Beranda / Romansa / Bos, I'm Pregnant! / BAB 61 - Sean bertemu Alex

Share

BAB 61 - Sean bertemu Alex

Penulis: Isrrinya JENO
last update Tanggal publikasi: 2026-06-10 09:13:14

Pagi itu, suasana kediaman Sean dan Fara terasa sedikit lebih tenang. Setelah hampir satu minggu penuh Sean berdiam diri di rumah, mengabaikan tumpukan berkas demi mengurus Fara, sang istri yang baru saja keluar dari rumah sakit.

Hari ini pria itu memutuskan untuk kembali aktif bekerja. Fara sudah jauh lebih membaik, senyumnya telah kembali, dan hal itu cukup menjadi bahan bakar bagi Sean untuk kembali ke dunia luar.

Namun, begitu roda mobilnya membelah jalanan ibu kota, Sean memutar kemudi ke
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (17)
goodnovel comment avatar
Masruroh Masruroh
loh,,kenapa Sean,kamu khawatir Alex bakalan jahatin Shella, GK mungkin Sean,,, kalau Alex suka sama Shella, dia pasti akan jagain Shella, sama halnya kyk kamu ke fara
goodnovel comment avatar
ganispgr57
Sean Alex itu baik sama sella, dia begitu jg kan karena dendam seorang kakak jadi wajar aja menurut ku mah kalau Alex bales Jayden sampe kaya gitu
goodnovel comment avatar
gumara
sadis tapi aku suka masalah nya dia gak suaka aku
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Bos, I'm Pregnant!   BAB 122 - Last Night in Japan 🌚

    "Aku mau yang memimpin," ujar Fara beberapa menit yang lalu, menjadi pembuka kegatan panas mereka berdua malam ini. Kalimat itu terucap spontan, memecah keheningan kamar berornamen Jepang klasik tempat mereka menginap. Fara menatap suaminya dengan mata berbinar campuran antara kelelahan, rasa berani yang tiba-tiba muncul, dan gairah yang lama terpendam. Efek hangatnya air onsen dan sedikit tegukan Shake manis yang mereka nikmati sebelum berendam, tampaknya telah melenyapkan seluruh rasa canggung di antara mereka. Sean merespons melalui tatapan matanya yang sayu. Kelopak matanya setengah terpejam, bukan karena mengantuk, melainkan karena rasa lelah luar biasa setelah hampir setengah hari lebih memegang kamera di jalanan Tokyo, berganti dengan perasaan hangat yang kini menjalar ke seluruh tubuhnya. Di balik tatapan sayu itu, ada binar ketertarikan yang dalam. Ia menarik napas panjang, menikmati aroma minyak aromaterapi hinoki yang membalut udara malam Kyoto. Di kamar sebela

  • Bos, I'm Pregnant!   BAB 121 - Debar Rindu yang Tersampaikan

    Malam terakhir di Tokyo hadir membawa keheningan yang tenang. Suhu udara di luar kamar ryokan, penginapan tradisional Jepang terus menurun, membuat tirai kayu yang sedikit terbuka mengembun tipis. Setelah perjalanan singkat mereka setengah hari ini mengitari Tokyo, malam ini Sean dan Fara akhirnya bisa bernapas lega. Sefan, putra kecil mereka, sudah terlelap pulas di kamar sebelah bersama Suster Nani setelah kelelahan sepanjang hari. Tanpa suara tangisan bayi atau gangguan jadwal menyusui yang biasanya memenuhi hari-hari Fara, kamar berkonsep Onsen bernuansa Jepang otentik itu mendadak menjelma menjadi pelarian pribadi yang terisolasi dari dunia luar. Kamar itu mengusung interior kayu hinoki yang mengeluarkan aroma alami nan lembut. Di sudut ruangan, sebuah kolam Onsen pribadi berbatu alam mengepulkan uap air panas yang membumbung tipis, menciptakan atmosfer hangat yang kontras dengan dinginnya angin malam Kyoto. Cahaya dari lampion Kertas Shoji berpendar temaram, memantulkan bayang

  • Bos, I'm Pregnant!   BAB 120 - Jejak Setengah Hari di Tokyo

    Pagi hari ke lima, sebelum lusa benar-benar waktu mereka pulang kembali ke Indonesia. Matahari di Tokyo menyelinap malu-malu di balik tirai tipis kamar suite di salah satu hotel bintang lima terbaik di kawasan Shinjuku. Kemarin Sean memboyong istri, anak dan susternya Kembali menuju Tokyo. Karena rencananya sebelum benar-benar meninggalkan negara Sakura ini, Sean ingin mengajak jalan-jalan istrinya mengelilingi Tokyo lagi. Suasana kamar terasa hangat dan tenang. Di atas tempat tidur berukuran king, Fara sedang sibuk memeriksa kembali segala perlengkapan untuk putra kecilnya, Sefan, yang masih terlelap nyaman dalam bedongannya. Meskipun hari ini ia dan Sean berencana untuk pergi hunting foto lagi, dan keliling kota selama setengah hari, prioritas Fara sebagai seorang ibu tidak pernah berkurang sedikit pun. Di atas meja dapur kecil suite mereka, Fara sudah menata dengan rapi beberapa porsi ASI perah dalam kantong steril. "Suster Nani," panggil Fara lembut ketika pengasuh keperca

  • Bos, I'm Pregnant!   BAB 119 - Menyapa Kyoto Bersamamu

    Langkah angin musim gugur bertiup lembut di Stasiun Tokyo, membawa aroma udara dingin yang khas dan deru halus kereta Shinkansen yang siap melaju. Di antara lalu lalang manusia, Sean menggenggam jemari istrinya dengan erat, memastikan kehangatan jemari itu tidak menguap tersapu angin. Penerbangan pulang mereka ke Indonesia tinggal tiga hari lagi. Koper-koper besar sudah separuh terisi di kamar hotel, dan daftar belanjaan oleh-oleh pun hampir tuntas. Namun, sebelum roda pesawat benar-benar terangkat meninggalkan bumi Jepang, Sean menyimpan satu rencana rahasia, sebuah janji pribadi yang belum sempat ia utarakan sejak awal perjalanan ini. "Kita tidak langsung balik ke hotel hari ini, kan?" tanya sang istri, menatap mata Sean dengan binar penasaran. Sean tersenyum kecil, mengusap puncak kepala istrinya perlahan. "Belum. Ada satu tempat yang wajib kamu lihat sebelum kita pulang. Tempat yang selalu jadi rumah kedua buat mas setiap kali melangkah ke negeri ini." Kereta peluru meluncu

  • Bos, I'm Pregnant!   BAB 118 - Gula-Gula di Shinjuku Gyoen

    Pagi di hari ketiga mereka di Tokyo disambut oleh hembusan angin musim gugur yang sejuk. Sean, Fara, baby Sefan yang duduk manis di kereta dorongnya, serta Suster Nani sudah bersiap meninggalkan hotel mewah di kawasan Ginza sejak pukul sembilan pagi. Hari ini agenda mereka cukup spesial. Selain menikmati pemandangan kota, Fara secara khusus meminta untuk hunting buah-buah mahal nan langka khas Jepang yang kerap berseliweran di media sosialnya. Tujuan pertama mereka adalah kawasan Ginza Sembikiya, toko buah legendaris yang sudah berdiri sejak puluhan tahun lalu dan terkenal menjual buah-buahan berkualitas tinggi dengan harga fantastis. Begitu melangkah masuk, Fara langsung berdecak kagum. Etalase toko tersebut tidak terlihat seperti toko buah biasa, melainkan lebih menyerupai toko perhiasan mewah. Di sana, buah-buahan dipajang dengan sangat anggun di atas kain bludru dan lampu sorot yang hangat. Ada melon Yubari yang lekukan garisnya begitu sempurna, anggur Ruby Roman sebesar b

  • Bos, I'm Pregnant!   BAB 117 - Tokyo Disneyland

    Setelah sarapan hangat di homestay, Sean, Fara, Baby Sefan, dan Suster Nani langsung meluncur menuju Tokyo Disneyland. Semangat Sean terlihat memuncak sejak mereka bersiap di kamar. Ia memadukan outfit kasual yang modis untuk dirinya dan Fara, serta memakaikan topi telinga Mickey Mouse yang menggemaskan pada Baby Sefan. Begitu melangkah melewati gerbang utama Disneyland, kemegahan kastil impian dan alunan musik khas Disney langsung menyambut mereka. Pengunjung lalu lalang dengan senyum mengembang, tetapi pemandangan di dalam dekapan Sean justru berbanding terbalik. Baby Sefan, yang digendong Sean menggunakan baby carrier ergonomis di dadanya, hanya diam seribu bahasa. Matanya yang bulat berkedip pelan, menatap lurus dengan ekspresi datar yang sangat polos. Tidak ada tawa melengking, tidak ada tepuk tangan heboh. Hanya wajah mungil tanpa ekspresi, seolah-olah suasana megah di sekelilingnya hanyalah pemandangan biasa. Fara yang berjalan di samping Sean memandangi anak mereka, la

  • Bos, I'm Pregnant!   BAB 4 - Rahasia

    Jemari Fara gemetar hebat saat menekan tombol *Pasecode* pintu apartemen mewah Sean. Sekali gagal, dua kali gagal, hingga pada percobaan ketiga, tangannya terasa kaku seperti es. Dingin yang menjalar dari ujung kuku hingga ke hatinya membuat koordinasi motoriknya kacau. Belum sempat ia menekan di

  • Bos, I'm Pregnant!   BAB 3 - Keputusan

    "Hasil lab?" Sean mengulang pertanyaan itu dengan nada yang lebih rendah, namun terasa jauh lebih mengintimidasi. Matanya yang tajam seolah mampu menguliti setiap lapisan kebohongan yang coba Fara bangun. "Fara, kamu tadi dari rumah sakit. Kenapa harus ada pemeriksaan lab kalau alasannya hanya asa

  • Bos, I'm Pregnant!   BAB 2 - Pening

    Bella, tunangan Sean. Dia akan kembali. Tentu saja, dua tahun sudah berjalan dan kontrak mereka akan segera berakhir. Tapi bagaimana dengan anak ini? Lampu ruang rapat yang terang benderang terasa sangat dingin. Di depannya, Sean sedang mempresentasikan proyek bernilai miliaran rupiah dengan keten

  • Bos, I'm Pregnant!   BAB 1 - Garis Dua di Ujung Kontrak

    "Nona, selamat. Anda positif hamil! Usia kandungannya *empat minggu*." Pernyataan itu, membuat dunia Fara seketika melenyap, matanya perlahan tetlihat kabur dan hampir gelap. Suara bising pendingin ruangan, aroma khas antiseptik, hingga hiruk-pikuk lorong rumah sakit di balik pintu kayu itu seolah

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status