Share

Bab 5. Tantrum

Author: Ai
last update publish date: 2025-12-05 08:03:57

BUG!

Satu tinju mentah itu mendarat di wajah Damian yang membuat pria dewasa itu bukan main terkejutnya.

Dia mendongak dengan wajah yang memar dan bercak darah yang keluar dari sudut bibirnya.

“Alpha.”

“Semenjak kapan perusahaan ini tak ada etika dan adabnya. Berani melecehkan karyawan wanitanya. Anda ingin masuk jeruji besi!”

Kemarahan itu tidak main-main. Aku melihat wajah Alpha Benjamin, sang CEO perusahaan itu tak terkendali. Menakutkan dan sungguh tak terduga seorang pria yang baru saja menginjak dewasa bisa sejantan itu.

Jelas aku terpesona dengan penampilannya kali ini. Dia menunjukkan di depan mataku bahwa dirinya memang benar-benar laki-laki sejati.

“Ka-mu salah paham, Alpha. Tidak seperti yang kamu bilang.” Damian masih saja mencari pembelaan. Alpha seketika menatapku namun sepersekian detik kembali dengan garang ingin menghantam tubuh Damian.

“Jangan!” teriakku yang rupanya mampu membuat pria itu bangkit berdiri.

“Masih membela rupanya. Tak rela dia cacat padahal sudah jalas-jelas melecehkan di tempat kerja.” Wajahku memanas seketika mendengar suara ketus itu.

“Bu-bukan itu maksud saya, Tuan. Ini di kantor. Kalau Anda terus memukulnya akan terjadi tindakan kriminal. Nantinya Anda bisa masuki ke kantor polisi.”

Alpha bergeming sejenak dengan menatapku dalam-dalam. Tapi aku sama sekali tak mengerti dengan arti tatapannya tersebut.

“Paman. Akan lebih baik Anda angkat kaki dari perusahaan saya. Perusahaan ANT tidak menerima pegawai seperti Paman yang sewaktu-waktu bisa membahayakan karyawan lain.”

Mata Damian membelalak saat mendengar Alpha mengusirnya secara halus.

“Kamu mengusir aku, Alpha! Pamanmu sendiri!” Keras dan menggema suara Damian merasa tidak terima atas keputusan Alpha.

“Ini keputusan yang tepat Paman. Aku rasa kakek juga akan setuju mengeluarkan Paman dari perusahaan ini. Aku sama sekali tidak menyangka keturunan keluarga Benjamin ada yang sekurangajar Paman apalagi terhadap perempuan.”

Damian kini terdiam. Dadanya bergemuruh kuat. Dia bangkit dan menatap ke arahku juga arah Alpha. Aku membalas tatapannya. Tak merasa takut apapun tidak seperti sebelumnya yang selalu tunduk dan patuh terhadap semua ucapannya.

“Kamu bisa kembali bekerja.” Aku mengangguk lantas meninggalkan tempat itu.

“Masalah ini akan kita lanjutkan nanti di rapat keluarga, Paman. Aku yakin kakek akan banyak bertanya kepadaku soal ini. Apalagi aku sudah memecat Paman.”

Damian kembali memasang wajah garangnya. Masih tidak terima dengan apa yang dikatakan oleh Alpha. Namun pria muda itu sudah meninggalkan tangga darurat tersebut.

Peristiwa itu terdengar oleh petugas kebersihan yang kebetulan sedang membersihkan tempat tangga darurat. Hingga akhirnya rumor tersebar.

“Di. Mereka bertengkar karena kamu?”

Aku menoleh dan melihat ke arah Chalondra. Ada gelengan pelan di kepalaku.

“Kamu salah dengar, Cha. Jangan percaya dengan rumor tak jelas,” jawabku pelan.

“Sekarang coba jelaskan padaku. Ada hubungan apa kamu dengan Tuan Damian. setahuku dia saat ini sedang menjalin hubungan dengan Alexa?”

Sekali lagi aku menatap wajah Chalondra yang terlihat penasaran. Entah bagaimana aku menjelaskan pada wanita mahal itu.

“Aku tak ada hubungan apapun dengan Tuan Damian, Cha. Hanya salah paham saja.” Chalondra menatapku curiga namun aku menepuk pundak ringkihnya pelan.

“Sudahlah. Kita pulang, ya.” Aku mengajaknya untuk turun karena jam pulang kerja sudah tiba. Masih dengan rasa penasaran penuh keraguan Chalondra mengikuti langkahku.

Pim! Pim!

Kami sedikit kaget mendengar suara klakson itu. Sebuah kepala muncul setelah kaca mobil diturunkan. Dan tampak sosok tampan dengan wajah dingin itu terlihat menatapku.

“Masuk!” Perintah itu membuat Chalondra bengong. Terpana tak percaya. Sedang aku masih terdiam berdiri di samping sahabatku itu.

“Antonia Dior! Apa aku harus mengulang perintahku!” Mendengar suara itu keras bergema di ruang lobi itu aku terhenyak. Terlebih Chalondra yang semakin tak percaya dengan pendengarannya.

“Di. Kamu yang disuruh masuk ke mobil, Tuan Alpha. Kok bisa?” Aku sendiri bingung dan seketika itu seperti terhipnotis tak bisa berkata apa-apa.

Saking geregetannya laki-laki itu turun dari mobil lantas menarikku pelan membawa ke dalam mobilnya lalu meninggalkan Chalondra yang masih terpana dan tercengang bengong tidak percaya dengan apa yang dilihatnya.

“Semenjak kapan kamu tidak patuh pada atasan kamu, Nona Dior?” Aku menoleh lantas memberanikan diri menatap wajah tampan itu.

Menelan saliva seketika saat terlihat guratan rahang tegas itu terpampang di depan mataku. Adrenalinku naik seketika.

“Sudah puas melihatnya?” Seketika aku gugup mendengar teguran itu. Wajah dan suara dingin itu seperti mengiris hatiku. Lantas aku mengalihkan pandangan keluar pintu.

“Kita akan lanjutkan pekerjaan yang tertunda tadi siang.” Kali ini aku benar-benar kaget mendengar apa yang dikatakan oleh Alpha.

“Pekerjaan tadi siang?” Aku mengulang kalimat itu. Alpha menatapku tegas.

“Iya. Kenapa? Kamu lupa atau pura-pura lupa?”

“Tapi__

“Nggak ada tapi. Aku butuh jawabanmu sekarang. Kalau kamu sudah setuju kita langsung menikah.”

Bom!

Bukan hanya aku yang terkejut melainkan asisten Alpha yang bernama Lean itupun semoga mendongak menatap kami dari arah cermin spion.

“Anda sudah sampai, Tuan.” Alpha menarikku untuk turun.

“Lean. Aku butuh bantuanmu. Tolong urus yang berkaitan dengan KUA.” Lagi-lagi aku terkejut namun sepertinya Alpha tidak memberiku kesempatan membela diri.

“Tuan Alpha. Saya belum menyetujui kerja sama kita.” Alpha menghentikan langkahnya. Menarik lenganku dan memberikan posisi lebih intim kepadaku dengan dirinya.

“Sepertinya aku tak perlu lagi menunggu persetujuan kamu, Nona Dior. Ini bentuk kerja sama kita. Setiap bulannya kamu akan mendapatkan uang 100 juta.” Wajahku memerah dengan mata membelalak tak percaya mendengar apa yang barusan dikatakan oleh Alpha.

“Seratus juta,” gumamku mengulang perkataannya.

“Iya. Seratus juta. Kurang? Nanti bisa kita bicarakan. Sebaiknya kita sekarang menandatangani surat perjanjian dulu.”

Rupanya pria berusia 26 tahun itu punya misi penting. Dia harus menjadi pemilik dan pewaris dari semua harta kekuasan keluarga Benjamin. Karena dengan syarat sudah mempunyai istri dan anaklah hak itu bisa diberikan kepadanya. Pantas saja Damian tidak mau melepaskan aku. Dan aku yakin sebentar lagi dia juga akan mengumumkan kalau dirinya akan menikahi Alexa, adik tiriku.

Padahal sebenarnya Damian masih kukuh mempertahankan hubungan bukan karena itu saja.

Ada sayatan luka di dadaku saat menyadari ternyata aku hanya dijadikan alat buat mewujudkan keinginan orang kaya. Bahkan berdalih membantuku membalas dendam. Tapi aku sudah tak peduli akan itu. Toh aku juga untung besar. Kapan lagi aku akan mendapat gaji 100 juta tiap bulan. Lebih baik aku memanfaatkan momen ini untuk mengumpulkan pundi-pundi harta benda agar aku bisa segera keluar dari cengkeraman orang-orang kaya yang berkuasa dan serakah ini.

“Tuan. Semua yang diperlukan sudah siap. Apa Anda akan melakukan hari ini juga?”

“Lakukan sekarang, Lean!”

Aku terkejut. Memandang wajah Alpha untuk meminta penjelasan. Namun rupanya pria dingin itu tak memberiku kesempatan sama sekali.

“Tanda tangani sekarang. Setelah kamu menandatangani surat perjanjian ini kamu akan mendapatkan uang itu setiap bulan lain dengan apa yang kamu butuhkan setiap hari seperti uang belanja dan uang lainnya.”

Aku tersenyum sumringah. Tak masalah aku jual diriku. Toh dalam perjanjian itu dia tidak membutuhkan tubuhku. Dia hanya membutuhkan status dariku agar kami menjadi sepasang suami istri.

Dengan cepat tanpa berpikir lagi aku mulai menggoreskan pena itu.

“Tidak dibaca dulu?” Aku mendongak lalu menggeleng untuk menjawab pertanyaan pria itu. Setelah itu kembali melanjutkan untuk menandatangani surat itu.

Ada senyum misterius terbit dari bibir sensual Alpha yang tak kusadari.

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Budak Cinta Berondong Nakal   Bab 53. Penuh Misteri

    Kedua orang itu menoleh. Jelas terlihat wajah wanita itu terkejut. Ada kegelisahan yang tidak biasa di sana. Entah mengapa semenjak aku mengalami kecelakaan itu instingku lebih tajam. Kurasakan bahwa wanita itu menyimpan sesuatu. “Hei, kamu! Kok bisa ada di sini?” “Aku__ “Aku permisi dulu.” Tiba-tiba fokus ku teralihkan ke wanita itu yang tiba-tiba meninggalkan tempat itu dengan tergesa. “Dia__ “Teman bisnis. Mungkin ada perlu.” Jujur aku tidak bodoh dan bukan orang yang mudah dibohongi meskipun aku tahu aku hilang ingatan. “Kamu kok bisa ada di sini?” tanyaku setelah berdiam beberapa saat. “Aku ada pertemuan bisnis di perjamuan ini. Kamu sendiri?” “Aku diajak suamiku.” Hening. Tak ada sahutan atau jawaban dari pria itu. Aku menatapnya seolah meminta penjelasan. Namun yang kudapat hanya sesuatu yang lain. “Sayang. Kok kamu bisa berada di sini? Jangan jauh-jauh dariku.” Pria itu memegang pergelangan tanganku. Menatap pria yang ada di hadapannya. “Tidak ada yang meng

  • Budak Cinta Berondong Nakal   Bab 52. Aku Kembali

    Aku kembali. Ya, itu benar. Meskipun aku belum sembuh sempurna faktanya aku sudah kembali berada di sisi Alpha. Dia membawaku ke sebuah perjamuan malam yang menurutku sangat tidak aku suka. Namun yang membuatku tiba-tiba tertarik seorang wanita paruh baya yang menatapku dengan tajam. Namun anehnya saat Alpha datang mendekat wanita itu pergi dengan cepat digantikan oleh gadis muda yang membuat mentalku tidak baik-baik saja. “Kakak ipar.” Baru saja aku akan membuka mulut tapi sudah keduluan dengannya. Panggilan itu membuatku terpana sesaat. “Kamu panggil apa tadi?” “Kakak ipar. Karena aku adik kecilnya Kak Alpha,” Salivaku tertelan begitu saja mendengar itu. Kurasakan ada sentuhan di bahu mungilku “Jangan menakutinya, Vio. Istriku belum sembuh sempurna. Dia__ “Aku tahu, Kak. Jangan khawatir,” ucap gadis bernama Vio itu. Dia sekali lagi menatapku dalam dan mengumbar senyumnya. “Kalau begitu aku pergi.” Tanpa menoleh lagi gadis itu pergi menjauh dariku. Aku menatap Alpha de

  • Budak Cinta Berondong Nakal   Bab 51. Hampir Ketemu

    “Tuan. Sepertinya saya melihat Nyonya.” Dengan cepat Alpha menghentikan langkah cepatnya. Menoleh ke arah Lean. “Di toko mie ayam itu. Apa sebaiknya kita ke sana.” Bahkan Alpha tanpa menunggu lagi. Dengan tergesa dan setengah berlari dia menuju ke arah toko mie ayam yang hari itu terlihat ramai orang memadati tempat tersebut. “Pak. Ada wanita ini di sini?” Alpha menunjukkan ponselnya yang berisi foto wanita cantik dan anggun. “Barusan selesai makan mie ayam dan pergi dengan seorang laki-laki.” “Apa! Jadi benar istriku di sini?” “Istri?” Tukang mie ayam itu terpana kaget. Dia menatap kepergian Alpha bersama sang asisten yang tak mempedulikan hujan deras. “Tuan. Sebaiknya kita masuk mobil. Hujannya sangat deras.” Alpha menuruti perkataan Lean masuk ke dalam mobilnya. “Lean. Lebih cepat. Aku yakin Nyonya belum jauh.” “Baik, Tuan.” Mobil itu melaju lebih cepat sedikit. Lean berusaha untuk menepi karena hujan yang mengguyur memudarkan pandangannya. Sementara di bali

  • Budak Cinta Berondong Nakal   Bab 50. Konspirasi Dan Permainan

    Sosok itu mendengus halus. Wajahnya terlihat muram dan berkerut menambah usianya beberapa tahun lebih tua. Namun tidak mengurangi keanggunan dan kecantikannya. “Apa dia melewati batasan aku? Menculik dan membawa wanita itu menjauhi Alpha seperti keinginanku. Tapi kenapa aku merasa sangat sedih dan menyesal? Alpha. Maafkan aku.” Dengusan itu terdengar kembali. Tapi sepertinya ini untuk terakhir kali. Damian sendiri terlihat tertegun setelah memutus panggilan itu. Entah semenjak kapan dia membuat kesepakatan dengan sosok di seberang telepon tadi. “Dior. Maafka aku,” ucapnya lirih sambil mengusap wajahnya yang keruh. Dia seketika teringat akan kepulangannya. Dengan langkah tegas dan bahkan bisa dibilang tergesa pria matang itu kembali berjalan setengah berlari menuju apartemennya. “Tuan Damian!” Pria itu menoleh. Wajahnya terlihat kaget dengan dahi berkerut kuat. “Mohon maaf. Kali ini Anda harus ikut dengan kami ke kantor. Semua pertanyaan dan pembelaan bisa Anda bicarakan d

  • Budak Cinta Berondong Nakal   Bab 49. Penculikan Masih Aman

    Aku mengejapkan mataku saat merasakan sinar matahari masuk lewat kaca jendela yang tirainya sudah dibuka. Tidak ada siapapun ketika mataku mengelilingi ruangan itu. Tapi yang pasti sudah ada orang yang memasuki kamar yang saat ini sedang aku pakai berbaring. “Sudah bangun. Jangan lupa minum obatnya, Sayang.” Suara itu terdengar halus namun tegas dan keras. Aku menatap sosok yang sudah berdiri dan menatapku dengan senyum manisnya. “Makan dulu lalu minum obat. Bisa lanjutkan untuk kembali istirahat.” Hidupku sangat nikmat. Bahkan aku diratukan meskipun aku belum ingat sama sekali siapa pria tersebut. Dan aku ini siapa. “Kamu mau ke mana?” tanyaku dengan nada rendah. Dia kembali tersenyum namun kali ini mendekat ke arahku. “Ada urusan di luar,” jawabnya pelan. “Kerjakah?” Dia hanya mengangguk sambil mengusap rambut hitamku yang tergerai. “Istirahat ya. Jangan keluar kamar.” Aku hanya diam membiarkan dia melangkah pergi. Ada keraguan dan ketidaknyamanan di dalam hatiku t

  • Budak Cinta Berondong Nakal   Bab 48. Kenyataan

    Penolakan yang dilakukan oleh Dokter Sean itu membawa sosok Vio berhadapan kembali dengan Alpha. “Maaf, Vio. Saat ini aku sedang tidak bisa membantumu. Aku mencari istriku.” “Istri?” Vio menatap sosok Alpha yang sudah berlalu dengan cepat dari hadapannya. Tak lama dirinya juga sudah berada satu ruangan dengan sosok lain. “Kek. Kak Alpha memang sudah menikah?” Laki-laki tua itu hanya mendengus. Dia mengalihkan pandangannya dari wajah Vio. “Kek. Vio tanya?” rengeknya manja. “Sebenarnya Kakek sudah lama menantang pernikahan itu. Sempat bercerai tapi mereka rujuk kembali,” jawab sang kakek. Kini wajahnya menatap sosok Vio yang sepertinya merajuk. “Kalau kamu bisa membuat hubungan mereka pecah Kakek akan mengabulkan semua permintaanmu, Vio.” Vio sesungguhnya terkejut. Namun gadis muda itu mendekat lebih intens ke arah pria tua itu. “Tapi kenapa Kakek tidak menyukai wanita itu. Aku rasa Dior orangnya baik meskipun dari keluarga biasa saja.” Kakek tua itu semakin mendengus kan nap

  • Budak Cinta Berondong Nakal   Bab 10. Perdebatan Hebat

    “Datang ke sini!” Perintah keras itu menyakitkan telingaku. Kutengok jam analog di atas nakas masih pukul 21.00. Belum terlalu larut. Lantas aku bergerak dengan cepat menaiki lift untuk turun dan keluar dari hotel tempat aku menginap. Butuh waktu hampir dua puluh menit untuk sampai di tempat ner

    last updateLast Updated : 2026-03-18
  • Budak Cinta Berondong Nakal   Bab 14. Kaget

    Aku terpana sesaat menyaksikan interaksi kedua orang itu. Kakiku terasa seperti kaku untuk melangkah mendekat. Bahkan bibirku terkatup rapat padahal banyak kata yang ingin aku ucapkan. “Sayang. Kamu datang?” Bukan hanya aku yang kaget mendengar sapaan itu. Wanita muda yang ada di dekat Alphapun te

    last updateLast Updated : 2026-03-19
  • Budak Cinta Berondong Nakal   Bab 12. Brutal

    “Akh, Alpha. Sakit!” Alpha tak mendengarku. Hisapan dan bahkan gigitan itu terus saja dia lakukan di setiap inchi kulitku. Dari wajah ke seluruh leher hingga dadaku yang besar sampai ke bawah perut semua penuh dengan tanda yang diciptakan pria yang baru masa produktif itu. Jujur aku kecanduan b

    last updateLast Updated : 2026-03-19
  • Budak Cinta Berondong Nakal   Bab 9. Cemburu Buta

    “Apa yang kalian lakukan?” Suara itu menggema keras bahkan ketika pintu ruangan kerja Alpha belum ditutup hingga banyak pegawai yang mendengar. “Untuk apa ke sini kalau hanya membuat keributan. Keluar!” Tanpa basa-basi dan tak berniat menjawab pertanyaan Damian, Alpha mengusir pria itu. Padahal

    last updateLast Updated : 2026-03-18
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status