Home / Romansa / Bos, I'm Pregnant! / BAB 79 - He is a BOY!

Share

BAB 79 - He is a BOY!

Author: Isrrinya JENO
last update publish date: 2026-06-23 14:38:26

Suasana di dalam ruang periksa dr. Adya di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo terasa begitu tenang namun sarat akan antisipasi.

Sesuai dengan rencana yang mereka susun bersama dr. Winda sebelumnya, hari ini Sean dan Fara akhirnya berada di sini untuk mendapatkan kepastian yang sudah membuat mereka penasaran selama berbulan-bulan.

​Setelah sesi konsultasi singkat, dr. Adya memberikan saran profesionalnya. "Untuk mendapatkan visualisasi yang lebih detail dan akurat mengenai kondisi janin serta memas
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (9)
goodnovel comment avatar
𝑰𝒄𝒉𝒂 𝑸𝒂𝒛𝒂
Yey baby boy...
goodnovel comment avatar
bian cilla
mirip siapa nih Sean apa Fara besok y xixi
goodnovel comment avatar
bian cilla
ternyata baby boy....selamat Fara semoga sehat lancar sampai lahiran y
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Bos, I'm Pregnant!   BAB 86 - Ekhem 🌚

    Cahaya lampu meja yang temaram membasuh kamar itu dengan warna keemasan yang lembut, menciptakan bayangan panjang di dinding. Di luar, suara rintik gerimis air bersahutan dengan angin malam yang berdesir pelan di sela-sela jendela. Namun, suasana tenang itu tidak sepenuhnya hinggap di atas tempat tidur berukuran *king size* yang mereka tempati. Sean bergerak gelisah. Ia membalikkan tubuh ke arah kanan, menarik selimut hingga ke pinggang, lalu sedetik kemudian berpindah ke arah kiri dengan dengusan tertahan. Suara gesekan sprei dan napasnya yang tidak beraturan memecah kesunyian. Fara, yang sedari tadi mencoba memejamkan mata, akhirnya menghela napas panjang. Ia menoleh, menatap punggung suaminya yang masih terus bergerak resah. Rasa tidak enak menyelinap di hatinya, ia tahu benar apa yang mengganggu pikiran suaminya itu. "Kenapa?" suara Fara memecah keheningan, lembut namun tegas. Sean menghentikan gerakannya, Ia terdiam sejenak sebelum perlahan berbalik menghadap istrinya.

  • Bos, I'm Pregnant!   BAB 85 - Kangen, katanya

    Pukul satu siang, matahari Jakarta sedang terik-teriknya, memantulkan cahaya menyilaukan pada kaca-kaca gedung pencakar langit. Sean melangkah keluar dari lobi kantor dengan napas lega. Pekerjaan hari ini terasa lebih ringan dari biasanya, atau mungkin karena pikirannya sudah lebih dulu sampai di rumah. Tidak seperti biasanya, ia tidak menunggu Alex. karena suami dari adiknya itu hari ini masih harus berkutat dengan tumpukan dokumen di ruang kerja Papa Narendra. Alex memang sedang dalam masa pembuktian untuk proyek besar perusahaan Papa Narendra. Sementara Sean, setelah menyelesaikan kewajibannya memilih untuk tidak membuang waktu dan memilih untuk pulang. Baginya, satu jam lebih awal di rumah jauh lebih berharga daripada satu jam tambahan di kantor yang hanya akan menguras energi dan emosinya semakin banyak. Sepanjang perjalanan pulang, ia hanya ditemani oleh alunan musik radio yang pelan dan lamunan tentang Fara, istriinya. Sean sesekali tersenyum sendiri saat mengingat obrola

  • Bos, I'm Pregnant!   BAB 84 - Yoga bersama mama Sarah dan Sella

    Sinar matahari pagi menembus celah gorden kamar, menyinari wajah Fara yang masih terlelap. Sean sudah bangun lebih awal, Pria itu tampak rapi dengan kemeja kerjanya yang sudah terpasang sempurna, namun dasinya masih dibiarkan menggantung longgar di kerah. Sean duduk di tepi ranjang, memandangi istrinya yang masih terlelap dengan senyum yang tidak pernah pudar sejak semalam. Pikiran Sean pagi ini sudah terbagi. Di satu sisi, ia memiliki tumpukan rapat penting di kantor yang tidak bisa ditinggalkan, namun di sisi lain, ia tidak ingin melewatkan jadwal rutin kesehatan istrinya. Tadi malam, ia telah menemukan sebuah modul latihan yoga pranatal yang dirancang khusus untuk ibu hamil di trimester akhir. Baginya, kebugaran Fara dan kenyamanan sang buah hati adalah prioritas utama. "Sayang, bangun..." bisik Sean lembut, menyentuh pundak Fara. Fara menggeliat pelan, matanya terbuka dengan sisa kantuk yang masih kentara. "Sudah pagi, Mas?" "Sudah. Aku harus segera ke kantor untuk urusan

  • Bos, I'm Pregnant!   BAB 83 - Obrolan Sean & Sean Jr

    Suasana kamar Sean di rumah mama papanya sangat tenang. Cahaya lampu kamar yang temaram menciptakan bayangan lembut di dinding, memberikan kesan hangat yang kontras dengan hiruk-pikuk pesta pengumuman jenis kelamin pewaris baru keluarga Narendra yang baru saja selesai beberapa jam lalu. Bunga-bunga segar sisa dekorasi masih menyisakan aroma harum yang samar di sudut ruangan. Fara dan Sean sedang berbaring santai di atas ranjang king size dengan seprai sutra yang halus. Namun, alih-alih beristirahat setelah hari yang panjang, Sean justru masih duduk bersandar di kepala ranjang. Sebuah MacBook Pro berada di pangkuannya, layarnya yang terang memantulkan cahaya ke wajahnya yang tampak serius sekaligus antusias. Fara, yang tadinya memejamkan mata, perlahan membuka kelopaknya. Rasa penasaran mengalahkan rasa kantuknya. Ia miring ke samping, mencoba mengintip apa yang sedang dikerjakan sang suami. Ternyata, layar itu tidak menampilkan laporan bisnis atau grafik saham yang biasanya me

  • Bos, I'm Pregnant!   BAB 82 - Pengumuman, dia Jagoan!

    Sepekan berlalu begitu cepat, Hari yang dinanti-nantikan oleh keluarga besar Narendra akhirnya tiba. Sinar matahari pagi yang cerah masuk melalui jendela kamar Fara dan Sean, seolah memberi restu pada hari istimewa ini. Fara berdiri di depan cermin, memperhatikan bayangannya sendiri dengan pakaian yang anggun namun nyaman untuk ibu hamil. Ia masih merasa gugup, namun kehadiran Sean di belakangnya, yang memeluk pinggangnya dengan lembut, mampu meredakan degup jantung yang tidak beraturan. "Kamu terlihat sangat cantik, Sayang," bisik Sean di dekat telinga Fara. Fara tersenyum ke arah cermin, lalu menoleh menatap suaminya. "Apa aku terlalu berlebihan? Bagaimana kalau mereka menganggapku terlalu banyak bergaya?" Sean tertawa kecil, mencium kening istrinya dengan kasih sayang. "Berhenti berpikir berlebihan. Kamu hanya perlu menjadi dirimu sendiri. Ingat, ada Mama dan Sella yang akan menjagamu." Sesampainya di kediaman utama keluarga Narendra, suasana sudah sangat ramai. Halaman luas y

  • Bos, I'm Pregnant!   BAB 81 - Rencana Pengumuman Penerus Kecil

    Malam harinya, ruang keluarga di kediaman Sean dan Fara terasa lebih hangat. Aroma teh melati dan sisa tawa masih menggantung di udara, memberikan kenyamanan yang menyelimuti hati Fara. Setelah puas makan asinan bogor siang tadi, malam ini semuanya tengah duduk-duduk di sofa sembari berbincang ringan. Tangannya sesekali mengusap perutnya yang mulai membuncit, sementara Sean duduk tepat di sampingnya, jemarinya bertaut erat dengan jemari sang istri.Sebelum mereka benar-benar berpamitan untuk pulang ke rumah mereka sendiri, Mama Sarah meletakkan cangkir tehnya ke atas meja porselen dengan pelan. Matanya yang teduh menatap Fara dan Sean bergantian, memancarkan binar antusiasme yang sulit disembunyikan."Fara, Sean," panggil Mama Sarah lembut. "Mama ingin memberitahu sesuatu. Pekan depan, Papamu ingin mengadakan pertemuan keluarga besar. Acara ini akan dihadiri oleh kakek, nenek, paman, bibi, dan sepupu-sepupu Sean dari luar kota. Kami akan mengumumkan jenis kelamin cucu pertama keluar

  • Bos, I'm Pregnant!   BAB 64 - Sean POV

    Semburat warna jingga di ufuk barat mulai menerobos masuk melalui celah-celah tirai kaca besar di ruang kerja Sean. Mengiringi datangnya senja, keheningan di dalam ruangan itu terasa begitu mencekam. Sean mengembuskan napas berat, mencoba mengusir rasa penat yang menggelayuti pundaknya. Setelah se

  • Bos, I'm Pregnant!   BAB 63 - Peringatan untuk Sella

    Atmosfer di lobi utama Narendra Group mendadak beku, Sean Narendra melangkah masuk dengan rahang mengeras dan tatapan mata sehitam jelaga. Wibawa yang biasanya mengintimidasi, kini menjelma menjadi aura membara yang siap membakar siapa saja. Para staf, resepsionis, hingga petugas keamanan serentak

  • Bos, I'm Pregnant!   BAB 62 - Menjauh dari Sella!!!

    Gelas kristal berisi cairan amber di atas meja kerja kayu jati milik Alex Wiharja bergetar halus. Bukan karena gempa, melainkan karena aura ketegangan fiantr kedua lelaki yang ada di dalam ruangan ini mendadak pekat, mencekik udara di dalam ruangan luas bernuansa maskulin tersebut. Sean berdiri te

  • Bos, I'm Pregnant!   BAB 61 - Sean bertemu Alex

    Pagi itu, suasana kediaman Sean dan Fara terasa sedikit lebih tenang. Setelah hampir satu minggu penuh Sean berdiam diri di rumah, mengabaikan tumpukan berkas demi mengurus Fara, sang istri yang baru saja keluar dari rumah sakit.Hari ini pria itu memutuskan untuk kembali aktif bekerja. Fara sudah

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status