Home / Rumah Tangga / (Bukan) Istri Kontrak Dokter Arogan / 185. Sebentar Saja Sudah Rindu

Share

185. Sebentar Saja Sudah Rindu

Author: Dinis Selmara
last update publish date: 2026-02-04 23:10:34
Pagi ini Ara melihat Abra dari kejauhan lelaki itu tampak berwibawa bersama beberapa rekannya. Sekilas Ara ingat perlakuan Abra terhadap istri, Serayu. Entah kenapa sampai saat ini nama itu masih mengusik Ara. Ia iri sekali dengan serayu yang diam saja disayangi dan diperhatikan dua lelaki Abra dan … hahh, Ara terlalu malas mengucap nama itu.

Semalam, saat ia memamerkan kamar penginapannya pada Amalia lewat sambungan video call, suasana yang tadinya hangat mendadak berubah. Sedanu ikut bergabung
Dinis Selmara

Dubidubae... lanjut ya aku up double

| 34
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (6)
goodnovel comment avatar
Yuli Astuti
abra kesel ada sedanu ...
goodnovel comment avatar
Kiki Sulandari
Abra..Jangan. cemburu dulu,.....Sedanu. datang. bersama Amalia,
goodnovel comment avatar
Kiki Sulandari
Waaah......Amalia. & Sedanu. yg datang, Serayu. jadj. ada. teman ngobrol deh
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • (Bukan) Istri Kontrak Dokter Arogan   288. Berbelanja Bersama

    “Aahh… iya, dr. Ezra ikut juga. Ternyata dia teman kakak sepupuku. Mereka teman waktu jaman kuliah jadi mau ikut jengukin,” jelas Amalia. “Dokter Ezra,” panggil Amalia melambaikan tangan dan dibalas oleh lelaki itu. “Kenapa kamu ajak aku kalau udah ditemanin dokter Ezra?” tanya Serayu memicingkan matanya. “Eh… aku baru tahu dia temennya kakakku waktu mau ke parkiran tadi. Katanya dia mau ke mall beli kado baby.” Serayu melanjutkan langkahnya malas. “Kenapa sih?” tanya Amalia. Serayu menggeleng. “Mau langsung cari kadonya atau makan dulu?” tanya Ezra. “Cari kado dulu aja. Biar nanti setelahnya santai. Lagian masih sore juga ini,” kata Amalia melirik Serayu yang mengangguk setuju. Ketiganya jalan bersamaan menuju toko penjual pelengkapan bayi. “Dokter Serayu,” panggil Ezra membuat Serayu menoleh. “Saya belum minta maaf dengan baik,” katanya pelan. “Dok, sebaiknya kita tidak lagi membicarakan hal itu.” “Iya, untuk itu saya minta maaf. Tolong jalan menghindari saya setelah ini. Sa

  • (Bukan) Istri Kontrak Dokter Arogan   287. Bermanja Ria

    Tiga hari ke depan jadwal Abra benar-benar padat. Ada diklat kedokteran berskala nasional yang melibatkan banyak rumah sakit besar dan Abra menjadi salah satu pembicara utamanya. Waktunya penuh, bahkan di akhir pekannya. Serayu menatap layar ponsel Abra beberapa saat hingga akhirnya mengembalikannya. “Saya belanja sendiri aja,” rajuknya. Nada suaranya terdengar kecewa meski berusaha agar terdengar biasa saja. Setelah itu Serayu langsung berbaring dan masuk ke dalam selimut membelakangi Abra tanpa bicara lagi. Abra mengembuskan napas pelan. Ia tahu istrinya sedih. Dan itu membuatnya semakin bersalah, padahal permintaan istrinya sederhana saja. Abra ikut naik ke atas ranjang lalu mendekat dari belakang. Tangannya perlahan melingkari tubuh Serayu dengan hati-hati. “Maafkan saya,” bisiknya pelan di dekat telinga istrinya. Serayu diam beberapa saat lalu akhirnya bersuara, “Sedih…” Serayu mengakui. “Padahal pengen pilih sama Mas juga.” Kalimat itu membuat dada Abra mengencang. Pri

  • (Bukan) Istri Kontrak Dokter Arogan   286. Salah Sangka

    Ezra menatap kemesraan kecil itu dalam diam. Cara Abra merangkul Serayu. Cara wanita itu bermanja pada suaminya. Bahkan langkah mereka yang berjalan berdampingan saja terasa terlalu menyakitkan untuk dipandang lama-lama. Perasaannya salah. Dan Ezra tidak tahu harus mulai dari mana untuk mengakhirinya. Lucu sekali, pikirnya pahit. Sekalinya jatuh cinta… ia justru jatuh pada seseorang yang tidak mungkin ia miliki. “Dokter Ezra," panggil seseorang. Ezra tetap menatap punggung Serayu yang semakin menjauh di lorong tanpa berkedip. Sampai sebuah lambaian tangan di depan wajahnya menyadarkannya. “Hellooo… dr. Ezra.” Suara riang bercampur heran itu membuat Ezra tersentak kecil lalu menoleh pada Amalia yang berdiri di sampingnya sambil mengangkat alis. “Ah… iya, Dok?” kejut Ezra. “Melamunin apa?” tanya Amalia sambil melirik ke lorong yang kini sudah kosong. Ezra tersenyum tipis lalu menggeleng pelan. Ia melihat lucunya raut heran di wajah Amalia. “Nggak ada.” Tatapan Amalia masih

  • (Bukan) Istri Kontrak Dokter Arogan   285. Peringatan

    “Dokter Ezra,” sapa Abra. Ezra cepat mengulurkan tangan, menjabat tangan Abra yang juga terulur menyambutnya. Sentuhannya sopan, tetapi entah kenapa terasa penuh tekanan. Abra bahkan bertindak seolah dialah tuan rumah di ruangan itu. “Silakan duduk.” Ezra menurut. "Bagaimana kabar Anda?” tanya Abra. Harusnya terdengar santai, tapi entah mengapa Ezra merasa terintimidasi oleh tatapannya. “Baik, Dok,” jawabnya hati-hati. “Bagaimana dengan dr. Abra?” “Luar biasa bahagia.” Tidak ada senyum saat Abra mengatakannya. Hanya tatapan dingin yang membuat dada Ezra semakin sesak. “Bu Riani, Mama saya, ingin membuat janji temu dengan dr. Ezra. Bisa?” Mendengar topik itu, ketegangan di dada Ezra perlahan melonggar. “Oh… tentu, Dok,” jawabnya cepat. “Dengan senang hati.” “Asisten Bu Riani akan menghubungi Anda.” Abra menyandarkan tubuhnya santai di kursi. “Nanti akan ada pertemuan dengan dr. Sebastian. Dokter yang sebelumnya menangani Bu Riani.” Ezra mengangguk fokus mendengarka

  • (Bukan) Istri Kontrak Dokter Arogan   284. Perhatian Suami

    Serayu memukul pelan dada Abra mendengar ucapan suaminya. “Siapa juga yang tebar pesona,” protesnya. “Aahh… ternyata memang istri saya yang mempesona.” Abra mengeratkan pelukannya. Pria itu tak henti-hentinya mengecup puncak kepala kesayangannya. “Aduuhh… nggak tahan sama gombalannya,” kata Serayu, mendongak untuk mencubit gemas dagu suaminya. “Nanti show me hasil kontrol kemarin,” pinta Abra tiba-tiba seraya mengusap perut kesayangannya. Serayu langsung berusaha duduk perlahan. Ia meraih tas di atas nakas di samping ranjang lalu mengeluarkan ponselnya. “Ini,” katanya memperlihatkan potret hasil USG. “Mau kirim ke Mas, tapi lupa,” ringisnya. Abra menerimanya. Tatapan pria itu langsung melembut begitu melihat hasil USG bayi mereka. Senyum kecil tak lepas dari wajahnya. “Catatan dokternya nanti aja pas di rumah. Semuanya sehat. Baby-nya pasti tampan seperti papanya,” goda Serayu sambil bersandar lagi di dada Abra. Abra melebarkan senyumnya mendengar itu. Matanya mas

  • (Bukan) Istri Kontrak Dokter Arogan   283. Milik Abra

    Cengkeraman itu tidak keras, tetapi tatapan Abra membuat Serayu ciut seketika. “Kamu milik saya, Rayu,” ucap Abra nadanya penuh penekanan. Tatapannya turun perlahan dari mata Serayu menuju bibir ranum wanita itu. Sorot matanya malam ini sangat posesif. Sebelum Serayu sempat membalas, Abra sudah lebih dulu menyambar bibir mungil itu. Kecupan itu dalam dan menuntut, membuat Serayu terkesiap. Jemari wanita itu refleks mencengkeram bagian depan jas Abra saat pria itu menyesap bibirnya. Serayu memejamkan mata, larut dalam pagutan mereka. Sampai seketika … Klik! Suara pintu yang terbuka membuat Serayu tersentak kecil. Abra sudah mendorong tubuhnya masuk ke dalam kamar hotel tanpa memutus ciuman mereka. Pintu kembali tertutup di belakang mereka. Kini tubuh Serayu bersandar pada dinding dekat pintu, sementara Abra masih berada begitu dekat di hadapannya. Napas keduanya sedikit tidak teratur. “Tidak ada yang boleh mengganggu milik saya,” gumam Abra di dekat bibir istrinya. “Saya akan

  • (Bukan) Istri Kontrak Dokter Arogan   57. Layu Sebelum Berkembang

    Abra menatap wajah yang terlelap di hadapannya. Ia bersimpuh, jemarinya terulur merapikan helaian rambut yang menutupi wajah mungil itu.Ia memang mengaku tak mencintai wanita ini, tapi mengapa rasanya tak rela berpisah? Gundah setiap jauh, takut kehilangan setiap kali bayangan perpisahan melintas d

    last updateLast Updated : 2026-03-21
  • (Bukan) Istri Kontrak Dokter Arogan   52. Berteman Sepi #2

    Hari ini, Serayu masih belum juga terlihat batang hidungnya. Kabar bahwa wanita itu sedang sakit membuat Abra kelimpungan.Entah apa yang mendorong Abra, hingga ia datang ke kampung terpencil ini. Ia masih betah duduk di dalam mobil, menatap bangunan kecil di hadapannya. Jujur saja, ia merasa serba

    last updateLast Updated : 2026-03-21
  • (Bukan) Istri Kontrak Dokter Arogan   55. Istri Dokter Abra

    Serayu memilih tidak menjawab. Tidak ada gunanya juga ‘kan? Mau apa memangnya tanya-tanya. Sesuatu yang dipaksakan tidak akan pernah berakhir baik. Lagipula, toh, mereka akan segera berpisah. “Rayu,” panggil Abra. “Kembali saja pada rencana awal Mas … berpisah,” ucap Serayu akhirnya. Namun pelukan

    last updateLast Updated : 2026-03-21
  • (Bukan) Istri Kontrak Dokter Arogan   62. Renggang

    Abra meraih rahang Serayu, tatapannya penuh amarah.“Katakan ini tidak benar,” desaknya dengan suara bergetar menahan emosi. Satu detik, dua detik, tiga detik—Serayu tetap diam, menatap balik mata Abra tanpa kata. “Ternyata benar,” kekeh Abra, sinis, tepat saat air mata Serayu jatuh.Cengkeramannya

    last updateLast Updated : 2026-03-21
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status