa mual oleh rasa bersalah yang mendadak meluap.Mareeq menoleh, ma

  • Bilur Bulir Bertaut   Benang Merah yang Menjerat

    Setelah perdebatan teknis yang menguras energi, suasana ruang rapat perlahan mencair saat para staf senior Legacy mulai berbenah. Mereka akhirnya mengakhiri perang dingin tentang kemasan produk kolaborasi mereka.Namun, pemandangan berbeda tersaji di sudut meja. Ridel, salah satu perwakila

  • Bilur Bulir Bertaut   Perang Dingin Dua Perusahaan

    Pintu ruangan kaca itu berdentum pelan saat Rahaal melangkah keluar dengan aura yang sanggup membekukan seisi ruangan. Jas di tangan segera dia pakai untuk membuat sempurna penampilan. Seolah menunjukkan dia sedang dalam mode "pemburu".Langkahnya terhenti tepat di deretan meja Naomi. Tanp

  • Bilur Bulir Bertaut   Mama

    Begitu pintu lift tertutup dengan denting halus, Naomi langsung menyandarkan punggungnya ke dinding besi dingin. Ia mengembuskan napas panjang yang sejak tadi tertahan di dada. Nafasnya tampak berat."Dia tahu, Ma," bisik Naomi pelan. "Rahaal sudah tahu siapa Nona."Mama Naomi terli

Más capítulos
Explora y lee buenas novelas gratis
Acceso gratuito a una gran cantidad de buenas novelas en la app GoodNovel. Descarga los libros que te gusten y léelos donde y cuando quieras.
Lee libros gratis en la app
ESCANEA EL CÓDIGO PARA LEER EN LA APP
DMCA.com Protection Status