Share

Bagian 4

Author: Taroo
last update Last Updated: 2026-02-03 12:02:45

Kekaisaran Helix memiliki 4 pilar yang tercatat dalam sejarah, yaitu Barance, Terax, Magnu, dan Maos. Barance berada di tingkat pertama, ibarat kaisar adalah jantungnya manusia maka Barance merupakan tulang punggung dan otot yang akan melindungi 'Manusia' dari bahaya.

Tingkat ke-2 ada bangsawan Terax yang di ibaratkan sebagai kulitnya Kekaisaran, mereka melindungi dari luar. Wilayah kekuasaan Terax adalah hutan dan perairan, jika Barance menganggap pertumpahan darah dan bisingnya medan perang sebagai kemuliaan, maka Terax menganggap kesunyian sebagai kemuliaan. Terax cukup ramah, namun jujur. Mereka bekerja untuk Kekaisaran Helix, menjaga hutan, dan perairan. Lalu, ditingkat ke-3 dan 4 ada Magnu dan Maos. Magnu terkenal sebagai pencipta sihir dan pengrajin senjata, wilayah magnu memiliki hutan sihir yang tidak pernah tersentuh oleh sembarang orang. Kemudian Maos adalah otaknya Kekaisaran, ia menyimpan arsip Kekaisaran dan sebagai penasihat Kekaisaran.

Eula mengangguk. Sedangkan kini Cedric tengah meneguk minum yang ia ambil dari sungai, setelah cukup lama menjelaskan semuanya pada Eula, tenggorokan nya terasa kering.

"Wah...Mengagumkan, mengapa rasanya aku tidak percaya bahwa kau hanya seorang pemburu? melihat dari caramu menjelaskan para pilar Helix seperti itu, ku rasa kau dekat dengan mereka?'' Cedric berdehem, ia berdiri dan berpura-pura membersihkan pisau di tepi sungai. "Jangan melenceng."

"Apa kau percaya dengan rumor yang mengatakan, bahwa kepala keluarga Barance sudah gugur?" Cedric menggaruk Kepala nya, "Tidak, beliau sangat kuat. Itu hal yang mustahil untuk terjadi, " jawabnya membuat Eula merasa lega.

"Ayo." Lelaki itu memasukkan pisau kedalam tas, ia kemudian mengulurkan tangan nya pada Eula, "Apa yang kau lakukan?" Eula memicingkan matanya menatap tangan Cedric yang kini terulur.

"Pegang tanganku, " katanya.

"Apa?"

Cedric berdecak, ia menjentikkan jari lalu muncul sebuah portal berwarna hitam yang berbentuk bulat di depannya. Eula tersentak, ia menganga kecil, "A-APAAAAAAA INIIIIII?!!!" Kakinya refleks mundur.

Cedric langsung menarik tangan Eula dan membawanya masuk kedalam portal, gadis itu menjerit.

Portal hitam tertutup, menelan mereka.

***

"Huek!"

Eula berjongkok, ia mengeluarkan isi perutnya. Rasanya kini perutnya bergejolak hebat.

Sudah sekitar 10 menit gadis itu terus muntah-muntah. Cedric hanya berdiam dibawah pohon yang tak berdaun, ia terus mempertahankan posisi nya yaitu menyenderkan punggungnya dengan satu kaki yang menyilang, kedua tangan ia letakan di atas dada.

"Kau ini ya, terlihat sangat merakyat."

Eula yang merasa sudah mendingan langsung melempar tatapan tajam padanya, "KAUUUUUU!!! SIAPA SEBENARNYA?!" Tanya Eula murka, ia kini berdiri di depan Cedric dengan jari yang terangkat menunjuk lelaki itu.

Cedric menegakkan tubuh nya, ia tersenyum hingga kedua matanya tak terlihat, "Kan sudah kubilang aku ini seorang pemburu, kau lupa ya?" Eula menggeleng tak percaya, lalu menarik kerah laki laki itu, Cedric terhenyak untuk sejenak, "Eh?"

"Jawab yang jujur Cedric!" Cedric memalingkan wajahnya dan itu malah membuat Eula semakin kesal, "CEDRICCCCCCC!!" Teriaknya tepat di telinganya.

Cedric tertawa, "Lain kali saja lah aku beri tau, sampai nanti tukang marah!" Ia menjentikkan jari lalu menghilang.

Eula terdiam lalu mengacak-acak rambutnya, "AWASSSSS KAUUUUU CEDRIC!"

Eula menarik napas panjang, kakinya melangkah maju dengan hentakan kecil, ekspresinya masih kesal, wajahnya tertekuk dalam kemarahan. Gadis itu berjalan menuju mansion megah yang berdiri kokoh di depan mata, kedua tangannya mengepal erat. Ya, kini Eula sudah berada di wilayah Barance, tempat di mana si monster gila itu berada.

Sepanjang jalan, gadis itu terus memaki Cedric. Sejujurnya, Eula sangat penasaran dengan Cedric, ditambah lagi persoalan yang terjadi di hutan semalam membuat dirinya sangat kesal dengan lelaki itu, jika dia bisa membawa nya dengan muda menggunakan portal misterius itu, lantas kenapa tidak menggunakan nya ketika ingin melarikan diri di dalam hutan yang terbakar semalam?

"Tunggu, sedang apa anak kecil seperti mu disini?" Dua penjaga menahan dirinya untuk tidak masuk dengan tongkat panjang.

Eula baru tersadar, ia melirik keduanya sekilas, "Saya ingin bertemu tuan Barance, " jawabnya, ia melepas kalung yang kini tengah digunakan lalu memperlihatkan pada mereka.

Di dalam liontin berwarna biru terdapat foto kepala Keluarga dan lambang Barance. Kedua penjaga itu saling melirik, lalu salah satunya bergegas masuk kedalam.

"Tunggu sebentar. "

Eula kembali memakai kalungnya, dari luar dirinya terus memperhatikan halaman mansion yang terlihat rapih dan bersih. Wilayah Barance terkenal dengan wilayah yang tandus, bahkan kononnya tumbuhan tidak bisa hidup jika di tanam disini. Namun ada yang aneh, kenapa tanaman di depan nya tampak sangat sehat? Bahkan di sekitar kediaman terdapat pohon-pohon besar yang memiliki daun hijau legam.

Gerbang yang kokoh terbuka lebar, dari depan sana penjaga itu semakin terlihat jelas berlari mendekatinya.

"Nona boleh masuk," ujarnya mempersilahkan.

Eula masih diam, jantung berdegup sangat kencang. Dia akan bertemu dengan ayahnya?

Mata gadis itu melirik penjaga tadi, "Anu, apa rumor itu tidak benar?" tanya nya ragu. Mereka yang mendengar itu lantas saling tatap dan memberikan isyarat yang tak Eula pahami.

"Maaf, saya tidak tahu. Sebaiknya nona segera masuk, karena sebentar lagi sore dan diluar sangat berbahaya. " Yang awalnya memasang ekspresi menakutkan, kini penjaga itu malah menyunggingkan senyum hangat pada Eula.

"Baiklah."

Kakinya melangkah pelan. Setiap ketukan langkahnya dipenuhi keraguan yang mendalam, banyak hal yang ingin ia pastikan dan tanyakan. Tapi, dirinya juga dihantui ketakutan. Kaki kecilnya bergetar halus, meski terpendam di balik tekadnya yang kuat. Kini, dirinya nampak seperti seorang anak yang pemberani.

"Selamat datang di kediaman Barance, nona. " Sambutan hangat muncul ketika pintu yang menjulang kokoh itu terbuka.

Deretan pelayan berbaris menyambut kedatangan Eula, mereka membungkuk memberikan salam.

"Eula?" Langkah nya terhenti, terdengar suara berat dari belakang nya. Jantung nya kembali berpacu dengan cepat. Gadis itu masih tak berniat mebalikan badannya, dirinya malah meremas roknya kuat.

"Tuan Demian...." Gumam kepala pelayan.

Kedua matanya membulat sempurna, apa itu adalah ayah nya? Tanpa sadar, dirinya langsung berbalik untuk melihat sang pemilik suara itu.

Mata kedua nya bertemu, seakan akan dunia terhenti. Tubuhnya mendadak kaku, bahkan bibirnya terasa kelu. Empat langkah darinya, seorang pria berambuy hitam dengan warna bola Mata yang mirip dengannya berdiri. Pria itu memakai baju zirah yang dikotori darah. Kedua matanya nampak sayu namun masih terlihat tajam, pria itu tersenyum kecil, "Anakku... " satu kata yang keluar dari mulutnya berhasil mengusik hati Eula. Tidak tahu kenapa hatinya menjadi aneh, matanya berkaca kaca.

Eula menggulung bibirnya, menahan sesuatu yang hampir meledak. Derap langkah yang semakin jelas membuatnya dihantam pikiran buruk, tentang bagaimana perasaan pria itu ketika bertemu dengannya, bagaimana penilaian nya melihat dirinya yang kotor, lalu tentang bagaimana jika dirinya tak diterima disini?

Namun, pelukan hangat yang tiba tiba membuat nya tersadar, pria itu sudah berjongkok dan memeluk nya.

Eula merasakan usapan hangat dari punggung nya, sangat nyaman. Boleh dirinya bersandar pada Barance?

"Ayah merindukan mu, Eula... " Tidak... Tidak... Eula semakin mengulum bibirnya, namun pertahanan nya runtuh. Ia menangis kencang dan membalas pelukan Demian.

"Kenapa....kenapa tidak menjemput... "

"Maafkan ayah."

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Blood of the last fairy    Bagian 6

    "DASAR BODOH! CARI ANAK ITU SAMPAI DAPAT!"Papan nama 'Daza Erax' terbanting saat meja itu didorong kasar oleh kakinya hingga terbalik. Daza, menghancurkan apapun yang matanya temui. Kini, ruang kerjanya telah berubah menyerupai kapal pecah. Lelaki yang memakai jubah dan tudung hitam hanya mengangguk dengan kepala sedikit menunduk. Panjang tudung yang dikenakan tak membiarkan wajahnya terlihat. Kakinya melangkah dengan hati-hati agar tidak menginjak pecahan kaca yang berceceran dilantai. Punggung nya menghilang bersamaan dengan pintu yang kembali tertutup rapat. Daza kini berdiri menghadap jendela, diluar sedang mendung hingga muncul kilatan dari atas langit yang menyambar .Ruangan gelap seketika terang, namun sesaat. "Aku akan merebut emas itu."***Eula merebahkan tubuhnya di atas kasur, membiarkan sesuatu yang lembut bersentuhan dengan kulitnya. Ia kini tengah menerawang Langit-langit kamar dengan tubuh terlentang. Hari ini sangat melelahkan, apa karena dirinya belum terbiasa d

  • Blood of the last fairy    BAGIAN 5

    "Apa kau tau bahwa pria gila itu sengaja membuang mu dan ibumu?" "Dia bahkan lebih kejam dariku. " "Aku kasihan denganmu, malang sekali hidup mu, keponakan ku." "Akan ku buat kau hidup bahagia dengan menjadi iblis yang mengendalikan dunia!" "TIDAKKKK!!" Dadanya naik turun, matanya melotot. Eula terbangun dengan keringat yang membasahi wajahnya. Ia kini menyentuh dadanya dengan tangan gemetar. "Ternyata cuma mimpi, " gumam Eula. Ia menarik napas panjang lalu mengedarkan pandangannya. Mewah sekali. Ruangan ini seluas rumahnya. Banyak sekali boneka kelinci yang berjejer di kursi sofa yang terletak di dekat jendela. Di sebelah kanan dekat pintu pemandian, terdapat dua lemari yang cukup besar. Kamar ini terbilang cukup mewah dan luas untuk ia gunakan sendiri, ditambah lagi di samping pintu masuk terdapat rak buku yang penuh terisi. Kamar dengan nuansa pink cukup membuat Eula merasa nyaman, ia kini beranjak dari tempat tidur lalu berjalan mendekati jendela dengan tirai yang mas

  • Blood of the last fairy    Bagian 4

    Kekaisaran Helix memiliki 4 pilar yang tercatat dalam sejarah, yaitu Barance, Terax, Magnu, dan Maos. Barance berada di tingkat pertama, ibarat kaisar adalah jantungnya manusia maka Barance merupakan tulang punggung dan otot yang akan melindungi 'Manusia' dari bahaya. Tingkat ke-2 ada bangsawan Terax yang di ibaratkan sebagai kulitnya Kekaisaran, mereka melindungi dari luar. Wilayah kekuasaan Terax adalah hutan dan perairan, jika Barance menganggap pertumpahan darah dan bisingnya medan perang sebagai kemuliaan, maka Terax menganggap kesunyian sebagai kemuliaan. Terax cukup ramah, namun jujur. Mereka bekerja untuk Kekaisaran Helix, menjaga hutan, dan perairan. Lalu, ditingkat ke-3 dan 4 ada Magnu dan Maos. Magnu terkenal sebagai pencipta sihir dan pengrajin senjata, wilayah magnu memiliki hutan sihir yang tidak pernah tersentuh oleh sembarang orang. Kemudian Maos adalah otaknya Kekaisaran, ia menyimpan arsip Kekaisaran dan sebagai penasihat Kekaisaran. Eula mengangguk. Sedangkan kin

  • Blood of the last fairy    Bagian 3

    "Hei!" "Bangunlah!" "Eula!" Cedric mengguncang tubuh gadis itu hingga mata nya sontak melotot "Kau membuatku pusing, " ujarnya dengan ekspresi kesal. Tangan Cedric menarik lengan Eula hingga membuat gadis itu ikut berdiri dan berlari mengikuti lelaki itu. Dirinya kini tengah linglung seperti katak yang akan ditelan ular, merisaukan pohon pohon menjulang tinggi yang kini sudah dilahap habis kobaran api. Apa yang sebenarnya terjadi? Ditatapnya, punggung Cedric. Api itu merayap menggerogoti jubah milik lelaki tersebut. Eula mengulurkan tangan, Cahaya biru yang dingin muncul dari dalam telapak tangannya, ia mengarahkan nya pada jubah Cedric, apinya padam. Ia mengibaskan telapak tangannya, dingin. "Kenapa semuanya terbakar?" Langkah keduanya terhenti di antara pohon berapi. Matanya mengamati engahan napas, Jubah milik Cedric terkoyak dan gosong, wajahnya berkeringat. Mereka terjebak di pusat hutan yang sudah dilahap oleh kobaran api. "Ada seseorang yang sengaja membakar hutan

  • Blood of the last fairy    BAGIAN 2

    Beberapa helai rambut perak milik Eula terbang terbawa angin, namun ia tak peduli. Matanya memicing, terus menelusuri setiap inci wajah wanita yang mirip dirinya itu. Seolah waktu berhenti, hanya ada Eula dan wanita itu didunia ini "ibu kenapa kita tinggal ditengah hutan?" "Karena kita berbeda dari yang lain. " Eula mengerutkan kening nya "Berbeda?" Wanita itu tersenyum, merapihkan rambut Eula yang jatuh menutupi mata Eula. kemudian ia memetik bunga liar dan menyelipkan nya pada salah satu telinga sang anak. "Kamu akan tau nanti, apa putri ibu kesepian?" Dengan lucu ia menggeleng lalu tersenyum "Kan ada ibu, kenapa aku harus kesepian? " "Anak yang manis." Ia menarik Eula untuk tidur beralaskan paha nya. Glis, adalah namanya. Wanita itu tersenyum menatap putrinya lekat, Ia menyenderkan punggung nya pada pohon apel. "Apa yang akan putri ibu lakukan jika masih memiliki seorang ayah?" "Entah lah, aku seperti nya akan memeluk nya setiap hari. " "Kamu merindukannya?" Eula memainka

  • Blood of the last fairy    BAGIAN 1

    "BERDASARKAN HUKUM KEKAISARAN VENITH, EULA ERAX AKAN DIBERIKAN HUKUM PENGGAL DIHADAPAN RAKYAT VENITH, BESOK!" Di dalam penjara kecil yang mirip dengan sangkar, seorang gadis terduduk. Rambut kusut bagaikan sarang burung, pakaian yang compang-camping, lalu wajahnya yang kusam dan kotor. Di dalam penjara keliling yang tidak di tutupi kain, dirinya di pertontonkan kepada seluruh rakyat Kekaisaran Venith. Tubuhnya bergetar kuat mendengar cemooh, bahkan kebanyakan dari mereka melempari batu padanya. "Dasar pembelot! " "Berani sekali dia membunuh tuan putri manis kita, semoga neraka adalah tempatmu gadis sialan! " Eula Erax adalah anak angkat dari keluarga Erax yang merupakan bangsawan tingkat 4 di Kekaisaran Venith. Eula ditemukan dan di adopsi oleh Daza, kepala keluarga Erax. Eula pikir, sikap Daza dalam mengadopsi nya itu dipenuhi ketulusan, namun ternyata sebaliknya. Dirinya dijadikan sebagai bahan percobaan dalam eksperimen nya dan sebagai pelindung atas perilaku putrinya yang mer

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status