Share

Bab 6

Author: Arturas
Saat melihat ekspresi Estelle yang begitu datar tanpa riak, Jacob langsung merasa kesal. Dia tiba-tiba berdiri, menekan Estelle ke meja kerja, lalu mencengkeram dagunya dengan dua jari.

Nada bicaranya terdengar berbahaya. "Estelle, ajari dia semuanya, tanpa terkecuali."

Jarak mereka begitu dekat hingga suasana di antara keduanya kembali dipenuhi nuansa yang ambigu.

Estelle merasakan sakit, tetapi tidak mampu melepaskan diri. "Ya, Pak. Aku pasti akan membimbingnya hingga menjadi sekretaris utama yang kompeten."

"Bisa menjadi sekretaris utama saja nggak cukup. Keahlianmu dalam melayani orang jauh lebih hebat. Jangan lupa ajarkan itu juga padanya."

Ucapan Jacob jelas mengandung makna lain. Estelle langsung mengerti maksudnya. Wajahnya seketika memucat, tetapi dia tetap menggertakkan gigi dan menjawab, "Baik."

Kalau sudah terlalu sering terluka, lama-kelamaan rasa sakit pun tak terasa lagi.

Jacob mencibir pelan, lalu melepaskan cengkeramannya dan membiarkannya keluar.

....

Sejak hari itu, orang-orang di kantor presdir perlahan menyadari bahwa Estelle telah kehilangan kasih sayang Jacob.

Di sisi lain, Estelle sendiri seolah tidak peduli. Dia membimbing Floela selama beberapa waktu, mengajarkan semua hal tentang Jacob, mulai dari kebiasaan kerjanya hingga kebiasaannya di atas ranjang.

Setelah itu, dia resmi turun jabatan dari sekretaris utama menjadi sekretaris biasa. Sebaliknya, Floela menjadi kesayangan baru Jacob. Bahkan perlakuan yang diterimanya jauh lebih istimewa daripada yang pernah diterima Estelle.

Setiap hari dia berangkat dan pulang kerja dengan mobil mewah Jacob. Tas yang dibawanya pun berganti setiap hari, tidak pernah sama.

Sekilas, hidupnya tampak begitu gemilang. Namun, setelah menjadi pegawai biasa, Estelle justru mendengar bagaimana orang-orang di perusahaan membicarakan perlakuan semacam itu.

"Baru dimanjakan sedikit sudah besar kepala. Dia pikir dia bisa masuk ke Keluarga Hartawan?"

"Dia sendiri yang ngotot jadi simpanan. Pak Jacob sih nganggap dia cuma mainan."

"Semua orang tahu dia cuma ayam kampung. Mana mungkin berubah jadi merak."

Makin banyak Estelle mendengar komentar seperti itu, makin jelas pula bagaimana orang lain memandang dirinya selama tiga tahun terakhir.

Bukankah Floela sekarang sama seperti dirinya dahulu? Seorang Cinderella yang bermimpi menikah dengan seorang pangeran, seorang wanita yang rela menjadi kekasih simpanan.

Semua orang tahu Jacob hanya bermain-main dengan mereka. Setelah bosan, dia tinggal mencari yang berikutnya.

Hanya Estelle yang begitu naif hingga percaya Jacob pernah memiliki perasaan tulus padanya.

....

"Estelle, Hotel Horda milik Grup Hartawan akan mengadakan acara peluncuran bertema salju. Pak Jacob akan hadir. Kamu pergi awasi persiapannya."

Di lantai kantor presdir, Floela keluar dari ruang presdir dengan wajah merona. Dia langsung memberi instruksi kepada Estelle.

Beberapa hari terakhir Estelle memang sudah terbiasa mengerjakan tugas-tugas seperti ini. Dia hanya mengangguk.

Namun, saat itu juga dia melihat Floela sengaja memperlihatkan bekas merah di lehernya. Hati Estelle terasa sesak. Tanpa berkata apa-apa, dia berbalik dan pergi.

Dia teringat bahwa dirinya pun pernah berkali-kali bermesraan dengan Jacob di ruangan itu. Entah mengapa, dadanya masih terasa sedikit nyeri.

Sekarang dia akhirnya benar-benar mengerti, di mata Jacob, dirinya dan Floela hanyalah jenis wanita yang sama.

....

Sesampainya di lokasi acara peluncuran, Estelle fokus mengawasi pekerjaan. Setelah memperhatikan beberapa saat, dia merasa balok-balok es di lokasi masih kurang. Dia pun ikut bersama staf lain masuk ke gudang penyimpanan es untuk mengambil tambahan.

Mereka sibuk sepanjang sore. Akhirnya, seluruh dekorasi selesai ditata.

Floela datang paling akhir sambil menggandeng lengan Jacob.

Pakaian Estelle sudah basah karena bekerja, membuatnya tampak sangat berantakan. Jacob mengerutkan alis saat melihatnya, tetapi segera mengalihkan pandangan.

Sebaliknya, Floela terus mencari-cari kekurangan dan menyuruh Estelle mengambil lebih banyak balok es.

Estelle pun berbalik menuju gudang es lagi. Dia sama sekali tidak melihat senyum licik yang muncul di wajah Floela di belakangnya.

....

Di dalam gudang es, Estelle menyeret balok es terakhir dan bersiap keluar. Namun, saat hendak membuka pintu, dia mendapati pintu gudang telah dikunci dari luar.

"Buka pintunya! Ada orang di luar?"

Tidak peduli sekeras apa pun dia menggedor, tak ada seorang pun yang menjawab. Di tempat itu juga tidak ada sinyal.

Tak lama kemudian, dia mulai merasa seluruh tubuhnya membeku. Di tengah udara yang sedingin es, hatinya pun tenggelam ke dasar.

Estelle meringkuk di lantai sambil memeluk erat kedua kakinya. Meski begitu, tubuhnya tetap menggigil hebat.

Apa hari ini dia benar-benar akan mati di tempat seperti ini? Dalam keadaan seperti itu, orang pertama yang justru muncul di benaknya tetaplah Jacob.

Dia teringat suatu kali saat menghadiri sebuah acara, dirinya pernah tanpa sengaja terkunci di gudang bawah tanah. Saat itu, dia juga mengira dirinya tidak akan tertolong. Namun, Jacob menyadarinya menghilang, lalu memerintahkan semua orang mencarinya.

Pada akhirnya, merekalah yang menemukan dirinya.

Kali ini ... akankah Jacob juga menyadari bahwa dia menghilang dan datang menyelamatkannya?

Estelle menunggu sangat lama. Namun, tak ada seorang pun yang datang.

Lebih dari setengah jam berlalu. Bulu matanya yang panjang mulai diselimuti lapisan es. Keputusasaan memenuhi hati Estelle. Dia hampir pingsan karena kedinginan.

Untungnya, beberapa saat kemudian ada seorang staf masuk untuk mengambil es. Orang itu akhirnya menemukan dirinya.

"Bu, Anda nggak apa-apa?"

Di luar gudang es, Estelle yang setengah sadar dibangunkan. Saat membuka mata, yang dilihatnya adalah wajah asing.

Dia mengatupkan bibirnya yang pucat. "Aku baik-baik saja .... Terima kasih."

Dengan langkah yang masih sempoyongan, dia berjalan kembali menuju lokasi acara. Di sana, dia melihat Jacob sedang duduk santai di barisan paling depan.

Floela menusukkan sepotong buah dengan garpu, lalu menyuapkannya ke bibir Jacob. Jacob pun menundukkan kepala dengan acuh tak acuh dan memakan suapan itu.

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Bosku Adalah Pacar Rahasiaku   Bab 38

    Charles dan Jacob kembali ke lantai paling atas Grup Hartawan. Saat mereka tiba, semua staf kantor presdir langsung mengerumuni mereka.Jacob hanya melambaikan tangan sebagai balasan atas ucapan terima kasih yang terdengar bersahut-sahutan.Sambil membawa kopi di tangannya, Jacob segera berjalan menghampiri Estelle dengan tidak sabar, seolah ingin mencari pujian. "Stelle, ini flat white favoritmu. Aku sudah membelikannya."Estelle mengangkat alis. Dia agak terkejut karena Jacob ternyata mengingat kopi favoritnya.Sepertinya, selama ini dia memang terlalu terjebak dalam prasangkanya sendiri hingga salah paham mengenai Jacob. Padahal rasa suka Jacob kepadanya sebenarnya sudah terlihat dari banyak hal.Namun, Estelle sengaja memasang wajah datar. "Tapi, hari ini aku ingin minum late."Bukankah Jacob pernah mengatakan dirinya terlalu banyak tingkah? Kalau begitu, sekarang dia akan memperlihatkan kepada Jacob seperti apa sebenarnya sikap "banyak tingkah" itu.Awalnya dia ingin melihat Jacob

  • Bosku Adalah Pacar Rahasiaku   Bab 37

    "Nggak. Aku maunya kamu yang turun sendiri belikan. Bukannya tadi kamu bilang kalau aku menyuruhmu ke timur, kamu nggak akan pergi ke barat? Masa sekarang turun buat belikan aku kopi saja nggak mau?"Estelle menghela napas, lalu berpura-pura menarik tangannya dari genggaman Jacob. "Kalau memang nggak mau, ya sudah. Hal sekecil ini saja kamu nggak mau lakukan untukku. Kurasa kita memang masih belum cocok."Mendengar itu, Jacob langsung berdiri. "Tunggu, aku pergi beli sekarang!"Melihat punggung Jacob yang melangkah pergi dengan cepat, Estelle tak kuasa menahan tawanya. "Jacob, dulu kamu terus menyuruh-nyuruhku setiap hari. Sekarang saatnya melunasi utangmu."Saat turun ke lantai bawah, Jacob tak lupa mengajak Charles. Karena berhasil berbaikan dengan Estelle, suasana hati Jacob benar-benar sedang sangat baik. Dia pun memutuskan mentraktir semua orang yang bekerja di lantai paling atas minum kopi. Bahkan kopi itu akan dibelinya sendiri.Sayangnya, dia tidak mungkin membawa begitu banyak

  • Bosku Adalah Pacar Rahasiaku   Bab 36

    Jacob seolah bisa menebak apa yang sedang dipikirkan Estelle. Dia lalu menambahkan, "Aku sendiri juga nggak tahu sejak kapan mulai menyukaimu.""Mungkin pas pertama kali melihatmu. Hanya saja, aku belum pernah menyukai siapa pun sebelumnya.""Aku nggak tahu kalau perasaan itu ternyata cinta. Jadi yang kupikirkan hanyalah menggunakan segala macam cara agar kamu tetap tinggal di sisiku.""Aku nggak rela melepasmu pergi. Aku memberimu pekerjaan yang layak karena aku menyukaimu. Aku membelikanmu apartemen agar kamu punya tempat tinggal yang nyaman, juga karena aku menyukaimu.""Aku nggak rela membawamu menghadiri acara-acara resmi juga karena aku menyukaimu.""Maaf karena aku nggak pernah memberimu status yang pantas. Maaf karena aku pernah meninggalkanmu sendirian di jalan layang saat hujan.""Yang paling parah adalah aku pernah menggunakan Fredy untuk menakut-nakutimu. Maaf."Estelle menatap Jacob dalam-dalam. Dia merasa benteng pertahanan yang selama ini dibangunnya mulai menunjukkan ta

  • Bosku Adalah Pacar Rahasiaku   Bab 35

    Ketulusan adalah satu-satunya jurus yang benar-benar ampuh.Karena itu, Jacob hanya bisa mencoba segala cara. Dia mengungkapkan semua isi hatinya kepada Estelle tanpa menyembunyikan apa pun.Mungkin saja ... cara yang diberikan sahabatnya itu bisa berhasil.Setelah terdiam cukup lama, Estelle akhirnya berkata dengan nada kesal, "Mana ada orang yang memaksa orang lain mengalah tapi malah nggak tahu cara mengalah?""Kalau begitu, dulu aku seharusnya mengalah seperti apa biar kamu nggak marah lagi?"Jacob terdiam sejenak. "Kamu benar-benar ingin tahu?"Estelle mengangguk.Memanfaatkan saat Estelle lengah, Jacob segera mendekat. Dia mengecup bibir merah Estelle. Hanya sentuhan singkat. Sesudah itu, dia segera mundur kembali.Melihat wajah Estelle yang penuh keterkejutan, Jacob berkata dengan nada seolah tidak bersalah, "Tentu saja ... aku berharap kamu melakukannya seperti itu."Mata Estelle membelalak. Dia belum sempat bereaksi, tetapi dia menyadari sesuatu yang membuatnya canggung. Entah

  • Bosku Adalah Pacar Rahasiaku   Bab 34

    Tentu saja Estelle tahu bahwa yang dimaksud Jacob adalah uang denda pelanggaran kontrak sebesar 12 miliar yang dibayarkan Leo untuknya.Namun, siapa yang barusan mengaku-aku bahwa Leo adalah calon ayah mertuanya?Estelle menggertakkan giginya. "Pak Jacob, aku nggak paham apa yang kamu bicarakan."Jacob sama sekali tidak peduli dengan sikapnya yang pura-pura bodoh."Esti, kamu tahu sendiri, aku nggak pernah berperang tanpa persiapan. Aku harus lebih dulu menunjukkan niat baik ke Grup Ansari supaya kalian bisa melihat ketulusanku, 'kan?""Bukan cuma itu. Apa pun yang kamu inginkan, aku bisa memberikannya padamu."Tatapan Jacob yang begitu membara membuat Estelle merasa matanya seolah benar-benar terbakar.Tanpa sadar, Estelle mengalihkan pandangan. "Maaf, Pak Jacob. Aku nggak ngerti apa yang kamu bicarakan."Jacob tidak puas dengan sikap Estelle yang terus menghindar. Dia berdiri tegak, mengulurkan lengannya yang panjang, lalu menarik kursi kerja Estelle hingga mendekat ke arahnya. Bahka

  • Bosku Adalah Pacar Rahasiaku   Bab 33

    Charles sampai merasa mungkin pendengarannya sedang bermasalah. Kalau hal ini terjadi dua minggu yang lalu, hanya karena tiga kesalahan tanda baca dalam proposal, Jacob pasti sudah memarahinya habis-habisan.Jangankan sampai menandai kesalahannya, Charles mungkin akan disuruh mencari sendiri ....Saat Charles hendak mengambil proposal itu untuk direvisi, Jacob kembali mengetukkan jarinya ke atas meja, lalu menambahkan, "Oh ya, jangan lupa ubah juga pembagian keuntungannya. Tambahkan 10% keuntungan untuk Grup Ansari."Kali ini, Charles benar-benar merasa dirinya salah dengar. Dia mengulanginya dengan tidak percaya, "Menambah 10% keuntungan ...?"Kata memberi tambahan keuntungan yang keluar dari mulut Jacob saja sudah cukup untuk membuat Charles terbengong, apalagi nilainya sampai 10%.Namun, begitu teringat bahwa orang yang dikirim Grup Ansari untuk menangani proyek ini adalah Estelle, Charles tiba-tiba merasa semuanya menjadi cukup masuk akal. Baiklah, bosnya memang sedang dimabuk cint

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status