Share

Bab 7

Author: Arturas
Sungguh pemandangan yang begitu harmonis dan penuh kemesraan.

Jacob sudah tidak mengingat dirinya lagi. Bahkan tidak sedetik pun.

Seekor hewan peliharaan yang sudah dibuang, sekalipun mati, pemiliknya pun tidak akan peduli.

Kekecewaan menenggelamkan hati Estelle hingga ke dasar. Dia berbalik dan pergi. Setelah kejadian itu, dia makin yakin bahwa dirinya tidak sanggup bertahan di perusahaan itu bahkan sehari lebih lama lagi.

Namun, denda pelanggaran kontrak sebesar 12 miliar juga membuatnya kebingungan.

Estelle mengumpulkan semua barang mewah yang pernah diberikan Jacob selama beberapa tahun ini, lalu membawa semuanya ke toko barang bekas untuk dijual. Hasilnya hanya lebih dari 2 miliar.

Keluar dari toko barang bekas, Estelle masih menunduk memikirkan cara mengumpulkan uang. Tiba-tiba, dia tidak sengaja menabrak seseorang. Dia segera meminta maaf.

Saat mendongak, dia baru sadar bahwa orang itu adalah pria paruh baya yang pernah menolongnya di hotel beberapa hari lalu.

Leo melirik toko barang bekas yang baru saja ditinggalkan Estelle. "Kamu datang untuk menjual barang?"

Estelle mengangguk. "Ada sedikit masalah akhir-akhir ini. Aku butuh sejumlah uang."

Leo menepuk bahunya dengan ramah. "Mendesak sekali? Mungkin aku bisa bantu."

Estelle merasa kurang nyaman dengan sikap akrabnya dan menggeleng. "Nggak perlu, terima kasih."

Meskipun pria itu pernah menolongnya, dia tidak mungkin berani meminjam uang 12 miliar kepada orang asing.

Saat itu juga, telepon dari Floela masuk. Wanita itu mendesaknya segera kembali. Estelle buru-buru berpamitan, lalu segera pergi.

Sementara itu, Leo tetap berdiri di tempat. Perlahan, dia merentangkan telapak tangan yang tadi digunakan untuk menepuk bahu Estelle. Di atas telapak tangan itu ada sehelai rambut hitam panjang.

....

Seminggu berlalu begitu saja.

Pukul 7 malam, setelah menyelesaikan semua pekerjaan kasar yang dibebankan kepadanya, Estelle pulang ke apartemen dengan pinggang dan kaki yang terasa pegal.

Setelah membuka pintu, aroma yang familier langsung menyapa indra penciumannya. Estelle tertegun.

Benar saja, sosok itu sedang duduk di sofa ruang tamu. Estelle pun mengernyit. Saat berjalan mendekat, dia mencium aroma alkohol yang cukup kuat. Jacob mabuk?

Jacob bersandar malas di sofa. Kedua kakinya yang panjang disilangkan. Tadi dia memejamkan mata untuk beristirahat, tetapi begitu mendengar suara langkah kaki Estelle, dia langsung membuka mata.

Estelle mengerutkan alis. "Pak Jacob kenapa datang ke sini?"

Hari ini Jacob minum cukup banyak saat membahas kerja sama bisnis. Selama ini, setiap kali mabuk, dia selalu datang ke apartemen Estelle untuk minum sup penawar mabuk buatan Estelle.

Kali ini pun dia secara naluriah menyuruh sopir mengantarnya ke sana.

Namun, setelah mendengar nada bicara Estelle yang dingin, dia langsung merasa tidak senang. Jacob mengulurkan tangan dan menarik Estelle ke dalam pelukannya.

Estelle berseru pelan. Detik berikutnya, dagu Jacob sudah bersandar di bahunya yang ramping.

Wanita tidak tahu diri ini mengatakan ingin mengundurkan diri dan benar-benar melakukannya. Bahkan berani menamparnya dan berani bersikap dingin. Sudah seharusnya diberi sedikit pelajaran.

Namun, mungkin karena hari ini dia minum terlalu banyak, dia justru bertanya, "Kamu rindu aku?"

Suaranya sedikit serak. Suara baritonnya yang memang sudah memikat kini terdengar makin seksi.

Dahulu, Estelle pasti sudah kembali luluh. Namun sekarang ... bahkan biksuni yang sudah bertapa selama 20 tahun pun mungkin tidak akan sedingin dirinya saat ini.

Saat napas Jacob makin berat dan pria itu hendak mencium bibirnya, Estelle langsung tersadar. Dalam sekejap, dia berdiri dan menjauh dari pelukan Jacob.

Karena tidak sempat mengantisipasi, tubuh Jacob langsung terjatuh ke sofa.

Estelle menatapnya. "Bapak sedang mencoba memanfaatkan jabatan untuk meniduriku? Satu kali tidur 12 miliar. Tolong bayar dulu."

Satu kalimat itu langsung membuat Jacob sadar dari pengaruh alkohol. Ekspresinya sontak menjadi muram. "Estelle, jangan berlebihan."

Berlebihan? Jadi, selama beberapa hari ini Jacob mengira semua yang dilakukannya hanya untuk mencari perhatian?

Untuk pertama kalinya, Estelle merasa dirinya benar-benar bodoh sampai terasa menggelikan. Dia menatap Jacob dengan sungguh-sungguh.

"Pak Jacob, aku serius. Aku ingin meninggalkan Grup Hartawan. Aku juga ingin meninggalkan Bapak. Di sisi Bapak sudah ada wanita lain. Bapak tetap nggak mau melepaskanku hanya karena nggak bisa menerima aku yang lebih dulu memilih pergi."

Estelle tidak ingin lagi memikirkan alasan Jacob datang malam ini. Selama beberapa waktu terakhir, dia sudah benar-benar menyadari bahwa Jacob sama sekali tidak memiliki perasaan padanya. Dia tidak akan membiarkan dirinya menoleh ke belakang lagi.

Jacob justru mengernyit. "Meninggalkanku? Terus, kamu mau cari pria lain?"

Hanya membayangkan kemungkinan itu saja sudah membuatnya merasa kesal. Menurutnya, Estelle memang tidak sepenting itu dan hanya seorang kekasih gelap. Namun, selama sesuatu adalah miliknya, tak seorang pun boleh menyentuhnya.

Begitu pula dengan Fredy waktu itu.

Awalnya dia hanya ingin menakut-nakuti Estelle. Siapa sangka, wanita itu bahkan tidak mau memohon kepadanya.

Estelle tersenyum pahit. Jadi beginilah dirinya di mata Jacob. Dengan mata yang memerah, dia mengangguk.

"Mungkin saja. Mungkin aku akan menemukan pria yang benar-benar mencintaiku. Pak Jacob, aku benar-benar ingin mengakhiri semua hubungan dengan Bapak."

Seseorang yang benar-benar mencintainya. Kalimat itu berhasil membangkitkan amarah Jacob. Emosinya langsung meledak. Sifat kejam yang selama ini ditekan akhirnya tak mampu lagi dia kendalikan.

"Kalau kamu memang ingin memutuskan semua hubungan denganku, kenapa masih tinggal di sini? Rumah ini juga kubelikan. Keluar sana!"

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Bosku Adalah Pacar Rahasiaku   Bab 38

    Charles dan Jacob kembali ke lantai paling atas Grup Hartawan. Saat mereka tiba, semua staf kantor presdir langsung mengerumuni mereka.Jacob hanya melambaikan tangan sebagai balasan atas ucapan terima kasih yang terdengar bersahut-sahutan.Sambil membawa kopi di tangannya, Jacob segera berjalan menghampiri Estelle dengan tidak sabar, seolah ingin mencari pujian. "Stelle, ini flat white favoritmu. Aku sudah membelikannya."Estelle mengangkat alis. Dia agak terkejut karena Jacob ternyata mengingat kopi favoritnya.Sepertinya, selama ini dia memang terlalu terjebak dalam prasangkanya sendiri hingga salah paham mengenai Jacob. Padahal rasa suka Jacob kepadanya sebenarnya sudah terlihat dari banyak hal.Namun, Estelle sengaja memasang wajah datar. "Tapi, hari ini aku ingin minum late."Bukankah Jacob pernah mengatakan dirinya terlalu banyak tingkah? Kalau begitu, sekarang dia akan memperlihatkan kepada Jacob seperti apa sebenarnya sikap "banyak tingkah" itu.Awalnya dia ingin melihat Jacob

  • Bosku Adalah Pacar Rahasiaku   Bab 37

    "Nggak. Aku maunya kamu yang turun sendiri belikan. Bukannya tadi kamu bilang kalau aku menyuruhmu ke timur, kamu nggak akan pergi ke barat? Masa sekarang turun buat belikan aku kopi saja nggak mau?"Estelle menghela napas, lalu berpura-pura menarik tangannya dari genggaman Jacob. "Kalau memang nggak mau, ya sudah. Hal sekecil ini saja kamu nggak mau lakukan untukku. Kurasa kita memang masih belum cocok."Mendengar itu, Jacob langsung berdiri. "Tunggu, aku pergi beli sekarang!"Melihat punggung Jacob yang melangkah pergi dengan cepat, Estelle tak kuasa menahan tawanya. "Jacob, dulu kamu terus menyuruh-nyuruhku setiap hari. Sekarang saatnya melunasi utangmu."Saat turun ke lantai bawah, Jacob tak lupa mengajak Charles. Karena berhasil berbaikan dengan Estelle, suasana hati Jacob benar-benar sedang sangat baik. Dia pun memutuskan mentraktir semua orang yang bekerja di lantai paling atas minum kopi. Bahkan kopi itu akan dibelinya sendiri.Sayangnya, dia tidak mungkin membawa begitu banyak

  • Bosku Adalah Pacar Rahasiaku   Bab 36

    Jacob seolah bisa menebak apa yang sedang dipikirkan Estelle. Dia lalu menambahkan, "Aku sendiri juga nggak tahu sejak kapan mulai menyukaimu.""Mungkin pas pertama kali melihatmu. Hanya saja, aku belum pernah menyukai siapa pun sebelumnya.""Aku nggak tahu kalau perasaan itu ternyata cinta. Jadi yang kupikirkan hanyalah menggunakan segala macam cara agar kamu tetap tinggal di sisiku.""Aku nggak rela melepasmu pergi. Aku memberimu pekerjaan yang layak karena aku menyukaimu. Aku membelikanmu apartemen agar kamu punya tempat tinggal yang nyaman, juga karena aku menyukaimu.""Aku nggak rela membawamu menghadiri acara-acara resmi juga karena aku menyukaimu.""Maaf karena aku nggak pernah memberimu status yang pantas. Maaf karena aku pernah meninggalkanmu sendirian di jalan layang saat hujan.""Yang paling parah adalah aku pernah menggunakan Fredy untuk menakut-nakutimu. Maaf."Estelle menatap Jacob dalam-dalam. Dia merasa benteng pertahanan yang selama ini dibangunnya mulai menunjukkan ta

  • Bosku Adalah Pacar Rahasiaku   Bab 35

    Ketulusan adalah satu-satunya jurus yang benar-benar ampuh.Karena itu, Jacob hanya bisa mencoba segala cara. Dia mengungkapkan semua isi hatinya kepada Estelle tanpa menyembunyikan apa pun.Mungkin saja ... cara yang diberikan sahabatnya itu bisa berhasil.Setelah terdiam cukup lama, Estelle akhirnya berkata dengan nada kesal, "Mana ada orang yang memaksa orang lain mengalah tapi malah nggak tahu cara mengalah?""Kalau begitu, dulu aku seharusnya mengalah seperti apa biar kamu nggak marah lagi?"Jacob terdiam sejenak. "Kamu benar-benar ingin tahu?"Estelle mengangguk.Memanfaatkan saat Estelle lengah, Jacob segera mendekat. Dia mengecup bibir merah Estelle. Hanya sentuhan singkat. Sesudah itu, dia segera mundur kembali.Melihat wajah Estelle yang penuh keterkejutan, Jacob berkata dengan nada seolah tidak bersalah, "Tentu saja ... aku berharap kamu melakukannya seperti itu."Mata Estelle membelalak. Dia belum sempat bereaksi, tetapi dia menyadari sesuatu yang membuatnya canggung. Entah

  • Bosku Adalah Pacar Rahasiaku   Bab 34

    Tentu saja Estelle tahu bahwa yang dimaksud Jacob adalah uang denda pelanggaran kontrak sebesar 12 miliar yang dibayarkan Leo untuknya.Namun, siapa yang barusan mengaku-aku bahwa Leo adalah calon ayah mertuanya?Estelle menggertakkan giginya. "Pak Jacob, aku nggak paham apa yang kamu bicarakan."Jacob sama sekali tidak peduli dengan sikapnya yang pura-pura bodoh."Esti, kamu tahu sendiri, aku nggak pernah berperang tanpa persiapan. Aku harus lebih dulu menunjukkan niat baik ke Grup Ansari supaya kalian bisa melihat ketulusanku, 'kan?""Bukan cuma itu. Apa pun yang kamu inginkan, aku bisa memberikannya padamu."Tatapan Jacob yang begitu membara membuat Estelle merasa matanya seolah benar-benar terbakar.Tanpa sadar, Estelle mengalihkan pandangan. "Maaf, Pak Jacob. Aku nggak ngerti apa yang kamu bicarakan."Jacob tidak puas dengan sikap Estelle yang terus menghindar. Dia berdiri tegak, mengulurkan lengannya yang panjang, lalu menarik kursi kerja Estelle hingga mendekat ke arahnya. Bahka

  • Bosku Adalah Pacar Rahasiaku   Bab 33

    Charles sampai merasa mungkin pendengarannya sedang bermasalah. Kalau hal ini terjadi dua minggu yang lalu, hanya karena tiga kesalahan tanda baca dalam proposal, Jacob pasti sudah memarahinya habis-habisan.Jangankan sampai menandai kesalahannya, Charles mungkin akan disuruh mencari sendiri ....Saat Charles hendak mengambil proposal itu untuk direvisi, Jacob kembali mengetukkan jarinya ke atas meja, lalu menambahkan, "Oh ya, jangan lupa ubah juga pembagian keuntungannya. Tambahkan 10% keuntungan untuk Grup Ansari."Kali ini, Charles benar-benar merasa dirinya salah dengar. Dia mengulanginya dengan tidak percaya, "Menambah 10% keuntungan ...?"Kata memberi tambahan keuntungan yang keluar dari mulut Jacob saja sudah cukup untuk membuat Charles terbengong, apalagi nilainya sampai 10%.Namun, begitu teringat bahwa orang yang dikirim Grup Ansari untuk menangani proyek ini adalah Estelle, Charles tiba-tiba merasa semuanya menjadi cukup masuk akal. Baiklah, bosnya memang sedang dimabuk cint

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status